Gantungkan Cita-Citamu Setinggi Langit : Dongeng Motivasi di Palu

Dongeng Trauma Healing di Donggala Sulawesi Tengah
Selasa, 26 Nopember 2018 tim AMDA Chapter Makassar bergerak ke SD Negeri Donggala Kodi di Palu Barat. Lokasi sekolah ini tak jauh dari Perumahan Balaroa tempat terjadinya liquidfaksi akibat gempa yang terjadi 28 September 2018.

Murid murid di sekolah ini masih belajar di bawah tenda besar bantuan dari Unicef dan Kemendikbud.
Sejak pagi Kota Palu diguyur hujan dengan intensitas cukup deras. Halaman sekolah menjadi basah sehingga kegiatan dongeng dilakukan dibawah tenda.

Walaupun demikian, suasana di dalam tenda tetap riuh dan ramai ketika saya mulai menyapa mereka. Wajah wajah yang ceria tergambar dalam senyuman yang tulus dan ceria. Acara saya mulai dengan terlebih dahulu mengenalkan sosok Professor Husni Tanra selaku ketua tim AMDA Chapter Makassar.
Mendengar kata professor, serentak mereka berdecak kagum. Mungkin saja selama ini mereka hanya mendengar gelar professor ini melalui TV atau radio. Dan hari ini sosok Professor hadir langsung di hadapan mereka.

Ketika Prof Husni Tanra membuka acara inipun gaya bicara tidak formal dan kaku. Beliau langsung bertanya kepada anak anak tentang cita citanya. Ada yang ingin jadi dokter, pilot, polisi bahkan ada yang ingin jadi presiden.

“Gantungkan cita citamu setinggi langit..!” seru prof Husni dengan penuh semangat.

“Saya ini dulu orang kampung yang tinggal di Wajo. Saya selalu giat belajar dari kecil. Dengan giat belajar, saya sudah pernah pergi ke Amerika dan Jepang.
Siapa yang mau pergi ke Amerika?”, tanyanya kembali.

Serentak semua murid mengacungkan jarinya. Wajah mereka penuh semangat mendengar kata demi kata yang meluncur dari seorang professor.

“Kalian harus rajin belajar dan harus hormat sama guru guru”, sebuah kalimat penutup diberikan kepada mereka agar bisa mewujudkan cita citanya.

Setelah sambutan dari Professor Husni Tanra, acara dilanjutkan dengan mendengarkan sebuah DONGENG…!

Wah ketika saya baru mengajak mereka untuk bernyanyi, tiba tiba speaker yang saya gunakan mati. Ternyata siang ini ada jadwal pemadaman lampu dari PLN. Walaupun tanpa sound system kegiatan dongeng tetap saya lanjutkan.

Siapa mau dongeng bilang saya..!

#traumahealing
#DongengAnak
#RumahDongeng
#AMDAChapterMakassar
#Storytelling

Dengarkan Jesica Bicara : Dongeng Trauma Healing di Palu

Ketika Professor Husni Tanra meminta kesediaan saya untuk menjadi relawan AMDA, maka dengan senang hati saya menerima ajakan beliau.

AMDA adalah sebuah organisasi internasional yang didedikasikan untuk mewujudkan komunitas dunia yang damai melalui upaya kemanusiaan di sektor perawatan kesehatan medis. Didirikan di Okayama City, Jepang, pada tahun 1984.

AMDA adalah organisasi non-pemerintah, nirlaba dengan jaringan internasional dari 30 cabang dan 47 organisasi yang berkolaborasi di seluruh dunia.

AMDA telah bekerja di lebih dari 50 negara di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa bekerja sama dengan pemerintah, badan PBB, seperti UNHCR, WHO, WFP, UNOCHA, dan lembaga dan lembaga khusus lainnya.

Dan hari Minggu siang, 25 Nopember 2018 saya tiba di Palu. Setelah beristirahat sejenak di salah satu guest house yang tak jauh dari Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie, saya diajak oleh tim AMDA untuk makan siang di Rumah Makan Padaidi Palu. Sempat bertanya dalam hati, kok jauh jauh ke Palu tapi makannya di rumah makan punyanya orang Pangkep ya..?

Sempat saya melirik tak jauh dari rumah makan ini ada tempat makan khas orang Palu yaitu Kaledo Stereo. Maunya sih saya bisa makan Kaledo dulu. Tapi tak apalah karena pasti di lain waktu masih ada kesempatan untuk merasakan makanan khas Palu ini.

Aksi Dongeng Kak Heru di Sigi Sulawesi Tengah

Usai makan siang, kami beristirahat sejenak di salah satu lokasi pemancingan di Kabupaten Sigi. Jaraknya tak jauh dari dari Kota Palu. Dan sekitar pukul 16:00 WITA tim AMDA sudah berada di JonoOge Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Sore ini saya beraksi menghibur adik adik sekolah minggu di tempat ini.

Sebelum memulai kegiatan dongeng, saya sempat duduk di barisan anak anak yang sudah hadir di lokasi kegiatan. Saya melihat ada seorang gadis kecil yang duduk paling depan. Namanya Jesica, umurnya baru 6 tahun. Saya mencoba berbincang dengan si kecil pemberani ini sembari menunggu acara dimulai.

Kak Heru asyik ngobrol dengan Jesica

Di tangannya nampak sebuah kertas yang dilipat dengan rapinya. Saya mencoba mendekati gadis kecil ini dan bertanya kertas apa itu?

“Ini surat untuk ibu guru Krista,” jawabnya.

“Boleh Kak Heru lihat apa isinya?,” tanyaku. Tanpa ragu ragu dia meyerahkan kertas kecil berwarna putih.
Ada kalimat kalimat yang ditulis dengan guratan pensil.
Saya nggak terlalu hapal isinya, namun surat itu berisi ucapan terima kasih kepada ibu guru Krista yang telah membuat Jesica menjadi anak pintar.

Ibu Krista adalah salah satu relawan pengajar di tempat ini. Dan besok pagi ibu Krista akan pergi meninggalkan Palu karena masa tugasnya sudah selesai. Dan besok pula surat itu akan diberikannya kepada ibu guru Krista.

Mengajak berbincang dan bercerita adalah salah satu metode yang baik dilakukan di lokasi bencana.
Dengarkan apa yang anak katakan. Lihat matanya agar dia tahu bahwa dia didengar oleh orang dewasa.

#traumahealing
#RumahDongeng
#Palubangkit
#sigibangkit
#DonggalaBangkit

4 lokasi Dongeng dalam sehari

Sabtu ini, 24 Nopember 2018 agenda kegiatan dongeng sangat padat. Ada 4 titik yang harus saya kunjungi. Satu titik di Kabupaten Pangkep terpaksa saya batalkan karena faktor jarak dan waktu yang sangat mepet. Setelah saya perhitungan dengan seksama dengan melihat lokasi ke-4 titik tersebut, maka saya mulai mengatur satu persatu titik kunjungan mana yang harus pertama kali didatangi.

1. SDS Nasional Jln Ratulangi Makassar.

Kegiatan Sedekah Dongeng di SD Nasional Makassar

Sekitar tahun 1999 saya pernah menjadi pengajar komputer di SMP Nasional. Kala itu mengajar Lotus dan Wordstar. Bagi pengguna awal komputer, kedua program itu sangat familiar dan dikenal sebagai software pengolah data dan kata. Sistem operasinya juga masih menggunakan DOS versi 6.0.

Kegiatan Sedekah Dongeng di SD Nasional Makassar

Dan hari ini saya hadir kembali di sekolah ini dengan profesi sebagai pendongeng. Antusias anak anak disini luar biasa ketika mendengarkan dongeng. Usai mendongeng, saya dihampiri oleh Bapak Kepala yayasan yang sedari awal turut mendengarkan dongeng yang saya bawakan. Beliau dulu juga sering mendongeng untuk anak anak.
Dari hasil bincang bincang kecil, beliau mengajak saya untuk membuat sedekah dongeng secara rutin di sekolahnya.

2. TK Masita Jalan Muhajirin Malengkeri Makassar

Kegiatan Sedekah Dongeng di TK Masita Makassar

Lokasi kedua seharusnya bertempat di SAIK ( Sekolah Alam Insan Kamil) Gowa. Namun karena ada beberapa tamu undangan yang masih harus ditunggu, saya memutuskan untuk menunda dongeng di sekolah ini. Kepada panitia saya berjanji akan datang pukul 13:00 WITA.

Selanjutnya saya ditemani oleh Joharni menuju ke TK Masita di Jln. Muhajirin Malengkeri Makassar.
Ibu Een, Kepala sekolah TK Masita sekaligus ketua IGTKI Makassar secara khusus meminta Kak Heru untuk datang di acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan Sedekah Dongeng di TK Masita Makassar

Acara ini turut juga dihadiri oleh orang tua terutama ibu ibu yang juga ikut mendengarkan dongeng Islami tentang masa kecil Muhammad ketika diasuh oleh Halimah, ibu susunya.

3. SD Inpres Maccini Sombala 1

Kegiatan Sedekah Dongeng di SD Inpres Maccini Sombala 1 Makassar

Setelah menyelesaikan misi dongeng di TK Masita, mbah Google Maps menyarankan kepada saya untuk bergerak ke lokasi 3 di SD Inpres Maccini Sombala di Jln. Abdul Kadir Makassar. Kalo tidak salah sekitar 4 tahun lalu saya biasa diundang oleh Ibu Neneng untuk mendongeng di sekolah ini. Semenjak ada pergantian kepala sekolah, saya sudah jarang ke sekolah ini. Beberapa murid masih mengenal wajah saya ketika saya masuk di ruangan guru.

Dan yang selalu ditanyakan oleh anak anak adalah “Kak, mana Bona?”.

Kegiatan Sedekah Dongeng di SD Inpres Maccini Sombala 1 Makassar

Donasi yang dikumpulkan dalam kegiatan sedekah dongeng ini berjumlah Rp. 2.127.000,- yang selanjutnya disalurkan kepada Laznas Yatim Mandiri .

4. Sekolah Alam Insan Kamil Gowa

Rasanya sangat pas ketika tepat pukul 11:00 ketika saya tiba di kantor Laznas Yatim Mandiri Makassar di Jalan Andi Tonro. Oleh oleh kue dan telur maulid hasil kegiatan dongeng di TK Masita kami nikmati bersama sama. Ada Linda ibu admin sekaligus keuangan yang nampaknya sudah lapar berat.

Ada juga Feby, salah satu mahasiswi UIN yang barusan pulang dari lokasi KKN di Malino Gowa. Kelihatannya Feby agak kurusan sedikit walau baru seminggu di lokasi KKN yang lokasinya diatas Malino. Wajar saja kalo siang ini Feby langsung makan songkolo plus serundeng sepiring penuh…

Setelah menikmati sedikit makan siang ala maulid, saya segera bergegas menuju lokasi ke-4 kegiatan Sedekah Dongeng di Sekolah Alam Insan Kamil di Gowa. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya bahwa kegiatan di sekolah ini diundurkan waktunya ke pukul 13:00 WITA.

Kegiatan Sedekah Dongeng di Sekolah Alam Insan Kamil

Hari ini di halaman Sekolah Alam Insan Kamil sedang diadakan Open House dengan beragam lomba dan kegiatan. Ada lomba menggambar, mewarnai, futsal dan berbagai lomba lainnya dilaksanakan di lapangan sekolah. Beberapa sekolah yang berada di sekitar sekolah ini turut juga diundang untuk menyemarakkan acara Open House.

Kegiatan Sedekah Dongeng di Sekolah Alam Insan Kamil

Kegiatan Sedekah Dongeng sudah dua kali diadakan di tempat ini, dan hari ini dongengnya juga ditonton oleh para peserta lomba yang sudah selesai mengikuti kegiatan lomba. Tak ketinggalan orang tua juga turut mendengarkan dongeng sembari menemani anaknya yang sedang mengikuti kegiatan.

Dongeng Jumat Bersedekah di RA Gerhana Alauddin dan TK Al Izhar

Sedekah Dongeng di RA Gerhana Alauddin Makassar

Jumat pagi, 23 Nopember 2018 berkunjung ke RA Gerhana Alauddin Makassar. Sekolah ini berada di kawasan yang cukup padat penduduknya tepatnya di Jalan Malengkeri Luar. Biasanya jalanan ini menjadi salah satu jalan alternatif apabila terjadi kemacetan di jalan Alauddin.

Seperti penuturan dari ibu kepala sekolahnya, sewaktu ada acara wisuda di kampus Unismuh Makassar, jalanan di depan sekolahnya menjadi padat dan ramai oleh arus lalu lintas.

Sedekah Dongeng di RA Gerhana Alauddin Makassar

Hari ini tim Sedekah Dongeng dari Laznas Yatim Mandiri juga hadir di RA ini untuk mengadakan kegiatan Sedekah Dongeng. Ada sekitar 40 anak anak yang hadir di hari Jumat ini. Pagi ini mereka memakai baju serba putih, beberapa murid laki laki memakai kopiah. Setelah ibu guru mengatur tempat duduknya, saya pun segera mulai beraksi.

Seru dan gembira ketika mendengarkan dongeng

Donasi yang dikumpulkan dari hasil sedekah dongeng sebesar Rp. 965.000,- yang kemudian disalurkan kepada Laznas Yatim Mandiri Makassar.

Maulid Nabi Muhammad di Al Izhar

Sedekah Dongeng di Al Izhar Makassar

Setelah menyelesaikan aksi sedekah dongeng di RA Gerhana Alauddin, kami bergegas menuju ke lokasi selanjutnya di TK Al Izhar. Sesuai jadwal, dongeng di sekolah kedua dimulai pukul 10:00 WITA. Ibu kepala sekolah RA Gerhana Alauddin bersikukuh meminta kepada kami untuk tinggal barang sejenak di sekolahnya. Saya melihat waktu sudah menunjukkan pukul 09:15, namun ibu kepsek sudah menyiapkan beberapa hidangan kecil untuk tim Sedekah Dongeng. Bahkan menurutnya ada ibu ibu ortu murid yang akan membawakan sup ubi dari rumahnya.

Sedekah Dongeng di Al Izhar Makassar

Dengan sedikit malu malu saya meminta kepada ibu kepala sekolah untuk membungkus saja sup ubi yang masih dalam perjalanan ke sekolah. Saya meminta kepada Asman, salah satu tim Sedekah Dongeng untuk tinggal sejenak di sekolah ini. Nanti dia yang menunggu datangnya sup ubi sedangkan saya ditemani Joharni pamit untuk menuju ke sekolah berikutnya.

Tiba di TK Al Izhar sekitar pukul 09:55 WITA. Ternyata Asman sudah tiba duluan dibandingkan dengan kami. Maklum karena dia naik roda 2, sedangkan kami harus menghindari kemacetan sehingga memilih rute jalan yang agak jauh. Sembari mencari tempat parkiran di lantai dasar Hotel Jakarta, di tangan Asman saya lihat ada tentengan yang mengeluarkan bau yang harum dan lezat. Saya pikir itu adalah sup ubi dari RA Gerhana Alauddin, tapi kok baunya agak lain. Sambil tersenyum Asman mengatakan bahwa tentengan ini adalah Mie Kering, bukan sup ubi. Pantesan saja baunya enak sekali..!

Alhamdulillah tepat pukul 10:00 saya dan tim sudah berada di salah satu ruangan di Hotel Jakarta yang sejak 3 tahun sudah berubah menjadi gedung sekolah. Di Al Izhar ini sudah ada tingkat sekolah dasarnya selain tingkat KB dan Taman Kanak Kanak.

Hasil sedekah dongeng di Al Izhar Makassar

Setelah berbincang sejenak dengan Ibu Yulia, ruangan besar yang semula masih sepi tiba tiba sudah terlihat ramai. Satu persatu murid di sekolah ini mulai masuk ke dalam ruangan. Di panggung sudah dipasang spanduk kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut ibu Yulia, kemarin murid SMP sudah melaksanakan kegiatan maulid, sedangkan hari ini kegiatan Maulid diikuti oleh murid TK dan SD.

Donasi dari kegiatan Sedekah Dongeng di Al Izhar sebesar Rp. 2.200.000,- selanjutnya disalurkan kepada Laznas Yatim Mandiri

Tradisi lisan, dari Steve Jobs hingga Jaka Tarub

Safira dan Arief, mereka adalah salah satu pendongeng masa kini

Apa pekerjaan paling berpengaruh dalam sejarah manusia?

Menurut inovator dan pendiri Apple, Steve Jobs, profesi paling berpengaruh di dunia adalah pendongeng.

“Pendongeng menetapkan visi, nilai, dan agenda dari seluruh generasi yang akan datang.”

Tak heran, Jobs sendiri adalah seorang pendongeng. Dalam setiap presentasi peluncuran produk Apple, alih-alih mengutarakan keunggulan produk, ia malah kerap mendongeng, menghadirkan drama di atas panggung. Jobs dikenal sebagai pendongeng tingkat wahid.
Salah satu dongengnya yang banyak dibicarakan adalah pidatonya saat melepas lulusan Stanford University, pada 12 Juni 2005.

Jobs menceritakan tiga cerita tentang menghubungkan peristiwa, cinta dan kehilangan, dan kematian. Dongeng itu dikenang dengan pesannya bagi generasi muda untuk ‘tetap lapar dan tetap bodoh’ (stay hungry, stay foolish).
Pesannya ini banyak dikutip. Dongengnya menembus lintas generasi.

Jika Jobs mendongeng di masa belum dikenal tulisan, ceritanya akan dikemas dalam tradisi lisan. Menurut Sejarawan Belgia, Jan Vansina, tradisi lisan (oral tradition) adalah kesaksian yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.

Dr Leo Agung S M.Pd, dosen program studi Pendidikan Sejarah UNS Surakarta, bersama rekan-rekannya dalam makalah berjudul Tradisi Lisan sebagai Sejarah, Redefinisi Pembelajaran Kurikulum 2013, menulis tradisi lisan dapat diartikan sebagai kebiasaan yang berkembang dalam suatu komunitas yang direkam yang diwariskan antargenerasi lewat bahasa lisan.
Misalnya, cerita, syair, legenda, atau yang lain. Banyak peristiwa yang direkam dalam syair dan cerita. Dalam konteks Indonesia, salah satu rekaman ini bisa ditemui dalam tradisi lisan Tanggamo, dari Gorontalo.

Tanggamo bisa disebut syair jurnalisme. Wujudnya berima tapi tak terbatas jumlah barisnya. Pada masa jayanya, Tanggomo adalah sarana menyebarluaskan informasi yang berdasar pada fakta kepada masyarakat.
Salah satu pelestari Tanggamo adalah Manuli As Ali, yang sudah meninggal di era 1970-an. Menurut Yamin Husain, yang sempat hidup bersama Manuli, Tanggomo berasal dari kata molangomo atau menampung.
Tanggamo menampung berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat maupun fakta sejarah. “(Tanggamo) Sastra lisan daerah yang berhubungan dengan pendokementasian,” ujarnya seperti dinukil dari rri.co.id

Menurut Pakar tradisi lisan Gorontalo, Nani Tuloli, Tanggomo adalah pers pada masanya, petanggomo adalah pewarta yang mencari berita dan diceritakan kepada masyarakat di tempat lain dengan cara yang menarik. “Apa yang disampaikan adalah fakta,” kata Nani Tuloli, seperti dikutip dari Kompas.com.

Indonesia memang dikenal kaya dengan tradisi lisan. Di Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumpulkan data tradisi lisan dari total 29 provinsi di Indonesia. Namun data ini masih sementara, dan masih terus dikumpulkan.

Dari data tersebut setidaknya kita bisa kita kenali dua ribu lebih tradisi lisan. Wujudnya macam-macam. Mulai cerita rakyat, teka-teki, nasihat, mitos, legenda, dan lainnya.
Provinsi yang terbanyak adalah di Kalimantan Timur yaitu sebesar 286 tradisi lisan, yang kedua adalah Jawa Tengah yaitu 275, kemudian diikuti Jawa Timur (242), NTT (146), dan Bangka Belitung (139).

Dari total sekitar dua ribu jenis tradisi lisan tersebut dibagi menjadi enam jenis. Yakni Cerita Rakyat 81,2 persen (1.769), doa atau mantera 8 persen (174), pantun 6,3 persen (137), lagu atau syair 2,7 persen (59), nasihat 1,6 persen (34), dan teka-teki 0,2 persen (5)
Dari keenam kategori tersebut, tradisi lisan yang paling banyak adalah Cerita Rakyat. Secara umum cerita rakyat dibagi menjadi tiga yaitu Epos, Mitos, dan Legenda.
Secara pengertian mitos adalah cerita yang bersifat simbolik yang mengisahkan serangkaian cerita nyata atau imajiner. Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang empunya cerita sebagai satu yang benar-benar terjadi. Epos adalah cerita kepahlawanan.

Jawa Tengah adalah daerah dengan cerita rakyat terbanyak 264 cerita. Salah satunya Kemudian Kalimantan Timur 201, Jawa Timur 197, Bangka Belitung 129, NTT 123.
Leo dkk, mengutip Robert Sibarani, guru besar Anthropolinguistik Universitas Sumatera Utara menyatakan, persoalan bangsa ini ternyata tak dapat diselesaikan hanya mengandalkan teknologi modern dan ilmu pengetahuan dari Barat yang berasal dari sumber tertulis. Perlu pendekatan budaya dari tradisi leluluhur dari sumber lisan.

Tapi posisi tradisi lisan masih terpinggirkan dan potensinya terabaikan dan dianggap masa lalu. Keberadaan tradisi ini memang mengkhawatirkan. Padahal, perannya tak jauh beda dengan tradisi dalam wujud tulisan.
“Keduanya merupakan pesan masa lampau ke masa kini. Pesan-pesan ini merupakan elemen kunci dalam rekonstruksi sejarah. Saat tak ada tulisan, tradisi lisan menanggung beban rekonstruksi sejarah. Maka tradisi lisan tetap penting dan relevan,” tulis Leo dkk.

Usaha-usaha untuk merawat tradisi lisan telah banyak dilakukan. Di antaranya lomba cerita rakyat yang dilaksanakan oleh perpustakaan nasional Indonesia setiap tahunnya.

Jadi menjadi pendongeng adalah sebuah pilihan profesi yang dapat diandalkan.

Artikel diatas dapat juga dibaca di : https://beritagar.id/artikel/berita/tradisi-lisan-dari-steve-jobs-hingga-jaka-tarub

Nabi Muhammad SAW Pedagang Yang Hebat

Hari ini masih dapat telur maulid lagi..!

Kisah masa kecil Muhammad di TK Khalifah 3 Makassar

TK Khalifah 3 hari ini mengundang Kak Heru untuk mampir meramaikan acara Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolahnya. Tak enak rasanya bila Pak Reza, seorang teman lama yang sudah lama tak bersua meminta saya utk hadir di sekolahnya.

Kisah masa kecil Muhammad di TK Khalifah 3 Makassar

Beliau meminta saya secara khusus untuk hadir sekaligus mengisahkan kehidupan Muhammad kecil sebelum diangkat menjadi Rasul Pilihan Allah. Sesuai dengan misi sekolah Khalifah yang mendidik anak anak untuk berjiwa entrepreneur, maka kisah Muhammad kecil disisipi petualangan beliau ketika sudah cakap berdagang di usia 7 tahun bersama pamannya Abu Thalib.

Kisah masa kecil Muhammad saya mulai dari ketika beliau menjadi anak yatim piatu. Ayahnya meninggal dunia ketika bayi Muhammad masih ada dalam kandungan Sitti Aminah. Begitupun juga ketika sang ibu juga meninggal dunia, Muhammad kecil dirawat oleh sang Kakek Abdul Muthalib sang penjaga Ka’bah. Tak lama dirawat oleh kakeknya, kembali Muhammad kecil harus kehilangan kakek tercintanya. Pamannya yang bernama Abu Thalib kemudian merawat dan membesarkan Muhammad.

Keseruan dongeng Islami bersama Kak Heru dan Bona

Di bawah bimbingan sang pamannya inilah Muhammad ditempa menjadi seorang pedagang yang lihai, cakap dan jujur. Beliau selalu mengajak Muhammad untuk pergi berdagang sampai ke Syria dengan melewati luasnya padang pasir. Kejujuran dan kepercayaan yang diberikan kepada Muhammad membuatnya disenangi oleh para pedagang lainnya sehingga mendapat gelar Al Amin atau orang yang dapat dipercaya.

Di tempat ini juga saya bertemu dengan Irma, salah satu alumni SMANSA 90 dan juga teman menyiar sewaktu di radio kampus Unhas. Waktu itu kami menyiar di radio Diorama (Radio Suara Mahasiswa) di PKM Unhas. Pertemuan tak sengaja ini dikarenakan musibah yang menimpa TK Khalifah di Palu. Bangunan sekolahnya hancur karena gempa yang terjadi bulan September lalu. Irma berinisiatif untuk mencari sekolah baru di Makassar dan Alhamdulillah di kota Daeng ini TK Khalifah 3 bisa menerima kehadiran murid dari Palu.

#dongengMaulid
#KisahIslami
#RumahDongeng
#TKKhalifah
#Storytelling

Read Aloud dan Rakit Atraktif

Kegiatan Sedekah Dongeng di TK Anak Sholeh Gowa

TK Anak Shaleh di Gowa adalah TK pertama yang saya kunjungi di tahun 2018. Padahal saya sendiri adalah warga berKTP Gowa.

Lokasinya berada di belakang rumah jabatan bupati Gowa. Cukup ekstrem jalanan menuju ke sekolah ini. Setelah belok, tanjakan cukup tajam langsung menghadang laju kendaraan beroda 4. Meskipun tanjakan ini hanya sekitar 150 meter namun setelahnya langsung menurun lagi dengan turunan yang sama tajamnya ketika mendaki.

Kegiatan Sedekah Dongeng di TK Anak Sholeh Gowa

TK Anak Shaleh yang merupakan sekolah di bawah yayasan Al Mualim memiliki 2 sekolah di dalamnya. Selain TK, yayasan ini juga memiliki SD mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Gerbang sekolah hanya cukup untuk satu mobil saja. Setelah masuk di kawasan sekolah, nampak beberapa rumah kost yang juga berada di sebelah kanan sekolah. Tempat kost ini dihuni oleh mahasiswa dan umum. Ada sekitar 5 kamar kost.
Di ujung jalan sekolah, sebuah bangunan megah dua lantai berdiri dengan kokohnya. Menurut ibu Marhaya Naz, rumah tersebut adalah rumah pemilik yayasan. Tadi sewaktu saya tiba di sekolah ini, sempat salah pintu gerbang masuk. Gerbang pertama yang saya masuki ternyata adalah gerbang untuk penghuni rumah tersebut. Akhirnya saya harus putar haluan ditemani oleh ibu kepala TK untuk masuk lewat gerbang sekolah yang benar.

Kegiatan Sedekah Dongeng di TK Anak Sholeh Gowa

Hari ini ada siswa SD dan TK yang ikut kegiatan sedekah dongeng. Adik adil TK ada sekitar 30 anak, sedangkan siswa SD ada sekitar 40 anak. Di bagian depan panggung, adik adik TK duduk dengan manisnya. Beberapa orang tua nampak hadir dan duduk di dekatnya. Selain dongeng, hari ini ada parenting dengan tema Read Aloud Untuk Meningkatkan Minat Baca Anak.

Salut dengan ibu Marhaya yang sengaja mengundang ortu untuk ikut mendengarkan dongeng sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan parenting. Minat baca anak akan meningkat bila ada keterlibatan antara sekolah dan rumah. Bila kebiasan membaca di sekolah juga dibawa sampai di rumah, maka saya yakin minat baca di usia dini akan semakin meningkat.

Kegiatan Sedekah Dongeng di TK Anak Sholeh Gowa

Hari ini juga ada demo penggunaan Rakit Atraktif yang langsung dibawakan oleh penemunya, ibu Olle Hamid. Beliau sebelumnya sempat menghubungi saya untuk ikut dalam berbagai kegiatan dongeng Kak Heru di beberapa sekolah. Metode Rakit Atraktif ini sangat mudah dipraktekkan baik di sekolah maupun dirumah. Metode ini memberikan kemudahan bagi anak dalam mengenal huruf, kata, kalimat dan CERITA.

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#RakitAtraktif
#YatimMandiri
#Storytelling

Gerakan Literasi Sekolah hadir di Camba Maros

Dongeng Maulid di TK Andiya Makassar

Seusai mendongeng di TK Andiya Makassar, selanjutnya perjalanan dongeng berlanjut ke Camba Kabupaten Maros.

Roadshow Gemar Membaca bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros yang bertempat di aula kantor Kecamatan Camba adalah roadshow terakhir. Dari 13 kecamatan sebelumnya, roadshow di Camba ini adalah yang paling jauh tempatnya. Untuk sampai di lokasi ini harus menempuh waktu kurang lebih 2 jam dari kota Makassar. Jalanan berkelok kelok di area Bantimurung sampai ke Camba adalah tantangan tersendiri bagi para pengemudi kendaraan.

Ibu Fatimah sedang memaparkan pengalamannya di hadapan peserta

Roadshow ini menghadirkan 3 orang nara sumber dari latar belakang yang berbeda namum sarat dengan pengalaman literasi. Salah satunya adalah St Fatimah Nugraha, seorang ibu guru yang mengajar di SDN 57 Bulu bulu yang baru baru saja mengeluarkan buku kompilasi puisi. Puisi yang ada di 72 halaman buku ini adalah karya guru dan murid murid di SDN 57 Bulu Bulu Maros. Ibu guru cantik ini berbagi pengalamannya tentang bagaimana menggerakkan budaya literasi di sekolahnya.

Nara sumber lainnya adalah DR. Djabaruddin, salah satu konsultan pendidikan tingkat nasional dan juga sekaligus kepala sekolah SMP unggulan 2 Maros. Dalam paparannya pak Doktor berbagi pengalamannya tentang Gerakan Literasi Sekolah. Tips tips literasi yang mudah dilakukan di sekolah disampaikan dalam slide yang interaktif dan menarik.
Peserta kegiatan yang terdiri dari guru, pengelola perpustakaan dan murid sangat antusias mendengarkan paparannya.

Peserta kegiatan roadshow Gemar Membaca

Sebelumnya mengakhiri kegiatan, sang master ceremony Lory Hendradjaya yang selalu setia mendampingi para nara sumber mulai dari roadshow pertama sampai hari ini, mulai memanggil nara sumber terakhir. Nara sumber ini menurutnya adalah narasumber andalan bagi anak anak.
Siapakah dia?

Yup….
Kehadiran Kak Heru dan Bona membuat suasana aula yang diguyur hujan deras semakin meriah dan ramai. Tumpahan air hujan yang mendera atap ruangan seakan hilang karena tawa keras dari peserta roadshow. Diselingi dengan raut wajah yang serius ketika sebuah dongeng klasik dari Soppeng hadir di tengah acara. Sesekali beberapa murid memperlihatkan keterkejutan ketika Nenek Pakande datang untuk menculik anak anak di Soppeng.
Dan ketika si Beddu, lelaki sederhana namun punya otak yang cemerlang berhasil mengusir Nenek Pakande dari Soppeng hanya dengan ember air sabun, Salaga dan Kura kura, wajah mereka kembali tersenyum puas dan senang.

Kalo yang ini adalah hadiah untuk Bona ya…

Itulah kekuatan dongeng..!
The Power of Storytelling membuat siapapun yang mendengarnya bisa terpana, tersenyum, tertawa atau bahkan menangis.

Di akhir cerita, saya tak menyampaikan pesan kepada mereka. Biarkan pendengar dongeng hari ini yang menyimpulkan apa amanat dari kegiatan literasi hari ini. Paparan dari 3 nara sumber sudah cukup banyak menginspirasi mereka dengan imaginasinya masing masing.
Karena pada prinsipnya kekuatan literasi adalah bagaimana mereka menerapkan budaya membaca di lingkungannya, baik di rumah maupun di sekolah.

Terima kasih untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros yang telah mengajak kami untuk terus tanpa henti menggelorakan semangat membaca dan semangat mendongeng.

Semoga di tahun depan kegiatan inu terus bisa berjalan lagi dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

#GerakanLiterasiSekolah
#ThePowerOfStoryTelling
#RumahDongeng