Pesantren Ramadhan Kreatif

Sempat terjadi miskomunikasi antara panitia kegiatan dan pihak sekolah. Seminggu sebelumnya panitia meminta saya untuk memberikan materi Public Speaking for Kids dan Membuat Presentasi Yang Menarik.

Pesantren Ramadhan Kreatif

Karena pesertanya adik adik kelas 4-6, maka materi public speaking saya buat dengan simple dan menggunakan narasi storytelling. Sedangkan materi presentasi, dibuat hanya 8  tips membuat presentasi power point.

Namun ketika tiba di sekolah, saya kaget karena ibu kepsek sudah mengatur posisi duduk anak anaknya di halaman sekolah. Pikir saya, materi yang saya buat seharusnya dilaksanakan di dalam kelas dan hanya utk siswa kelas 4-6 saja. Tapi saya melihat siswa kelas 1-6 sudah duduk dengan rapi seakan akan siap untuk mendengarkan dongeng.

Pesantren Ramadhan Kreatif SD Angkasa 1Mandai

Dan betul…
Ternyata ibu kepala sekolah meminta saya untuk mendongeng. Bukan untuk mengajar materi yang diminta oleh panitia.

Ya sudahlah, saya harus siap dengan berbagai kondisi dan situasi. Akhirnya saya mengganti tas laptop yang ada di pundak dengan tas yang isinya Bona.
Artinya saya memang harus mendongeng di depan mereka.

Pesantren Ramadhan Kreatif SD Angkasa 1Mandai

#storytelling
#pesantrenkreatif
#rumahdongeng
#dongengramadhan
#yatimmandiri

Jadwal Dongeng Keliling – Dongkel With Library

Dongeng Keliling With Library

Jadwal lokasi Dongkel with Mobile Library Inovasi Layanan Dinas Perpustakaan Makassar di bulan Ramadhan 1440 H – Minggu ini tanggal 13 -17 Mei 2019.(berdasarkan data titik kunjungan, surat resmi dan permintaan/ usulan melalui media sosial)

Hari Senin (13/05/19) Pukul : 09.00 – 11.30 Wita

  1. DP1 : Masjid H.M Asyik, Jl. AP. Pettarani No. 100 Buakana-Rappocini (Non Dongeng)
  2. DP2 : Panti Asuhan Rahmatullah Makassar, Jl. Nuri Baru, Jl. Manunggal 22 No. 25. A – Maccini Sombala Tamalate (Pendongeng Kak Andry Andryani Akib) – [T]
  3. DP3 : Panti Asuhan Mulia, Jl. Muhammadiyah No. 11 – Wajo (Pendongeng Bunda Sri Sri Suhesti) –

B. Hari Selasa (14/05/19) Pukul : 09.00 – 11.30

  1. DP1 : Masjid Nurul Majid Makassar, Jl. Gunung Merapi, Lajangiru – Makassar (Non Dongeng)
  2. DP2 : Panti Asuhan Al-Abrar, Jl. Monumen Emmy Saelan No. 44-C Gunung Sari – Tamalate (Pendongeng Kak Yaya Cahaya) – [T]
  3. DP3 : Panti Asuhan Guppi Tk. I Sul-Sel, Jl. Korban 40.000 jiwa selatan No. 24 (Pendongeng Kak Manggazali Anak Makassar) – [T]

C. Hari Rabu (15/05/19) Pukul : 09.00 – 11.30

  1. DP1 : Masjid Nurul Ilmi Makassar, Jl. Raya Pendidikan No. 2 Gunung Sari – Mamajang (Non Dongeng)
  2. DP2 : Panti Asuhan Bahagia, Jl. Inspeksi PAM No. 48 Batua – Panakkukang (Pendongeng Kak Muliadi AbdMunir Hustim) – [T]
  3. DP3 : Panti Asuhan Jabal Rahmah, Jl. Letjend Hertasning No. 46 Kassi-Kassi – Rappocini (Pendongeng Kak Heru Puguh Herumawan) – [T]

D. Hari Kamis (16/05/19) Pukul : 09.00 – 11.30

  1. DP1 : Masjid Darul Falah, Kompleks Minasa Upa, Jl. Aroeppala, Gunung Sari – Rappocini (Non Dongeng)
  2. DP2 : Panti Asuhan Nahdiyat, Jl. Anyang No. 138 Maricaya Selatan – Mamajang (Pendongeng Kak Madia Gaddafi)
  3. DP3 : Panti Asuhan Titipan Kasih, Jl. A. Mangerangi III No. 90 Bongaya – Tamalate (Pendongeng Kak Nisa Chairunnisa Latief)

E. Hari Jum’at (17/05/19) Pukul : 10.00 – 12.00

  1. DP1 : Masjid Agung 45, Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar (Non Dongeng)
  2. DP2 : Masjid Raya Makassar, Jl. Masjid Raya Makassar – Bontoala (Non Dongeng)
  3. DP3 : Masjid Al-Markaz Al-Islami, Jl. Masjid Raya No. 57 Makassar-Bontoala (Non Dongeng).

Demikian jadwal dan lokasi ini disampaikan agar teman-teman tim Dongkel with Mobile Library khususnya pendongeng lebih prepare ke lokasi masing masing. Jika terjadi permasalahan teknis pada armada Perpusling akan disampaikan kemudian oleh Bidang Layanan yang menangani atau WA group Dongkel.

Seluruh layanan Dongkel Perpusling ini tidak dipungut biaya (Gratis). Seluruh pendongeng wajib memakai atribut/ Rompi Dongkel dan mematuhi kode etik serta SOP layanan.

Saran/ Kritik/ Keluhan/ Komentar penerima layanan dapat disampaikan di akun Facebook Dongkel Perpusling atau hubungi kami di nomor WhatsApp (WA) : 0852 4243 7564

Bagi masyarakat atau kelompok komunitas yang ingin memberikan bantuan di Panti Asuhan dapat bergabung langsung di lokasi titik layanan Dongkel Ramadhan dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya ingin bergabung kepada tim Dongkel Perpusling Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

Pemesanan Dongkel hanya berlaku di wilayah Kota Makassar.

Dinas Perpustakaan Kota Makassar selalu ingin lebih dekat dan bersahabat

Aksi Dongeng Ramadhan Minggu Pertama

Dongeng Ramadhan di TK Kinder Huiz

Usia mereka rata-rata masih dibawah 4 tahun. Bahkan ada yang masih 1 tahun.

“Puasa ya?”, tanyaku ketika mengawali kegiatan Sedekah Dongeng di TK Kinder Huiz Makassar.

“Puasa setengah kak!”, teriak beberapa dari mereka.

Aksi Bersama XL Home

Dongeng Ramadhan bersama XL Home

Sore harinya ngamen bersama XL Home di BTN Minasa Upa Makasssar

Promosi paket internet fiber optic dan hiburan kekinian yang kini hadir di Makassar.

Yuk dengar dongeng di bulan ramadhan 1440 H. Banyak kisah kisah menarik yang sangat bagus didengarkan oleh mereka di bulan suci ini.

Roadshow Dongeng Ramadhan 1440 H

Roadshow Dongeng Ramadhan 1440 bersama Rumah Dongeng

Bulan Ramadhan adalah bulan agung yang dimuliakan Allah SWT dan Rasulullah SAW, sebagai sarana meningkatkan amal, apalagi membantu anak-anak Yatim. Begitu istimewanya anak-anak Yatim itu, sehingga Rasulullah SAW mengatakan:

“Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di surga seperti ini,”sambil Rasulullah SAW memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. (HR. Bukhori)

Anak-anak Yatim memang istimewa, sehingga amat disayangkan jika Ramadhan yang agung ini berlalu tanpa kebaikan untuk mereka. Alangkah bahagianya jika kita bisa berbagi keceriaan bersama mereka.

Laznas Yatim Mandiri dan Rumah Rumah Dongeng mengadakan Safari Dongeng Ramadhan ke berbagai sekolah dan kelompok pengajian anak di Makassar, Maros, Pangkep, Gowa dan Sinjai.
Dalam program ini tim Sedekah Dongeng akan berkunjung ke  berbagai Masjid atau Sekolah yang menyelenggarakan acara  Pesantren Kilat atau Berbuka Puasa.

Adik adik akan mendengarkan Kisah Islami bersama Kak Heru, Mami Kiko, Kak Mangga dan Safira serta Bona sekaligus memberikan infaq terbaik untuk anak yatim dhuafa binaan Laznas Yatim Mandiri.

Program ini dilaksanakan dengan perincian waktu sebagai berikut :

Sessi 1 : pukul 08:00-09:00
Sessi 2 : pukul 09:00-10:00
Sessi 3 : pukul 11:00-12:00
Sessi 4 : pukul 15:30-16:30
Sessi 5 : pukul 17:00-17:45

Buku Kisah Islami
Buku Kisah Islami yang berisi 50 cerita Islami

Siapkan infaq terbaikmu bagi 23.300 anak anak Yatim Dhuafa yang dibina oleh Laznas Yatim Mandiri.

Yuk mengisi Ramadhan dengan kisah kisah Islami yang penuh Amanah.

Informasi kegiatan silakan hubungi :

Yatim Mandiri Makassar – 0823 4866 6693 (Ismul)
Yatim Mandiri Maros – 0853 9944 8861 (Sari)
Rumah Dongeng – 0852 5575 1971 (Kak Heru)
Kak Yani (Sinjai) – 0852 4461 8283

———————-
Yatim Mandiri : www.yatimmandiri.org

Rumah Dongeng  : www.rumahdongeng.id

Hari Buku Sedunia di Kendari

Hari Buku Sedunia di Kendari

Pada tahun 1995, UNESCO memutuskan Hari Buku Sedunia dan Hari Hak Cipta Sedunia dirayakan pada tanggal 23 April, sebab tanggal tersebut juga merupakan hari kematian William Shakespeare dan penulis terkenal lainnya.
Penulis lainnya yang juga lahir maupun meninggal pada tanggal 23 April yaitu Maurixe Druon, seorang novelis Prancis, lahir 23 April 1918, Manuel Mejia Vallejo, ia seorang penulis Kolombia yang lahir 23 April 1923 dan Halldor Laxness, seorang penulis Islandia yang lahir 23 April 1902

Dilansir dari Hindustan Times, Direktur Jenderal UNESCO yaitu Audrey Azoulay merangkum tema Hari Buku Sedunia di tahun 2019 ini melalui kata-kata berikut.
“Buku adalah bentuk ekspresi budaya yang hidup dan sebagai bagian dari bahasa yang dipilih. Setiap publikasi yang dibuat dalam bahasa yang berbeda dan ditujukan untuk para pembacanya. Dengan demikian sebuah buku ditulis, diproduksi, dipertukarkan, digunakan dan dihargai dalam latar bahasa dan budaya tertentu. Tahun ini kami menyoroti dimensi yang penting karena 2019 menjadi Tahun Internasional Bahasa Pribumi yang dipimpin oleh UNESCO. Untuk menegaskan kembali komitmen masyarakat internasional dalam mendukung masyarakat adat untuk melestarikan budaya, pengetahuan dan hak-hak mereka.”
Melalui Hari Buku Sedunia 2019 ini, UNESCO bertujuan untuk memperjuangkan buku-buku dan merayakan kreativitas, keragaman dan akses yang sama terhadap pengetahuan. Hari ini telah menjadi platform bagi orang-orang di seluruh dunia dan terutama bagi kepentingan industri buku termasuk penulis, penerbit, guru, pustakawan, lembaga publik dan swasta, LSM kemanusiaan dan media massa untuk bersama-sama mempromosikan literasi dan membantu semua orang untuk memiliki akses ke sumber daya pendidikan.

Hari Buku Sedunia di Kendari

Kak Heru di Kendari merayakan hari buku sedunia

Pagi ini bersama adik adik TK dan SD di area pameran Hallo Sultra di kawasan lapangan MTQ Kendari Sulawesi Tenggara.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara ini dirangkaikan dengan perayaan Hari Buku Sedunia.

Kerumunan Dongeng

Sabtu akhir pekan ini agenda kegiatan Sedekah Dongeng adalah di SD Bakung 1 Bumi Permata Sudiang Makassar. Sabtu sebelumnya juga di tempat yang sama, yaitu di SD Bakung 2, sekolah yang berada di satu kompleks.

Lalu lintas di hari Sabtu terasa sekali perbedaannya bila dibandingkan dengan hari hari lainnya. Oleh karena itu, saya pagi ini mengantar dulu istri tercinta ke sekolahnya baru saya berangkat ke Sudiang. Tiba di sekolah ini waktu sudah menunjukkan pukul 08:15. Telat sekitar 15 menit dari jadwal yang sudah ditentukan. Pesan WA dari Yoga masuk di smartphone, sekilas saya melirik isinya.

” Anak anak sudah tidak sabar menunggu kedatangan ta”

Halaman sekolah sudah digelar karpet untuk alas duduk para murid. Melihat kedatangan saya, serentak mereka duduk dengan rapi. Murid kelas kecil duduk di barisan depan, di bagian belakang duduk murid kelas besar. Ketika saya mulai mendongeng Pung Julung Julung, mereka masih duduk dengan rapi dan tenang. Namun ketika saya mulai memanggil Bona, beberapa dari mereka mulai berdiri dan merengsek maju ke depan.

Hal yang sama juga diikuti oleh murid murid SD Bakung 2. Mereka juga mulai merengsek maju dan berdesakan di depan saya. Maklum saja, minggu lalu mereka masih penasaran dengan Bona. Dan hari ini nampaknya mereka sengaja menunggu kemunculan Bona.

Datangnya Disambut Kabut dan Hujan.

Milad 25 tahun Yatim Mandiri Maros tahun ini berbeda dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya. Biasanya milad dilaksanakan di gedung yang letaknya di dalam kota dan mudah dijangkau.Namun di usianya yang ke 25, kegiatan milad dilaksanakan di sebuah pesantren yang berada di Desa Mangilu Kecamatan Bungoro Pangkep.

Letaknya sekitar 70 km dari Makassar atau sekitar 3 km dari kawasan pabrik Semen Tonasa 2.Pesantren Shela adalah nama dari pesantren yang dipimpin oleh Ustad Siradjang. Keberadaannya juga masih bisa dikatakan sangat muda dan baru. Beberapa dokter yang ikut sebagai tim medis bakti sosial ini baru tahu nama pesantren ini. Padahal mereka bertugas di Pangkep dalam kesehariannya.Bangunan pesantren masih dalam konstruksi, ada sebuah mushola sementara dan sebuah bangunan kelas yang dindingnya sangat artistik karena terbuat dari bambu dan kayu. Muridnya baru ada 60 siswa yang kebanyakan berasal dari desa sekitarnya.

Hari Dongeng Sedunia 2019

Hari ini 20 Maret 2019 untuk sejenak ribuan anak anak di Makassar melepaskan gadget di tangannya. Berbondong bondong mereka datang ke perpustakaan umum Makassar di Jalan Lamadukelleng. Bahkan sedari pagi, Afyad putra dari Bunda Mugniar, salah satu anggota komunitas Rumah Dongeng sudah bersiap mengantar anaknya.

Rabu, 20 Maret 2019 adalah Hari Dongeng Sedunia atau World Storytelling Day. Sebuah hari dimana seluruh pendongeng di dunia berkumpul untuk berbagi ceria dan cerita bagi seluruh anak anak dari berbagai penjuru.

Hal yang sama juga terjadi di Makassar. Anak anak dari Ujung Tanah, dari Parang Tambung, dari Sudiang, dari Tanjung Bunga berdatangan menuju ke gedung berlantai dua yang pagi ini menjadi tempat berkumpulnya para kurcaci kecil untuk bersama sama mendengarkan dongeng. Coba bayangkan hari ini ada 20 pendongeng yang akan bercerita sepanjang 2 jam terus menerus tanpa henti.

Ya..! 2 sessi bersama 20 pendongeng keren Makassar. Coba siapa pendongeng Makassar yang sudah kalian kenal? Ada Kak Heru yang tampil bersama Bona. Ada Kak Madia dengan dongeng Perpustakaan Pak Burhan, ada Kak Icha dengan dandanan Nenek Pakandenya. Ada Kak Manggazali, Bunda Sri, Kak Mul, Kak Ridho, Kak Yusran, Kak Rini dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan ada juga adik Aqila, sang juara dua nasional lomba bercerita tingkat SD tahun 2018.

Perjalanan dongeng hari ini dimulai dari TK Aisyiah 3 Manggala Antang. Catatan di agenda kegiatan, hari ini ada 4 lokasi yang harus dikunjungi satu demi satu. Kadangkala saya berpikir bisa atau tidak bila di Makassar harus mengisi dongeng di 4 lokasi yang berbeda dalam sehari. Saya mencoba membuat catatan waktu dan jarak. Dari 4 lokasi ini, yang pertama di Perumnas Antang. Saya putuskan di sekolah ini adalah tenpat pertama yang harus didatangi. Tempat lainnya adalah Sekolah Cendekia Berseri, TK Nurul Askar dan perpustakaan umum Makassar. Harusnya menurut perhitungan, pukul 08:00 WITA, kegiatan pertama di TK Aisyiah harus dimulai.

Ini adalah kunjungan pertama saya ke sekolah ini. Lokasinya di Perumnas Antang blok 8. Biasanya di daerah ini kalo musim hujan sering kebanjiran. Mungkin karena letaknya rendah dan dekat dengan daerah tampungan air. Setelah bertanya beberapa kali kepada kerumunan ibu ibu di depan SD Inpres Antang, akhirnya TK Aisyiah 3 saya temukan juga. Jaraknya sekitarnya 250 meter dari jalan raya blok 8 Perumnas Antang. Waktu menunjukkan pukul 08:05 ketika saya tiba di sekolah ini. Beberapa guru nampak masih duduk di depan sekolah sambil sesekali menyambut kedatangan murid muridnya. Tak mau ketinggalan, Heru staf dari Yatim Mandiri Makassar segera memasang spanduk kegiatan Sedekah Dongeng di dinding sekolah. Para murid harus melaksanakan sholat Dhuha terlebih dahulu sebelum mendengarkan dongeng. Dan baru pukul 08:30 WITA dongeng dimulai. Saya pun mulai memikirkan kira kira berapa durasi dongeng di sekolah ini. Pesan Whatsapp dari Joharni sudah masuk dan mengingatkan bahwa di TK Nurul Askar kegiatan harus dimulai sebelum pukul 10:00 WITA. Dan setelah sekitar 40 menit, saya mengakhiri kegiatan di sekolah ini. Bergegas saya menuju ke lokasi kedua.

Lokasi kedua adalah TK Nurul Askar di Asrama Mattoangin Makassar. Seharus sekolah ini jadwalnya pukul 09:00. Namun karena murid muridnya harus pulang pukul 10:00, maka saya harus merubah jadwal dan rute perjalanan. Sekolah Cendekia Berseri saya rubah ke pukul 10:30. Padahal ketika saya menuju ke TK Nurul Askar, rute perjalanannya melewati depan sekolah Cendekia Berseri di Jalan Hertasning. Saya sempat melirik sekolah ini sembari memacu Mona (Mobil Bona) agar cepat tiba di lokasi kedua.

Ada sekitar 35 murid di sekolah yang letaknya berdampingan dengan mesjid di perumahan yang penghuninya kebanyakan anggota TNI Angkatan Darat.

Sedangkan lokasi ketiga adalah sekolah Cendekia Berseri Makassar di Jalan Hertasning. Adik adik disini sudah menunggu sejak pukul 09:00 dan baru pukul 10:40 saya tiba di sekolah yang kebanyakan muridnya tidak memakai baju seragam. Mereka diperbolehkan oleh sekolah untuk memakai baju bebas setiap hari. Kesabaran mereka dalam menunggu patut diacungi jempol.
Terima kasih untuk kesabarannya yang akhirnya dibayar dengan senyum dan tawa yang seru.

Senang sekali hari ini bisa berbagi kebahagiaan dan keceriaan dalam hari dongeng sedunia.

Malam Bina Iman dan Taqwa PAUD Insan Kamil Gowa

Biasanya kalo di kegiatan Pramuka ada yang namanya Persami atau Perkemahan Sabtu Minggu. Kegiatan berkemah ini hanya untuk adik adik di tingkat Siaga atau yang masih duduk di sekolah dasar. Selama 2 hari mereka bermalam di tenda dan berkegiatan ditempat terbuka.

Namun di PAUD Insan Kamil ini, adik adik yang masih duduk di taman kanak kanak sudah berani untuk bermalam di sekolahnya tanpa didampingi oleh ayah dan ibunya. Meskipun hanya 1 malam, namun perlu diacungi jempol karena biasanya orang tua agak rewel bila buah hatinya dipisahkan dari mereka. Keberadaan para guru yang standby selama 24 jam tentu bisa mengurangi kekuatiran orang tua siswa.

PAUD Insan Kamil ini letaknya hanya 200 meter dari rumah Kak Heru di perumahan Zarindah Permai Samata Gowa. Hanya perlu waktu 5 menit berjalan kaki seusai sholat Isya, tepat pukul 19:45 saya tiba di sekolah ini.

Saat tiba, adik adik masih khusyuk melaksanakan sholat Isya yang dipimpin oleh seorang imam cilik. Bunda bunda guru terus mendampingi sang imam ketika membacakan bacaan sholatnya.

Walaupun saya masuk dengan perlahan lahan karena takut menganggu sholat mereka, namun tak urung beberapa mata sempat menoleh ke arah saya.

“Datang mi Kak Heru..!,” teriak salah satu siswa yang berada di barisan paling kiri.

Terjadi keributan kecil ketika dengan serentak para makmun menoleh ke arah kedatangan saya. Bunda guru dengan tegas dan berwibawa terus mengarahkan anak didiknya untuk terus khusyuk dalam sholatnya.

Dan tak lama setelah selesai sholat Isya berjamaah, mereka segera berhamburan ke arah saya sembari bertanya keberadaan Bona. Semenjak siang hari, adik adik di PAUD ini sudah diberitahu kalo ba’da Isya akan ada dongeng bersama Kak Heru dan Laznas Yatim Mandiri.

Pantas saja mereka seakan tak sabar menunggu kedatangan saya. Tahun sebelumnnya saya juga mengisi dongeng di tempat ini. Beberapa siswanya juga adalah anak dari tetangga Kak Heru di perumahan Zarindah Permai.

Malam ini saya membawakan sebuah buku cerita yang berjudul Fabels on Muhammad SAW. Ada 11 cerita fabel Islami yang ada dalam buku ini. Salah satunya berjudul Burung Ababil. Kisah yang diambil dari surah Al Fiil ini saya sampaikan sembari duduk dan memegang buku setebal 71 halaman. Judul lainnya ada Kambing Halimah, Unta Khadijah, Buraq dan lain lain.

Selain mendengarkan dongeng Islami, malam adik adik juga memberikan sedekahnya kepada Laznas Yatim Mandiri. Sedekah yang dikumpulkan berjumlah Rp. 1.550.000,-.

Donasi yang dikumpulkan selanjutnya disalurkan kepada Laznas Yatim Mandiri untuk pengembangan kegiatan sosial kemanusiaan.

Appang Bugis dan Kinder Huiz

Entah karena faktor kedekatan jarak yang mungkin menyebabkan kedua nama itu juga saling berdekatan satu dengan lainnya. Appang Bugis di seberang jalan, Kinder Huiz berada di depannya.

Appang Bugis adalah salah satu kue tradisional khas Bugis. Bahannya dibuat dari tepung yang dicampur dengan gula merah. Ada sebuah tradisi di kalangan Bugis Makassar, kalo hari Jumat jangan lupa makan appang. Manisnya gula merah akan membuat hidupmu nanti akan semanis rasa gula merah ini. Sedangkan Kinder Huiz adalah nama sebuah sekolah di Jalan Mappaodang Makassar. Kalo tidak salah “huiz” itu artinya rumah. Jadi Kinder Huiz bisa berarti “Rumah Anak Anak”.

Seharusnya hari ini ada 2 jadwal mendongeng. Yang pertama di TK Dharma Wanita Maros dan yang kedua di TK Kinder Huiz Makassar. Untuk mengefektifkan waktu karena hari ini adalah Hari Jumat, maka saya minta kepada Laznas Yatim Mandiri Maros pukul 08:00 pagi dimulai acara dongengnya.

Namun sejak subuh Makassar dan Maros diguyur hujan lebat. Bagaimana pun juga saya tetap harus ke lokasi di Maros. Menjelang tiba di Sudiang, notifikasi WA masuk dari Sri, staf YM Maros. Isinya kegiatan dongeng di Maros ditunda karena siswa yang datang hari ini sedikit. Dari 60 siswa, baru 10 orang saja yang datang. Hujan menjadi alasan ketidakhadiran siswanya.

Saya pun segera memutar stir.
Balik kanan menuju ke Makassar lagi.

Hi..hi…
Emang Sudiang bukan Makassar ya..?

Di lokasi kedua jadwal dimulai pukul 09:15. TK Kinderhuiz berada di jalan Mappaodang Makassar. Bagi yang sering ke jalan ini, ada sebuah warung yang menjual “Appang Bugis” yang sudah sangat terkenal enaknya. Biasanya kalo pagi sudah banyak pembeli yang antre di depan warungnya. Karena banyak yang antri, biasanya menjelang pukul 10, kue khas Bugis ini sudah habis.

Sekitar tahun 2011 saya mengenal TK Kinder Huiz ini. Dulunya berlokasi di samping rumah jabatan Kapolda Sulsel yang berada di jalan yang sama. Waktu itu saya diundang oleh Kak Awam Prakoso dan tim kampung dongeng untuk menyaksikan dongengnya. Saat ini lokasi sekolah berada tak jauh dari jalan Ratulangi Makassar.

Setelah bertemu dengan Ibu Nunu, sembari menunggu adik adik yang masih makan bekalnya, saya ngobrol ringan dengan beliau. Salah satu keinginannya adalah membangun sekolah dasar untuk para lulusan TK Kinder Huiz.

“Semua orang tua ingin anaknya tetap berada di lingkungan Kinder Huiz. Mereka berharap agar yayasan membangun sekolah dasar,” ungkap beliau.

Beberapa orang tua siswa sudah mengenal cara mendidik guru guru di sekolah ini. Sehingga mereka ingin anaknya terus bersekolah lanjut di tingkat sekolah dasar.

Suasana di dalam ruangan kelas nampak riuh. Beberapa dari mereka ternyata menunggu dongeng.

“Bahkan ada siswa yang sempat sempatin masuk sekolah karena mau dengar dongengnya Kak Heru,” papar bunda Nunu.

Dan ketika waktu mendongeng sudah tiba, keriuhan dan tingkah laku adik adik yang berusia 2 sampai 5 tahun pun semakin ramai.
Siswa yang duduk di kelas A dan B duduk dengan tertib di bagian belakang. Tetapi yang play grup dan kinder tak mau duduk lama. 2 dari mereka malah berdiri di depannya Kak Heru.

Salah satunya adalah Dzaky Prananda.
Lihatlah lirikannya..!
Kira kira apa yang menyebabkan dia melirik seperti itu ya?

Padahal 15 menit pertama, Dzaky tak mau duduk. Dia terus berdiri di depan. Walaupun begitu matanya tetap melekat ke arah Kak Heru.
Nampaknya dia serius.
Sesekali dia tertawa dan senang dengan dongeng Om Singa dan si Tikus. Bahkan ketika om Singa menyuruh si Tikus pergi, dengan patuhnya Dzaky ikutan pergi bersama si Tikus.

Dan tanpa terasa hampir 60 menit kebersamaan ini harus diakhiri.
Kehadiran Bona menjadi magnet bagi mereka.
Bona yang lucu dan menggemaskan..!

Hasil sedekah dongeng di TK Kinder Huiz sebesar Rp. 2.090.000,- untuk selanjutnya disalurkan kepada Laznas Yatim Mandiri.

Sampai bertemu lagi di bulan Ramadhan ya…

#SedekahDongeng
#YatimMandiri
#RumahDongeng
#Storytelling