Category Archives: Kelas Dongeng

Workshop Dongeng: Mudahnya Mendongeng dengan Read Aloud

Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bone bekerjasama dengan Rumah Dongeng Indonesia dan Penerbit Erlangga akan melaksanakan Workshop Dongeng Teknik Read Aloud-Membaca Nyaring

Workshop ini akan dilaksanakan pada hariSabtu, 10 Maret 2018
Mulai pukul 09:00 – 16:00 WITA bertempat di Aula Pemadam Kebakaran Watampone Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.

Mengapa Read Aloud?

Read Aloud adalah salah satu cara yang paling mudah dalam teknik mendongeng. Guru atau orang tua hanya memilih buku cerita dan membacakannya kepada anak anak.

Apa yang akan dipelajari?

1. Mengapa memilih teknik Read Aloud?
Perbedaan antara Mendongeng dan Read Aloud/Membacakan Cerita

2. Bagaimana tips memilih buku cerita yang sesuai dengan usia anak?

3. Bagaimana membuat cerita menjadi lebih menarik?
Belajar menggunakan intonasi, ekspresi, mengatur posisi dan lainnya

Terbatas hanya untuk 100 peserta saja ya..

Yuk ikut kegiatan keren ini…!

Selain workshop dongeng ada juga kegiatan mendengarkan dongeng pada Hari Minggu, 11 Maret 2018 bertempat di TK Bhayangkari Bone.
So jangan lupa untuk mengajak ananda tercinta untuk ikut serta mendengarkan dongeng keren bersama Kak Heru dan Bona.

Sedangkan di hari Senin, 12 Maret 2018 masih ada lagi kegiatan mendongeng di SIT Asshiddiq Bone dalam bentuk Sedekah Dongeng. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 200 anak anak TK dan SD Islam Terpadu Asshiddiq yang akan mengadakan penggalangan sedekah untuk disalurkan kepada Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri.

Ngopi di Fort Rotterdam bareng KPK

Ngobrol Publik di Pesta Pendidikan

Ajakan dari Kang Sandri untuk Ngopi bareng di salah satu sudut bangunan Benteng Rotterdam membuat saya bergegas melangkah ke tempatnya. Rasa kantuk pagi masih terasa di kepala, hasil begadang seusai melaksanakan Workshop Mendongeng Kreatif KPK di hari sebelumnya. Mungkin dengan segelas kopi akan membuat semangatku bangkit lagi.
Bertempat di belakang Gedung D Museum Lagaligo Makassar, kegiatan Ngopi yang nggak pakai kopi sudah siap berlangsung. Ah… ternyata Kang Sandri pandai selalu membuat frase singkatan nama. Ngopi pagi ini ternyata adalah Ngobrol Pengalaman Inspiratif. Salah satu kegiatan Ngobrol Publik di Pesta Pendidikan 2017.
Ternyata di area belakang museum ada sebuah taman kecil yang letaknya cukup tersembunyi dari keramaian acara Pesta Pendidikan. Di tengah taman ada sebuah replika perahu yang ukurannya cukup besar. Perahunya adalah ciri khas bentuk tradisional nelayan Makassar dan dicat warna putih tanpa menorehkan nama di dindingnya. Pengunjung boleh berfoto di atas perahu atau hanya sekedar nampang di depannya.

Kegiatan Ngopi ini dimoderasi oleh Kang Sandri menghadirkan 3 nara sumber, mereka adalah Kak Heru dari Rumah Dongeng Indonesia, Kak Karin dari Elmuloka Bandung dan Kak Rona Mentari dari Rumah Dongeng Mentari Yogyakarta. Di deretan pengunjung sudah hadir peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dan tentu saja mereka adalah orang orang yang peduli dengan Dongeng. Tema obrolan memang sangat keren dan sedikit bombastis, terpampang di dinding museum kalimat Membangun Karakter Anak Berani Jujur Dengan Dongeng.
Kang Sandri mengawali acara dengan memutarkan video profil ketiga nara sumber. Nampak sebuah tayangan bergerak yang menampilkan Rona Mentari yang nampak piawai dalam memainkan gitar okulele sambil mendongeng di depan anak anak. Rona Mentari hanya bisa tertawa saat mengisahkan masa kecilnya. Sebagai tukang dongeng, dirinya sama sekali tak menyangka jadi jagoan ngomong di mana-mana, di hadapan banyak orang pula.

“Dulu aku itu penakut. Saking penakut aku pernah ngompol karena digertak atau dibentak,” ujar Rona terbahak ketika Kang Sandri bertanya tentang alasannya menjadi pendongeng.

Sedangkan Kak Karin mengungkap bahwa tugasnya sebagai pustakawan di Elmuloka membuat dirinya berkeinginan untuk menjadi pendongeng. “Mungkin karena tuntutan tugas yang membuat saya ingin menjadi pendongeng.” Dari namanya, Elmuloka yang berasal dari bahasa Sunda, yang berarti tempatnya ilmu pengetahuan.
Sedangkan Kak Heru mengungkapkan alasan yang cukup mengejutkan ketika ditanya alasan menjadi pendongeng.
“Itu adalah sebuah kecelakaan!”, ujar ayah dari Safira seorang pendongeng remaja yang telah berkiprah di tingkat internasional.
“Tugas saya hanya mendampingi Safira ketika dia mendongeng. Nah suatu saat ketika Safira diundang mendongeng, tiba tiba dia berhalangan hadir. Pihak panitia menunjuk saya untuk menggantikan Safira. Mereka pikir, kalo anaknya jago dongeng pasti ayahnya lebih jago”.
Dan itulah untuk pertama kalinya Kak Heru tampil mendongeng di depan anak anak.
Di depan sekitar 40 peserta diskusi, Kang Sandri juga menjelaskan bahwa dukungan pencegahan korupsi menjadi salah satu prioritas KPK. Melalui berbagai komunitas dongeng hingga sekarang KPK sudah membuat kanal khusus untuk dongeng Anti Korupsi yang bisa diakses di http://kanal.kpk.go.id.
“Silakan mengunjungi kanal tersebut. Banyak dongeng yang bisa dilihat dan didownload bagi guru yang ingin belajar mendongeng”, ungkap Kang Sandri.
Saat ini kanal KPK sudah banyak diisi berbagai macam dongeng yang bertema Jujur Berani dan Hebat dari berbagai komunitas yang ada di Indonesia.

Sedangkan Kak Rona mengajak semua peserta untuk mulai mendongeng.
“Semua orang bisa mendongeng. Karena mendongeng itu mudah.
Kepercayaan diri juga akan terbentuk melalui dongeng,” ujarnya. “Kalau enggak percaya diri, orang akan susah berkembang.” Dongeng menurut dia membuka banyak jalan menjadi orang yang tidak takut untuk belajar apapun”.

Sedangkan Kak Karin mengungkap hal yang sama. “Saya tak pandai mendongeng seperti gayanya Kak Rona atau Kak Heru. Ketika mendongeng saya biasanya membuat sebuah karya dari bahan bahan yang mudah didapat, seperti kertas koran atau karton yang bisa menjadi media dongeng.Jadi mendongeng bisa dengan berbagai cara”. Ketika workshop mendongeng kreatif yang dilaksanakan sehari sebelumnya, penampilan Kak Karin menggunakan media kertas yang di rubah menjadi baju pelampung yang digunakan untuk menolong seorang anak yang jatuh ke laut.
Lain halnya dengan Kak Heru yang selalu membawa boneka ketika mendongeng. Nama bonekanya adalah Bona yang berasal dari Bahasa Sangsekerta yang berarti Si Pembawa Pesan.
“Bona adalah sang ‘Messenger’ yang selalu membawa pesan pesan menarik untuk anak anak,”. Meskipun pesan yang dibawakan Bona kadang agak nakal namun tetap ada pesan rahasia di dalamnya.

Di akhir acara yang berlangsung selir 45 menit, Kang Sandri memaparkan sebuah rencana untuk membuat kegiatan untuk para pendongeng.
“KPK juga akan memprogramkan kegiatan Jambore Pendongeng Nusantara yang akan dilaksanakan tahun depan. Tempatnya bisa jadi di Makassar”, ujar moderator yang ternyata ingin menjadi pendongeng di akhir acara Ngopi.

 

 

 

Workshop Mendongeng Kreatif bersama KPK RI

Workshop Dongeng Gratis!

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional yang dirangkaikan dengan Pesta Pendidikan 2017, Pusat Edukasi Antikorupsi KPK bekerjasama dengan Rumah Dongeng Indonesia, Elmuloka dan Rumah Dongeng Mentari mengajak para pendidik tingkat TK dan SD di Kota Makassar untuk belajar mengenal dongeng sebagai salah satu metode yang efektif untuk pembelajaran anti korupsi sejak usia dini.

Yuk ikutan di acara :

Workshop Mendongeng Kreatif Menggunakan Buku Bacaan Si Kumbi

Acara ini GRATIS tanpa ada pungutan biaya!

⏰Kapan?
Sabtu, 13 Mei 2017
jam 08.00 – 16.00 WITA

?Di mana?
Hotel Jakarta, Makassar
Jl. Ance Dg Ngoyo No. J9, Panakkukang Mas, Makassar

Dalam workshop ini, peserta akan dilatih menjadi #PendongengKeren untuk menyebarkan semangat antikorupsi dan menanamkan nilai-nilai integritas kepada anak melalui dongeng

?‍? Fasilitator
Sandri Justiana dan Qilda Fathiyah
(Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK)

Kak Heru – Rumah Dongeng Makassar
Kak Rona – Rumah Dongeng Mentari Yogyakarta
Kak Karin – Elmuloka Bandung

?? Peserta akan mendapatkan fasilitas berupa paket Buku Si Kumbi yang diterbitkan KPK RI.

PESERTA TERBATAS

Yuk segera daftar menjadi Pendongeng Keren

Pendaftaran paling lambat tanggal 8 Mei 2017 pukul 23.59 WITA. 

Pengumuman peserta terpilih: 10 Mei 2017
Syarat Peserta Workshop :


  1. Terdaftar sebagai Guru TK atau Guru SD di Makassar dan sekitarnya. Panitia tidak menanggung biaya transportasi bila berasal dari luar Makassar.
  2. Berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan Pesta Pendidikan sampai selesai.
  3. Buku Dongeng dapat didownload disini:

Piknik di Kumbinesia

Modo Tak Mau Menari

Suatu Hari di Museum_Seni_KPK

Kak Heru 085255751971 (WA & Phone)

#AksiKita
#LawanKorupsi

Formulir Pendaftaran Peserta 

 

Sedekah Dongeng dan Kuliah Umum

Sedekah Dongeng di TK Wulele Sangula

Memasuki hari ke-2 Kegiatan Sedekah Dongeng di Kendari ada 2 jenis kegiatan yang dilakukan.  Hari Selasa, 4 April 2017 tim Sedekah Dongeng meluncur ke lokasi pertama. Meskipun pak supir yang membawa kami sempat tersesat karena ternyata dia baru 3 bulan tinggal di Kendari, namun akhirnya kami bisa sampai di TK Wulele Sangula. Sekitar 50 adik adik sudah siap mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Heru. Menurut ibu Rahmi kepala sekolah TK, kegiatan dongeng ini adalah yang pertama dilakukan di sekolahnya.
“Anak anak sangat senang ketika diberitahu kalau ada dongeng hari ini,” ujar beliau dengan penuh semangat.

Adik adik di sekolah ini juga penuh semangat dan antusias. Mereka duduk dengan tertib dengan formasi huruf U di depan sekolahnya. Karpet dan spanduk kegiatan sudah dipasang dengan rapi. Nampak juga beberapa orang tua murid yang ikut mendengarkan dongeng. Keriuhan dan tawa terdengar ketika dongeng dimulai, bahkan ada yang kelihatan tegang ketika srigala mulai muncul dari balik pohon dan siap untuk menerkam si Hita anak ayam hitam. Ketika pulang pun mereka serentak mengikuti mobil yang akan keluar dari sekolahnya.

Sedekah Dongeng di TK Bhayangkari Kendari

Mobil selanjutnya bergerak ke lokasi kedua yang jaraknya cukup jauh. Dilihat dari Google Map jaraknya sekitar 5 km dan 20 menit perjalanan. Tiba di TK Bhayangkari yang berlokasi di Polsek Mataya Kendari  sekitar pukul 10:15, waktu yang saya pikir sudah jam pulang sekolah anak anak TK. Namun ternyata mereka masih menunggu kedatangan tim Sedekah Dongeng. TK Bhayangkari mempunyai sekitar 100 murid yang terdaftar di database sekolah. Sama seperti sekolah sebelumnya, kegiatan dongeng berlangsung dengan meriah dan penuh tawa. Sebuah kotak amal yang diletakkan di depan menjadi rebutan bagi anak anak ketika ibu guru meminta untuk melakukan sedekah bagi BMH Sultra.

Sedekah Dongeng di Pesantren Hidayatullah Kendari

Sekitar pukul 11:00 tim meninggalkan sekolah ini dan selanjutnya menuju ke lokasi yang ketiga di Pesantren Hidayatullah Kendari. Pesantren ini memiliki 3 tingkatan sekolah, mulai dari tingkat SD sampai SMU. Pesantren ini memiliki fasilitas boarding khusus bagi siswinya saja. Kegiatan Sedekah Dongeng dilakukan di dalam mesjid yang terletak di bagian depan sekolah. Di dalam mesjid adik adik sudah duduk dengan formasi U. Murid laki laki duduk di sayap kiri, sedangkan yang perempuan duduk di bagian belakang dan sayap kanan. Biasanya ketika mendongeng saya menggunakan back sound musik sebagai pelengkap dongeng. Namun karena dongengnya di dalam mesjid, back sound musik saya hilangkan dan mendongenglah saya dalam versi konvensional.
Seusai mendongeng, sambil menunggu waktu sholat Dzuhur saya sempat berdiskusi dengan beberapa staf pengajar di pesantren ini mengenai dongeng dan kisah. Saya memberikan pandangan bahwa dalam Al Quran banyak sekali kisah kisah yang bisa disampaikan dengan metode mendongeng. Ada kisah tentang burung ababil dan pasukan gajah. Ada kisah tentang ikan paus yang menelan nabi Yunus dan lain lainnya. Bila disampaikan dengan metode mendongeng, tentu akan memberikan nuansa baru bagi murid murid di pesantren.

Kuliah Umum Dongeng di FKIP UHO Kendari

Pukul 12:30 tim Sedekah Dongeng meninggalkan pesantren Hidayatullah Kendari untuk makan siang dan melanjutkan kegiatan di Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Haluoleo Kendari. Di kampus ini Kak Heru akan menyampaikan Kuliah Umum dengan tema Dongeng Sebagai Inovasi Pendidikan. Ini adalah kampus ketiga yang saya kunjungi untuk memberikan kuliah umum setelah UNM dan UMI di Makassar.

Fakultas ini ternyata adalah salah satu fakultas yang berdiri bersamaan dengan tahun berdirinya Unhalu pada tahun 1981, nama pertama universitas ini sebelum berubah menjadi UHO. Sebuah spanduk terpampang di depan aula FKIP yang bertuliskan “Selamat Datang Peserta Kuliah Umum bersama Puguh Herumawan-Pendongeng Internasional”. Wah bangga rasanya bisa disebut sebagai pendongeng internasional. Mungkin panitia sudah melihat biodata yang saya kirimkan melalui email. Dalam biodata tersebut saya mencantumkan kegiatan dongeng di Gwanju Korea Selatan pada tahun 2015.
Kuliah Umum ini diikuti oleh sekitar 200 peserta. Mereka kebanyakan berasal dari jurusan PAUD dan PGSD. Menurut ibu Sitti Rahmaniar selalu ketua Prodi Jurusan PAUD, mahasiswa di kampusnya belum pernah mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan dongeng. Oleh karena itu ketika Kak Heru menawarkan untuk membuat kuliah umum, maka beliau dengan sangat antusias melaksanakan kegiatan tersebut. Kuliah Umum dimulai tepat pukul 13:30, lagu Indonesia Raya dan Mars PAUD mengawali kegiatan ini. Mendengar lagu mars PAUD, lama kelamaan saya bisa hapal dengan lirik lagunya yang cukup akrab di telinga saya.

Kuliah Umum ini diikuti juga oleh beberapa dosen pengajar di FKIP UHO. Dalam berbagai kesempatan, Kak Heru selaku nara sumber tunggal selalu mengajak peserta kuliah umum untuk memulai dongeng dengan cara membacakan dongeng terlebih dahulu. Ini yang disebut dengan metode Read Aloud atau membaca lantang. Metode ini sangat mudah dilakukan karena pendongeng hanya tinggal membacakan buku di hadapan anak anak. Kak Heru kemudian mengajak beberapa mahasiswa untuk maju ke depan untuk praktek membacakan cerita yang berjudul Timun Mas dari penerbit Erlangga. 5 orang mahasiswi bergantian membacakan cerita ini. Kebanyakan dari mereka masih ada yang malu malu ketika membaca cerita ini, karakter vokalnya juga masih datar dan ada yang terlalu cepat membacanya. Setelah mereka membacanya, saya pun segera memberikan materi tentang teknik membaca yang baik. Bagaimana mengolah tempo,intonasi, diksi adalah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika sedang membacakan cerita. Kuliah Umum diakhiri dengan penyerahan bantuan buku dari penerbit Erlangga untuk melengkapi koleksi perpustakaan FKIP UHO.

 

Pendaftaran Kelas Dongeng Angkatan 10

 

Kelas Dongeng bersama Rumah Dongeng

Dongeng adalah salah satu media pembelajaran yang sangat menyenangkan dan disukai oleh anak anak. Oleh karena itu sebagai orang tua dan pemerhati anak perlu untuk belajar mendongeng dengan baik dan menyenangkan.

Rumah Dongeng akan kembali membuka Kelas Dongeng Angkatan 10 yang terbuka untuk umum, baik orang tua, komunitas , pelajar dan lainnya. Pelaksanaan Kelas Dongeng Angkatan 10 akan berlangsung pada tanggal 9 April 2017 bertempat di Rumata Art Space Jl Bontonompo No 12 Makassar mulai pukul 11:00-14:00.

Biaya registrasi sebagai pengganti modul dongeng sebesar Rp. 50.000,- /orang.

Silakan mendaftar pada link dibawah ini :

 

Anggota Raider 712 Manado Belajar Mendongeng

    Pelatihan Read Aloud bagi anggota TNI

Sebanyak 600 prajurit dari batalyon Raider 712 Merdeka Manado akan berangkat untuk menjaga perbatasan Indonesia dan Timor Leste.
Selama 9 bulan mereka akan bertugas disana.
Saya sangat salut dengan program inovasi dari Bapak Letkol Alvino selaku Komandan Batalyon Raider yang memberi pembekalan ilmu mendongeng kepada para prajuritnya.

Hari ini, Kamis 16 Maret 2017 sebanyak 70 prajurit dan 26 ibu Persit ikut dalam pelatihan mendongeng yang dilaksanakan di aula  batalyon. Bukan hanya pelatihan mendongeng saja yg diberikan, tetapi juga disiapkan 2 buah kendaraan pustaka untuk membawa buku buku dongeng di tempat penugasan para prajurit yaitu di Atambua.

Ada sekitar 50 pos penjagaan yang harus dijaga oleh pasukan TNI di Atambua. Selain tugas utama pasukan dalam menjaga perbatasan, mereka juga diwajibkan untuk selalu dekat dengan masyarakat setempat. Ada berbagai macam program kemasyarakatan yang akan digelar selama bertugas di Atambua. Ada pemeriksaan kesehatan, layanan pustaka dan lainnya. Dan tentu saja ada ‘tentara pendongeng” yang siap menanamkan sikap cinta tanah air melalui cerita.

Lihat videonya pelatihan mendongeng di sini :

Eh…. ada yang mau ikut mendongeng di Atambua???

 

Kelas Dongeng Angkatan 9

Informasi Kelas Dongeng dan Demo Mewarnai 3D

Yuk ikut di DONGENG BURGER sekaligus demo tehnologi Augmented Reality.

Anak anak bisa mewarnai gambar ikan dan setelahnya dapat melihat hasil gambarnya dalam bentuk 3D di layar HP. Ikannya bisa dipegang dan dipindah-pindahkan.

Jangan lupa membawa pensil berwarna atau crayon ya….!

Kegiatannya ada 2 jenis :
1. Donger Burger khusus untuk anak anak. Biaya Rp. 50.000 per anak (paket burger + voucher bermain Time Zone). Mulai jam 11:00-12:00 WITA.
Biaya temasuk kegiatan mewarnai ikan 3D

2. Kelas Dongeng khusus untuk dewasa dan orang tua. Biaya Rp. 50.000,- (modul dan ilmu dongeng).Kelas dimulai jam 12:00-14:00 WITA

Catat harinya :
Minggu 5 Maret 2017 bertempat di McD Mari Mall Jl. Ratulangi Makassar.

Pembayaran dilakukan pada hari pelaksanaan kegiatan.

#dongeng #pendongeng #ceritaanak #workshopdongeng #kelasdongeng #storyteller #readaloud #rumahdongeng

Kelas Dongeng Angkatan 9

 

 

 

 

 

 

 

Dalam rangka menyambut Pesta Pendidikan 2017, Komunitas Rumah Dongeng mengajak sahabat dongeng untuk bersama – sama mendengarkan dongeng sekaligus belajar mendongeng bersama Kak Heru..!

Kegiatannya ada 2 jenis :
1. Donger Burger khusus untuk anak anak. Biaya Rp. 50.000 per anak (paket burger + voucher bermain Time Zone). Mulai jam 11:00-12:00 WITA

2. Kelas Dongeng khusus untuk dewasa dan orang tua. Biaya Rp. 50.000,- (modul dan ilmu dongeng).Kelas dimulai jam 12:00-14:00 WITA

Catat harinya :
Minggu 5 Maret 2017 bertempat di McD Mari Mall Jl. Ratulangi Makassar.

Pendaftaran peserta silakan mengirimkan SMS dengan format :

Dongeng Burger ketik :
DBA#NamaAnak#Umur

Kelas Dongeng ketik :
KD9#NamaLengkap#Profesi

Dan kirimkan ke 0852 5575 1971

Pembayaran dilakukan pada hari pelaksanaan kegiatan.

#dongeng #pendongeng #ceritaanak #workshopdongeng #kelasdongeng #storyteller #readaloud #rumahdongeng