Wayang Digital : Sureq Lagaligo

Photo by : JakartaPost

Bugis adalah salah satu suku yang terkenal akan keberaniannya berpetualangan melintasi lautan yang luas. Hingga saat ini mereka masih ini memegang nilai-nilai luhur yang diwariskan dari nenek moyangnya.

Bagaimanakah sejarah raja raja Bugis yang berkembang hingga saat ini? Perjalanan panjang Suku Bugis terangkum dalam Sureq Lagaligo. Sebuah epik mitos penciptaan yang merupakan awal dari proses penciptaan dunia.

Kisah dimulai ketika ketika Penguasa Langit, Patotoe mengundang beberapa dewa dewa  di kahyangan untuk berkumpul di utamanya. Undangan itu untuk melantik anak laki lakinya menjadi penguasa pertiwi atau dunia tengah.

Patotoe pun bertitah : Apa gunanya kita para dewa tinggal di langit, tapi tak ada makhluk yang menyembah para dewa. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk melantik anak laki lakiku sebagai penguasa di dunia tengah

Penguasa dunia tengah diberi gelar Batara Guru. Beliau lalu turun ke bumi,  tepatnya di sebuah daerah di Sulawesi Selatan yang bernama Luwu. Luwu adalah sebuah daerah yang terletak di Teluk Bone. Sebagai penguasa bumi, Batara Guru harus meninggalkan segala kemewahannya yang sebelumnya diperoleh sebagai seorang dewa. Dia harus hidup sebagai manusia biasa. Untuk menemani Batara Guru, Patotoe kemudian mengirimkan seorang dewi dari langit yang bernama We Milik Ti’no. Mereka pun menikah sebagai sepasang penguasa bumi. Pernikahannya melahirkan Batara Latu yang kelak menjadi raja di Luwu.

Sementara anak anak Batara Guru yang lainnya menjadi penguasa di beberapa daerah di sekitar Luwu. Batara Latu kemudian memiliki dua anak kembar, yang laki laki bernama Sawerigading, dan kembarannya seorang perempuan bernama We Tenri Abeng.

Berdasarkan pesan Batara Guru,kedua anak kembar tersebut nantinya akan saling jatuh cinta. Maka Batara Guru pun mengambil keputusan,  mereka berdua harus dipisahkan satu dengan lainnya.

Sawerigading pun tumbuh tanpa mengetahui bahwa dia mempunyai saudara kembar yang cantik jelita. Sebagai seorang lelaki Bugis, dia lebih suka berpetualangan melintasi lautan yang maha luas. Namun sepertinya sudah menjadi suratan takdir, ketika sedang berpetualangan di tengah laut, akhirnya Sawerigading mengetahui bahwa dia mempunyai seorang saudara kembar yang cantik jelita.

Iapun segera pulang untuk mencari saudaranya dan ketika melihat wajahnya yang cantik jelita, ia pun langsung jatuh cinta hingga ingin menikahinya. Namun adat Bugis melarang pernikahan sedarah, keinginan Sawerigading pun ditentang oleh keluarganya. Sebagai jalan keluarnya, We Tenri Abeng membujuk Sawerigading untuk menikah dengan wanita lain yang memiliki wajah dan perawakan yang mirip dengan We Tanri Abeng. Wanita tersebut bernama I We Cudai, yang berada di negeri Cina.

Sawerigading dengan berat hati menerima permintaan dari saudara kembarnya tersebut. Namun dia bersumpah untuk tidak akan kembali lagi ke tanah Luwu.

“Aku Sawerigading bersumpah atas nama dewa langit, bahwa aku tidak akan kembali lagi ke Tanah Luwu..!”

Perjalanan Sawerigading menuju ke Cina adalah perjalanan yang sangat berat dan jauh. Perahu yang ditumpanginya sering diserang oleh perompak yang jahat. Pertarungan demi pertarungan terjadi di tengah lautan. Sawerigading menunjukkan keperkasaannya dengan mengalahkan lawan lawannya sampai akhirnya berhasil tiba di negeri Cina dan menikahi I We Cudai. Disini pula Sawerigading memutuskan untuk menetap tinggal dan memiliki beberapa anak. Salah satunya adalah I Lagaligo.

Suatu hari I We Cudai mengajak Sawerigading untuk kembali ke Luwu dan menemui keluarganya. Meskipun sebelumya Sawerigading  sempat menolak ajakan istrinya karena dia teringat dengan sumpahnya sendiri, mereka pun kembali ke tanah Luwu karena Sawerigading sebenarnya juga merindukan kampung halaman dan orang tua yang lama ditinggalkannya.

Kedatangan Sawerigading dari laut ke tanah Luwu, semua keturunan Batara Guru pun bersatu kembali. Melihat semua sudah berkumpul, Sang Penguasa Langit  Patotoe segera memanggil semua keturunan dewa dewa di bumi untuk kembali ke langit. Dengan selesainya penciptaan kehidupan di bumi, maka sureq Galigopun berakhir.

Cuplikan I Lagaligo versi wayang digital

Program Sekolah : Live Streaming Dongeng

Dongeng Online di sekolah adalah program terbaru dari Rumah Dongeng, bertujuan untuk tetap melaksanakan kegiatan dongeng secara daring.

MEDIA KEGIATAN

1. Instagram, Yotube atau Facebook secara live streaming

2. Akun yang digunakan untuk kegiatan Live Streaming adalah akun Rumah Dongeng atau akunsekolah

3. Akun Zoom atau Skype (dapat diunduh secara gratis di internet) yang digunakan untuk komunikasi dua arah ketika kegiatan live streaming berlangsung.

PROSEDUR KEGIATAN

1. Kegiatan ini dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Lokasi kegiatan dapat dilakukau di beberapa alternatif lokasi. Secara umum ada 3 lokasi yang berbeda, yaitu Rumah Dongeng, Sekolah dan Rumah siswa. Teknis kegiatan berupa gambar simulasi terlampir dalam lampiran ini.

2. Kepala Sekolah menyiapkan akun Zoom atau Skype yang nanti akau digunakan sebagai media komunikasi ketika live streaming sedang berlangsung. Ada sessi talk show (diskusi) antara host dan Kepala Sekolah.

3. Sekolah dapat memutarkan video profil sekolah ketika live streaming berlangsung. Setelah itu dilanjutkan dengan dongeng dari Rumah Dongeng.

4. Biaya live streaming ini adalah sebesar Rp. 250.000,- /sessi. Kegiatan dapat berlanjut dengan minimal kontrak sebanyak 4 kali siaran live streaming.

5. Link untuk kegiatan Live Streaming Dongeng akan dibagikan kepada orang tua siswa melalui grup WA sekolah. Link tersebut akan mengarah ke Youtube tempat pelaksanaan kegiatan. Siswa dianjurkan untuk subscribe dan like channel Kak Heru Dongeng sebelum hari pelaksanaan kegiatan.

6. Informasi teknis pelaksanaan kegiatan dapat diunduh melalui website Rumah Dongeng di alamat : www.rumahdongeng.id atau pada channel Youtube : Kak Heru Dongeng atau nomor 0852 5575 1971 – akun Skype : Kak Heru Bona

Berikut video singkat tentang program Live Streaming Dongeng

TEKNIS LIVE STREAMING SEDEKAH DONGENG

Rumah Dongeng dan Laznas Yatim Mandiri Sulsel hadir kembali dalam kegiatan Live Streaming Sedekah Dongeng di YouTube.

Kegiatan ini sebagai salah satu alternatif Belajar Dari Rumah atau BDH. Kegiatan ini tetap berpegang pada protokol kesehatan Covid-19 dengan mengambil tempat kegiatan di 3 lokasi yang berbeda.

Pertama di sekolah dengan menghadirkan kepala sekolah yang juga terlibat dalam dialog secara live dengan tim Sedekah Dongeng.

Yang kedua, pihak Laznas Yatim Mandiri Sulsel selaku host kegiatan yang mengatur live streaming dari kantor di Makassar.

Dan Yang ketiga, Rumah Dongeng yang menghadirkan para pendongengnya secara live di sekretariat Rumah Dongeng.

Siswa dan orang tua akan menonton kegiatan ini dari rumahnya masing masing.

Nah, jika ingin mengikuti kegiatan ini silakan menghubungi tim Sedekah Dongeng di nomor berikut:

1. Marni – 0812 4280 7873
2. Yoga – 0852 5507 5083
3. Aqram – 0823 3294 1871
4. Misdar – 0852 4232 7959
5. Yani – 0852 4461 8283
6. Kak Heru – 0852 5575 1971
7. Joharni – 0852 4041 8837
8. Sri – 0858 0629 0301

PROSEDUR KEGIATAN

  1. Kegiatan ini dapat dilakukan di sekolah ataupun di lokasi lain. Apabila dilakukan di sekolah, maka pihak sekolah menyiapkan ruangan dan jaringan intenet untuk kegiatan live streaming
  2. Kepala sekolah menyiapkan akun Skype yang nanti akau digunakan sebagai media percakapan antara pihak pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Pihak-pihak tersebut adalah Kepala Sekolah, Pendongeng dan Laznas Yatim Mandiri.
  3. Pihak sekolah dapat memutarkan video profil sekolah ketika live streaming berlangsung.
  4. Pihak sekolah mempromosikan kegiatan ini kepada seluruh murid dan orang tua agar ketika live streaming berlangsung, merek dapar mengikuti kegiatan ini secara aktif. Link Live Streaming akan diberikan oleh tim Sedekah Dongeng minimal 3 hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
  5. Untuk mendukung konten Sedekah Dongeng, pihak sekolah dan siswa/orang tua siswa diharapkan untuk LIKE DAN SUBSCRIBE channel Dongeng.
  6. Biaya kegiatan live streaming ini adalah sebesar Rp. 250.000,- dengan minimal pelaksanaan sebanyak 2 kali dalam satu tahun ajaran.
  7. Dalam kegiatan live streaming, pihak Laznas Yatim Mandiri juga akan memberikan edukasi tentang manfaat sedekah. Orang tua siswa dapat melakukan sedekah secara langsung pada kegiatan ini melalui kode QRIS yang ada pada layar live streaming. Teknis bersedekah akan dijelaskan secara langsung oleh tim Laznas Yatim Mandiri

Berikut video teknis pelaksanaan kegiatan live streaming Sedekah Dongeng: