Hari Dongeng Sedunia 2017

Suasana Hari Dongeng Sedunia 2017

Ada yang lain di Hari Dongeng Sedunia tahun 2017. Sebanyak 20 pendongeng tampil secara bergantian di hadapan 500 anak yang hadir dalam acara yang bertajuk “Makassar Cinta Dongeng”. Acara ini berlangsung di Perpustakaan Umum, Jl Lamaddukelleng, Senin 20 Maret 2017.

Sebagian besar pendongeng ini, tidak asing lagi dimata para murid SD di Kota Makassar, pasalnya para pendongeng ini juga ikut dalam program Pusdongkel yang telah berjalan sejak Januari 2017 sampai sekarang ini.

Program Pusdongkel adalah singkatan dari Perpustakaan Dongeng Keliling. Tujuannya, meningkatkan minat baca dimulai usia dini, agar kelak para generasi muda di Makassar bisa menjadi contoh teladan bagi pelajar atau pemuda dari sejumlah daerah di Sulsel.

Kehadiran para pendongeng tersebut tentu saja membuat suasana semakin menjadi meriah dan ramai. Anak anak seakan tak mau beranjak dari tempat duduknya. Salah satu dongeng yang ditampilkan dari komunitas Rumah Dongeng adalah dongeng yang berjudul Timun Mas. Dongeng ini dibawakan oleh 3 orang pendongeng, mereka adalah Kak Manggazali, Bunda Kiko dan Bunda Sri.

Berikut video lengkap dongeng Timun Mas.

 

Pendaftaran Kelas Dongeng Angkatan 10

 

Kelas Dongeng bersama Rumah Dongeng

Dongeng adalah salah satu media pembelajaran yang sangat menyenangkan dan disukai oleh anak anak. Oleh karena itu sebagai orang tua dan pemerhati anak perlu untuk belajar mendongeng dengan baik dan menyenangkan.

Rumah Dongeng akan kembali membuka Kelas Dongeng Angkatan 10 yang terbuka untuk umum, baik orang tua, komunitas , pelajar dan lainnya. Pelaksanaan Kelas Dongeng Angkatan 10 akan berlangsung pada tanggal 9 April 2017 bertempat di Rumata Art Space Jl Bontonompo No 12 Makassar mulai pukul 11:00-14:00.

Biaya registrasi sebagai pengganti modul dongeng sebesar Rp. 50.000,- /orang.

Silakan mendaftar pada link dibawah ini :

 

Anggota Raider 712 Manado Belajar Mendongeng

    Pelatihan Read Aloud bagi anggota TNI

Sebanyak 600 prajurit dari batalyon Raider 712 Merdeka Manado akan berangkat untuk menjaga perbatasan Indonesia dan Timor Leste.
Selama 9 bulan mereka akan bertugas disana.
Saya sangat salut dengan program inovasi dari Bapak Letkol Alvino selaku Komandan Batalyon Raider yang memberi pembekalan ilmu mendongeng kepada para prajuritnya.

Hari ini, Kamis 16 Maret 2017 sebanyak 70 prajurit dan 26 ibu Persit ikut dalam pelatihan mendongeng yang dilaksanakan di aula  batalyon. Bukan hanya pelatihan mendongeng saja yg diberikan, tetapi juga disiapkan 2 buah kendaraan pustaka untuk membawa buku buku dongeng di tempat penugasan para prajurit yaitu di Atambua.

Ada sekitar 50 pos penjagaan yang harus dijaga oleh pasukan TNI di Atambua. Selain tugas utama pasukan dalam menjaga perbatasan, mereka juga diwajibkan untuk selalu dekat dengan masyarakat setempat. Ada berbagai macam program kemasyarakatan yang akan digelar selama bertugas di Atambua. Ada pemeriksaan kesehatan, layanan pustaka dan lainnya. Dan tentu saja ada ‘tentara pendongeng” yang siap menanamkan sikap cinta tanah air melalui cerita.

Lihat videonya pelatihan mendongeng di sini :

Eh…. ada yang mau ikut mendongeng di Atambua???

 

Dongeng Estafet di Hari Dongeng Sedunia


Menyambut Hari Dongeng Sedunia 20 Maret 2017

Puluhan pendongeng yang tergabung dalam tim Dongkel with Mobile Library akan merayakan Jari Dongeng Sedunia dengan pertunjukan “Dongeng Estafet” mulai pukul 09.00 sd 11.00 Wita di Perpustakaan Umum Kota Makassar, Jl. Lamadukelleng No. 3 tepat pada hari Senin, 20 Maret 2017.

Bagi Sekolah khususnya TK dan SD maupun umum yang ingin ikut meramaikan Hari Dongeng Sedunia sekaligus wisata buku di perpustakaan umum dapat menghubungi kami di WA 0852 5575 1971 (Kak Heru)

World Storyteeling Day berakar dari hari nasional mendongeng di Swedia. Pada masa itu, kegiatan tersebut berlangsung pada 20 Maret disebut “Alla berattares dag” (All storytellers day).

Pada tahun 1997, pendongeng di Perth, Australia Barat mengadakan peringatan Celebration of Story memperingati 20 Maret sebagai International Day of Oral Narrators. Dimasa yang sama, di Meksiko dan negara lainnya di Amerika Selatan, 20 Maret telah diperingati sebagai National Day of Storytellers.

Hanya satu hari untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Makassar cinta dongeng.

Tempat terbatas dan GRATIS

Bersama Bona di Dongeng Keliling Perpustakaan Kota Makassar

Dongeng Keliling Perpustakaan Makassar

Dongeng Keliling bersama mobil perpustakaan atau yang lebih dikenal dengan Mobile Library with Dongeng Keliling Perpustakaan Kota Makassar hari ini, Selasa 14 Maret 2017 berkunjung ke TK Ar Rahma yang berlokasi di Kompleks Pemda Jl. Pettarani Makassar.

Mobil dongeng atau kami lebih suka menyebutnya dengan istilah DP 2 diperkuat oleh 3 orang personal dari Dinas Perpustakaan dan Arsip yaitu Ibu Erna dan Ibu Tasya serta 1 orang driver. Dan pendongeng yang diberikan tanggung jawab adalah Kak Heru bersama boneka Bona.

Tepat pukul 10:00, mobil perpustakaan sudah berada di halaman depan sekolah. Beberapa anak anak TK nampak penasaran dengan hadirnya mobil berwarna biru yang penuh dengan berbagai macam buku. Namun mereka juga terlihat sabar menunggu waktu untuk membaca. Di sebuah ruangan yang cukup besar dan sejuk, anak anak sudah duduk dengan rapi dan tak sabar untuk mendengarkan dongeng. Setelah Kak Heru menyiapkan peralatan mendongengnya, waktunya mendongeng……

Suasana bertambah seru ketika Bona mulai menyapa anak anak. Dengan suara khas dan sedikit kenakalannya, Bona membuat keriuhan acara semakin menjadi jadi namun suasana tetap tertib dan teratur. Di tengah keriuhan itu, ada seorang anak yang nampak menyendiri. Umurnya baru 4 tahun dan dia hanya tertarik dengan laptop yang berada di sampingnya Kak Heru. Untungnya dia tidak menganggu jalannya acara. Menurut ibu guru, anak tersebut adalah salah satu anak berkebutuhan khusus yang sedang belajar di TK Ar Rahma.

Setelah selesai mendengarkan dongeng, anak anak dengan tertib berjalan menuju mobil perpustakaan yang sudah siap dengan koleksi buku anak TK. Petugas layanan dengan ramah memilihkan satu buku untuk satu anak. Dengan sabar anak anak menerima satu buku yang telah dipilih oleh ibu Erna. Dengan wajah penuh riang anak anak kembali menuju ke ruangan aula untuk membaca bukunya masing masing.
Dan selesai membaca, kembali dengan tertib mereka mengembalikan buku ke mobil perpustakaan.

Terima kasih untuk ibu kepala sekolah TK Ar Rahma yang telah menerima layanan dongeng keliling ini di sekolahnya.

Sampai jumpa lagi…….

Sarapan Gratis di McD

National Breakfast Day 2017

Wah…. ada yang seru di McD pagi ini!

Mengawali pekan kedua di Bulan Maret 2017 ini, kembali gerai makanan cepat saji McD menghadirkan sarapan istimewa dari McDonald’s pada National Breakfast Day 2017.
Gerai McDonald di Makassar ada 3 lokasi, ada gerai Pettarani, gerai Alauddin dan gerai Ratulangi. Masing masing gerai menyiapkan sarapan berupa Egg McMuffin GRATIS untuk 1.000 orang pertama pada pukul 6:30 – 11:00 WITA dan hanya berlangsung hanya 1 hari saja yaitu pada tanggal 13 Maret 2017. Kegiatan ini adalah untuk yang ke-5 kalinya dilaksanakan di seluruh gerai McD di Indonesia.

Terlihat sejak pukul 07:00 di gerai Ratulangi yg terletak di Mari Mall Jl. Ratulangi sudah banyak pengunjung mulai dari kalangan pelajar, karyawan dan orang tua yang membawa anaknya untuk menikmati sajian yang cukup istimewa ini. Di pintu luar gerai, pengunjung diberikan selembar voucher yang kemudian langsung bisa ditukarkan dengan menu yang sudah disiapkan tanpa ada syarat pembelian.

Dan dengan hanya menambahkan Rp. 15.000,- saja pengunjung akan mendapatkan menu tambahan berupa teh/kopi dan telur+keju+hash brown. Pelayanan di meja saji juga sangat cepat, rata rata hanya perlu waktu 2 menit untuk setiap transaksi. Setelah itu pengunjung bisa membawa pulang menu sarapan ini atau bisa duduk duduk di dalam gerai McD.

Mau dapat hadiah tambahan?
Yuk share pengalamanmu dengan hashtag #McDBreakfastDay dan tag McDonald’s Indonesia. 25 foto dan cerita paling menarik akan memenangkan voucher dari McDonald’s senilai Rp.200.000,-

Untuk mengikuti kegiatan ini ada beberapa syarat dan ketentuan :

1. Khusus untuk 15 tahun ke atas, 1 orang berhak mendapat 1 Egg McMuffin

2. Jika sebelum pukul 11:00 sudah mencapai 1.000, pemberian Egg McMuffin diberhentikan

3.Tidak berlaku untuk McDelivery dan tidak berlaku untuk karyawan McDonald’s Indonesia. Pembagian Egg McMuffin gratis bergantung pada jam buka store masing-masing

Selalu Ada yang Baik di Pagi Hari. #McDBreakfastDay

Perlukah Pesta Ulang Tahun?

Hari ini Minggu 12 Maret 2017 kembali saya diminta untuk mendongeng di sebuah acara ulang tahun. Namanya Aurel usia 6 tahun. Aurel adalah salah satu sahabat cilik Rumah Dongeng yang selalu hadir dalam setiap kegiatan Dongeng Burger Ajaib di MCD Mari Mall.

Seperti biasa suasana pesta sangat meriah. Banyak temannya Aurel yang datang di acara ini, kebanyakan mereka adalah tetangga dan teman sekolahnya. Balon, kue ulang tahun dan badut sudah siap menyemarakkan acara ulang tahun ini.
Saya membayangkan ketika masih kecil, sepertinya ibu saya tidak pernah merayakan ulang tahun anak anaknya. Mungkin karena kondisi ekonomi keluarga yang membuat beliau tidak merayakan ulang tahun dengan acara pesta.

Perlukah pesta ulang tahun buat anak?

Sering kali kita melihat pada keluarga tertentu yang mempunyai kelebihan rezeki mengadakan pesta ulang tahun anak secara besar dan mewah.
Ada juga yang menyelenggarakan pesta anaknya di tempat-tempat tertentu seperti panti asuhan, tempat anak cacat, dan dengan anak-anak kurang mampu lainnya. Tidak sedikit pula keluarga yang hanya menyelenggarakan pesta anaknya secara sederhana di rumah atau di suatu tempat.
Mereka makan bersama anggota keluarga dan kemudian melakukan foto-foto untuk dokumentasi.

Tetapi ada juga keluarga yang memang tidak pernah memperingati ulang tahun anaknya. Karena hal itu dianggap sekedar budaya saja. Bisa juga karena keterbatasan dana orangtua, sehingga tak bisa mengadakan pesta semacam itu.

Anak yang tidak pernah dirayakan ulang tahun bukan berarti pula berdampak pada konsep diri negatif. Meski mungkin ada anak yang ‘membatin’, namun dia bisa belajar menerima keadaan. Hal ini akan menempa kualitas dirinya lebih positif. Kelak ia akan tumbuh menjadi anak yang lebih tahan banting terhadap suatu kondisi yang tidak menyenangkan.

Biasanya justru anak dari keluarga seperti ini menjadi lebih kuat. Jika dirayakan dia akan bersyukur dan kalaupun tidak, tak menjadi masalah dan mereka tidak menuntutnya. Berbeda dengan anak yang terbiasa di zona nyaman atau selalu berkelimpahan. Begitu ada suatu keinginan yang tak terpenuhi anak menjadi lebih rentan, lebih depresi, mudah menyerah, dan sebagainya.

Perlu diperhatikan pula, perayaan ulang tahun hanyalah momen pelengkap. Artinya, hal yang sebenarnya paling penting adalah bagaimana interaksi anak dan orangtua sepanjang tahunnya, dari momen perayaan kelahiran tersebut hingga momen perayaan kelahiran berikutnya. Jadi harus ada interaksi yang sifatnya resiprokal (dua arah) antara anak dan orang tua.

Jadi, perlukah pesta ulang tahun buat anak?
Semuanya diserahkan kepada orangtua.

So… selamat ulang tahun Aurel!

Tiga Alasan Untuk Tetap Membacakan Cerita

Sebagai keluarga yang pernah mendongeng, pasti kita memahami betapa menariknya ketika melakukan Read Aloud atau membaca nyaring untuk anak-anak. Coba kita bayangkan ketika anak anak masih usia prasekolah, mereka memegang buku di tangan dan berkata , “Bacakan aku dongeng!”

Tapi begitu anak sudah bisa membaca sendiri, orang tua sering menganggap membacakan cerita tidak perlu dilakukan. Toh mereka sudah bisa memilih dan membaca buku sendiri. Sebuah survei yang dilakukan oleh penerbit buku Gramedia menunjukkan bahwa kebanyakan orang tua berhenti membacakan cerita bagi anak-anak pada usia enam tahun.

Berikut adalah tiga alasan mengapa orang tua harus terus membacakan cerita bagi anak seperti yang dikutip dari Sonlight.

1. Anak-anak mempunyai pengalaman menarik ketika membaca

Salah satu temuan yang mengejutkan dalam survei Gramedia adalah bahwa banyak anak-anak ingin orangtua mereka terus membaca secara nyaring kepada mereka meskipun mereka sudah bisa membaca sendiri.

Anak anak memiliki sebuah pengalaman yang menyenangkan ketika di usia batita masih dipangku sambil mendengarkan cerita. Betapa menyenangkan pengalaman tersebut dan meskipun di usia 6 tahun ke atas bukan dengan dipangku lagi, orang tua bisa membacakan cerita dengan duduk berhadapan atau dengan berbaring.
Sampai saat ini saya masih suka menceritakan ulang beberapa buku yang sangat saya sukai ketika masih kecil. Buku Lima Sekawan adalah salah satu buku yang sampai saat ini masih beredar di toko buku. Dan anak saya yang sekarang sudah berumur 17 tahun masih tetap suka membaca buku petualangan Lima Sekawan.

2. Anak-anak mendapatkan “ide baru”.

Saya masih ingat sekitar tahun 1980-an guru masih suka mendikte muridnya. Sambil mendengarkan guru membaca, murid murid menulis di bukunya masing masing. Proses mendikte ini akan membuat anak-anak memahami arti dari sebuah bacaan ketika guru membacakan keras-keras kepada mereka daripada mereka membaca bukunya sendiri.
Membaca dengan suara keras akan membantu mereka mendapat ide, kosakata, dan konsep yang baru dalam proses belajar.

3. Membaca bersama-sama membangun hubungan.

Membaca bersama adalah waktu yang paling berharga untuk menghabiskan waktu bersa anak-anak. Ketika orang tua berbagi buku, Anda dan anak-anak Anda akan pergi pada petualangan yang luar biasa bersama-sama-melalui sejarah dan di seluruh dunia. Membaca bersama-sama juga memberikan kesempatan bagi anak-anak Anda untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang mereka bertanya-tanya tentang, seperti cinta, kehilangan, karier, keluarga, dan banyak hal lainyya

Yakinlah bahwa Anda tidak hanya membantu mereka secara akademis ketika Anda membaca keras-keras kepada mereka, tetapi Anda juga memperluas pemahaman mereka tentang dunia dan memperdalam hubungan Anda dengan mereka.

International Certificate for Safira

Hari ini, Sabtu 11 Maret 2017 sepucuk surat datang ke rumah kami. Surat ini sangat spesial karena berisi sebuah sertifikat penghargaan kepada Safira Devi Amorita ketika tampil di Grand Opening Children Festival Korea Selatan tahun 2015.

Kamu bertiga langsung teringat akan memory perjalanan sekeluarga menuju ke Korea Selatan. Sejumlah agenda telah menunggu kami di Korea Selatan.

Pertama, mengikuti training dan workshop mendongeng di Gwangju pada 1-31 Agustus 2015. 

Kedua, penampilan di Indonesia International Book Festival di Jakarta pada 2-4 September 2015. 

Ketiga, penampilan mendongeng pada Grand Opening Asia Culture Center Children di Gwangju pada 9-13 September 2015. Pada acara ini, Safira akan mendongeng di hadapan warga Gwangju di sebuah acara khusus bernama Story in Tent with Safira Devi Amorita. Ia pun diagendakan akan mendongeng di National Children Day di Thailand pada Januari 2016.

Safira merasa senang dirinya diundang ke Korea Selatan. Menurutnya, keberuntungan ini tak datang dengan sendirinya. Ia telah menoreh berbagai prestasi dari kegiatan mendongeng. Pada 2012, di usia 12 tahun, ia menjadi Duta Baca Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan. Selama bertugas sebagai duta baca, ia keliling mendongeng ke berbagai perpustakaan daerah di Sulawesi Selatan.

“Setelah Fira selesai tugasnya, Fira masih sering ke sekolah dan TK untuk berbagi cerita,” ujar siswi kelas XI SMA Katolik Rajawali Makassar ini. “Senang saja bisa berbagi cerita dengan teman-teman. Melalui cerita, mereka bisa mengambil kesimpulan sendiri dari cerita yang didengar.”

Saat mendongeng, Fira menggunakan berbagai alat bantu seperti boneka, wayang, dan musik sebagai suara latar. Agar tambah menarik, ia mengombinasikan mendongengnya dengan menyanyi dan menari.

Audiens mendongeng Safira tak hanya anak-anak sekolah. Pada September 2012, di acara Festival Forum Kawasan Timur Indonesia (KTI) VI di Palu, Sulawesi Selatan, ia menjadi pengantar presentasi Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah. “

Dongengnya tentang Kerajaan Bantaeng,” ucapnya.  Festival KTI diikuti perwakilan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, instansi pemerintah, lembaga donor, dan pemangku kepentingan di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Kagum dengan penampilan Fira, Nurdin mengundangnya untuk tampil pada peringatan Hari Tentara Nasional Indonesia di Bantaeng. Ia tampil mendongeng di hadapan sekitar lima ribu tentara.

“Waktu mendongeng pasti ada nervous. Tapi kalau sudah naik panggung, lihat audiens, sudah mulai bercerita, mengalir saja,” terangnya seraya mengaku tak takut mendongengi para tentara.

Safira mengaku ingin berkeliling dunia dari kegiatan mendongeng. Korea Selatan menjadi ajang perdananya untuk tampil di tingkat dunia. Ia pun telah membekali diri dengan kemampuan penguasaan lima bahasa yaitu Inggris, Korea, Mandarin, Jepang, dan Belanda.

Safira juga pernah tampil pada ajang internasional bertajuk Makassar International Writers Festival 2015 yang dihelat di Makassar pada 3-6 Juni 2015. Acara ini mendatangkan para penulis luar negeri. Pada acara ini, Safira berkolaborasi membawakan dongeng dengan pendongeng dari Australia.

We Proud of You girl……

Sunat 100 Anak

Apa yang terjadi ketika 100 anak anak dikumpulkan untuk disunat massal?

Wah .. ternyata mereka adalah anak anak yang berani dan bersemangat. Dalam jadwal yang disiapkan panitia, acara dimulai pukul 08:00 wita, tetapi pukul 07:00 sudah ada beberapa anak yang datang bersama kedua orangtuanya. Mungkin bagi kebanyakan warga Makassar, sunat adalah satu tanda keberanian dan kedewasaan anak anak.

Bertempat di Aula Kantor PLN Wilayah Sulserabar, hari Sabtu tanggal 11 Maret 2017 tepat pukul 08:00 acara pembukaan dimulai. Pembukaan diawali dengan membaca ayat suci Al Quran dari adik adik Yayasan Al Firman yang merupakan binaan dari IZI Sulsel. Nampak mereka membacakan kutipan ayat Al Quran dengan metode menggerakkan tangan dan jari jari dengan lincahnya.

Sambutan oleh Pak Arman dari IZI Sulsel dan dilanjutkan oleh Pak Akbar mewakili manajemen PLN Sulserabar sekaligus membuka secara resmi kegiatan Sunat Massal 100 Anak. Secara simbolis adik adik diberikan bingkisan tas dan perlengkapan sekolah lainnya. 

Nah… !

Selanjutnya ada acara inti. Diawali dengan ice breaking dan tepuk semangat bersama Kak Heru, terlihat anak anak begitu bersemangat dan berani. Sorak sorai dan tepuk tangan membahana dalam ruangan tempat acara berlangsung. Grup kecil yang terdiri dari 10 anak sudah disiapkan untuk memasuki ruangan sunat. 

Apa yang terjadi?

Meskipun sudah diberikan semangat dan yel yel, namun yang namanya anak anak……

Ketika sudah masuk ke dalam ruangan Sunat, terdengar ada yang menangis, ada yang berteriak dan ada yang langsung keluar dari ruangan. Meskipun mereka ditemani oleh orang tuanya masing masing, masih ada juga yang tidak berani masuk ke dalam ruang sunat. Butuh waktu sekitar beberapa menit untuk membujuk mereka kembali. 

Ya…namanya juga anak anak 🙂

Yang sabar dan telaten saja. 

Selamat kepada adik adik yang sudah disunat hari ini. Kalian adalah calon imam di masa yang akan datang.