Hari Pasar di Campalagian

SDN 1 Campalagian adalah misi roadshow dongeng pada hari Kamis, 20 September 2018. Juga merupakan hari terakhir jadwal Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Maros yang dimulai dari tanggal 18-20 September 2018.
Menuju ke sekolah ini ternyata cukup macet karena hari ini adalah hari pasar di Campalagian. Banyaknya pembeli dan pedagang di sepanjang sisi jalan membuat jalanan cukup macet. Mirip dengan kondisi pasar senggol di Makassar.

Pasarnya sangat ramai hari ini. Sayup sayup saya mendengar suara penjual obat yang sedang asyik menawarkan obatnya. Saya harus memberi acungan jempol kepada para pedagang obat ini. Mereka adalah para “storyteller yang ulung. Coba bayangkan bagaimana mereka bisa membuat orang duduk dan asyik mendengarkan “cerita” yang kadang tak masuk akal. Cerita tentang seekor buaya atau ular yang membuat orang penasaran untuk melihatnya. Padahal yang dijualnya belum tentu bisa mengobati penyakitnya.
Namun itulah salah satu seni menjual dengan cara “mendongeng”.

SDN 1 Campalagian letaknya bersebelahan dengan pasar. Jadwal dongeng di sekolah ini adalah pada pukul 09:00. Setelah murid dan guru sudah berkumpul, acara sedekah dongeng dimulai dengan mendengarkan sambutan dari Bapak Kepala Sekolah. Beliau sangat menghargai kedatangan tim Sedekah Dongeng di sekolahnya, sekaligus menjelaskan kepada murid muridnya tentang sedekah dongeng.
Setelah sambutan, dongengpun segera dimulai.

Salah satu murid di sekolah ini ada yang menjadi juara 1 lomba mendongeng dalam rangka hari Kemerdekaan RI yang ke-73. Namanya adalah Erik, murid kelas 5 SD. Kami sempat berfoto bersama sekaligus memberi semangat kepadanya untuk terus rajin belajar mendongeng.

#SedekahDongeng
#KisahIslami
#rumahdongeng

Dongeng di Selasar Sekolah

Usai mendongeng di SDN 003 Lampa, tim Sedekah Dongeng bergerak menuju ke SDN 005 Lampa yang jaraknya tak jauh dari lokasi sebelumnya. Hanya 20 menit kami sudah tiba di sekolah kedua. Hari ini, Rabu 19 September ada 2 lokasi sekolah yang akan kami datangi.

Beberapa murid sedang asyik ikut kegiatan olah raga di depan sekolah. Lapangan depan sekolah cukup luas namun letaknya terpisah dengan halaman sekolah. Nampaknya lapangan itu bukan milik sekolah.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09:45 WITA ketika kami tiba di sekolah ini. Suasana sudah cukup panas dan rasanya tidak mungkin mengelar sedekah dongeng di lapangan sekolah. Kami takut anak anak kepanasan terkena sinar matahari. Sayapun mengamati selasar sekolah yang panjang melintang di sekolah ini. Akhirnya saya meminta kepada pihak sekolah agar kegiatan dongeng dilaksanakan di selasar sekolah yang tak terkena cahaya matahari. Tentu akan membuat murid nyaman untuk duduk dan mendengarkan dongeng.

Murid kelas 1,2 dan 3 duduk di sebelah kiri panggung dan murid kelas 4,5 dan 6 di sebelah kanan panggung. Sedangkan kak Heru berada di tengah tengah mereka.

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#Storytelling
#KisahIslami

SDN 003 Lampa Wonomulyo

Yuk berkumpul bersama..!
Mendengarkan cerita.
Berbagi ceria.

Di halaman sekolah SDN 003 Lampa sejak pagi ini, Rabu 19 September 2019 sudah berdatangan siswanya. Di tangannya nampak digenggam selembar amplop untuk donasi bagi anak anak korban gempa bumi di Lombok. Pagi ini tim Sedekah Dongeng dari Laznas Yatim dan Rumah Dongeng berkunjung ke sekolah ini.
Sembari menunggu datangnya guru dan kepala sekolah, Kak Sri salah satu staf dari YM Maros mengajak para siswa utk duduk bercengkrama sembari menjelaskan maksud dari kegiatan ini.

Mulanya hanya beberapa anak saja yang berkumpul membentuk lingkaran kecil. Tak lama siswa yang lainnya turut bergabung juga dalam lingkaran kecil itu.
Sayup sayup saya dengar mereka bernyanyi lagu lagu anak yang dihapal. Sementara siswa lainnya nampak menyapu kelas dan halaman sekolah. Sebagian siswa laki laki berlarian di halaman sekolah.

Pukul 07:45 baru datang salah satu guru kelas. Setelah berbincang untuk menentukan lokasi kegiatan, teman teman dari Laznas Yatim Mandiri mulai membentangkan spanduk kegiatan. Dibantu oleh beberapa siswa dari kelas 6 akhirnya spanduk bisa dipasang.

Tak lama kemudian, siswa lainnya sudah duduk dengan rapi di depan panggung acara. Sound system sudah menyala, bluetooth sudah terkonek dan dongengpun segera dimulai.

#SedekahDongeng
#PrayforLombok
#Storytelling
#YatimMandiri
#RumahDongeng

Aksi Dongeng di SMP 1 Wonomulyo

Edisi Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Maros di SMP Negeri 1 Wonomulyo.

Pagi ini ada sekitar 600 adik adik SMP yang ikut berpartisipasi dalam aksi dongeng kemanusiaan untuk Lombok. Mereka tak mau ketinggalan untuk memberikan bantuan untuk pemulihan Lombok.

Terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah, bapak Haji Samijan yang minggu depan sudah akan memasuki usia pensiun sebagai kepala sekolah.
Pak Samijan sangat mendukung aksi dongeng kemanusiaan ini. Sekaligus untuk mengedukasi kepada siswanya tentang gempa bumi dan simulasi cara menghindari gempa.

#SedekahDongeng
#PrayforLombok
#RumahDongeng
#Storytelling

Dongeng di Sekolah Alam Bosowa dan Ainun Samsi Maros

Adik adik TK dan SD Sekolah Alam Bosowa tak mau ketinggalan untuk membantu teman temannya yang sedang ditimpa musibah gempa bumi di Lombok.

Melalui gerakan Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Makassar, hari Senin 17 September 2018 bertempat di SAB Jalan Tanjung Bunga mereka mendengarkan dongeng sekaligus berdonasi.

Lokasi sekolah ini berdampingan dengan Mesjid Cheng Ho Tanjung Bunga. Keberadaan mesjid ini ternyata sudah ada dua lokasi yang ditempati. Yang kedua berlokasi di Jl. Tun Abdul Razak Gowa yang berdekatan juga dengan Rumah Dongeng.

Sekolah Alam Bosowa ini menempati lahan yang cukup luas. Sebuah rumah panggung yang berfungsi sebagai aula sekolah berdiri di tengah sekolah ini. Ketika 2 tahun lalu saya datang, rumah panggung berlantai 2 ini biasa digunakan sebagai panggung kegiatan sekolah. Sekarang sekolah ini sudah mempunyai aula yang lebih luas sekaligus sebagai ruang moving class bagi anak anak TK dan Play Grup.

Pesantren Ainun Samsi Maros

Usai dari Sekolah Alam Bosowa, selanjutnya Kak Heru bergerak menuju Kabupaten Maros yang jaraknya kira kira 40 km dari lokasi sebelumnya. Untuk mempercepat waktu, saya mengambil rute melalui tol Reformasi.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.15 ketika saya meninggalkan jalan Tanjung Bunga Makassar. Agenda di Maros harus dimulai pukul 10:00 karena menurut panitia dari Yatim Mandiri Maros, anak anak TK di pesantren ini akan ikut juga mendengarkan dongeng bersama dengan anak anak SD. Sayapun harus memacu mobil untuk mengejar waktu, namun sayangnya saya tiba di Maros pukul 10:15. Beberapa anak TK sudah pulang dari sekolahnya.

Lokasi pesantren Ainun Samsi Maros ini tak jauh dari lokasi 2 hari sebelumnya yaitu SD Pangkasalo Maros Baru. Jaraknya hanya 100 meter. Kegiatan dongeng dipusatkan di dalam mesjid yang berada di area sekolah. Selain TK dan SD, sekolah ini juga mempunyai tingkatan SMP dan SMA.

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#Storytelling

Look At The Sky..!

Mungkin itu caption yang cocok untuk foto ini ya….

Usai mendongeng di Maros, saya langsung memacu mobil kembali ke Makassar. Ada jadwal di pukul 09:30 sudah menanti di SD Inpres Maccini Sombala di ujung selatan Kota Makassar. Waktu sudah menunjukkan pukul 09:00 ketika saya usai mendongeng di SD Pakasalo Maros Baru.
Jalan tol reformasi adalah salah rute

yang disarankan oleh Mbah Google Maps untuk sampai di lokasi selanjutnya. Namun ternyata ada 2 titik kemacetan di tol ini. Salah satunya adalah di gerbang pembayaran tol. Karena saldo kartu elektronik tol saya sudah habis, maka satu satunya cara adalah melewati gerbang tol manual. Antrian cukup panjang di area ini.

Untung saja pihak sekolah masih bisa bersabar menunggu kedatangan Kak Heru dan Bona. Sekitar pukul 10.25 saya sampai di sekolah yang letaknya berdampingan dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia Timur.

Dan inilah keseruan dongeng hari ini…!

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#Storytelling
#KisahIslami

Pohon Rindang Jadi Panggung Dongeng

Sebatang pohon yang daunnya yang cukup rindang menjadi panggung dongeng pagi di sekolah yang berlokasi di Kecamatan Maros Baru.
Perjalanan ke sekolah ini memakan waktu hampir 1 jam dari Makassar. Untungnya lalu lintas di hari Sabtu cukup lengang dan lancar. Tepat pukul 08:00 WITA, saya tiba di lokasi kegiatan Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Maros.

Ada sebuah jembatan kecil yang melintang diatas sungai yang airnya sudah mengering dibawahnya. Mungkin karena musim kemarau yang cukup panjang membuat air di sungai kecil ini menghilang. Saya membayangkan bila airnya penuh, tentu banyak anak anak yang berenang di sungai depan sekolah ini. Flash back ketika saya masih bersekolah di kampung yang persis kondisinya dengan sekolah ini.

Ada 2 staf dari Laznas Yatim Mandiri Maros yang menyambut kedatangan saya. Mereka turut menurunkan sound system dan beberapa peralatan dongeng yang ada di mobil Mona.
Saya memutuskan untuk mendongeng di area halaman sekolah karena sekolah ini belum memiliki aula untuk menampung 200 siswanya.
Apalagi di depan halaman ada sebatang pohon yang rindang. Sangat asyik untuk menjadi panggung dongeng di pagi ini.

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#Storytelling

Jadwal Padat Merayap

Hari ini, Jumat 14 September 2018 kegiatan dimulai dengan Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Lombok di SD Budi Kasih Makassar.
Sekolah yang beralamat di Jl. Gunung Salahutu 2 ini juga tak ketinggalan memberikan bantuan kepada teman teman mereka yang sedang mendapatkan musibah gempa bumi di Lombok.

Selain dongeng tentang Nusantara, mereka juga diajarkan tentang gempa bumi dan simulasi cara menghindarkan diri dari gempa bumi.

Terima kasih kepada Kepala Sekolah, Guru dan orang tua siswa yang telah menyukseskan kegiatan ini. Donasi sejumlah Rp. 1.100.000,- akan disalurkan kepada korban gempa di Lombok.

Selanjutnya kegiatan berpindah ke SDIT Al Biruni di Jln. Jipang Minasaupa.
Ini kedua kalinya Kak Heru datang ke sekolah ini. Jadwal kegiatan Sedekah Dongeng sudah rutin dilakukan di sekolah ini.

Siang ini siswa TK dan SD serta SMP turut mendengarkan sebuah kisah tentang Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Perjalanan sepanjang 450 km dikisahkan dengan cara menarik dan edukatif oleh Kak Heru.

Tak ketinggalan juga si Bona yang ikut meramaikan kegiatan ini. Mereka juga kangen dengan Bona.
Dan akhirnya kangen mereka impas hari ini..!

Lokasi ketiga kegiatan dongeng hari ini adalah di Perumahan Tonasa 2 Pangkep.

Cukup melelahkan karena agenda hari cukup padat. Pertama di SD Budi Kasih, yang kedua di SDIT Al Biruni dan ketiga di mesjid Tonasa 2 Pangkep. Jaraknya sekitar 70 km dari Makassar.

Walau lelah, namun hari ini bertemu dengan banyak teman baru. Di Pangkep ada Pak Farid yang mentraktir kopi di Lasagna Kafe. Ketika sedang asyik ngobrol dengan beliau, tiba tiba datang beberapa pegawai perpustakaan Pangkep yang menyapa Kak Heru. Tambah seru obrolan kami tadi.

Seusai acara di Tonasa, ketemu dengan Ibu dokter gigi Tenri yang menawarkan kegiatan dongeng di SD 28 Pangkep. Beliau bersedia mengantarkan surat ke kepala sekolah yang kebetulan adalah teman dekatnya.

Wah… sungguh indah bersilaturahmi hari ini.

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#KisahIslami
#Storytelling

Aksi Dongeng Kemanusiaan di Smart School Manggala

Memasuki halaman sekolah ini, nampak spanduk kecil terpasang yang menginformasikan kegiatan dongeng hari ini, Rabu, 12 September 2018.

Sekolah yang lokasinya cukup tersembunyi dari pemukiman penduduk ini adalah lokasi baru dari Smart School yang dulunya berlokasi di kawasan Bukit Baruga Antang. Lokasi baru ini berjarak sekitar 7 km dari lokasi lama.

Di sekolah ini ada sekitar 70 adik adik TK dan SD yang ikut berpartisipasi untuk membantu pemulihan paska bencana di Lombok.
Selain mendengarkan dongeng yang bertema Hijrah, mereka juga melihat film dokumentasi tentang gempa di Lombok. Kak Heru juga memberikan Edukasi tentang bagaimana cara evakuasi ketika terjadi gempa melalui lagu dan gerak.

Insya Allah donasi yang disalurkan ke ACT akan membantu teman teman di Lombok.

#PrayforLombok
#RumahDongeng
#SmartschoolPeduliLombok

Pawai Tahun Baru Islam 1440 H

Pawai Menyambut Tahun Baru Islam 1440 H sekaligus aksi pengumpulan donasi bersama SIT Asshiddiq Bone berlangsung dengan sukses dan lancar pada hari Senin, 10 September 2018.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh murid TK dan SD ini berlangsung di Lapangan Basket dalam area Lapangan Merdeka Bone. Ada sekitar 300 adik adik yang berjalan kaki sembari membawa beberapa spanduk dan poster tentang 1 Muharram. Mereka juga berpakaian dengan kostum yang unik yang menggambarkan suasana tahun baru Islam. Para orang tua dan guru juga nampak menemani anak anak mereka ketika pawai ini berlangsung. Ada juga pak Polisi yang sibuk mengatur jalannya pawai ini.

Di barisan paling depan ada aksi kakak kakak dari drum band SPUM Bone sebagai penyemangat dalam kegiatan ini. Lagu lagu nasional seperti Maju Tak Gentar dan Bendera Merah Putih terdengar secara apik dan penuh semangat. Saking semangatnya, ada pemain bass yang memutar mutar alatnya diatas kepala. Padahal bass drum terlihat cukup berat untuk dibawa.

Setelah berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit mengelilingi jalanan di sekitar Lapangan Merdeka, kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan sebuah kisah tentang hijrahnya Nabi Muhammad SAW yang dibawakan oleh Kak Heru. Dalam kisah ini tergambar bagaimana Rasulullah bisa lolos dari kepungan pasukan Quraishy yang diperintahkan oleh Abu Jahal. Dan juga ketika seekor laba laba dan burung merpati yang turut melindungi Nabi Muhammad dan Abu Bakar di dalam Gua Tsur.

Setelah mendengarkan dongeng, para peserta pawai juga turut memberikan donasi untuk korban bencana gempa di Lombok. Donasi yang dikumpulkan berjumlah Rp. 7.552.500,- yang selanjutnya akan diserahkan kepada PPPA Daarul Quran untuk pembangunan 1.000 Rumah Quran di Lombok.

#SedekahDongeng
#TahunBaruIslam
#KisahIslami
#RumahDongeng