Literasi dan Ngopi Di Bantimurung

Roadshow Gemar Membaca di Kecamatan Bantimurung

“Kak Heru harus bisa datang di Bantimurung ya..!” ujar Pak Djabar di ujung telepon. Beliau adalah salah satu konsultan pendidikan di Kabupaten Maros dan sekaligus kepala sekolah di SMP Negeri Unggulan 2 Maros. Kata kata beliau begitu menghujam ke pikiran saya. Jadwal kegiatan di Bantimurung pada tanggal 30 Oktober 2018 ternyata bersamaan dengan jadwal Trauma Healing di Palu yang berlangsung mulai tanggal 28-31 Oktober 2018 bersama Laznas Yatim Mandiri Makassar.

“Sewaktu kegiatan roadshow Gemar Membaca di Kecamatan Bontoa, kita mendapat protes dari peserta yang datang. Katanya sih kok nggak ada dongeng di acara ini..!” lanjut pak Djabar sekaligus memberikan penekanan bahwa mau tak mau saya harus bisa hadir di Bantimurung.

Akhirnya saya harus menjadwalkan ulang kegiatan trauma healing di Palu. Untunglah Pak Taufiq selaku Kepala Cabang Yatim Mandiri Makassar mengerti kondisi yang saya alami. Beliau membolehkan saya untuk menjadwalkan ulang kegiatan di Palu.

Ibu Ima, nara sumber dari SDN 57 Bulu Bulu Mandai

Roadshow Gerakan Gemar Membaca untuk Pelajar se Kabupaten Maros adalah salah satu program tahunan yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros di tahun anggaran 2018. Kegiatan ini menyisir ke 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Maros. Hari Selasa, 30 September 2018 kegiatan roadshow ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Bantimurung dan diikuti oleh guru dan pelajar dari Kecamatan Bantimurung dan Kecamatan Cenrana. Kantor ini jaraknya sekitar 8 km dari pusat Kota Maros. Perjalanan dari Makassar cukup lancar karena arus lalu lintas yang sudah berkurang kepadatannya menjelang pukul 08:15 WITA. Saya sengaja berangkat pada jam tersebut mengingat kondisi lalu lintas yang masih sangat padat di daerah Daya dan Sudiang bila berada di kawasan ini pada pukul 07:00-08:00 WITA.

Di sela sela perjalanan, HP saya berdering tanpa ada nama di layar. Sejenak saya menepikan kendaraan dan menerima panggilan tersebut. Penelponnya bernama Yusuf, salah seorang staf dari Professor Husni Tanra. Pembicaraan singkatpun terjadi dan intinya adalah Professor Husni Tanra meminta kesediaan saya untuk menemani beliau ke Palu untuk kegiatan Trauma Healing. Karena sudah ada agenda dongeng yang sudah terjadwal, saya pun hanya bisa memberikan jadwal di awal Nopember untuk ke Palu. Di ujung telepon pak Yusuf meminta saya untuk bisa langsung ke rumah Prof Husni Tanra untuk memastikan jadwal kegiatan.

Tiba di Kantor Kecamatan Bantimurung sekitar pukul 08:50. Acara sudah berlangsung sekitar 20 menit. Ketika saya datang, materi tentang Perpustakaan Umum sementara dibawakan oleh Pak Husni dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Selatan. Di samping beliau ada Pak Djabaruddin yang terlihat tersenyum gembira ketika melihat kedatangan saya. Selain itu, nara sumber lainnya adalah Ibu Ima dari SDN 57 Bulu Bulu dan sang pembawa acara, Kak Lory.

Aula kantor kecamatan ini nampaknya sudah penuh dengan kehadiran guru dan pelajar dari 2 kecamatan. Ada sekitar 100 undangan yang datang, mulai dari pelajar tingkat sekolah dasar sampai pelajar sekolah menengah pertama. Ketika saya masuk ke ruangan yang cukup panas ini, beberapa siswi SMP serentak menengok ke arah saya dan terdengar setengah berbisik menyebut nama Kak Heru. Saya sedikit mengingat wajah wajah mereka yang sepertinya berasal dari SMP 22 Bantimurung. Seminggu sebelumnya saya hadir di sekolah tersebut dalam aksi dongeng kemanusiaan untuk Palu dan Donggala bersama Laznas Yatim Mandiri Maros.

Pemateri dan Host Acara lagi berfoto di depan aula

Ruangan yang cukup panas membuat saya kurang betah duduk di aula ini. Saya pun segera mengambil sebuah kursi dan membawanya keluar ruangan sambil menantikan jadwal dongeng yang biasanya di akhir kegiatan. Di luar ruangan ada beberapa staf dari dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros, salah satunya adalah Pak Asaad yang hari ini sedang sakit gigi. Awas jangan sampai membuat beliau marah marah ya! Surat tugas dari Rumah Dongeng saya serahkan kepada beliau yang membuatnya sedikit tersenyum.

“Cepat sembuh ya Pak…”, ujarku sembari menyerahkan 7 lembar surat tugas sebagai salah satu dokumen yang wajib dibawa ketika kegiatan ini berlangsung. Ada 7 lembar surat tugas yang langsung saya serahkan kepada beliau mengingat pada 6 kegiatan sebelumnya saya selalu lupa membuat surat tugas.

Tak lama kemudian keluar juga Ibu Ima dan Kak Lory dari ruangan sembari mengipas-ngipaskan tangannya. Nampaknya keduanya juga merasa kepanasan. Kak Lory puj segera mengajak kami berdua untuk melepas panas dengan segelas kopi di warkop seberang jalan. Hanya saja karena warkopnya sudah penuh dengan pengunjung lainnya, kami bertigapun duduk duduk di tepi sungai sembari menikmati minuman kami masing masing.

Sementara itu di dalam ruangan kegiatan, Dr Jabaruddin Pasuloi masih asyik meliuk-liukkan narasi indahnya tentang bagimana jurus literasi sekolah melalui Gerakan Literasi Sekolah. Berbagai tips tentang bagaimana sekolah harusnya lebih peduli dalam gerakan untuk memicu semangat membaca anak sekolah disampaikan dalam urutan 50 slide Power Point. Dari pengalaman sebelumnya, Ibu Ima mengatakan paling tidak butuh waktu 60 menit untuk menyelesaikan materi Gerakan Literasi Sekolah. Kamipun bertiga asyik ngobrol di pinggir sungai sembari menikmati kopi dan teh. Lagi asyik ngobrol, tiba tiba terdengar suara yang cukup mengagetkan kami.

Menikmati semilir angin di tepi sungai Bantimurung

Teriakan “Kak Lory….!!!”, terdengar dari seorang ibu yang sedang berada di dalam pete pete yang sedang melintas ke arah Leang Leang. Seperti nya nama Lory sudah sangat terkenal di tempat ini. Bahkan ketika ada seorang ibu yang sedang menenteng belanjaan sayur pun juga menyapa nama “Lory”.

Kagum saya saya beliau. Walaupun begitu, Kak Lory tetap ramah dan tak sombong serta selalu menyapa mereka satu persatu.

“Barusannya ada yang mengalahkan ketenaran Si Bona disini,” kata Ibu Ima.

“He…he…he.., tunggulah sebentar kalo Bona sudah beraksi. Bakalan bisa mengalahkan Bang Haji eh.. Bang Lory,” balasku tak mau kalah

Dan benar, ketika sessi dongeng sudah dimulai tanpa sengaja Kak Lory malah memanggil nama Bona untuk maju kedepan.

Maka kalahlah saya dengan si Bona!!!

MenDongKel ke SD Negeri Jongaya

DongKel datang, DongKol-pun hilang…!

Mobil DongKel di SD Negeri Jongaya Makassar

Menjelang tengah malam, muncul notifikasi di WAG DongKel Kota Makassar. Seperti biasa, setiap akhir pekan selalu ada jadwal kunjungan mendongeng yang muncul di grup WAG Dongkel perpusling. Grup ini berisikan kumpulan para pendongeng di Kota Makassar yang bertugas bersama mobil layanan perpustakaan keliling dinas perpustakaan Kota Makassar. Ada sekitar 40 anggota di grup DongKel ini, kebanyakan adalah para pendongeng dari berbagai komunitas dongeng di Makassar. Selain itu ada juga para driver andalan dan pustakawan Makassar. Salah satu komunitas yang bergabung adalah komunitas Rumah Dongeng.

Jadwal DongKel untuk minggu keempat Bulan Oktober 2018

Tertera nama Kak Heru dan Kak Anty dalam jadwal kegiatan mendongeng yang sudah disusun selama seminggu kedepan. Tugas saya hari ini, Senin 29 Oktober 2018 adalah mendongeng di SD Negeri Jongaya Makassar. Setiap hari ada 3 titik lokasi yang dikunjungi oleh tim Layanan Perpustakaan Keliling Kota Makassar, dan 2 diantaranya diisi oleh masing masing satu orang pendongeng.

Aksi Kak Heru di SD Negeri Jongaya Makassar

Tak terlalu susah untuk menemukan lokasi SD Negeri Jongaya Makassar. Saya selalu mengandalkan Google Maps untuk membantu pencarian lokasi sekolah. Lokasinya berada di belakang Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Rumah sakit ini sudah sangat familiar bagi saya karena Safira Devi Amorita, putri semata wayang kami lahir di rumah sakit ini. Beberapa keluarga lain juga masih bekerja di tempat ini.

Tiba di sekolah ini waktu sudah menunjukkan pukul 09:30 WITA. Setelah menengok kiri dan kanan, sayapun segera menuju ke ruangan kepala sekolah. Sosok yang sangat kebapakan dan ramah nampak dari sambutan bapak Kepala Sekolah. Beliau bernama Abdul Madjid, orangnya sangat ramah kepada setiap tamu yang datang ke ruangannya. Bahkan ketika tamu tersebut adalah anak anak SMP yang datang untuk mengambil ijazah, pak Madjid melayaninya dengan ramah. Sayapun harus menunggu dengan sabar di ruangan yang berukuran 3×4 meter. Sebuah sofa berwarna coklat tua digunakan untuk menerima tamu sekolah. Sebuah komputer diletakkan di sisi kanan pintu masuk ruangan dan sedang dihandle oleh seorang operator komputer.

Pak Madjid ketika menerima siswa pengungsi dari UNHCR (dok : UNHCR.org)

Pak Madjid merasa sangat senang ketika saya menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan tim DongKel ke sekolahnya. Bahkan beliau sempat bercerita ketika dirinya masih duduk di sekolah dasar, mendengarkan dongeng adalah salah satu kegiatan yang paling disukainya.

“Saya pernah belajar dibawah kolong rumah ketika sekolah SD di Selayar”, ujar beliau ketika bercerita tentang masa kecilnya. Sebagai seorang pendongeng, tak ada salahnya untuk menyimak lanjutan cerita yang disampaikan olehnya. Termasuk ketika pak Madjid harus belajar menggunakan batu untuk alat menulis pelajaran.

“Batu hitam itu saya bawa ke sekolah untuk mencatat pelajaran. Kalo sudah penuh dengan catatan, mau tak mau harus dihapus lagi!”, ungkapnya dengan penuh semangat sembari matanya menerawang ke masa kecilnya. Tahun ini beliau sudah harus pensiun sebagai kepala sekolah. Baginya sudah cukup lama merasakan pahit dan manis sebagai guru dan kepala sekolahnya.

“Mau ja tinggal di rumah bersama cucuku saja kalo sudah pensiun…”, kata beliau. Pak Madjid saat ini mempunyai 2 orang cucu dari kedua putrinya yang sudah menikah. Salah satu putrinya sudah meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Namun beliau sangat ikhlas dengan kepergian putrinya.

Teras di depan kelas menjadi panggung dongeng keliling

Tak lama kami berbincang, mobil layanan perpustakaan keliling sudah tiba di halaman sekolah. Hari ini yang bertugas sebagai driver adalah Andarias dan ditemani oleh salah satu co-drivernya. Setelah mobil parkir di halaman sekolah, serentak anak anak berkumpul dan duduk rapi di teras depan kelas untuk mendengarkan dongeng. Sebelum memulai kegiatan, saya menyampaikan kepada anak anak bahwa buku buku yang ada di mobil boleh dibaca sepuasnya tapi tidak boleh dibawa pulang ke rumah.

Dongeng Keliling atau yang lebih dikenal dengan DongKel adalah salah satu program unggulan dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang berkolaborasi dengan komunitas dongeng di Makassar. Rumah Dongeng (www.rumahdongeng.id) turut menjadi salah satu pionir dalam kolaborasi ini.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan minat baca melalui dongeng yang dibawakan oleh para pendongeng keren di Makassar. Fokus kunjungan mobil DongKel adalah ke titik sekolah sekolah tingkat TK dan SD yang berada di Makassar.

Tertarik untuk dikunjungi oleh tim DongKel?

#ReadAloud
#DongkelWithMobileLibrary
#rumahdongeng
#storytelling

Jadwal Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Sulteng

(Update per tanggal 28 Oktober 2018)

Jadwal Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu dan Donggala periode Oktober – Nopember 2018.

(Update per tanggal 28 Oktober 2018)

Selasa, 30 Oktober 2018
1. Roadshow bersama Perpustakaan Kab Maros di Kecamatan Bantimurung Maros pukul 09:00-12:00

Rabu, 31 Oktober 2018
1. SD Inpres bertingkat Malengkeri 1 pukul 08:00-09:00

Kamis, 1 Nopember 2018
1. SDN 52 Panasakkang Maros pukul 08:00-09:00
2. SDN Sudirman Kariango Maros pukul 09:00-10:00

Jumat, 2 Nopember 2018
1. SD Kalukuang 1,2,3,4 Makassar pukul 07:30-08:30
2. TK Pertiwi Maros pukul 08:30-09:30
3. SD Negeri 111 Maros pukul 10:00-11:00

Sabtu, 3 Nopember 2018
1. TK Angkasa Pura Maros pukul 08:00-09:00
2. SD Mattoanging 2 pukul 08:00-09:00
3. SDN 57 Bulu Bulu Mandai pukul 09:00-10:00
4. SD Inpres Kariango pukul 09:30-10:30
5. Event PDGI Pangkep pukul 11:00-12:00

Minggu, 4 Nopember 2018
1. Aula Lappae Sinjai pukul 08:30-09:30
2. Aula Mamnanti Sinjai pukul 10:00-11:00
3. Kampung KB Kalobba Sinjai pukul 16:00-17:00

Senin, 5 Nopember 2018
1. Roadshow Sinjai hari 2
2. SDN Cendrawasih Makassar pukul 08:00-09:00

Selasa, 6 Nopember 2018
1. SMP 6 Makassar pukul 08:00-09:00
2. SD Negeri 48 Lappae Sinjai pukul 07:30-08:30

Rabu, 7 Nopember 2018
1. SDN 96 Mannanti Sinjai pukul 07:30-08:30
2. SDN 111 Mannanti Sinjai pukul 09:15 -10:15

Kamis, 8 Nopember 2018
1. Roadshow Sinjai hari 5
2.

Jumat, 9 Nopember 2018
1. Roadshow Sinjai hari 6
2.

Sabtu, 10 Nopember 2018
1. SDN Cendrawasih 1 pukul 08:00-09:00
2. SDN Lanto Makassar pukul 10:00-11:00
3. Dalton Hotel pukul 16:00-17:00

Minggu, 11 Nopember 2018
1.
2.

Senin, 12 Nopember 2018
1. SDN Mattoangin 1 Mks pukul 08:00-09:00
2.

Selasa, 13 Nopember 2018
1.
2.

Rabu, 14 Nopember 2018
1.
2.

Kamis, 15 Nopember 2018
1.
2.

Jumat , 16 Nopember 2018
1.
2.

Sabtu, 17 Nopember 2018
1. Festival Luwuk Mendongeng di Luwuk Banggai Sultra pukul 08:00 – 12:00

Minggu, 18 Nopember 2018
1. Lomba Kisah Islami di M Regency Hotel pukul 09:00-12:00

Senin, 19 Nopember 2018
1.
2.

Selasa, 20 Nopember 2018
1. SDN Inpres Hartaco Indah pukul 09:00-0:00
2.

Rabu, 21 Nopember 2018
1. TK Andiya Makassar pukul 08:00-09:00
2.

Kamis, 22 Nopember 2018
1.
2.

Jumat, 23 Nopember 2018
1.
2.

Sabtu, 24 Nopember 2018
1. SD Nasional Makassar pukul 08:00-09:00
2. SDIT Darusalam Palopo pukul 09:00-10:00

Minggu, 25 Nopember 2018
1.
2.

Senin, 26 Nopember 2018
1.
2.

Selasa, 27 Nopember 2018
1.
2.

Rabu, 28 Nopember 2018
1.
2.

Kamis, 29 Nopember 2018
1.
2.

Jumat, 30 Nopember 2018
1.
2.

Bagi sekolah yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk mendaftarkan diri dengan format sebagai berikut :

#Dongeng#NamaSekolah#AlamatSekolah

Kirim ke : 0852 5575 1971

Siapkan infaq terbaik untuk Palu dan Donggala..!

Mari sama-sama bantu do’a dan uluran tangan kita untuk membantu meringankan beban saudara saudara kita yang sedang terkena bencana.

Dokumentasi kegiatan silakan mampir di : www.rumahdongeng.id

IG : @RumahDongeng
FB : Rumah Dongeng ID
WA : 0852 5575 1971

#SedekahDongeng
#AksiDongengKemanusiaan
#PrayForPaluDonggala

Rompi Baru Tim Sedekah Dongeng

Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri

Wah… tim Sedekah Dongeng hari ini sudah memakai seragam baru dalam melaksanakan kegiatannya. Sebuah rompi berwarna hitam yang bertuliskan Sedekah Dongeng di bagian belakang serta logo Laznas Yatim Mandiri di bagian kanan depan dipakai untuk pertama kalinya di sekolah ini. Sabtu sebelumnya Kak Safira Devi Amorita yang berkunjung ke SD Inpres Malengkeri 2, maka hari Sabtu ini 27 Oktober 2018 giliran Kak Heru yang mendongeng di SD Inpres Malengkeri 1.

Dongeng di SD Inpres Malengkeri

Kedua sekolah ini berada di dalam satu kompleks di Jalan Muhajirin 2 Makassar. Kedua sekolah ini sepertinya sudah akrab dengan kegiatan dongeng. Ketika baru sampai di gerbang sekolah, beberapa siswa yang sedang kerja bakti serentak menyapa nama “Kak Heru”.

Ada sekitar 250 murid di SD Inpres Malengkeri 1 yang pagi ini melaksanakan kegiatan Sedekah Dongeng untuk Palu dan Donggala. Mereka secara sukarela mengumpulkan uang jajannya untuk didonasikan kepada para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

RA UIN Alauddin Makassar

Sedekah Dongeng di RA UIN Alauddin Makassar

Setelah menyelesaikan sessi pertama di SD Inpres Malengkeri 1, bergegas saya hendak menjemput Safira yang hari ini juga sedang mendongeng di RA UIN Alauddin Makassar. Jarak menuju ke sekolah tersebut tidak terlalu jauh dan hanya membutuhkan waktu 15 menit.

Sedekah Dongeng bersama Yatim Mandiri

Namun ternyata ada titik kemacetan di jalan Alauddin tepatnya di depan kampus Unismuh Makassar. Saya berpikir ada demo mahasiswa di kampus tersebut. Perjalanan sedikit merayap di tengah kemacetan ini. Dan ternyata bukan demo yang menyebabkan kemacetan tetapi sebuah truk pengangkut pasir yang sedang mogok di tengah jalan.

Sessi foto bersama Kak Safira dan Kak Heru

Kata sabar memang harus mulai dipakai bila sedang berlalu lintas di jalan ini.
Tiba di RA UIN Alauddin, waktu sudah menunjukkan pukul 09:00. Jadwal dongeng di sekolah ini dimulai pukul 08:00. Ketika saya tiba, sayup sayup masih terdengar suara Safira yang masih asyik bernyanyi di depan adik adik kecil di TK UIN Alauddin.

Hasil donasi yang dikumpulkan hari ini total berjumlah Rp. 1.970.000,- yang selanjutnya disalurkan kepada Laznas Yatim Mandiri Makassar.

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#YatimMandiri

Asyiknya Mendongeng di Teras Sekolah

Mendongeng di teras sekolah bersama adik adik SD 57 Bulu Bulu Maros

Tak perlu panggung yang besar untuk mendongeng. Cukup dengan modal sebuah cerita, maka mendongeng dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Banyak yang bertanya kepada saya,

“Kak Heru sudah hapal berapa cerita?”,

Sayapun balik bertanya kepada teman tersebut tentang keharusan orang untuk menghapalkan sebuah cerita. Bagi saya cerita nggak perlu dihapal karena proses tersebut akan membutuhkan waktu yang lumayan lama. Sebut saja kala kita membaca sebuah cerita sebanyak 4 halaman, kira kira dalam tempo berapa lama kita bisa menghapalnya?

Ditodong foto bareng di SMPN 22 Bantimurung

Saya pernah membayangkan bagaimana seorang aktor panggung yang disuguhi berlembar lembar kertas naskah yang harus dihapal. Bisa saja mereka membutuhkan waktu berhari hari untuk menghapal naskahnya. Saya pernah ditawari oleh om Yudhistira untuk bermain teater. Dengan penuh rasa hormat saya mundur perlahan-lahan ketika melihat naskah yang berjilid jilid. Seorang aktor bukan hanya menghapal naskahnya sendiri tapi dia harus hapal pula naskah lawan bicaranya. Benar benar luar biasa daya ingat seorang aktor…!

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMPN 2 Maros

Naskah dongeng bagi saya tidak perlu dihapal kata per kata. Cukup dibaca beberapa kali, kemudian diulang paragraf per paragraf. Kadang saya membagi naskah menjadi beberapa segmen sembari menyisipkan musik dalam setiap segmen tersebut. Memadukan naskah dan musik dibuat di slide hasil olahan program Microsoft Power Point. Setelah itu file disimpan dalam HP Android supaya setiap saat bisa dibaca dan digunakan ketika mendongeng.

Bila biasanya musik sebagai backsound dongeng dioperasikan oleh orang lain, maka dengan bermodalkan HP Android dan sebuah pointer, musik bisa dimainkan sendiri oleh si Pendongengnya.

Seperti pagi ini, ketika Kak Heru mendongeng di SMP Negeri Unggulan 2 Maros, saya hanya meletakkan HP tersebut di tempat yang aman dari jangkauan anak anak, file musik sudah disiapkan, disambung via bluetooth ke sound system, dan jadilah sebuah pertunjukan dongeng musikal with one man.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMPN 22 Maros

Oh iya, sebelumnya di hari Senin, 22 Oktober ada agenda Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMP Negeri 22 Bantimurung Maros. Jika teman teman biasa melewati rute perjalanan dari arah Maros ke Bone, SMPN 22 Bantimurung terletak di sebelah kiri jalan arah ke Bone. Lokasinya sekitar 3 km dari jalan propinsi ini. Selama seminggu kedepan jadwal dongeng berfokus di Kabupaten Maros. Pihak pemerintah Kabupaten Maros yang diwakili oleh Dinas Pendidikan Kab. Maros telah mengeluarkan surat rekomendasi kegiatan Sedekah Dongeng di Kabupaten Maros.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMPN 2 Maros

Sedangkan di hari Selasa 23 Oktober 2018, lokasi kegiatan Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Maros adalah di SMP Negeri Unggulan 2 Maros. Ketika saya memposting foto foto kegiatan ini di grup WA Rumah Dongeng, tiba tiba ada komentar dari Kak Alle, salah satu anggota WAG yang meminta saya untuk memposting semua foto foto kegiatan dongeng di sekolah ini. Usut punya usut ternyata Kak Alle adalah salah satu alumni dari SMP Negeri 2 Maros. Dan perlu juga teman teman ketahui, bahwa Kak Alle ini adalah salah satu tokoh perintis dongeng di Kota Makassar. Sekitar tahun 90-an beliau sudah membuat sebuah program dongeng keliling sekolah yang bernama Daeng Dokel atau Dongeng Keliling. Bermodalkan sebuah sepeda tua, Kak Alle mengunjungi sekolah sekolah di Makassar untuk mendongeng.

Kegembiraan mereka setelah mendengarkan dongeng

Dan setelah meyelesaikan kegiatan dongeng di 2 sekolah tersebut, Kak Heru menyempatkan diri untuk mampir di SDN 57 Bulu Bulu Mandai yang letaknya tak jauh dari pasar Mandai Maros. Sekolah ini adalah salah satu sekolah percontohan untuk Gerakan Literasi Sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Maros. Di setiap akhir pekan, guru guru diwajibkan untuk mendongeng di depan kelasnya masing masing. Kak Heru sudah pernah diundang untuk mendongeng di sekolah ini untuk program GLS tadi. Maka tak heran jika murid murid di sekolah ini kenal dan selalu menyapa Kak Heru sekalian minta sebuah cerita. Salah seorang guru yang menjadi idola bagi murid murid di sekolah ini adalah Ibu Ima, seorang guru kelas 2 yang juga senang mendongeng di setiap akhir pekan. Selain itu, ibu Ima juga sering menjadi salah satu nara sumber kegiatan literasi sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros.

Dongeng Nenek Pakande dari Soppeng

Dan diatas sebuah bangku yang berada di depan teras kelas, beberapa anak laki laki mulai mendekati saya dan minta sebuah cerita. Ada sekitar 10 anak yang duduk serius di depan saya ketika dongeng Nenek Pakande mulai dituturkan. Tidak sampai 10 menit dongeng ini selesai saya tuturkan kepada mereka. Tepuk tanganpun segera mereka berikan sebagai apresiasi cerita ini. Dan sepertinya ketika cerita Nenek Pakande ini sudah berakhir, muncul lagi beberapa adik adik kelas 2 yang ingin juga didongengkan.

Wah…. akhirnya sayapun harus lari dengan teratur ke ruangan ibu kepala sekolah…! Sesampai di ruangan ibu kepsek, saya sudah disodori sebuah jadwal dongeng tanggal 3 Nopember 2018 di sekolah ini.

Wah…. !

Dongeng Trauma Healing di Asrama Haji Sudiang

Aksi Dongeng Kak Heru di Asrama Haji Sudiang

Hari minggu ini Kak Heru harus sendirian saja mendongeng di 2 tempat yang berbeda namun harus piawai mengatur waktu dan jarak. Dari markas Rumah Dongeng di Samata waktu menunjukkan pukul 13:00. Perjalanan ke Sudiang jarak tempuhnya lumayan jauh. Untungnya ini hari Minggu, jadi arus lalu lintas tidak terlalu padat.

Karena Safira hari ini ada kegiatan bersama teman kampusnya di mall Panakukkang, saya harus mengantarkan dia terlebih dahulu sebelum menuju ke Sudiang. Durasi perjalanan ini sekitar 1 jam 55 menit, sedangkan jadwal dari panitia kegiatan adalah pukul 15:30 WITA.

Ini adalah pertama kalinya saya mendongeng di asrama haji Sudiang. Flash back tahun 1992 pernah tinggal di asrama ini ketika mengikuti TC bersama drum corps Pramuka Unhas sewaktu persiapan mengikuti Grand Pix Marching Band di Istora Senayan Jakarta. Waktu itu bangunan asrama masih sederhana dan fasilitasnya masih terbatas. Tentu saja sangat berbeda dengan suasana saat ini. Bangunan megah dan berbagai macam fasilitas untuk jamaah haji sudah sangat lengkap mulai dari kamar yang dilengkapi dengan AC sampai tempat penukaran uang riyal yang berada di tengah asrama ini.

Fakultas Kedokteran UMI hari ini mengadakan kegiatan trauma healing bagi adik adik pengungsi dari Palu di asrama haji Sudiang. Sebuah aula kecil yang berada di tengah asrama dijadikan tempat yang bernama Sekolah Ceria. Beberapa perlengkapan mirip sebuah sekolah berada di tengah ruangan ini, seperti ayunan, perosotan dan perlengkapan alat tulis. Beberapa spanduk juga nampak masih menempel di dinding ruangan, diantaranya ada dari komunitas Forum Anak, Bosowa Peduli, dan komunitas lainnya yang seakan bersaing untuk menunjukkan keberadaannya disini.

Memang di awal bulan Oktober 2018 ketika ribuan pengungsi datang ke Makassar, tempat ini menjadi salah satu posko penampungan para pengungsi dari Palu. Jumlahnya sekitar 5 ribuan lebih, terdiri dari orang tua dan anak anak. Seketika itu juga ratusan komunitas di Makassar terutama yang bergerak di bidang sosial dan anak tanpa dikomando bergerak untuk membantu saudara saudara mereka yang sedang tertimpa musibah gempa bumi dan tsunami.

Mereka serempak menunjuk ke arah Bona

Dan di kesempatan hari ini pula, sekitar 35 anak anak yang masih bertahan di tempat ini senang mendengarkan dongeng bersama Kak Heru dan Bona dari Rumah Dongeng. Selain itu, nampak beberapa mahasiswa dari Fakultas Kedokteran UMI hadir bersama para senior mereka. Jas warna hijau nampak kontras terlihat lebih dominan di dalam ruangan bila dibandingkan dengan adik adik dari Palu. Ada aturan tertulis yang berlaku di tempat ini, salah satunya adalah pengunjubg dilarang menfoto close up wajah para pengungsi. Dilarang juga melakukan live event secara online ketika acara sedang berlangsung. Dokumentasi kegiatan hanya boleh dilakukan oleh 1 orang panitia saja.

Aksi Dongeng Kak Heru di Asrama Haji Sudiang

Ketika waktu sudah menujukkan pukul 15:45 WITA, saya pun segera berinisiatif untuk memulai acara karena masih ada agenda lain yang sudah menunggu. Sebuah dongeng pun segera meluncur di hadapan adik adik. Perhatian saya tertuju kepada salah satu anak yang sangat aktif bergerak dan selalu mau maju ke depan ketika saya mulai mendongeng. Bahkan dia mau menjadi tokoh dalam dongeng saya. Saya tidak sempat bertanya nama dan umurnya, namun sepertinya adik adik dari Palu adalah anak anak yang pemberani dan tak takut untuk bersosialisasi dengan orang lain. Apalagi ketika sessi Si Bona yang muncul..!. Suasana dalam ruangan penuh dengan gelak tawa dari mereka bahkan termasuk juga dari teman teman dari Fakultas Kedokteran UMI yang tertawa lebih keras. Dan tak terasa hampir 45 menit sudah saya menemami mereka. Setelah berfoto foto, sayapun segera bergegas meninggalkan asrama haji Sudiang.

Rute Dongeng Hari Ini

Selanjutnya Kak Heru menuju ke Taman Pakui di Jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar. Saya diminta oleh salah satu EO untuk mengisi dongeng di ajang kuliner Makassar 2018 yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar. Dari Sudiang ternyata butuh waktu hampir 1,5 jam untuk bisa sampai di Taman Pakui.

Minggu sore Makassar mulai macet…..

#storytelling
#RumahDongeng
#DongengAnak
#traumahealing

Dongeng Sabtu Pagi

Aksi Kak Safira di SD Inpres Malengkeri 2

Waktu di smartphone baru menunjukkan pukul 06:30 WITA. Di catatan agenda yang tercantum, ada 3 kegiatan dongeng. Bergegas Kak Heru dan Bona; Kak Safira dan Elwy sudah harus beranjak ke 3 lokasi tersebut. Saya harus mengantar Kak Safira terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke rute sekolah lainnya.

Lokasi pertama adalah SD Inpres Malengkeri 2 di Jl. Muhajirin Makassar. Karena baru pertama kali ke sekolah ini, Kak Heru masih harus mengandalkan Google Maps untuk mencari lokasinya. Tak berapa lama muncullah nama sekolah ini di layar HP lengkap dengan rute serta wakti tempuh. Bermula dari markas Rumah Dongeng, durasi yang diperlukan hanya sekitar 17 menit saja.

Hari Sabtu memang hari yang cukup sepi arus lalu lintas di daerah Samata dan sekitarnya. Tepat pukul 07:00 kami sudah tiba di sekolah yang dimaksud. Ada salah satu guru yang saya kenal bertugas mengajar di sekolah ini. Namanya Mentari, salah satu alumni dari Unismuh yang pernah mengundang Kak Heru untuk menjadi nara sumber kegiatan seminar di kampusnya. Saya mencoba untuk menghubunginya, namun panggilan melalui aplikasi WA tidak direspon olehnya. Saya kemudian mencoba menelpon salah satu staf dari Yatim Mandiri Makassar. Di ujung telpon, Joharni masih berada di kostnya dan belum beranjak ke lokasi dongeng.

“Dekat ji sekolahnya dengan tempat kostku”, begitu katanya ketika saya bertanya mengapa belum ada di sekolah.

Hmmm…. sepertinya masih agak lama menunggu kedatangan mereka. Padahal acara dimulai pukul 07:30. Sayapun mencoba menengok pintu gerbang sekolah. Beberapa siswi nampak sedang asyik bercengkrama dengan teman temannya. Sementara di sisi lain nampak ada seorang siswa yang sudah asyik menenteng gorengan di tangannya. Ketika saya memasuki gerbang sekolah, terdengar panggilan yang menyebut nama saya.

“Eh.. ada Kak Heru..!”,
Serentak siswi yang sedang asyik ngobrol segera menghampiri saya. Nampaknya wajah ini sudah familiar di mata mereka. Saya pun meminta salah satu siswi untuk mengantar saya ke ruang guru. Ternyata ruangan guru juga masih kosong.
Mungkin kepagian saya datang ya…?

Penyerahan donasi kepada Yatim Mandiri Makassar

Akhirnya setelah 10 menit ada ibu guru yang datang dan menyapa saya. Kepada ibu guru, saya jelaskan bahwa yang mendongeng nanti adalah Kak Safira Devi Amorita. Saya hanya mau mengecek sound system yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah. Setelah semuanya siap, sayapun segera meninggalkan sekolah ini untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah berikutnya.

Asyiknya mendengarkan dongeng di SD Inpres Mamajang 4

Lokasi sekolah selanjutnya adalah SD Inpres Mamajang 4 Makassar di jalan Singa. Ini adalah kunjungan saya yang kedua setelah sebelumnya mendongeng di SD Inpres Mamajang 1 sekitar 2 minggu lalu. Berbeda dengan kegiatanya sebelumnya yang berada di lantai 2 sekolah, pagi ini saya mendongeng di salah satu kelas yang sudah disiapkan oleh Pak Yoga dan Nizar dari Laznas Yatim Mandiri Makassar. Mereka berdua sudah memindahkan bangku dan kursi siswa di sisi samping kelas.

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#Storytelling

Kolaborasi Bersama Think Survive dan Laznas Yatim Mandiri

Pernah dengar kata “Penyintas?”


Kata ‘penyintas’ kali pertama muncul sekitar tahun 2005. Kata tersebut dipopulerkan oleh para aktivis kemanusiaan dan relawan saat terjadi bencana. Istilah ini merupakan terjemahan dari kata survivor dari bahasa Inggris yang berarti ‘orang yang selamat’. Meskipun semua penyintas mengalami penderitaan, namun tidak selalu sama dengan korban akibat suatu kejadian. Sebab, korban, pada umumnya tidak memiliki kemampuan (berdaya) untuk bertahan dalam suatu kondisi, bahkan ada yang meninggal dunia. Dengan demikian, apabila seseorang yang menjadi korban dari suatu kejadian atau bencana, tetapi ia berhasil bangkit, maka ia disebut sebagai penyintas.

Nah dalam kesempatan kali, Selasa 16 Oktober 2018 Kak Safira mendongeng di acara Super Camp TK Al Azhar Makassar di kawasan perumahan BI Jalan Sultan Alauddin. Ada sekitar 50 adik adik TK yang ikut dalam kegiatan Super Camp ini. Satu jam sebelumnya ada juga tim DongKel dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang hadir di tempat ini. Sedangkan kehadiran Kak Safira disupport oleh Yayasan Think Survive sebagai aksi penggalangan dana bagi penyintas kanker.

Sedangkan Kak Heru masih harus menyelesaikan jadwal mendongeng di SDN 125 Sinjai. Hari ini ada 4 sekolah yang harus didatangi. Ada yang menarik perhatian Kak Heru ketika datang di SD Negeri 125 Sinjai. Di sekolah ini juga ada seorang anak berkebutuhan khusus. Namanya Afdal, umurnya 9 tahun dan sekarang duduk di kelas 3 di sekolah ini. Ketika berumur 4 tahun, Afdal kena panas tinggi yang menyebabkan pertumbuhan tulangnya menjadi tidak normal. Meski mengalami kondisi yang berbeda dengan teman lainnya, Afdal tetap semangat untuk bersekolah dan bergaul dengan temannya.

Hari ini dia sangat gembira bertemu dengan Kak Heru dan Bona. Tingkah laku Bona yang lucu dan suka bernyanyi lagu anak anak membuatnya tertawa terus. Bahkan dia ingin Bona jadi teman barunya. Dalam keseharian di kelasnya,Afdal belajar harus dalam keadaan duduk di sebuah kursi dan diawasi oleh sang ibu yang juga merupakan guru yang mengajar di sekolah ini

Kenyamanan Mendongeng di Mapolres Sinjai

Cuaca di Sinjai yang sangat menyengat membuat kegiatan dongeng hari Senin, 15 Oktober 2018 cukup membuat keringat bercucuran.

Walau hari masih pagi, namun musim kemarau yang masih berlangsung di Sinjai cukup membuat udara sangat gerah dan panas. Sawah yang membentang luas di sepanjang jalan nampak kering kerontang dan sangat gersang. Tak ada lagi padi yang bisa tumbuh disini. Sumur warga juga sudah mulai menipis persediaan airnya. Bahkan di wisma yang saya tempati airnya sudah bercampur dengan air laut. Rasanya agak aneh ketika digunakan untuk wudhu. Menurut Kak Cunnieq, air laut sudah mulai masuk ke kawasan penduduk dan meresap ke dalam sumur. Sama ketika kami makan siang di salah satu rumah makan di kawasan Bukit Gojeng. Es teh tawar yang saya minum rasanya agak aneh, mungkin sudah bercampur dengan air laut. Sepertinya lebih baik minum air kemasan saja yang dijamin bebas dari rasa payau, campuran air tawar dan air laut

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SDN 82 Sinjai

Setelah menyelesaikan misi dongeng di lokasi pertama di SDN 82 Sinjai, tim Rumah Dongeng Sinjai segera bergerak ke lokasi selanjutnya yaitu di TK Kemala Bhayangkari Sinjai. Waktu sudah menunjukkan pukul 09:15 WITA ketika kami sampai di sekolah ini. Sekolah ini berada persis di belakang kantor Mapolres Sinjai dan pengelolaannya dibawah Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Sinjai. Di halaman depan sekolah sudah nampak beberapa siswa yang hari ini menggunakan baju berwarna kuning cerah. Ketika kami sampai, ibu kepala sekolah memberitahukan kepada tim bahwa kegiatan dongeng dilaksanakan di aula Mapolres. Sayapun segera memutar balik mobil untuk segera menuju aula yang dimaksud. Setelah memarkir mobil, sayapun membuka bagasi dan menurunkan sound system dibantu oleh Kak Cunnieq. Ketika kami membuka pintu aula, sebuah terpaan sejuk dan dingin menyapu wajah kami.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di Aula Mapolres Sinjai

Wah… ternyata hembusan 4 buah AC standing floor membuat udara di ruangan ini menjadi dingin dan nyaman. Saya dan kak Cunnieq seperti kegirangan dengan fasilitas yang ada di aula ini setelah sebelumnya diterpa cuaca yang cukup panas dan menyengat. Tak lama kemudian adik adik TK Kemala Bhayangkari Sinjai sudah berdatangan dan duduk dengan manis di kursi yang telah disiapkan. Beberapa pengurus dari Yayasan Kemala Bhayangkari juga sudah hadir bersama para guru TK. Menurut panitia, kegiatan hari ini akan dibuka langsung oleh Bapak Kapolres Sinjai, AKBP Ardiansyah.

Bersama AKBP Ardiansyah Kapolres Sinjai

Dan tepat pukul 09:30 WITA beliau sudah hadir di aula ini dan segera menyapa adik adik yang sudah nampak tak sabar untuk mendengarkan dongeng. Sambutannya yang disampaikan cukup singkat dan dengan sangat senang hati menyambut kedatangan tim Rumah Dongeng di Mapolres. Sepertinya bapak Kapolres lebih mengerti suasana hati adik adik, sehingga dengan segera beliau menyilakan Kak Heru untuk memulai acara dongeng. Tak salah jika beliau dianugerahi predikat Duta Sosial dan Anak oleh KPAI tahun 2018. Bahkan setelah acara dongeng usai, beliau mengundang kami untuk berkunjung ke ruangannya.

Dongeng di Lapnas Sinjai

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala

Pernah dengar Monas..?

Monas adalah monumen nasional yang berada di Jakarta. Nah, kalian pernah ke Lapnas?

Di pusat ibukota Kabupaten Sinjai ada kawasan yang disebut Lapnas atau Lapangan Nasional. Tempat ini adalah salah satu paru paru kota dan juga tempat diadakannya Car Free Day setiap Minggu pagi. Letaknya berada di Jalan Persatuan Raya yang merupakan jalan poros di kabupaten ini. Luasnya kira kira sebesar lapangan sepak bola, ditengah taman hijau ini ada sebuah tugu yang berdiri kokoh.

Dongeng di Taman Kota Sinjai bersama Kak Heru

Jika biasanya kegiatan CFD diisi dengan kegiatan senam dan jogging yang dilaksanakan pada pukul 07:00-08:30 yang diikuti oleh kalangan dewasa dan orang tua, maka tak mau kalah beberapa adik adik kecil sudah berkumpul di bagian tengah taman untuk mendengarkan dongeng. Program dongeng pagi ini adalah program yang baru pertama kali dilaksanakan di tempat ini. Tim Rumah Dongeng sudah mendapatkan ijin dari pihak terkait untuk membuat dongeng pagi.

Dongeng di Taman Kota Sinjai bersama Kak Heru

Ada sekira 50 adik adik yang sudah duduk dengan rapi di tempat kegiatan dongeng pagi. Mereka rata rata berasal dari berbagai sekolah yang pernah Kak Heru kunjungi selama roadshow dongeng kemanusiaan untuk Palu dan Donggala beberapa hari sebelumnya. Namun ada juga beberapa adik kecil yang datang ditemani oleh ayah dan bundanya. Ada yang masih digendong. Ada juga yang masih dipangku oleh ayahnya.

Dongeng

Minggu pagi ini, 14 Oktober 2018 Kak Heru membawakan sebuah dongeng yang bertema kebersihan. Memang nampak di beberapa bagian dari taman ini yang nampak sampah yang masih berserakan dan terlihat mengotori kawasan Lapnas. Tong sampah juga nampak tak terurus dengan baik. Sebelum mendongeng, Kak Heru menjelaskan tentang arti warna tong sampah.

Tong berwarna hijau adalah untuk sampah organik seperti daun dan sisa makanan, tong berwarna kuning untuk sampah anorganik seperti kertas dan plastik. Sedangkan yang berwarna merah adalah tong sampah yang diisi dengan sampah berbahaya dan mengandung bahan kimiawi seperti bekas baterei.

Kegiatan dongeng ini juga dihadiri oleh Kak Yani, Kak Ima dan Kak Evi yang merupakan penggerak Rumah Dongeng di Sinjai. Juga dihadiri oleh para peserta workshop dongeng yang dilaksanakan 2 minggu sebelumnya di wisma Hawai Sinjai.