Lontarak dan Kementrian Agama

Malam ini diundang oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar untuk mengikuti Pembahasan Draf Final Penulisan Aksara Lontara di Hotel Novotel Makassar. Kegiatan ini akan berlangsung mulai tanggal 25 – 27 September 2019.

Pada mulanya agak sedikit heran ketika panitia menghubungi saya untuk ikut dalam kegiatan ini. Karena huruf lontara sama sekali belum saya kenal.
Namun setelah berdiskusi dengan Ibu Khusnul, peneliti senior di Kementrian Agama maka menjadi terang benderang tentang apa yang akan dikerjakan dalam kegiatan ini.

Tim penelitian telah bekerja selama kurang 6 bulan untuk membuat beberapa cerita bergambar yang ditujukan untuk anak usia sekolah dasar. Ada 9 cerita yang telah dibuatkan ilustrasi oleh tim dari Unismuh Makassar. Ada cergam berjudul Pattingaloang, ada Sahabat Anak Jesse, Ustad dan Pendeta, Dompet dan Peci dan lain lain.

Cerita bergambar anak Makassar

Tugas kami sebagai pendongeng adalah memberi masukan terhadap bahasa dan gambar yang sudah dibuat oleh tim ilustrator. Apakah gambar dan bahasa tersebut sudah sesuai dengan usia anak sekolah dasar. Beberapa huruf lontara akan muncul dalam cergam tersebut.

Yang kedua, tugas tim Rumah Dongeng adalah sebagai ujung tombak ketika buku bergambar tersebut sudah selesai dibuat dan dicetak. Pendongeng akan bertugas sebagai penutur buku tersebut di beberapa sekolah. Target pertama sekolah adalah di kota Pare Pare. Kabupaten lainnya akan menyusul untuk dikunjungi tim Rumah Dongeng.

#rumahdongeng
#ceritabergambar
#storytelling

Roadshow Dongeng di Kendari

Rumah Dongeng
Tim Rumah Dongeng bersiap menuju Kendari

Dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara mengundang Kak Heru dan tim Rumah Dongeng untuk hadir di Kota Kendari.

Ada 9 sekolah yang masuk dalam daftar kunjungan dongeng dan 2 kegiatan workshop dongeng.  Berikut liputan singkat roadshow dongeng di Kendari yang dimulai pada tanggal 19-21 September 2019.

Hari Kamis, 19 September 2019

Roadshow bersama Dinas Perpustakaan dan Persiapan Propinsi Sulawesi Tenggara dimulai hari ini, Kamis 19 September 2019 di SD Katolik Pelangi Kendari.

Rumah Dongeng
Dongeng di SD Katolik Pelangi Kendari

Sejak pukul 07:00 Pagi adik adik sudah bersiap di lapangan upacara untuk bersama sama mendengarkan dongeng. Seperti biasanya adik adik sangat rapi dan berdiri dengan penuh semangat ketika mendengar dongeng.
Namun sesaat ketika Bona mulai beraksi, barisan yang rapi langsung bubar dan makin lama makin merapat kedepan panggung upacara.

Adik adik TK Kuncup Mekar juga tidak ketinggalan

Sedangkan di SD Kingdom Kendari, kak Safira Devi Amorita juga datang untuk berbagi cerita dan ceria.

Aksi Kak Safira di Kingdom School Kendari

Hari Jumat, 20 September 2019

Hari Jumat ini ada 5 lokasi sekolah yang dikunjungi oleh tim Rumah Dongeng dan Dinas Perpustakaan Propinsi Sulawesi Tenggara.

Dongeng Kak Heru di Pesantren Ummi Sabri Kendari

Yang pertama adalah Pesantren Ummi Sabri atau lebih dikenal dengan Pesri. Pagi ini adik adik yang berseragam pramuka sangat antusias berdiri di halaman sekolah untuk mendengarkan dongeng.

Duet Kak Safira dan Kak Heru di TK Kuncup Pertiwi Kendari

Lokasi kedua adalah TK Kuncup Pertiwi yang letaknya berdampingan dengan SDN 62 Kendari. Karena waktu dongengnya bersamaan dengan TK Kuncup Pertiwi, maka tim dibagi menjadi 2, Kak Heru mendongeng di SDN 62 sedangkan Kak Safira mendongeng di TK Kuncup Pertiwi.

Adik adik di Smart School Kendari nampak asyik mendengarkan dongeng

Selanjutnya Kak Heru menuju ke Smart School yang lokasinya paling jauh. Di tempat ini sekitar 50 adik TK dan SD bergabung bersama untuk mendengarkan dongeng.

Dongeng di TK SD Lazuardi Ibnu Sina Kendari

Dan menjelang pukul 10:00, adik adik di TK-SD Lazuardi Ibnu Sina Kendari sudah bersiap menunggu kedatangan tim dongeng dari Dinas Perpustakaan Propinsi Sulawesi Tenggara.

Melelahkan jika harus menempuh perjalanan menuju ke 5 lokasi tersebut. Namun para driver tetap bersemangat mengantarkan para pengelola perpustakaan demi untuk mengajak adik adik gemar membaca.

Dan usai Sholat Jumat, bertempat di SD Lazuardi Kendari berlangsung workshop Guru Mendongeng.
Kegiatan ini turut didukung oleh Bank Indonesia yang telah menghadirkan Pojok Baca dan Dongeng di sekolah ini.

Workshop Guru Bercerita di SD Lazuardi Ibnu Sina

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara. Selama lebih kurang 3 jam para peserta belajar tentang bagaimana teknik dasar mendongeng yang diawali dengan teknik read Aloud.

 

Sabtu, 21 September 2019

Hari ini bertempat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2019.

Berpose di Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2019

Selanjutnya sebelum bertolak menuju Bandara Haluoleo, Kak Heru menyempatkan diri mengisi Workshop Nasional dari Kak Heru di taman parkiran FKIP Universitas Halu Oleo Kendari. Tema kegiatan hari ini adalah Pembelajaran yang Efektif dan Menarik dengan Metode Mendongeng.

Workshop Dongeng di FKIP Universitas Haluoleo

 

Boneka Tua

Dalam sebuah kotak tua, Beruang tua duduk kesepian. Tubuhnya berdebu, matanya hilang satu… Tidak berapa lama, kotak tua dibuka.

“Heei, kuda… akhirnya kamu juga disini…”seru Beruang tua.

Kuda nampak sedih.

“Aku masuk kotak ini, karena Dea punya boneka kelinci baru.” Beruang tua tertawa.

“Kubilang juga apa, jangan terlalu bangga disayang Dea.”

Kotak tua gelap gulita. Namun kuda melihat penghuni yang lain.

“Hei, apakah itu boneka Noni?” tanya kuda.

“Betul, boneka Noni tidak bisa bicara lagi. Batere nya habis!” gerutu Beruang Tua.

Kotak tua kembali sunyi, hingga pagi datang. Gelak tawa Dea terdengar sayup sayup. Ia senang dengan boneka kelinci baru. Sementara itu, mainan lama di kotak tua dilupakan begitu saja.

Pada suatu hari, Dea tidak terdengar suaranya.

“Mengapa Dea tidak terdengar suaranya?” bisik Beruang Tua.

“Sebetulnya sudah 1 minggu sepi dari suara Dea…” gerutu Kuda. Boneka Noni menganggukan kepala, wajahnya khawatir.

Kuda pelan keluar dari kotak tua. Sunyi sepi….

Beruang Tua mengikuti dari belakang. Boneka Noni tidak mau kalah…

Mereka bertiga berjalan menuju kamar Dea.

Dea tertidur ditempat tidur. Wajahnya pucat.

“Banyak sekali obat yang harus diminum Dea.” Bisik Beruang Tua.

“Berarti, dia sakit sekali…”kata Kuda. Boneka Noni wajahnya nampak sedih.

“Ayo Noni, kita kembali ke kotak…” ajak Beruang Tua. Noni menggelengkan kepala. Kuda menarik tangan Noni, namun Noni berpegang pada kaki tempat tidur. Tempat tidur bergoyang keras, dan Dea terbangun.

“Hei, mainan lama ku…” Dea takjub melihat 3 mainan tuanya di pinggir tempat tidurnya. Mama masuk kamar, dan kaget melihat Dea bermain dengan mainan tua.

Dea minta batere untuk Noni. Beruang Tua dijahit kembali matanya. Kuda dilap dengan lap basah. Mereka bertiga nampak kinclong lagi!

“Mana boneka kelinci barumu, Dea?” tanya Boneka Noni.

“Boneka kelinci tidak mau main dengan aku, karena aku flu…” jawab Dea sedih.

Beruang & Kuda saling pandang. “Dea, kami akan selalu setia dengan kamu. Sehat ataupun sakit…” seru Beruang.

“Ooo… aku sayang sama mainan lama ku… Tetap disini, dan jangan kembali ke kotak tua ya?” jawab Dea. Ia kembali menaruh Boneka Noni, Beruang Tua dan Kuda dirak mainannya yang bersih dan tidak jauh dari tempat tidurnya.

Salam Dongeng
Kak Heru – 0852 5575 1971

Silakan follow akun media sosial dibawah ini :
IG : RumahDongeng
FB Fan Page : RumahDongengID
www.rumahdongeng.id