Workshop Read Aloud di Sinjai

Terkejutnya Bapak Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai..!!

Ketika ketua panitia workshop memberikan laporan bahwa workshop ini dilaksanakan tanpa ada dana awal dari panitia, berbisik Pak Kabid yang duduk di samping saya.
“Bisa juga panitia mendatangkan 100 guru tanpa ada dana ya Kak?”.

Saya hanya tersenyum sendiri. Bisalah pak..
Karena kami adalah komunitas dongeng yang tak mengharap keuntungan utk membuat kegiatan.

Dan inilah di hari Minggu siang akhir September Kak Heru berbagi ilmu sederhana dalam mendongeng bagi 100 guru guru TK di kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan.

Mengapa sederhana???
Read aloud atau membaca nyaring adalah salah satu cara termudah dalam bercerita. Hanya dengan menggunakan media buku, kegiatan mendongeng sudah bisa dilakukan.
Pilihan buku sangat beragam dan beberapa penerbit buku sudah membuat buku khusus untuk anak anak.

Di tahun anggaran 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sinjai telah membuat satuan tugas khusus untuk melayani seluruh kecamatan di Sinjai. Satgas ini akan mengikutsertakan 2 orang pendongeng untuk mengunjungi TK dan SD di Sinjai.

Inilah yang juga diucapkan dalam doa yang dibacakan oleh Bunda Deska. Membuat satu kebaikan dengan niat tulus akan memberikan kebaikan lainnya juga.

#WorkshopReadAloud
#Storytelling
#RumahDongeng

Sabtu Seru bersama Dongeng Kak Heru

Yang di tangannya ada sampah boleh foto bareng Bona..!

Serentak mereka bergerak mencari sampah kertas yang digunakan untuk alas duduk. Dan hasilnya halaman sekolah langsung bersih dari sampah kertas.

Ternyata Bona bisa menjadi leader bagi mereka. Dongeng Monster Sampah juga membuat mereka membuang sampah ke tempat sampah yang sudah disiapkan.

Selanjutnya kegiatan dongeng berlanjut di SD Inpres Bertingkat Mamajang 3 di jalan Singa Makassar. Tiba di sekolah ini waktu sudah menunjukkan pukul 09:30. Agenda kegiatan selanjutnya adalah di SD Inpres Bertingkat Memajang 3 di Jalan Singa Makassar.

Lapangan sekolah sudah mulai terik. Rasanya tidak mungkin membuat kegiatan di luar ruangan. Pihak sekolah menyarankan dongeng dilaksanakan di selasar sekolah yang berada di lantai 2.

Dongeng Jumat Bersedekah

Jumat pagi ini kembali mengunjungi kompleks sekolah dasar Bawakaraeng. Ini adalah kunjungan ketiga kalinya di sekolah ini. Dan pagi ini giliran adik adik dari SDN Bawakaraeng 3 yang mendengarkan dongeng.

Seperti biasanya, setiap hari Jumat diadakan senam pagi di sekolah ini. Karena jadwalnya yang bersamaan dengan jadwal senam pagi, maka kegiatan Sedekah Dongeng hari menunggu sampai senam selesai.

Kegiatan senam pagi diikuti oleh murid dari SDN Bawakaraeng 2. Joget Maumere sepertinya sudah menjadi senam wajib untuk anak anak sekolah. Saya ingat ketika masih SD dulu namanya adalah SKJ atau Senam Kesegaran Jasmani. Saya selalu menjadi leader kalo senam ini dilakukan di sekolah.
Setelah musik Maumere yang bergoyang ke kanan dan ke kiri selesai, masih ada lagi senam Pinguin yang tak kalah seru dan lucu. Biasanya senam ini dilakukan di taman kanak kanak. Gerakannya berputar putar seperti seekor burung Pinguin.

Setelah kegiatan senam selesai, giliran murid murid SDN Bawakaraeng 3 yang nampaknya tak sabar untuk mendengarkan cerita. Pagi ini Kak Heru membawakan cerita dari Soppeng yang berjudul Nenek Pakande. Sebuah cerita tentang seorang Nenek yang suka menculik anak anak kecil di Kampung Soppeng. Cerita ini pernah dibawakan oleh Rahardi pada tahun 2012 ketika mewakili Makassar sebagai peserta Lomba Bercerita tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional.

Selain kegiatan mendengarkan cerita, murid murid di sekolah ini juga memberikan donasi kepada Laznas Yatim Mandiri Makassar. Kegiatan inilah yang disebut dengan Sedekah Dongeng kerjasama antara Rumah Dongeng dan Laznas Yatim Mandiri MakassarLaznas. Selain dengan Yatim Mandiri, Rumah Dongeng juga bekerjasama dengan Laznas lainnya seperti PPPA Daarul Quran dan BSMI Sulselbar.

Hari ini donasi yang dikumpulkan berjumlah Rp. 1.293.000,- dan langsung diserahkan kepada Laznas Yatim Mandiri Makassar.

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#YatimMandiri
#JumatBersedekah
#Storytelling

Dongeng di Gugus IV Manggala

Tak kalah serunya, setelah selesai mendongeng di SD Inpres Mamajang 1, Kak Heru melanjutkan perjalanan menuju gugus IV kecamatan Manggala Makassar. Gugus IV adalah kumpulan dari 12 TK yang berada di kecamatan Manggala Makassar. Jaraknya sekitar 6 km dari lokasi pertama. Untuk mempersingkat waktu tempuh menuju ke Manggala, saya mengambil rute melalui Waduk Borong. Hanya memerlukan waktu sekitar 25 menit untuk sampai di TK Kartini Dharma Wanita Unhas yang berlokasi di perumahan dosen Unhas Antang.

Tiba di sekolah ini sekitar pukul 08:55 WITA. Sebuah spanduk kegiatan nampak terpajang di depan sekolah. Kalimatnya membuat Kak Heru tersenyum sendiri. Ditulis di spanduk tersebut sebuah kalimat “Selamat Datang Kak Heru Si Pendongeng Hebat”. Sebuah ungkapan tulus dari para guru di Gugus IV Kecamatan Manggala. Di halaman sekolah yang cukup luas sudah menanti ratusan adik adik kecil yang berasal dari berbagai TK di kecamatan Manggala. Salah satunya adalah TK Sinar Lestari tempat Fatir, salah satu kemenakan Kak Heru bersekolah. Biasanya Fatir selalu meminta saya untuk membacakan buku dongeng bila saya datang ke rumah neneknya di Andi Tonro. Umurnya sekarang sudah 5 tahun dan senang sekali bila ada buku baru yang selalu saya bawa ke rumah neneknya. Biasanya Fatir memanggil saya dengan sebutan Iyyu. Panggilan ini sempat membuat Fatir tidak tahu kalo hari ini ada Kak Heru yang datang mendongeng di Gugus IV Manggala.

Tepat berada dibawah pohon mangga yang sangat rindang, kegiatan dongeng berlangsung tanpa harus takut akan teriknya sinar matahari. Mereka duduk dengan rapi sesuai dengan nama sekolahnya masing masing. Sambil menunggu salah satu TK yang belum hadir, saya mulai mengapa adik adik yang lucu sembari bernyanyi lagu “Bangun Tidur”.

Tak lama kemudian, rombongan adik adik dari TK Lima Oktober pun sudah datang. Lengkap sudah 10 TK dari Gugus IV yang hadir. Kegiatan dimulai dengan mendengarkan sambutan dari Ibu Rosmiati selaku Pengawas Sekolah di kecamatan Manggala. Dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi kegiatan dongeng yang dilaksanakan di kecamatan Manggala, apalagi kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan aksi donasi untuk Lombok.

Donasi dari Gugus IV Manggala yang dikumpulkan berjumlah Rp. 3.266.000,- dan selanjutnya diserahkan kepada Laznas Yatim Mandiri Makassar.

Monster Sampah di SD Inpres Mamajang 1

Edisi Sedekah Dongeng hari Rabu, 26 September 2018 dilaksanakan di SD Inpres Mamajang 1. Seperti sekolah negeri pada umumnya, sekolah ini terdiri dari 3 sekolah yang saling berdekatan letaknya. Selain SD Inpres Mamajang 1, ada juga SD Negeri Mamajang 1 dan 3. Halaman sekolahnya tidak terlalu luas sehingga kegiatan oudoor hanya bisa menampung murid untuk satu sekolah saja. Sekolah yang berlokasi di Jalan Singa Makassar, letaknya tak berjauhan dengan penjual Palubasa yang sangat terkenal di Makassar. Palubasa adalah salah satu dari 9 kuliner khas Makassar.

Namun pagi ini saya tak ada agenda untuk menikmati lezatnya Palubasa. Hari ini adik adik di SD Inpres Mamajang akan mengadakan kegiatan Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Makassar. Atas permintaan dari Ibu Kepala Sekolah, dongeng hari ini temanya tentang menjaga lingkungan yang bersih. Menyesuaikan dengan tema tersebut, saya telah menyiapkan sebuah dongeng yang berjudul “Monster Sampah“.

Cerita ini adalah tentang seorang anak yang bernama Aco. Anaknya pengotor dan suka membuang sampah di sembarang tempat. Pada suatu saat, Aco membuang sampah di sungai. Tentu saja sungai menjadi kotor dan bau. Ketika malam tiba, ada sesuatu aneh muncul dari sungai. Sampah yang dibuang oleh Aco ternyata berubah menjadi monster yang ganas.

Beberapa murid yang datang menonton dongeng mengenakan baju yang mereka buat sendiri. Baju tersebut berasal dari bahan bahan sampah yang didaur ulang. Pagi ini sebelum dimulai kegiatan Sedekah Dongeng, murid murid melaksanakan senam sehat yang nantinya akan diikutkan sebagai salah satu lomba senam yang disponsori oleh salah satu produsen susu anak.

Perlu waktu sekitar 30 menit untuk menyelesaikan kegiatan senam ini. Ibu Kepala Sekolah beberapa kali meminta agar murid muridnya mengulangi senam sehat ini sampai 5 kali. Beliau ingin muridnya menampilkan hasil yang terbaik untuk lomba senam sehat tersebut. Setelah senam selesai, giliran Kak Heru yang berdiri di selasar sekolah untuk memulai kegiatan dongeng. Terlihat mereka sudah tak sabar untuk mendengarkan dongeng “Monster Sampah”.

Dongeng Kolaborasi dengan Kabupaten Maros

Hari ada 3 agenda dongeng. Salah satunya malah harus keluar kota Makassar. Rumah Dongeng telah berkolaborasi juga dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Maros untuk melaksanakan Roadshow Pengembangan Minat Baca di seluruh kecamatan di Kabupaten Maros.

Supaya bisa terlaksana semua agenda, hari ini Selasa 25 September 2018, Kak Heru dibantu oleh salah satu pendongeng dari Rumah Dongeng, yaitu Kak Mangga.
Rumah Dongeng saat ini memiliki 6 pendongeng aktif yang sewaktu waktu bisa mengisi kegiatan dongeng di berbagai tempat. Mereka antara lain kak Safira, Mami Kiko, Kak Icha, Kak Sri dan Kak Rini. Selain di Rumah Dongeng, mereka juga bergabung dalam tim DongKel With Library Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

Kali ini Kak Mangga bertugas di SD Inpres Malengkeri. Sedangkan Kak Heru mendongenh di SD Inpres Bawakareng dan Kantor Kecamatan Mandai Maros. Seperti yang telah disampaikan dalam artikel sebelumnya bahwa SD Bawakaraeng memiliki 4 sekolah yang berada di satu kawasan. Setelah kemarin murid murid SDN Bawakaraeng 2 yang mendengarkan dongeng, pagi ini giliran murid murid SD Inpres Bawakaraeng yang mendengarkan dongeng.

Masih di tempat yang sama, hari ini ada sekitar 120 murid yang hadir. Sebagian dari mereka berasal dari kelas 3B SDN Bawakaraeng 2 yang kemarin tidak sempat berpartisipasi dalam kegiatan Sedekah Dongeng .

Kantor Kecamatan Mandai Maros

Usai dari SD Inpres Bawakaraeng, Kak Heru melanjutkan perjalanan menuju ke Kabupaten Maros. Kali ini kegiatan Roadshow Dongeng bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Maros dilaksanakan di Kantor Kecamatan Mandai. Jaraknya sekitar 45 menit dari lokasi sebelumnya.

Kantor kecamatan ini letaknya berada di jalan lintas propinsi Makassar – Pare Pare. Tiba di lokasi sekitar pukul 10:35, sedangkan jadwal kegiatan sudah dimulai sejak pukul 08:00. Ketika saya masuk ke ruangan kantor ini, di area depan sudah ada 3 orang petugas yang bertugas memberikan informasi bila ada warga yang hendak mengurus sesuatu. Dengan wajah yang ramah, salah satu dari mereka menunjukkan tempat pelaksanaan kegiatan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Maros di lantai 2. Agenda kegiatan acara sudah memasuki materi tentang pengelolaan perpustakaan yang dibawakan oleh Pak Syamsuddin dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Propinsi Sulawesi Selatan. Setelah itu ada semacam testimoni tentang layanan perpustakaan yang dibawakan oleh Ibu Ima, seorang guru SD yang telah bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Maros dalam mewujudkan Gerakan Literasi Sekolah.

Sedangkan pak doktor Djabar secara khusus membawakan materi tentang pelaksanaan bagaimana menumbuhkan minat literasi di lingkungan sekolah. Dan di akhir acara ada penampilan dongeng bersama Kak Heru dari Rumah Dongeng.

#SedekahDongeng
#rumahdongeng
#StoryTelling
#kisahIslami
#ayokeperpustakaan

Dongeng di TK Kharisma Makassar

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Lombok bersama adik adik di TK Kharisma Makassar.

Setelah acara molor sedikit di SDN 2 Bawakaraeng, Kak Heru melanjutkan kegiatan dongeng di TK Kharisma. Di tempat ini sudah menunggu kak Irna dari Bulan Sabit Merah Indonesia yang hari ini mengajak adik adik untuk memberikan donasi kepada BSMI Makassar.

Seru sekali sambutan adik adik yang sudah lama menunggu kedatangan Kak Heru. Dongeng tentang si Kancil dan Pak Tani membuat mereka senang dan bisa membayar kesabaran mereka dalam menunggu.

Di akhir sessi Dongeng, tak sabar mereka berebutan berfoto bersama Bona. Ada juga seorang siswa SD yang berkebutuhan khusus yang juga ingin berfoto bersama Bona.

Alhamdulillah donasi dari adik adik kecil berjumlah Rp. 2.548.000,-.
Terima kasih untuk ketulusan hati kalian dalam membantu pemulihan paska bencana di Lombok.

#RecoveryLombok
#RumahDongeng
#Storytelling

Sedekah Dongeng di SDN Bawakaraeng 2 Makassar

Mengawali pekan di minggu keempat bulan September 2018 dengan aksi Sedekah Dongeng di SDN 2 Bawakaraeng Makassar.
Sekolah yang berlokasi di Jl. Gunung Bawakaraeng ini adalah kawasan sekolah yang terdiri dari 4 sekolah. Mulai dari SDN Bawakaraeng 1 sampai 4. Saya pikir lebih efektif bila keempat sekolah tersebut digabungkan saja di satu kesempatan acara. Namun masing masing kepala sekolah ingin membuat acara dongeng secara terpisah.
Artinya Kak Heru harus mondar mandir selama 4 kali di sekolah ini.

Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Makassar memang baru pertamakalinya dilaksanakan di SDN 2 Bawakaraeng. Jadwal yang saya terima kegiatan dongeng dimulai jam 07:30 usai upacara bendera hari Senin. Saya tiba di sekolah ini pukul 07:15, beberapa murid harus berdiri di depan sekolah dan tidak bisa masuk karena mereka terlambat datang. Bapak satpam dengan tegas mengunci satu satunya pintu gerbang sekolah ini. Sayapun juga harus menunggu di luar gerbang sembari ngobrol dengan beberapa orang tua murid.

Upacara bendera kira kira berlangsung selama 30 menit. Saya hanya bisa mengintip kegiatan upacara ini dari balik gerbang. Gerbangnya berukuran lebar 2 meter menyerupai sebuah lorong. Kegiatan upacara hanya bisa terlihat secara sekilas saja.
Akhirnya pintu gerbang dibuka oleh pak Satpam. Harus ekstra sabar bapak satpam yang saya taksir berusia sekitar 30 tahun. Dia mempersilakan anak anak kelas 1 dan 2 untuk masuk terlebih dahulu melalui pintu gerbang.
Setelah itu baru menyusul kelas yang lebih tinggi untuk perlahan lahan masuk ke dalam.

Selanjutnya kegiatan dongeng berlangsung di halaman sekolah yang terlindung dari cahaya matahari pagi yang mulai menyengat kulit. Mereka duduk teratur di halaman sekolah. Kelas bawah duduk di bagian depan sedangkan kelas atas duduk di bagian belakang.

#SedekahDongeng
#Storytelling
#RumahDongeng
#YatimMandiri

Dongeng Pangkep, Gowa dan Gowa

Dari catatan agenda dongeng hari Sabtu, 22 September 2018, ada 3 lokasi dongeng yang jaraknya boleh dibilang sangat berjauhan dan dalam waktu yang hampir bersamaan. Untungnya hari Sabtu ini Safira sedang tidak ada aktifitas kuliah di kampusnya, jadi ketika saya memintanya untuk mengisi jadwal sedekah dongeng di SD Negeri 30 Maros, dengan senang hati dia menerima tugas ini. Selain di Maros, jadwal lainnya adalah di SDN 18 Pangkep dan Kafe Beckham Gowa.

Tepat pukul 06:35 saya bersama Safira dan 2 staf dari Laznas Yatim Mandiri Makassar berangkat menuju ke lokasi kegiatan Sedekah Dongeng. Tiba di Maros, Safira singgah di kantor Yatim Mandiri cabang Maros karena penanggung jawab kegiatan di SDN 30 Maros adalah Kak Rahmi dari Yatim Mandiri Maros. Sedangkan saya langsung menuju ke SDN 18 Kabupaten Pangkep.

Kegiatan dongeng di Pangkep ini difasilitasi oleh drg Andi Tenri. Beliau adalah salah satu dokter gigi di Pangkep yang biasa mengundang Kak Heru untuk mengisi dongeng di berbagai kesempatan. Salah satu putrinya yang bernama Farah adalah juara 1 lomba mendongeng antar sekolah dasar se Kabupaten Pangkep tahun 2017.

Tiba di sekolah ini sekitar pukul 08:00. Luar biasa sambutan dari ibu kepala sekolah untuk kegiatan ini. Beliau sangat antusias karena tahun 2018 ini salah satu muridnya ikut lomba mendongeng di perpustakaan Pangkep. Jumlah murid di sekolah ini sekitar 575 orang mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Namun ada murid murid kelas 2 yang pagi ini tidak sempat mendengarkanbdongeng karena masuk jam 10, jumlahnya sekitar 80 anak.

Ibu kepala sekolah meminta kepada saya untuk bisa hadir di hari lain agar murid kelas 2 tidak kecewa. Saya pun menyanggupi permintaan beliau untuk datang di hari lain.

Dongeng Kemanusiaan di Gowa

Usai mendongeng di Pangkep, saya kembali menuju Maros untuk menjemput Safira. Rute selanjutnya adalah menuju ke Kabupaten Gowa. Dari aplikasi Maps di smartphone, saya mengambil rute jalan melalui Kariango tembus ke Moncongloe. Rute ini lebih cepat dan anti macet bila dibandingkan melalui rute jalan propinsi.

Tiba di Kafe Beckham Gowa sekitar pukul 11:10. Di tempat ini sedang berlangsung kegiatan bazaar sekaligus penggalangan donasi untuk Lombok yang dilakukan oleh TK Alif Cendekia. Alhamdulillah kegiatan aksi dongeng kemanusiaan untuk Lombok berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp. 23.840.000,-
Donasi tersebut disalurkan ke PPPA Daarul Quran Makassar untuk pembangunan Rumah Quran di Lombok.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya aksi dongeng kemanusiaan ini.

Aksi Sedekah Dongeng Makassar

Usai roadshow selama 3 hari di Sulbar, pagi ini Jumat 21 September 2018 mampir ke TK Ummu Aiman Makassar untuk berbagi cerita dalam program Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Makassar.

Ibu kepala sekolah di TK ini ternyata adalah salah satu peserta workshop dongeng yang pernah dilaksanakan oleh Rumah Dongeng.
Jumlah muridnya sekitar 160 anak yang terbagi menjadi 5 kelas. Dan hari ini hadir juga beberapa orang tua murid untuk menyaksikan salah kegiatan sedekah dongeng yang hasilnya akan disalurkan untuk 3 tujuan.

Yang pertama donasi disalurkan untuk Yatim Mandiri Makassar, yang kedua untuk korban bencana gempa di Lombok dan ketiga untuk kegiatan Muharram sekolah.

SD Berbantuan Bungaya

Aksi pengumpulan donasi melalui dongeng atau sedekah dongeng berlanjut ke sekolah selanjutnya.
Lokasinya tidak berjauhan dengan sekolah sebelumnya. Hanya 20 menit Kak Heru sudah tiba di SD Berbantuan Bungaya yang berlokasi di Jalan Kumala Makassar.

Ini adalah untuk kedua kalinya Kak Heru datang di sekolah ini. Kunjungan pertama bersama Tim DongKel Dinas Perpustakaan Kota Makassar sekitar 2 bulan yang lalu. Dan pagi menjelang siang, Jumat 21 September 2018, adik adik TK dan SD Berbantuan Bungaya kembali senang dan gembira karena dongeng sangat menyenangkan.