Dongeng Trauma Healing Untuk Siswa Korban BTS Roboh

Dongeng Trauma Healing di SDN 240 Baddo Baddo Mandai

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros kerjasama Rumah Dongeng (Puguh Herumawan) melaksanakan kegiatan dongeng Trauma Healing di SD Negeri 240 Baddo-Baddo Mandai, Rabu ( 21/08/2019).

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Aisyiah, Nasyiatul Aisyiah dan Pemuda Muhammadiyah dengan menyiapkan paket snack dan hadiah berupa mainan dan boneka yang dibagikan ke siswa yang menjawab pertanyaan dan aktif dalam mengikuti dongeng, serta difasilitasi dan dipandu oleh Lory Hendrajaya Direktur Radio Maros FM.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros Idrus menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya pemulihan kondisi psikologis siswa dengan mengajak penggiat dongeng untuk melakukan trauma healing dengan dongeng.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya
membangun keceriaan siswa yang sempat beberapa hari tidak masuk sekolah pasca rubuhnya tower jaringan seluler yang menimpa bangunan sekolah dan melukai beberapa siswa yang juga membuat trauma seluruh siswa yang melihat peristiwa tersebut,” ujar Idrus.

“Selain dongeng akan dilakukan terapi psikologis bekerjasama dengan psikolog Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Maros bersama Psikolog Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Maros yang akan dilaksanakan pada hari Jumat (23/08/2019)”, lanjut Idrus.

“Kami juga akan melaksanakan kegiatan Berbagi Kebahagiaan kerjasama Forum Anak Buttasalewanga Kabupaten Maros dengan membuat kegiatan lomba dan permainan yang akan membuat siswa dapat bergembira dan melupakan peristiwa kecelakaan tersebut serta berharap dukungan dari lembaga lainnya untuk terlibat dalam pemulihan kondisi lingkungan sekolah sehingga aktivitas belajar bisa kembali seperti semula,” tutupnya.

Kepala SDN 240 Baddo- Baddo Hj. Nurmiati menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih, serta berharap kegiatan ini bisa membuat siswa bisa kembali ceria dan mengikuti pembelajaran tanpa ada perasaan takut.

Kondisi siswa yang masih di rawat di Rumah Sakit saat ini sudah membaik dan semoga cepat pulih dan bisa kembali masuk sekolah mengikuti pembelajaran, ujar Hj. Nurmiati.

Sementara itu Pendiri Rumah dongeng Makassar, Heru mengatakan, maksud dari kegiatan dongeng ini, untuk mengembalikan kembali rasa percaya diri siswa agar mereka kembali bersekolah.

“Maksud dan tujuan dongeng ini untuk mengembalikan kepercayaan diri anak anak agar mereka mau kembali bersekolah. Karena kami mendapat kabar, pasca robohnya menara tersebut, banyak siswa yang takut untuk pergi sekolah karena masih mengalami trauma berat. Untuk itu kami datang untuk memberikan motivasi memberikan trauma healing kepada anak-anak agar mereka kembali berani dan ceria seperti semula,” tutupnya.

 

*) dikutip dari KLA