Mini Class Storytelling di Perpustakaan SD Athirah

“Membuka pelajaran di kelas dengan sebuah cerita singkat akan membuat anak anak senang belajar di kelas. Mendengarkan cerita adalah semacam pemicu anak untuk merasa senang belajar,” jelas Kak Heru dari Rumah Dongeng Indonesia saat memberikan mini class storytelling untuk guru kelas SD Athirah Makassar, Selasa 31 Januari 2018 di Perpustakaan SD Athirah Kajaolalido.

Melalui buku dan membaca, anak, khususnya di usia dini bisa mendapatkan banyak hal. Cara mengajarkan anak untuk membaca, bisa dilakukan melalui mendongeng atau read aloud. Dua pilihan tersebut adalah metode belajar yang berbeda. Storytelling (mendongeng) adalah kegiatan interaktif yang dilakukan oleh satu orang atau lebih untuk menyampaikan pesan atau peristiwa dalam kata-kata.

Kendalanya adalah kadang guru mengalami kesulitan untuk menceritakan sesuatu dengan gaya pendongeng (harus hafal, dengan gerak-gerik badan, improvisasi, dan lainnya). Di lain pihak, sejak dini anak perlu belajar membaca. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk menjembatani kesulitan para guru menciptakan cerita dan agar anak sekaligus belajar membaca adalah dengan metode read aloud (membaca lantang).

Metode read aloud bertujuan akhir untuk membuat anak “mau” membaca, bukan hanya “bisa” membaca. Caranya, dilakukan dengan mengajak anak membaca bersama. Cukup membuat grup kecil dalam kelas dan posisikan anak agar ia bisa melihat huruf-huruf dari buku bacaan.

Posisinya bisa duduk berdekatan atau berdampingan dengan anak di kelas. Tunjuk kata-kata yang dibacakan agar si anak bisa melihat bentuk huruf-hurufnya.

Materi singkat tersebut adalah materi pembuka mini class storytelling yang bertujuan untuk membuka wawasan para guru tentang mudahnya mendongeng dengan teknik read aloud. Beberapa teknik singkat tentang cara membaca buku juga diberikan, seperti olah vokal dan olah karakter tokoh dalam cerita.

Selanjutnya para peserta diminta untuk menyiapkan satu buah cerita yang berasal dari koleksi buku di perpustakaan sekolah. Cerita tersebut akan diolah dan dipelajari oleh para guru untuk persiapan pada pertemuan kedua pada minggu mendatang.

Pelatihan singkat dengan durasi 4 kali pertemuan ini adalah salah satu program gratis dari Rumah Dongeng Indonesia untuk sekolah yang sudah memiliki perpustakaan.

Bagi sekolah yang ingin dikunjungi dan mendapatkan pelatihan read aloud dari Rumah Dongeng Indonesia, silakan menghubungi Kak Heru di nomor 0852 5575 1971 atau di email herumawan@gmail.com

World Cancer Day 2018

World Cancer Day 2018
World Cancer Day 2018 di Makassar

Rangkaian kegiatan World Cancer Day 2018 di Makassar

Tanggal 1 , 5, 14, 21 Feb 2018
WCD – Survivors Keep Healthy Stay Beauty and Photo Booth di RS Unhas Makassar.
Pukul 09.30 – 14.00 wita

Kegiatan ini bertujuan untuk merubah penampilan pasien kanker di Rumah Sakit Unhas supaya terlihat lebih cantik dan menarik. Walaupun sedang menderita kanker, penampilan wanita harus tetap terlihat lebih cantik dan tak kalah menarik dengan mereka yang normal.

Tanggal 4 Feb 2018
Car Free Day Boulevard
Pukul 06.00 – 10.00 wita
Dalam kegiatan ini, seluruh panitia pelaksana World Cancer Day akan mengadakan sosialisasi tentang pentingnya mencegah kanker sejak dini bagi para pengunjung di area car free day.

Tanggal 8 Feb 2018
Story Telling for Charity di Bambini School Makassar
Pukul 08:30 – 11:00 wita
Dalam kegiatan ini, Kak Heru dari Rumah Dongeng Indonesia akan mengajak adik adik di sekolah Bambini untuk berdonasi sembari mendengarkan dongeng dalam bahasa Inggris.

Tanggal 11 Feb 2018
Fun Zumba, Yoga, Check Up dan mini talkshow di Taman Pakui Jalan Pettarani
Pukul 06.00-12.00 wita

Tanggal 19 Feb 2018
Focus Group Discussion di Graha Pena
Pukul 09.00 – 12.30 wita

Tanggal 24 Feb 2018
Nobar Charity di Studio 21 Makassar.
Harga tiket sebesar Rp. 60.000,- untuk pemutaran film yang berjudul “Karena Janji Punya Warnanya Sendiri”
Pukul 11.00 – 14.00 wita

Panitia Pelaksana WCD 2018

Informasi lengkap silakan akses: Think Survive

Pendaftaran kegiatan silakan menghubungi : Ibu Siva – 0815 4300 1271

Mengapa Saya Menjadi Pendongeng?

Suatu waktu di Padang Mahsyar..

Hari pembalasan amal dan perhitungan atas semua perbuatan manusia ketika hidup di dunia.

Kaki-kaki telanjang penuh debu, berjingkat berulang kali karena hawa panas membakar dari bawah kaki. Peluh bercucuran, membanjiri sekujur tubuh. Lelaki dan perempuan sama saja, semua terbakar panas matahari diatas kepala.

Satu demi satu mengantri pemeriksaan di ujung barisan yang teramat panjang. Keluh kesah dan sedu sedan, ratapan dan tangisan, terdengar berulang kali meningkahi barisan manusia teramat panjang dari berbagai zaman.

Setelah perjuangan teramat lama, teramat melelahkan, penderitaan belum berakhir. Pemeriksaan yang sangat teliti dengan para saksi anggota tubuh sendiri, berlangsung dalam suasana mencekam. Tak bisa membantah, tak sanggup. Mulut terkunci rapat. Para anggota tubuh lainnnya, bersaksi memberatkan.

Penderitaan berikutnya baru akan dimulai dengan babak baru tak berujung : Terjun bebas ke telaga api neraka yang bergolak dahsyat, atau masuk ke dalam taman sejuk surga.

Sesaat sebelum tubuh ringkih itu terlempar ke dasar telaga api, tiba-tiba saja bermunculan suara dan jerit tangis memilukan dari anak-anak kecil.

Mereka muncul tiba-tiba dan memohon penuh harap kepada para malaikat penjaga Neraka.

“Jangan…!”

“Jangan masukkan kakak pendongeng itu ke neraka ..!”

Kalimat pun muncul dari mulut mulut kecil mereka

“Dulu saya pernah nakal kepada ayah bunda, malas mengaji dan tak pernah sholat..!”

“Tapi saya berubah menjadi anak sholeh, setelah saya mendengar kisah indah yang diberikan kakak pendongeng di pengajian. Kakak pendongeng juga berkisah indah di sekolah dan di taman baca.”

“Aduhai malaikat penjaga, saya dan teman teman menjadi saksi, betapa kami anak-anak kecil tumbuh menjadi pribadi sholeh dan solihah karena kisah dan cerita indah dari kakak pendongeng. Jangan biarkan ia masuk neraka sementara kami bisa ke surga … “.

Sahabatku, siapa yang bisa menyangka, kisah dan cerita indah yang pernah disampaikan kepada anak-anak, ternyata melekat kuat dalam ingatan mereka.

Dan menjelma dalam tingkah laku yang penuh akhlak mulia. Dan akhirnya, anak-anak menjadi pembela di hari pembalasan, di saat diri sudah pasrah dengan dosa yang bertumpuk melebihi kumpulan pahala yang tak seberapa…

Jangan remehkan kisah dan cerita indah yang pernah dan akan selalu kau sampaikan pada anak-anak. Kelak, mereka akan membelamu di hadapan Allah SWT.

Selamat jalan kakak Pendongeng, Kak Hado….

Insya Allah semua kisahmu akan menjadi pelindungmu di alam sana.

in memoriam Kakak Hado (pendongeng tim Dongkel with Library Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker

Bulan Februari adalah bulan istimewa bagi para Penyintas Kanker di seluruh dunia.

Mengapa istimewa?

Setiap tanggal 4 Februari ditetapkan sebagai Hari Kanker Sedunia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap kanker dan mendorong pencegahan, deteksi, dan pengobatan kanker. Dikutip dari wikipedia, Hari Kanker Sedunia dibentuk oleh Union for International Cancer Control (UICC) untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia, yang dibuat pada tahun 2008. Tujuan utama dari Hari Kanker Sedunia adalah untuk menurunkan angka kematian akibat kanker secara signifikan sampai tahun 2020

Rumah Dongeng Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Think Survive mengadakan Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Penyintas Kanker. Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian Hari Kanker Sedunia yang dilaksanakan oleh komunitas Think Survive di Kota Makassar. Beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain : Survivors Keep Healthy Stay Beauty  Photo Booth di RS Unhas Makassar, Car Free Day Mandala, Fun Zumba n Yoga di Taman Pakui, Nobar Charity di 21 Studio dan Focus Group Discussion di Graha Pena.

Kolaborasi dengan Yayasan Think Survive ini bermula dari keinginan tim Rumah Dongeng Indonesia untuk lebih memperluas jaringan kemanusiaan.  Selama ini kerjasama hanya menyasar untuk lembaga amil zakat nasional seperti Dompet Dhuafa, PKPU dan Yatim Mandiri. Di awal tahun 2018, terjalinlah kolaborasi dengan sebuah yayasan yang khusus bergerak di bidang penyintas kanker.

Penyintas adalah merupakan terjemahan dari kata survivor dari bahasa Inggris yang berarti ‘orang yang selamat’. Meskipun semua penyintas mengalami penderitaan, namun tidak selalu sama dengan korban akibat suatu kejadian. Sebab, korban, pada umumnya tidak memiliki kemampuan (berdaya) untuk bertahan dalam suatu kondisi, bahkan ada yang meninggal dunia. Dengan demikian, apabila seseorang yang menjadi korban dari suatu kejadian atau bencana, tetapi ia berhasil bangkit, maka ia disebut sebagai penyintas.

Think Survive digagas dan diinisiasi oleh Nita Nursepty – yang telah melewati masa kemoterapi dan mastektomi (operasi pengangkatan payudara) pada tahun 2013 – sebagai wadah sosial bagi para wanita penyintas kanker. Think Survive diperkenalkan kepada publik pada tanggal 9 Oktober 2015 di Trans Studio Mall Makassar.

Think Survive ingin berbagi pengalaman dengan sesama pejuang kanker untuk saling memotivasi dan berbagi selama masa pengobatan, perawatan, dan pascaterapi. Kehadiran Think Survive Cancer Women Support Group diharapkan berdampak pada penyebaran informasi secara benar dan meluas di lingkungan keluarga pasien maupun kerabatnya.

Landasan Think Survive adalah edukasi dan motivasi, sehingga selain memberikan pendampingan pasien/penyintas kanker, Think Survive juga bergerak untuk mengedukasi awam terutama generasi muda dan keluarga pasien. Kegiatan penggalangan danaakan digalakkan pada tahun ke dua dalam rangka mewujudkan mimpi membangun rumah singgah.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker ini akan diadakan selama bulan Februari di beberapa sekolah di Kota Makassar dan sekitarnya. Tujuan utama dari aksi ini adalah mengedukasi anak anak sekolah untuk membantu para penyintas kanker melalui kegiatan dongeng. Kegiatan utama adalah berdonasi secara sukarela dan tentu saja mendengarkan dongeng yang penuh dengan pesan moral yang baik.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker

Bagi sekolah yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini silakan menghubungi nomor panitia pelaksana seperti yang tertera dalam poster diatas.

Tips Membacakan Dongeng Bagi Anak Yang Aktif

Peserta Kelas Read Aloud sedang praktek membacakan buku cerita

Beberapa teman yang pernah ikut kelas dongeng di Rumah Dongeng Indonesia mengalami masalah ketika membacakan dongeng bagi anaknya. Terutama bagi orang tua yang memiliki anak laki laki, seperti yang dialami oleh Bunda Upik yang memiliki Bima yang berumur 4 tahun anak lelakinya. Bagi Bima, duduk diam sambil mendengarkan buku serasa membosankan.

“Bima lebih suka bermain layang layang setiap sore dibandingkan mendengarkan saya membacakan buku dongeng” keluh Bunda Upik.

Nah bunda jangan putus asa loh…

Berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu orangtua yang memiliki anak yang sangat aktif:

1. Pilihlah buku interaktif.

Saat ini beberapa penerbit sudah mengedarkan buku buku interaktif bagi anak anak. Buku interaktif tersebut mempunyai keistimewaan antara bentuknya menyerupai 3 dimensi, kadang dilengkapi dengan pena yang bisa mengeluarkan suara ketika menunjuk sesuatu di dalam buku.
Buku jenis ini tentu akan lebih menarik anak dan membantu mereka tetap tenang selama waktu membacakan cerita.

2. Biarkan mereka melakukan kegiatan.

Menggambar krayon, membuat adonan slime atau beri mereka teka-teki saat Bunda membacakan cerita kepada mereka. Sembari anak tetap sibuk dengan crayonnya, Bunda dapat membacakan sebuah cerita menarik untuknya.

3. Cobalah berbagai waktu dalam sehari.

Seperti kasus Bima diatas, saat dia siap untuk bermain layang layang, adalah bukan waktu yang terbaik untuk mengajaknya mendengarkan cerita. Cobalah membacakan buku dongeng menjelang waktu tidurnya atau saat anak sedang menikmati makan.

4. Beri mereka gambaran singkat tentang cerita.

Beberapa anak mengalami kesulitan mengikuti alur cerita. Sebelum Anda mulai membaca, jelaskan kepada mereka apa yang akan anak dapat dari ceritanya. Narasinya singkat saja, hanya beberapa kalimat untuk memancing perhatian anak.

Contohnya seperti :
“Tahukah kamu apa yang terjadi ketika si layangan berada di angkasa?”
Lakukan hal tersebut sembari memegang sebuah buku cerita tentang layang layang.

Jangan lupa membacakan buku cerita minimal 15 menit setiap hari untuk ananda tercinta.

Apa Perbedaan Dongeng dan Read Aloud?

Buku merupakan salah satu sumber informasi yang mudah diakses. Informasi yang bisa didapatkan dari buku sangat beragam mulai dari yang sifatnya mendidik sampai yang sifatnya menghibur. Selain itu, buku tak lekang oleh masa. Kita akan bertemu dan memerlukan buku sepajang hidup kita.

Lalu apa yang akan terjadi bila anak-anak kita tidak mencintai buku?

Yang paling sederhana dan mendesak dimasa-masa awal kehidupannya adalah kemungkinan mereka menghadapi kesulitan dalam proses belajar. Betapa tidak, walaupun teknologi telah berkembang dengan pesat, buku tetap merupakan media utama dalam proses belajar.

Jika demikian apa yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku ya?
Banyak hal dapat dilakukan dari mulai memperdengarkan cerita (mendongeng), memunculkan suasana kondusif untuk membaca di keluarga atau dengan cara memumbuhkan kebiasaan membaca lantang (read aloud).

Apakah read aloud berbeda dengan mendongeng?
Ya…! Tentu saja berbeda.

Berdasarkan tujuannya kedua aktivitas tersebut adalah berbeda. Read aloud bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku, sedangkan mendongeng bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada cerita dan bahasa.

Tujuan ini berkaitan dengan perbedaan kedua aktivitas ini berdasarkan teknik pelaksanaannya.
Dikarenakan read aloud adalah aktivitas membacakan buku dengan lantang maka kehadiran buku sangat diperlukan karena kehadiran buku menjadi ciri khas dari aktivitas ini, sedangkan pada aktivitas mendongeng buku tidak perlu dihadirkan karena mendongeng adalah aktivitas menceritakan cerita dengan bahasa orangtua yang lebih lugas dan menghibur.

Bagaimana cara melakukan read aloud?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita memulai bercerita dengan teknik read aloud, yaitu dengam cara mencari buku yang baik untuk anak dan diri kita.

Dalam memilih buku ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:

  1. Sesuaikan panjang cerita dengan usia dan rentang perhatian anak. Dapat dimulai dengan cerita yang pendek, secara bertahap ke yang lebih panjang. Cobalah dengan 2 atau 3 buku cerita yang pendek terlebih dahulu.
  2. Pilih buku cerita yang bisa membuat kita senang, baik cerita atau ilustrasinya.
  3. Pilih cerita yang menarik, banyak dialog, menggambarkan beberapa keadaan, adventure, dan memiliki muatan emosional yang sesuai dengan usia anak dan latar belakang anak.
  4. Bacakan sebanyak mungkin buku cerita anak. Jika menemukan pengarang atau illustrator yang baik, cari beberapa judul dari mereka. Anak akan mempunyai pengarang favorit. Biarkan dia membaca berulang-ulang. Sementara tetap perkenalkan dengan yang buku dan pengarang lainnya.
  5. Cari buku yang mengambarkan keadaan sehari-hari.
  6. Perlu diperhatikan bahwa buku disebut baru, jika anak belum pernah mendengar.

Tahap tahap Read Aloud

  1. Baca terlebih dahulu buku yang hendak kita bacakan ke anak kita
  2. Pilih buku cerita sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak
  3. Bila usia anak sudah memungkinkan, sertakan anak dalam pemilihan buku
  4. Pilih buku diatas kemampuan baca anak tetapi dengan panjang cerita yang sesuai dengan ketahanannya mendengarkan cerita.

Bila tahap persiapan sudah dilalui dengan baik, maka selanjutnya adalah tahap pelaksanaan read aloud. Dalam tahapan ini ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Bacakan cerita dengan penuh kasih sayang
  • Baca perlahan, ekspresif dan semenarik mungkin.
  • Usahakan menggunaan suara/intonasi berbeda sesuai karakter
  • Gunakan efek drama, ada tertawa, merengek, menjerit, berbisik, cepat, lambat, stop, sedih, meraug,meringkik dll sesuai karakter (dalam cerita)
  • Tambahkan ‘body languange”

Dalam kegiatan Read Aloud, ananda dapat dikenalkan dengan komposisi buku sebagai berikut :

  1. Tunjukkan halaman depan
  2. Sebutkan judulnya, nama pengarang dan ilustratornya
  3. Sebutkan tema utama buku yang akan dibaca seperti “buku cerita ini mengenai…”
  4. Mulai dengan membicarakan gambar yang ada dibuku atau dengan membolak-balikkan gambar. Bayi perlu dibantu membolak-balikkan buku sedangkan anak usia 3 tahun keatas sudah bisa melakukannya sendiri
  5. Tunjukkan kata-kata dengan jari kita
  6. Mulai dengan beberapa menit membaca, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan anak maka waktu membaca akan bertambah.
  7. Bila perkembangan anak sudah memungkinkan maka ajukan pertanyaan seputar cerita
  8. Pancing dengan beberapa pertanyaan, apa yang akan terjadi menurut kamu? Apa ini? Apa itu
  9. Biarkan anak bertanya mengenai cerita
  10. Buat cerita sebagai cara untuk bercakap-cakap
  11. Biarkan anak menceritakan ceritanya, diusia 3 tahun seorang anak sudah bisa menghafal cerita dan biasanya senang diberi kesempatan untuk bercerita.

Kapan sebaiknya mulai melakukan read aloud?

Read aloud dapat dimulai sejak dini, bahkan sejak bayi baru lahir. Mengapa demikian? Ini terkait dengan tujuan read aloud yaitu menumbuhkan kecintaan pada buku. Sehingga semakin dini buku diperkenalkan maka hasilnya akan semakin optimal.

Kapan dan dimana sebaiknya kita melakukan read aloud?

Tidak ada waktu dan tempat khusus untuk melakukan read aloud. Kita bisa melakukannya dirumah, saat hendak tidur, sepanjang perjalanan berkendara, saat menunggu pesawat atau kereta api atau saat menunggu antrian dokter.

Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan konsistensi melakukan read aloud. Rutin adalah kunci utama keberhasilannya.

Yuk ikut Workshop Read Aloud dibawah ini..!

Workshop Read Aloud – Membacakan Dongeng

Rumah Dongeng Indonesia bekerjasama dengan Pegadaian dan Sophie Paris mengadakan Workshop Read Aloud – Membacakan Dongeng bagi guru guru TK – SD dan orang tua serta umum.

Mengapa Read Aloud?

Read Aloud adalah salah satu cara yang paling mudah dalam teknik mendongeng. Guru atau orang tua hanya memilih buku cerita dan membacakannya kepada anak anak.

Apa yang akan dipelajari?

1. Mengapa memilih teknik Read Aloud?
Perbedaan antara Mendongeng dan Read Aloud/Membacakan Cerita

2. Bagaimana tips memilih buku cerita yang sesuai dengan usia anak?

3. Bagaimana membuat cerita menjadi lebih menarik?
Belajar menggunakan intonasi, ekspresi, mengatur posisi dan lainnya

Catat waktunya :
Sabtu, 27 Januari 2018 mulai pukul 10:00 – 15:00 WITA bertempat di Sophie Paris, Jalan Veteran Utara Ruko Metro Square Blok F4-F5 Makassar.

Terbatas hanya untuk 100 peserta saja…!

Untuk pendaftaran ketik :

PGD#Nama Lengkap#Profesi

kirim ke WA 0852 5575 1971

Sebelum mendaftar silakan terlebih dahulu follow akun Instagram dibawah ini :

IG : @RumahDongeng

Catatan :
Bagi peserta yang menginginkan modul workshop dan sertifikat, silakan menyiapkan pengganti biaya cetak sebesar Rp. 55.000,- (Peserta mendapatkan juga Buku Tabungan Emas Pegadaian senilai Rp. 55.000,-)

Mudahnya Mendongeng Seru untuk  Anak.

Bisa mendongeng itu biasa. Mendongeng setiap hari baru LUAR BIASA” kata Kak Awam seorang pendongeng profesional.

Dear Sahabat Rumah Dongeng, sebagai orang tua tentu kita tahu bahwa salah satu kehebatan dongeng adalah bisa membangkitkan imajinasi anak.
Imajinasi anak bisa berkembang dengan dongeng. Jika kita rajin mendongeng untuk anak, otaknya akan cepat terstimulasi.

Namun masih banyak dari kita yang merasa bahwa mendongeng itu sulit. Beberapa dari kita malah sering ikut seminar atau pelatihan mendongeng. Namun setelah selesai mengikutinya, masih saja merasa sulit untuk memulainya dan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan sehari hari seperti kalimat diatas yang saya kutip dari Kak Awam, pendiri Komunitas Kampung Dongeng.

Merasa sulit mendongeng? Ini tipsnya..

Tips Mudah Mendongeng

Yang pertama adalah dengan menggunakan alat sederhana yang berada di sekitar kita. Mendongeng akan lebih mudah jika kita memakai media seperti buku atau hand puppet, wayang-wayangan, atau boneka kesayangan anak.

Mengapa?
Karena anak-anak itu suka dengan segala sesuatu yang visual. Mereka akan lebih senang jika ada yang menarik di mata mereka. Jadi, sebisa mungkin kita harus memakai media atau alat saat mendongeng.

Untuk bunda yang belum bisa mendongeng, biasakan saja dahulu mendongeng lewat buku cerita yang menarik untuk anak. Inilah yang disebut dengan Read Aloud. Bunda hanya membacakan isi buku itu pada anak. Setelah itu, kita mulai bercerita dengan memakai wayang, hand puppet, finger puppet atau boneka-boneka lucu lainnya. Pelan-pelan, kita pasti akan fasih mendongeng.

Yang kedua adalah dengan menceritakan keseharian kita pada Si Kecil. Utamanya kepada anak balita yang belum bisa membaca. Cobalah sambil meramu bumbu masakan di dapur, bunda bercerita tentang menu yang akan dimasak hari ini. Mulai dari mencuci sayuran, memotong bawang sampai memasak di atas kompor. Berikan tempat duduk yang nyaman untuk si kecil. Biarkan dia beraktifitas di tempatnya sembari bunda bercerita tentang hal hal yang dilakukan di dapur.

Dari bahan bahan di dapur, bunda bisa mendapatkan sebuah ide cerita loh..!

Sebagai contoh, bunda dapat bercerita tentang Kangkung Ajaib. Buatlah sebuah cerita bagaimana ada seorang anak yang tak suka makan sayur. Ketika si anak diajak ke kebun binatang, dia bertemu dengan seekor jerapah (ambil boneka jerapah). Bunda bertanyalah kepada si jerapah mengapa tubuh jerapah bisa tinggi?
Si jerapah menjawab, bahwa aku tinggi karena aku suka makan sayur. Buatlah adegan si jerapah sedang makan sayur.
Lanjutkan dengan boneka gajah atau singa. Buatlah dialog mengapa gajah besar badannya atau mengapa singa kuat badannya.

Bagaimana, tertarik untuk mulai mencoba mendongeng untuk Si Kecil?

Resolusi Membaca 2018

Di dalam gua Hira yang sangat gelap, tiba tiba Rasulullah didatangi oleh sesosok makhluk yang belum Dia kenal sama sekali. Perlahan lahan makhluk itu mendekati Muhammad yang sedang menyendiri.

Melihat kedatangan sosok tersebut, Muhammad pun terkejut..!.

Sosok yang datang ternyata adalah Malaikat Jibril.

“Bacalah!” kata Jibril mendekati Muhammad yang terpaku.

“Aku tidak bisa baca,” ujar cucu Abdul Muthalib itu bergetar.

Jibril terus mendesak Muhammad untuk membaca wahyu dari Allah SWT. Beliau ketakutan hebat hingga menggigil.

Jibril pun memeluk Muhammad sambil memberikan selimut.

Saat Muhammad sudah pulih, Jibril kembali mendesaknya.

“Bacalah!”.

“Aku tak bisa baca,” kata Muhammad pelan. Keringat pun mengucur deras dari segala penjuru tubuhnya.

Jibril kembali memeluknya dan memberikan selimut. Kejadian itu kembali berulang sampai 3 kali.

Jibril pun segera membacakan sebuah ayat Al Quran yang pertama kali diturunkan kepada Muhammad. Ayat tersebut adalah Al Alaq ayat 1-5 yang memiliki arti sebagai berikut:

1. “Bacalah! Dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan.”

2. “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”

3. “Bacalah! Dan Tuhanmu lah yang Maha Pemurah.”

4. “Yang mengajar manusia dengan (perantaraan) qalam (pena).”

5. “Mengajari manusia apa-apa yang tidak diketahuinya.”

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui mengapa Allah SWT menurunkan ayat tentang perintah membaca sebagai wahyu pertama. Yaitu, karena membaca merupakan landasan keilmuan bagi unat manusia. Malaikat Jibril bahkan mengulang ayat ‘Iqra’ yang berarti “Bacalah” sampai 3 kali, sebagai penegasan kepada Rasulullah SAW.

Padahal, kondisi masyarakat saat itu masih sangat jauh dari budaya membaca dan menulis.

Dan di era modern seperti sekarang ini, membaca buku fisik telah terganti teknologi. Kini siapapun dapat membaca apapun dan dimanapun, hanya melalui ujung jari di smartphone, atau via layar di laptop masing-masing. Meski tidak salah membaca dengan cara seperti ini, namun membaca buku secara fisik memiliki sensasi yang berbeda dibandingkan membaca melalui media elektronik.

Imajinasi akan lebih tertantang, membaca menjadi lebih fokus, dan buku fisik akan lebih awet serta memiliki history tersendiri saat dijadikan koleksi.

Nah, di awal tahun 2018 ini tak salah bila kita membuat resolusi untuk semakin giat membaca buku. Apalagi untuk anda yang sudah menjadi ortu, mulailah dengan membacakan buku cerita untuk ananda tercinta.

Mulailah dengam aktivitas sederhana berupa membacakan buku cerita minimal 15 menit setiap hari.

Berikut manfaat yang bisa di dapat oleh seorang anak dengan membaca sebuah cerita.

1. Membantu mengembangkan imajinasi

Seringkali, penulis menempatkan tokoh-tokohnya dalam khayalan, dunia fantastis. Dengan tidak ada referensi yang tepat di lingkungan sekitarnya, anak-anak dapat menghidupkan karakter ini dalam imajinasinya sendiri.

Dia juga mencoba untuk memahami ide-ide dan konsep-konsep baru dengan latihan imajinasi. Belajar bagaimana menggunakan imajinasi seseorang dengan presisi dapat menjadi alat yang sangat berharga untuk anak-anak saat mereka tumbuh dewasa.

2. Membantu belajar bahasa

Cerita yang bermanfaat dari perspektif pendidikan juga dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berbicara dan menulis. Cerita dapat digunakan sebagai sumber daya bahasa yang dapat diandalkan.

Anak-anak bisa menemukan kata-kata baru dan konstruksi gramatikal yang sesuai dalam melewati dan menggunakannya nanti.

Anak-anak yang dibesarkan dengan kebiasaan suka membaca cerita menjadi pengguna bahasa yang lebih efektif saat dewasa nanti.

Membaca cerita sama juga dengan belajar. Buku cerita anak bergambar adalah cara yang bagus untuk memperkenalkan balita dan anak-anak prasekolah tentang warna, bentuk dan ukuran.

Anak-anak juga mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik karena mereka tidak hanya belajar bagaimana menggunakan bahasa dengan benar, tetapi juga bagaimana menggunakan bahasa dengan konteks sosial yang tepat. Cerita merupakan sumber informasi yang berguna juga.

3. Membantu mengatasi perasaan dan situasi

Banyak sekali, cerita anak-anak dan novel yang berdasarkan pada pengalaman kehidupan nyata. Dengan demikian, mereka menghadapi karakter yang sangat mirip dengan mereka.

Hal tersebut membuat anak-anak lebih siap untuk menghadapi situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan karena mereka menyadari bahwa mereka tidak sendirian. Hal ini juga memungkinkan mereka untuk menyesuaikan diri dengan pengalaman baru.

Semua ini meningkatkan harga diri dan membuat anak Anda lebih percaya diri. Mereka mulai menghubungkan apa yang terjadi di buku-buku dan apa yang terjadi dalam kehidupan nyata sehingga mampu mengembangkan pemikiran yang logis.

4. Membantu perkembangan moral

Nilai dan moral tidak dapat diajarkan seperti cara kita mengajarkan sains dan matematika. Itu akan membosankan dan sering menjadi tidak berarti.

Dongeng dan cerita pendek dengan moral adalah cara yang lebih baik untuk menanamkan nilai-nilai yang baik pada anak-anak baik itu berbagi, menunjukkan kasih sayang atau mengatakan yang sebenarnya. Dongeng dan cerita membantu anak-anak belajar dengan contoh.

5. Membantu mereka bersantai

Membaca cerita sebelum tidur bisa menghilangkan stress setelah seharian melakukan kegiatan. Anak-anak dapat melarikan diri ke dalam dunia imajinasi untuk sementara waktu.

Karena membaca tidak hanya menambah ilmu dan pengalaman, namun juga sangat disarankan dalam agama kita.

Banyak baca banyak tahu, tidak membaca sok tahu…!

Salam Dongeng

Kak Heru – 0852 5575 1971

IG : DongengKakHeru

Naik Katinting di Sungai Cenrana Bone

Masih dalam edisi liburan akhir tahun 2017. Di hari kedua tahun 2018, kami sekeluarga diundang oleh salah satu keluarga yang tinggal di Desa Linau Kecamatan Cenrana Bone. Untuk menuju ke desa tersebut, kami harus menggunakan transportasi air. Dari Bajoe dibutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan darat menuju ke salah satu dermaga di tepi sungai Cenrana. Ada sebuah dermaga kecil yang siang ini penuh dengan anak anak sekolah. Mereka setiap hari menggunakan transportasi katinting untuk pergi dan pulang ke sekolahnya.

Dari dermaga tadi, perjalanan menuju Desa Launi membutuhkan kurang lebih 30 menit. Di sepanjang aliran sungai nampak rumah rumah penduduk yang langsung berbatasan dengan tepi sungai. Nampak pula pohon bakau di kiri dan kanan sungau, beberapa enceng gondok juga nampak terlihat di sepanjang sungai ini.

Katinting yang kami tumpangi berukuran sekitar 50 cm lebar dan 5 meter panjangnya. Kami harus hati hati ketika menaikinya. Sayapun agak kuatir bila sampai kehilangan keseimbangan, bisa bisa tercebur ke dalam sungai. Siang ini ada 14 penumpang yang semuanya adalah anggota keluarga kami. Saya duduk di bagian belakang dekat dengan tukang perahu atau nahkoda katinting. Katinting yang kami naiki tidak dilengkapi dengan pelampung atau alat keselamatan lainnya. Jadi kami hanya mengandalkan kelihaian sang nahkoda ketika katinting mulai berjalan menyusuri sungai.

Desa Linau termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Cenrana. Nama kecamatan Cenrana terkenal sampai keluar negeri karena potensi dan kekayaan perairannya yang terkenal yakni kepiting bakau yang dikenal dengan “ Kepiting pallime “. Kepiting bakau memiliki gizi yang sangat tinggi dan sangat penting untuk dikomsumsi oleh anak – anak untuk menambah kecerdasan dalam berfikir.

Di Kecamatan Cenrana hampir seluruh masyarakatnya peternak Kepiting Bakau, kepiting yang mereka ternak bukan semata untuk dikonsumsi secara pribadi atau bukan hanya dikenal di Sulawesi Selatan saja, tetapi mereka juga mengekspornya hingga luar negeri, seperti : Jepang, Singapore, Cina, Taiwan, Filipina, dll. Dan penghasilan masyarakat Cenrana dari mengekspor kepiting Bakau pun bisa mencapai ratusan juta dalam sekali panen kepiting Bakau.

Hampir semua penduduk yang tinggal di desa ini memiliki dermaga pribadi sekaligus satu buah perahu yang digunakan untuk keperluan sehari hari. Bagi yang tidak memiliki perahu, biasanya mereka harus menunggu perahu yang lewat di sepanjang sungai. Rumah rumah penduduk sudah ditata dengan cukup rapi, di tengah pemukiman ada jalanan kecil yang sudah dibeton. Ada sebuah mushola kecil di desan ini. Bahkan di sepanjang sungai Cenrana, saya melihat paling tidak ada 5 mesjid yang semuanya berada di tepi sungai.

#LiburanDenganGoogle