IGRA Kabupaten Takalar melaksanakan Workshop Dongeng

Kepala Kantor Kementerian agama Takalar H. Junaidi Mattu membuka Workshop Mendongeng dan Sosialisasi Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Biaya Operasional Raudhatul Athfal sekabupaten Takalar,Selasa 15/10/19 di Hotel Sampulungan Galesong.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Takalar. Sebanyak 90 orang peserta dari 34 RA sekabupaten Takalar hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Takala r H.Junaidi Mattu menyambut baik kegiatan ini,Ia mengatakan pertemuan seperti ini merupakan wadah untuk menyamakan persepsi dalam memberikan materi ajar kepada peserta didik di RA.

Dia meminta kepada pengurus IGRA agar melakukan pertemuan minimal sekali dalam sebulan. Ini akan berdampak pada anak didik setelah lulus dalam melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi selain untuk peningkatan kualitas kepala dan guru RA, jelasnya.

Hal itu sangat penting dilakukan kata Kepala Kantor mengingat IGRA merupakan sebuah organisasi profesi yang menjadi wadah pembinaan kerjasama antar kepala RA dan Guru untuk menyamakan visi dan misi dalam memberikan materi ajar pada anak dilingkungan RA.

Selanjutnya Ia meminta kepada para kepala dan guru RA agar berinovasi dalam mendongeng serta bernyanyi,dongeng dan nyanyian sebaiknya mengandung pelajaran agama,kata Junaidi Mattu.

Hadir mendampingi Kepala Kantor, Kepala Seksi Penmad H. Misbahuddin bersama ketua Pokjawas Rustam Siala serta beberapa pengawas Madrasah

Workshop Dongeng di Maros

Sebagai upaya membangun karakter anak di Kabupaten Maros melalui dongeng dengan cerita atau kisah lokal budaya Maros, pengurus Rumah Dongen Chapter Maros (RDCM) dikukuhkan oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Maros Sulaeman Samad mewakili Bupati Maros dan disaksikan Ketua DPRD Maros Andi Patarai Amir, di Baruga A Kantor Bupati Maros, Rabu (2/10/2019).

Pengurus Rumah Dongeng Chapter Maros

Lory Hendradjaya dikukuhkan sebagai Ketua Rumah Dongeng chapter Maros didampingi Ima Fatimah sebagai Sekretaris dan Nurbaya Idrus sebagai Bendahara. Pengukuhan dilaksanakan di acara pembukaan Workshop Dongeng Maros 2019 yang digelar RDCM.

Workshop diikuti guru TK, KB, SD, dan SMP, selama sehari penuh. Terlihat guru sangat antusias mengikuti Workshop Dongeng ini terbukti, dari target peserta 100 orang, ternyata yang hadir 215 peserta.

Dalam sambutannya Asisten 3 berharap, kehadiran Rumah Dongeng chapter Maros ini akan berdampak baik bagi pengembangan pendidikan karakter bagi siswa dan anak anak Maros.

Sementara Lory Hendrajaya mengatakan kehadiran Rumah Dongeng ini akan konsentrasi menggali nilai nilai karakter daerah Maros melalui budaya lisan atau budaya tutur dalam bentuk dongeng, mitos, legenda, hikayat, atau jenis lainnya yang masih banyak berkembang di masyarakat.

Lory menargetkan cerita cerita rakyat ini dapt didokumentasikan dalam bentuk buku cerita yang akan dijadikan media pembelajaran di sekolah.

Cerita rakyat seperti Toakala ri Abbo, Bissu Daeng ri PAttiro tak kalah seru dibanding cerita Jawa atau India, Angge Sayu si Manusia kuat asal Maros, atau kisah karamnya Biseang Labboro.

“Kisah ini menyimpan banyak nilai dan makna makna pendidikan di dalamnya. Ini tantangan katanya, tapi inilah usaha,” tuturnya.

Kak Heru membawakan materi workshop dongeng

Worshop Dongeng berlangsung seru sampai sore dan dipandu pendiri Rumah Dongeng Indonesia, Puguh Herumawan.

Materi atraktif dibawakan bersama tim Dongeng Makassar. Materi yang diberikan dalam workshop bagaimana memilih tema dongeng, membaca dongeng dengan suara keras, meniru suara hewan, olah vokal , dan mengenal penokohan dalam dongeng.

Belajar Read Aloud bersama Ortu TKIT Al Fatih

Kegiatan yang mengangkat tema “Aku Generasi Islam, Cinta Buku” itu digelar di Aula TKIT Al Fatih, Jalan Domba, dan dibuka oleh Ketua Yayasan Al Fatih, dr Adnan Ibrahim.

Ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam Festival Literasi Sekolah tersebut. Diantaranya pameran literasi, peresmian pojok baca TK-SD Al Fatih, dan Parenting Tips Membacakan Buku untuk Anak di Rumah yang dipandu oleh Kak Heru, pendongeng profesional dari Rumah Dongeng.

Dalam pameran literasi, selain menampilkan buku-buku koleksi TK-SD Al Fatih, juga memamerkan buku-buku yang dibuat oleh orang tua dan anak didik TKIT Al Fatih.
Ketua Yayasan Al Fatih, dr Adnan Ibrahim menjelaskan, Pameran Literasi ini digelar untuk menumbuhkan minat dan cinta anak terhadap buku.

Pada sesi parenting, Kak Heru bagi-bagi tips bagaimana menanamkan rasa cinta terhadap buku dengan metode mendongeng.
Dia menjelaskan, mendongeng untuk anak bisa membantu anak untuk belajar mendengarkan dan menyimak sesuatu. Juga membantu anak berimajinasi. Selain itu, bisa membangun kedekatan dengan anak.

Pada kesempatan itu, dia memperkenalkan metode dongeng Read Aloud atau membacakan cerita yang dinilai banyak manfaat dan efektif.

“Sebelum mendongeng untuk anak, ada baiknya melakukan pra baca terlebih dahulu untuk mengetahui alur cerita,” ungkap Kak Heru.

Setelah itu, dongeng dibacakan dengan intonasi dan eksperesi yang menarik. Usahakan membuat suara-suara yang sesuai dengan karakter yang ada di buku.