United Indonesia Makassar berbuka puasa di McD

Kelompok suporter klub Manchester Indonesia yang berada di Makassar dan sekitarnya akan mengadakan buka puasa bersama dengan melibatkan 140 anak panti asuhan di McDonald’s Jl Sultan Alauddin, Makassar, Minggu (28/07/2013).

Buka puasa ini merupakan rangkaian dari peringatan ulang tahun keempat United Indonesia Makassar yang dikemas dalam program bernama Road to 4th Anniversary United Indonesia Makassar.

Selain berbuka puasa bersama, United Indonesia Makassar juga akan menggembirakan anak-anak tersebut melalui permainan unik. Ada hadiah khusus untuk anak-anak peserta permainan. Salah satu hadiahnya berbentuk tas yang didapat dari hasil sumbangan kelompok tersebut. Sebelumnya, mereka sempat mengadakan acara sunatan massal dan DONOR DARAH pada bulan lalu.

United Indonesia Makassar berdiri pada 1 Juli 2009 atas inisiatif tujuh penggemar Manchester United. Kelompok ini kini sudah memiliki ribuan anggota yang tersebar di beberapa daerah di Sulawesi Selatan

Silaturahim Karyawan PT Semen Tonasa Angkatan 2008

Bertempat di Azalea 2 Hotel Grand Clarion Makassar, Minggu 28 Juli 2013, keluarga besar PT Semen Tonasa Angkatan 2008 berkumpul untuk saling silaturahim antar keluarga. Ruangan Azalea 2 sore itu penuh dengan keceriaan dan tawa riang dari adik adik yang berusia 1-3 tahun. Mereka dibawa oleh ayah dan bundanya untuk mendengarkan dongeng dari Kak Safira.

Meskipun dongeng yang dibawakan oleh kak Safira sangat singkat, mengingat panitia pelaksana agak terlambat memulai acara, namun hal tersebut tidak mengurangi antusiasme ayah dan bunda serta adik adik yang hadir di acara tersebut.

Market Day di IMMIM bersama TK Khalifah

Jumat sore sekitar 50 adik adik dari TK Khalifah Makassar terlihat memegang sepotong kayu yang bertuliskan sebuah angka angka. Di dampingi oleh para gurunya, adik adik tersebut berkeliling dan menyapa ke semua pengunjung yang hadir di Bazar IMMIM. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 anak. Ada yang memegang makanan kecil, sedangkan yang lainnya memegang daftar harga pada sepotong kayu. Mirip orang yang sedang demo di jalanan.

Dengan malu malu mereka menawarkan tajil kepada setiap pengunjung yang datang. Kadangkala ibu gurunya harus menjelaskan dulu kepada pengunjung bahwa anak anak tersebut sedang belajar menjual makanan. Sungguh sebuah pelajaran yang sangat tepat utk adik adik di usia tersebut.

Setelah semua “barang jualan” laku, adik adik bergegas mengambil tempat duduk di depan panggung. Mereka tak sabar untuk mendengarkan dongeng yang akan dibawakan oleh Kak Safira Pendongeng Cilik Makassar. Tak ketinggalan para pengunjung dan adik adik dari 2 Panti Asuhan yang datang utk berbuka puasa turut serta menyimak dongeng yang dibawakan oleh Kak Safira.

Kelas Dongeng Ramadhan 1434 H



Ada suatu ungkapan ”Seorang  Guru yang tidak bisa bercerita, ibarat orang yang hidup tanpa kepala”. Betapa tidak, bagi para pengasuh anak-anak (guru, tutor) keahian bercerita merupakan salah satu kemampuan yang wajib dikuasai.
Melalui metode bercerita inilah para pengasuh mampu menularkan pengetahuan dan menanamkan nilai budi pekerti luhur secara efektif, dan anak-anak menerimanya dengan senang hati.
Pada saat ini begitu banyak cerita yang tersebar, namun masih jarang tulisan dari para praktisi ahli cerita, yang mampu mengarahkan secara khusus untuk ditujukan kepada anak-anak usia dini, sehingga penceritaan yang disampaikan kurang mengena.
Apalagi model cerita yang secara khusus didasarkan pada material kurikulum pengajaran di TPA/KB/RA/BA/TK yang berlaku. Padahal panduan praktis semacam ini sangat dibutuhkan oleh tenaga pendidik di seluruh Nusantara. Pada umumnya mereka masih terbatas pengetahuannya tentang metode bercerita.

Di Inggris pernah diadakan penyebaran angket kepada orang-orang dewasa. Kepada mereka ditanyakan pada saat apa mereka benar-benar merasa bahagia di masa kanak-kanak dulu.

Jawaban mereka : “Pada saat orang tua mereka membacakan buku atau Cerita” Apabila pertanyaan yang sama diajukan kepada orang-orang dewasa di Indonesia, kiranya jawaban tak akan jauh berbeda. Bahkan, khusus mengenai cerita, sampai orang dewasapun masih tetap menggemarinya.

Tengoklah obrolan kita juga akan semakin ‘renyah’ bila kita saling bercerita dengan penuh semangat. Cerita memang ‘gurih’. Semua orang tak pandang usia, menyukainya. Bercerita adalah metode komunikasi universal yang sangat berpengaruh kepada jiwa manusia.

Bahkan dalam teks kitab sucipun banyak berisi cerita-cerita. Tuhan mendidik jiwa manusia menuju keimanan dan kebersihan rohani, dengan mengajak manusia berfikir dan merenung, menghayati dan meresapi pesan-pesan moral yang terdapat dalam kitab suci,

Beliau mengetahui akan jiwa manusia, mengetuk hati manusia antara lain dengan cerita-cerita. Karena metode ini sangat efektif untuk mempengaruhi jiwa anak-anak.

Mengapa metode cerita ini efektif ? jawabannya tidak sulit. Pertama, cerita pada umumnya lebih berkesan daripada nasehat murni, sehingga pada umumnya cerita terekam jauh lebih kuat dalam memori manusia. Cerita-cerita yang kita dengar dimasa kecil masih bisa kita ingat secara utuh selama berpuluh-puluh tahun kemudian.

Kedua, melalui cerita manuasi diajar untuk mengambil hikmah tanpa merasa digurui. Memang harus diakui, sering kali hati kita tidak merasa nyaman bila harus diceramahi dengan segerobak nasehat yang berkepanjangan.

NAMA KEGIATAN
Kelas Dongeng Ramadhanc 1434 H

PESERTA

1.   Guru-guru TK dan SD
2.   Volunter Lembaga
3.   Umum, orang tua dan Mahasiswa

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Lantai 3 (Belakang Time Zone) Mall Panakukang pada Event Lovely Ramadhan
Pelaksanaan Kelas Dongeng tanggal 3 Agustus 2013 mulai pukul 14.00 WITA– 18.00 WITA

PENDAFTARAN
Biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) per orang. Mendapatkan Modul Ebook Teknik Bercerita, Ebook 25 Dongeng Anak Anak dan Audio Dongeng dalam format MP3

Pendaftaran dapat dilakukan mulai tanggal 25 Juli – 2 Agustus 2013 di lokasi kegiatan atau mention akun Twitter @herumawan atau @yabisaM atau @_nanie_

SMS pendaftaran ke 085255751971 dengan format : KelasDongeng spasi Nama Peserta

MATERI KELAS DONGENG

          Pengertian Cerita, Dongeng
          Manfaat Cerita
          Pemilihan Tema dan Durasi Dongeng
          Metode Penyampaian Cerita
          Bercerita dengan Tehnologi Terkini

KONTAK PERSON
Herumawan
@herumawan    email herumawan@gmail.com
Phone 085255751971 BB 3293F1C8
www.rumahdongeng.org

Hari Anak Nasional 2013 di TPA Antang

Setiap tahunnya di tgl. 23 Juli, diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Nah Minggu kemarin, 21 Juli 2013 dalam rangka Hari Anak Nasional, komunitas Sobat Lemina dan Penyala Makassar mengadakan kegiatan di lokasi para pemulung sampah TPA Antang.

Berbagai kegiatan dilaksanakan antara lain, menulis cerita, mewarnai dan menggambar serta menulis gambar. Sebanyak 100 adik adik terlihat sangat terhibur di tengah panasnya cuaca Makassar pada bulan Ramadhan ini

Tak lupa, mereka mendengarkan dongeng dari Kak Heru tentang kebersihan dan makanan sehat.

Festival Anak Sholeh Dompet Dhuafa Sulsel 2013

Sejumlah 100 anak anak usia TK dan SD, Sabtu pagi terlihat menenteng peralatan lomba di MTos Tamalanrea Makassar Mereka hadir untuk mengikuti Festival Anak Soleh (FAS) yang diadakan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan

Peserta FAS se-Kota Makassar ini dihadiri anak-anak cerdas usia 6-12 tahun.diharapkan mampu mewarnai pemikiran, sikap, serta mental generasi cilik hari ini sehingga pola kehidupan mereka berkarakter dan matang.

Cabang keahlian yang dilombakan merupakan pemicu untuk anak-anak tumbuh lebih cemerlang., lomba adzan, lomba hifdzil Qur’an, lomba ramgking 1, lomba MTQ, lomba nasyid dan asmaul husna, serta lomba mewarnai. Anak-anak itu pun sibuk menunjukkan kebolehannya masing-masing.

“Semangat mereka menunjukkan bagaimana Kota Makassar beberapa tahun mendatang, generasi hari ini adalah cerminan masa depan suatu bangsa,” ujar seorang panitia.

Selain itu, hadir juga Kak Heru yang menyempatkan diri untuk mendongeng di depan adik adik peserta FAS 2013. Dengan gayanya yang menarik dan menghibur, adik adik terlihat sangat antusias mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Heru.

Pendongeng : Profesi yang harus dihargai

Pernah suatu ketika seseorang bertanya kepada saya, “Kak Heru kalau mau ngundang dongeng gimana untuk acara sosial?”

“Boleh kok, tapi memang harus booking jauh-jauh hari ya untuk tanggal. Tidak bisa dadakan kalau kebetulan kosong saya bisa prioritaskan tapi kalau sudah ada janji lebih dulu ya maaf :)”

“Oke deh, kalau acara sosial berarti free kan ya kak?”

“Memang tidak dibuat budgeting?”

“Namanya juga acara sosial kak? Berarti free donk.”

Saya rasa pertanyaan ini sering saya dapati di lapangan ketika memutuskan untuk konsen menjadi pendongeng. Faktanya, saya sering di undang sebagai pendongeng untuk acara sosial: santunan, penggalangan dana, khitan masal, buka puasa bersama, dll

Maaf ini bukan bicara soal materialistis. Saya senang mendongeng, saya senang melihat anak-anak antusias mendengarkan cerita saya. Saya juga sering bikin event sosial. Tapi saya selalu berusaha menyiapkan “ucapan terima kasih” kepada narasumber yang saya undang.

Saya lebih suka panitia bilang apa adanya dari awal misalnya tentang ketiadaan dana. Karena saya sering membawa asisten saat terjun kelapangan. Kemudian ada transportasi yang perlu saya perhitungkan dsb. Setidaknya saya bisa menyesuaikan keadaan (bukan kualitas dongeng) dengan kondisi yang ada. Setidaknya saya pun harus memberikan ucapan terima kasih kepada asisten saya. Dan dari apa yang saya dapat ada jatah preman yang juga harus saya tunaikan.

Tapi saya tidak pernah memaksa misalnya harus sekian. Saya punya standar, tapi juga menyesuaikan kepada si tuan rumah. Daripada harus memicingkan mata dan memandang saya seolah matrealistis karena saya tanya demikian.

Saya juga tidak mau hanya karena budget, anak-anak batal mendengar cerita saya.

Seringkali profesi saya sebagai pendongeng seringkali diartikan sebagai seorang badut. Saya tidak menganggap hina pekerjaan badut, tapi bagi saya mendongeng bukan sekedar menghibur. Menjadi pendongeng itu besar artinya bagi saya. Dongeng adalah cara da’i menyampaikan hikmah melalui cerita kepada anak-anak. Dan menjadi pendongeng sama artinya menjadi da’i untuk anak. Dan itu tanggung jawab besar.

Tapi seringkali di lapangan saya mendapati diri saya diperlakukan seperti badut dan diperlakukan tidak manusiawi. Padahal badut kan juga manusia, pendongeng pun juga manusia. Jadi sudah selayaknya di hargai layaknya manusia 🙂

Saya juga tidak mau hanya karena budget, anak-anak batal mendengar cerita saya.

*) sharing dengan Kak Pita

Pahlawan Kebajikan bersama PKPU Makassar

Di awal bulan Ramadhan 1424 H, PKPU Cabang Makassar menghadirkan sebuah kegiatan dengan tema “Pahlawan Kebajikan”. Tema ini diambil sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada “para pahlawan kebajikan” yang berasal dari berbagai profesi, antara lain tukang becak, tukang sampah,tukang ojek.
Bertempat di restaurant Eat and Out Karebosi Link Makassar pada tanggal 14 Juli 2013, kembali kak Safira Pendongeng diundang oleh pihak panitia untuk menghadirkan keceriaan bersama adik adik yang hadir.