Jadi Presenter di PechaKucha Night Makassar Vol. 6


 

Mendengar nama Pecha Kucha, dalam benak saya sepertinya sebuah bahasa dari India. Ternyata “pecha kucha” berasal dari bahasa Jepang. Sekilas mengenai PechaKuchaNight, helatan ini menampilkan presenter yang membawakan presentasi dalam format  20 slide foto.  Pertama kali diperkenalkan oleh Astrid Klein dan Mark Dytham dari Klein Dytham Architecture, yang sekaligus menjadi organizer PechaKucha Night pertama yang diadakan di Tokyo, Jepang pada Februari 2003.

Hingga kini tercatat lebih dari 600 kota di seluruh dunia telah menggelar event PechaKuchaNight. Acara ini begitu cepat tersebar luas ke seluruh dunia karena banyak kota tidak memiliki ruang publik dimana orang-orang dapat menunjukkan dan berbagi karya mereka dengan cara yang santai dan nyaman.
Harapan diselenggarakan PechaKuchaNight ini agar suara dan karya para presenter ini dapat memberi warna terang bagi kota dan penduduknya. Karena sulit membayangkan wajah dan rasa kota yang tak melibatkan secara aktif dalam membentuk kotanya dan mungkin kota kita salah satunya. Selain itu, ada kesempatan untuk mengenal relasi baru yang dapat mendukung karya para presenter bahkan jejaring sosial para volunteer selanjutnya.

Dan Sabu 29 November 2014 pada pukul 19.00-22.00 WITA di Ground Floor, Transmall Makassar. PechaKuchaNight Vol.6 juga akan disemarakkan oleh penampilan akustik dari band Tabasco. Ada 10 presenter yang tampil di event ini dan salah satunya adalah Kak Heru yang menampilkan 20 presentasi tentang “The Power of Story Telling”

Yuk Belajar Bikin Burger!

Belajar bikin burger langsung di tempatnya memang mengasyikkan! Langsung di dapurnya McD Mari Mall…. Wow! Sabtu, 29 Nopember 2014  sekitar 52 anak anak dari SD Inpres Hartaco diajak untuk berkunjung ke McD Mari Mall oleh guru kelasnya. Mereka hari itu akan melihat langsung cara membuat burger di dapurnya McD. Bukan hanya melihat tapi juga belajar langsung membuatnya burger!

Peserta dibagi menjadi 8 kelompok supaya mereka leluasa membuat burger. Dibimbing langsung oleh Kak Irma, murid-murid yang lai nampaknya semakin tak sabar untuk segera masuk ke dapur McD.

Nah setelah semua kelompok selesai membuat burger, selanjutnya adalah menikmati burger hasil karya mereka sambil mendengarkan dongeng dari Kak Heru. Dongengnya berjudul “Bibit Kejujuran” yang berisi ajakan untuk selalu berbuat jujur

Dongeng dan Baca Buku Cerita

Kamis pagi 27 Nopember 2014, Ruang Anak yang terletak di Perpustakaan Daerah Sulsel ramai dengan celoteh dan riuhnya adik adik dari TK Wahyu Pao Pao Gowa. Sebanyak 58 anak ikut serta dalam kegiatan kunjungan ke perpustakaan.

Kegiatan ini untuk mengenalkan tentang perpustakaan dan apa saja yang ada didalamnya. Yang paling penting dalam kegiatan ini adalah untuk mengenalkan tentang buku kepada anak anak usia dini.
Kegiatan mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Heru tentu menjadi daya tarik bagi adik adik yang hadir. Ditemani oleh boneka lucu “Bona” dan gaya celotehnya yang iseng membuat suasana bertambah ramai.

Kunjungan Murid SD Pertiwi ke Perpustakaan Daerah Sulsel

Sekitar 30 anak anak yang berasal dari SD Pertiwi Makassar, Sabtu 22 Nop 2014 berkunjung ke Perpustakaan Daerah Sulawesi Selatan. Disambut oleh Bunda Nis dan Bunda Leha, anak-anak langsung diseuguhi dengan berbagai maca koleksi buku-buku yang banyak tersedia di rak perpustakaan.
Setelah mereka membaca buku kurang lebih 15 menit, Kak Heru meminta satu per satu anak untuk bisa membacakan buku yang mereka baca.

Gemar Membaca dan Gemar Menabung bersama Bank BRI

Bang bing bung bang kita ke bank
bang bing bung yuk kita nabung
tang ting tung hey jangan di hitung
tau tau nanti kita dapat untung
*

Dari kecil kita mulai menabung,supaya hidup kita beruntung.
Mau keliling dunia ada uangnya,
juga untuk membuat istana..

Penggalan lagu Bang Bing Bung yang dipopulerkan untuk Titiek Puspa menjadi awal kegiatan Perpustakaan Kota Makassar pada Hari Selasa, 18 Nopember 2014.
Gelaran Talkshow Kunjungan Perpustakaan yang mengambil  Tema : Gemar Membaca, Gemar Menabung bagi 150 siswa TK, SD dan SMP Makassar di Perpustakaan Umum Kota Makassar Jl. Lamadukelleng No. 3
Yuk makin rajin menabung dan juga rajin membaca

Dongeng di Makassar Green Culture Festival 2014

Meskipun duduk di atas rumput dan panggung yang beratapkan langit, tidak membuat anak-anak dari berbagai TK di Makassar beranjak dari tempat duduknya. Sore itu mereka berkegiatan di halaman Benteng Fort Rotterdam Makassar bersama Kak Heru dalam event Makassar Green Culture Festival 2014.

Melihat tingginya kepedulian masyarakat kota Makassar dalam aksi penyelamatan lingkungan melalui berbagai gerakan dan komunitas menjadikan Indonesia Berkebun (ID Berkebun), sebagai gerakan peduli lingkungan dengan program Urban Farming, tergerak untuk memberi apresiasi kepada komunitas-komounitas hijau di kota Anging Mammiri dalam bentuk gelaran event, Makassar Green Culture Festival (MGCF) 2014 with Indonesia Berkebun.

Festival yang akan mempertemukan puluhan komunitas dan lembaga peduli lingkungan, rencananya dihelat 14-16 November 2014. Ratusan peserta yang terdiri dari aktivis lingkungan, anggota jejaring ID Berkebun dari seluruh Indonesia, praktisi Urban Farming, badan usaha serta LSM yang menjadi partner kami selama ini akan memadati Benteng Rotterdam Makassar yang dipilih sebagai tempat perhelatan.
Selama festival berlangsung, beragam kegiatan akan digelar, diantaranya pameran komunitas; talkshow komunitas dan lingkungan; kompetisi mural bertema lingkungan; berkebun bersama jejaring ID Berkebun se-Indonesia; serta pertunjukan langgam musik. Hal ini dijelaskan oleh Ketua Panitia MGCF 2014 dan Konferensi Nasional Indonesia berkebun 2014, Andi Syahriyunita. 

“MGCF menjadi ajang silaturahmi penggiat lingkungan se-Makassar, berbagi ide, dan informasi terkait kegiatan lingkungan serta mempertemukan komunitas dan lembaga lingkungan se-Makassar dengan jejaring Indonesia Berkebun dari seluruh Indonesia. Kami berasal dari satu visi yang sama, yakni bagaimana menjaga lingkungan agar bisa dinikmati hingga anak cucu kita kelak, karenanya silaturahmi antar komunitas adalah hal paling penting. Hal ini juga menjadi tahap awal lahirnya sinergi atau kolaborasi antar komunitas lingkungan di Makassar,” urainya.

Syahriyunita menambahkan bahwa, selain mengusung isu lingkungan, festival ini juga menjadi ajang perkenalan budaya Sulawesi Selatan kepada anggota jejaring ID Berkebun yang terdapat di 40 kota di Indonesia, diantaranya Jakarta; Bandung; Bali; Medan; Pontianak; Padang; Jogja; Semarang dan Solo; serta empat Kampus Berkebun, yakni Universitas Indonesia; Institut Teknologi Telkom Bandung; Universitas Tirta Jaya dan Institut Pertanian Bogor. Festival ini akan dikemas dalam bentuk kegiatan pertunjukan budaya daerah Sulsel. “Sesuai nama acaranya, Green and Culture. Konsepnya adalah lingkungan dan budaya daerah,” tambahnya. 

Makassar akan menjadi kota ketiga penyelenggaraan konferensi komunitas yang didirikan oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil ini. Setelah sebelumnya di kota Solo yang dibuka oleh Presiden Jokowi yang saat itu menjabat sebagai walikota Solo, kemudian Bali yang menjadi dua kota pendahulu tuan rumah #IDBerkebunConf.

Makassar akan menorehkan tinta emas dalam sejarah pergerakan kampanye lingkungan, tidak hanya untuk Sulawesi Selatan tapi juga di Indonesia. Aksi-aksi pelestarian lingkungan adalah kerja besar. Dibutuhkan sinergi seluruh lapisan masyarakat guna mewujudukan alam yang lestari yang kelak menjadi aset berharga untuk diwariskan dari generasi ke generasi.

Dongeng Maya dan Peri Listrik di SD Mangkura

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi energi menyelenggarakan program “Sosialisasi Konservasi Energi di Lingkungan Sekolah Dasar”.

Kegiatan ini digelar di Kompleks SDN Mangkura Jl Botolempangan Makassar. Ratusan murid sudah memadati pelataran SDN Mangkura hingga pukul 08.10 wita, menunggu kegiatan dimulai.  Sabtu 1 November.
Kegiatan ini diisi dengan dongeng oleh Kak Safira yang membawakan sebuah dongeng dengan judul ” Maya dan Peri Listrik” yang menceritakan perilaku hemat energi perlu dilakukan sejak dini kepada anak-anak. Sebab, masa anak-anak merupakan masa yang paling tepat untuk menerima informasi dan nilai-nilai yang disampaikan.