Hari Buku Sedunia di Kendari

Hari Buku Sedunia di Kendari

Pada tahun 1995, UNESCO memutuskan Hari Buku Sedunia dan Hari Hak Cipta Sedunia dirayakan pada tanggal 23 April, sebab tanggal tersebut juga merupakan hari kematian William Shakespeare dan penulis terkenal lainnya.
Penulis lainnya yang juga lahir maupun meninggal pada tanggal 23 April yaitu Maurixe Druon, seorang novelis Prancis, lahir 23 April 1918, Manuel Mejia Vallejo, ia seorang penulis Kolombia yang lahir 23 April 1923 dan Halldor Laxness, seorang penulis Islandia yang lahir 23 April 1902

Dilansir dari Hindustan Times, Direktur Jenderal UNESCO yaitu Audrey Azoulay merangkum tema Hari Buku Sedunia di tahun 2019 ini melalui kata-kata berikut.
“Buku adalah bentuk ekspresi budaya yang hidup dan sebagai bagian dari bahasa yang dipilih. Setiap publikasi yang dibuat dalam bahasa yang berbeda dan ditujukan untuk para pembacanya. Dengan demikian sebuah buku ditulis, diproduksi, dipertukarkan, digunakan dan dihargai dalam latar bahasa dan budaya tertentu. Tahun ini kami menyoroti dimensi yang penting karena 2019 menjadi Tahun Internasional Bahasa Pribumi yang dipimpin oleh UNESCO. Untuk menegaskan kembali komitmen masyarakat internasional dalam mendukung masyarakat adat untuk melestarikan budaya, pengetahuan dan hak-hak mereka.”
Melalui Hari Buku Sedunia 2019 ini, UNESCO bertujuan untuk memperjuangkan buku-buku dan merayakan kreativitas, keragaman dan akses yang sama terhadap pengetahuan. Hari ini telah menjadi platform bagi orang-orang di seluruh dunia dan terutama bagi kepentingan industri buku termasuk penulis, penerbit, guru, pustakawan, lembaga publik dan swasta, LSM kemanusiaan dan media massa untuk bersama-sama mempromosikan literasi dan membantu semua orang untuk memiliki akses ke sumber daya pendidikan.

Hari Buku Sedunia di Kendari

Kak Heru di Kendari merayakan hari buku sedunia

Pagi ini bersama adik adik TK dan SD di area pameran Hallo Sultra di kawasan lapangan MTQ Kendari Sulawesi Tenggara.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara ini dirangkaikan dengan perayaan Hari Buku Sedunia.