Category Archives: Aktifitas

Call For Storyteller

Hallo semua, perkenalkan kami Little Joyful Stories, podcast dongeng berbahasa Inggris untuk anak-anak umur 6-14 tahun yang berkolaborasi dengan Rumah Dongeng serta Rumata Art Space.

Podcast ini adalah proyek sosial yang seluruhnya dikerjakan dengan sukarela. Karena kami percaya “no one has ever become poor by giving”. Maka dari itu kami mengundang teman-teman untuk bergabung juga menjadi sukarelawan.

Jika memang tertarik silakan isi form nya disini: Storyteller Form

Dan jika ada yg ingin ditanyakan, dapat mengunjungi instagram kami di @joyfulstories.id atau @rumahdongeng

Penasaran dengan cerita yang telah kami produksi?

Silakan klik di : Joyfull Stories

Terima kasih dan sampai jumpaa

IGRA Kabupaten Takalar melaksanakan Workshop Dongeng

Kepala Kantor Kementerian agama Takalar H. Junaidi Mattu membuka Workshop Mendongeng dan Sosialisasi Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Biaya Operasional Raudhatul Athfal sekabupaten Takalar,Selasa 15/10/19 di Hotel Sampulungan Galesong.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Takalar. Sebanyak 90 orang peserta dari 34 RA sekabupaten Takalar hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Takala r H.Junaidi Mattu menyambut baik kegiatan ini,Ia mengatakan pertemuan seperti ini merupakan wadah untuk menyamakan persepsi dalam memberikan materi ajar kepada peserta didik di RA.

Dia meminta kepada pengurus IGRA agar melakukan pertemuan minimal sekali dalam sebulan. Ini akan berdampak pada anak didik setelah lulus dalam melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi selain untuk peningkatan kualitas kepala dan guru RA, jelasnya.

Hal itu sangat penting dilakukan kata Kepala Kantor mengingat IGRA merupakan sebuah organisasi profesi yang menjadi wadah pembinaan kerjasama antar kepala RA dan Guru untuk menyamakan visi dan misi dalam memberikan materi ajar pada anak dilingkungan RA.

Selanjutnya Ia meminta kepada para kepala dan guru RA agar berinovasi dalam mendongeng serta bernyanyi,dongeng dan nyanyian sebaiknya mengandung pelajaran agama,kata Junaidi Mattu.

Hadir mendampingi Kepala Kantor, Kepala Seksi Penmad H. Misbahuddin bersama ketua Pokjawas Rustam Siala serta beberapa pengawas Madrasah

Workshop Dongeng di Maros

Sebagai upaya membangun karakter anak di Kabupaten Maros melalui dongeng dengan cerita atau kisah lokal budaya Maros, pengurus Rumah Dongen Chapter Maros (RDCM) dikukuhkan oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Maros Sulaeman Samad mewakili Bupati Maros dan disaksikan Ketua DPRD Maros Andi Patarai Amir, di Baruga A Kantor Bupati Maros, Rabu (2/10/2019).

Pengurus Rumah Dongeng Chapter Maros

Lory Hendradjaya dikukuhkan sebagai Ketua Rumah Dongeng chapter Maros didampingi Ima Fatimah sebagai Sekretaris dan Nurbaya Idrus sebagai Bendahara. Pengukuhan dilaksanakan di acara pembukaan Workshop Dongeng Maros 2019 yang digelar RDCM.

Workshop diikuti guru TK, KB, SD, dan SMP, selama sehari penuh. Terlihat guru sangat antusias mengikuti Workshop Dongeng ini terbukti, dari target peserta 100 orang, ternyata yang hadir 215 peserta.

Dalam sambutannya Asisten 3 berharap, kehadiran Rumah Dongeng chapter Maros ini akan berdampak baik bagi pengembangan pendidikan karakter bagi siswa dan anak anak Maros.

Sementara Lory Hendrajaya mengatakan kehadiran Rumah Dongeng ini akan konsentrasi menggali nilai nilai karakter daerah Maros melalui budaya lisan atau budaya tutur dalam bentuk dongeng, mitos, legenda, hikayat, atau jenis lainnya yang masih banyak berkembang di masyarakat.

Lory menargetkan cerita cerita rakyat ini dapt didokumentasikan dalam bentuk buku cerita yang akan dijadikan media pembelajaran di sekolah.

Cerita rakyat seperti Toakala ri Abbo, Bissu Daeng ri PAttiro tak kalah seru dibanding cerita Jawa atau India, Angge Sayu si Manusia kuat asal Maros, atau kisah karamnya Biseang Labboro.

“Kisah ini menyimpan banyak nilai dan makna makna pendidikan di dalamnya. Ini tantangan katanya, tapi inilah usaha,” tuturnya.

Kak Heru membawakan materi workshop dongeng

Worshop Dongeng berlangsung seru sampai sore dan dipandu pendiri Rumah Dongeng Indonesia, Puguh Herumawan.

Materi atraktif dibawakan bersama tim Dongeng Makassar. Materi yang diberikan dalam workshop bagaimana memilih tema dongeng, membaca dongeng dengan suara keras, meniru suara hewan, olah vokal , dan mengenal penokohan dalam dongeng.

Belajar Read Aloud bersama Ortu TKIT Al Fatih

Kegiatan yang mengangkat tema “Aku Generasi Islam, Cinta Buku” itu digelar di Aula TKIT Al Fatih, Jalan Domba, dan dibuka oleh Ketua Yayasan Al Fatih, dr Adnan Ibrahim.

Ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam Festival Literasi Sekolah tersebut. Diantaranya pameran literasi, peresmian pojok baca TK-SD Al Fatih, dan Parenting Tips Membacakan Buku untuk Anak di Rumah yang dipandu oleh Kak Heru, pendongeng profesional dari Rumah Dongeng.

Dalam pameran literasi, selain menampilkan buku-buku koleksi TK-SD Al Fatih, juga memamerkan buku-buku yang dibuat oleh orang tua dan anak didik TKIT Al Fatih.
Ketua Yayasan Al Fatih, dr Adnan Ibrahim menjelaskan, Pameran Literasi ini digelar untuk menumbuhkan minat dan cinta anak terhadap buku.

Pada sesi parenting, Kak Heru bagi-bagi tips bagaimana menanamkan rasa cinta terhadap buku dengan metode mendongeng.
Dia menjelaskan, mendongeng untuk anak bisa membantu anak untuk belajar mendengarkan dan menyimak sesuatu. Juga membantu anak berimajinasi. Selain itu, bisa membangun kedekatan dengan anak.

Pada kesempatan itu, dia memperkenalkan metode dongeng Read Aloud atau membacakan cerita yang dinilai banyak manfaat dan efektif.

“Sebelum mendongeng untuk anak, ada baiknya melakukan pra baca terlebih dahulu untuk mengetahui alur cerita,” ungkap Kak Heru.

Setelah itu, dongeng dibacakan dengan intonasi dan eksperesi yang menarik. Usahakan membuat suara-suara yang sesuai dengan karakter yang ada di buku.

Lontarak dan Kementrian Agama

Malam ini diundang oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar untuk mengikuti Pembahasan Draf Final Penulisan Aksara Lontara di Hotel Novotel Makassar. Kegiatan ini akan berlangsung mulai tanggal 25 – 27 September 2019.

Pada mulanya agak sedikit heran ketika panitia menghubungi saya untuk ikut dalam kegiatan ini. Karena huruf lontara sama sekali belum saya kenal.
Namun setelah berdiskusi dengan Ibu Khusnul, peneliti senior di Kementrian Agama maka menjadi terang benderang tentang apa yang akan dikerjakan dalam kegiatan ini.

Tim penelitian telah bekerja selama kurang 6 bulan untuk membuat beberapa cerita bergambar yang ditujukan untuk anak usia sekolah dasar. Ada 9 cerita yang telah dibuatkan ilustrasi oleh tim dari Unismuh Makassar. Ada cergam berjudul Pattingaloang, ada Sahabat Anak Jesse, Ustad dan Pendeta, Dompet dan Peci dan lain lain.

Cerita bergambar anak Makassar

Tugas kami sebagai pendongeng adalah memberi masukan terhadap bahasa dan gambar yang sudah dibuat oleh tim ilustrator. Apakah gambar dan bahasa tersebut sudah sesuai dengan usia anak sekolah dasar. Beberapa huruf lontara akan muncul dalam cergam tersebut.

Yang kedua, tugas tim Rumah Dongeng adalah sebagai ujung tombak ketika buku bergambar tersebut sudah selesai dibuat dan dicetak. Pendongeng akan bertugas sebagai penutur buku tersebut di beberapa sekolah. Target pertama sekolah adalah di kota Pare Pare. Kabupaten lainnya akan menyusul untuk dikunjungi tim Rumah Dongeng.

#rumahdongeng
#ceritabergambar
#storytelling

Roadshow Dongeng di Kendari

Rumah Dongeng
Tim Rumah Dongeng bersiap menuju Kendari

Dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara mengundang Kak Heru dan tim Rumah Dongeng untuk hadir di Kota Kendari.

Ada 9 sekolah yang masuk dalam daftar kunjungan dongeng dan 2 kegiatan workshop dongeng.  Berikut liputan singkat roadshow dongeng di Kendari yang dimulai pada tanggal 19-21 September 2019.

Hari Kamis, 19 September 2019

Roadshow bersama Dinas Perpustakaan dan Persiapan Propinsi Sulawesi Tenggara dimulai hari ini, Kamis 19 September 2019 di SD Katolik Pelangi Kendari.

Rumah Dongeng
Dongeng di SD Katolik Pelangi Kendari

Sejak pukul 07:00 Pagi adik adik sudah bersiap di lapangan upacara untuk bersama sama mendengarkan dongeng. Seperti biasanya adik adik sangat rapi dan berdiri dengan penuh semangat ketika mendengar dongeng.
Namun sesaat ketika Bona mulai beraksi, barisan yang rapi langsung bubar dan makin lama makin merapat kedepan panggung upacara.

Adik adik TK Kuncup Mekar juga tidak ketinggalan

Sedangkan di SD Kingdom Kendari, kak Safira Devi Amorita juga datang untuk berbagi cerita dan ceria.

Aksi Kak Safira di Kingdom School Kendari

Hari Jumat, 20 September 2019

Hari Jumat ini ada 5 lokasi sekolah yang dikunjungi oleh tim Rumah Dongeng dan Dinas Perpustakaan Propinsi Sulawesi Tenggara.

Dongeng Kak Heru di Pesantren Ummi Sabri Kendari

Yang pertama adalah Pesantren Ummi Sabri atau lebih dikenal dengan Pesri. Pagi ini adik adik yang berseragam pramuka sangat antusias berdiri di halaman sekolah untuk mendengarkan dongeng.

Duet Kak Safira dan Kak Heru di TK Kuncup Pertiwi Kendari

Lokasi kedua adalah TK Kuncup Pertiwi yang letaknya berdampingan dengan SDN 62 Kendari. Karena waktu dongengnya bersamaan dengan TK Kuncup Pertiwi, maka tim dibagi menjadi 2, Kak Heru mendongeng di SDN 62 sedangkan Kak Safira mendongeng di TK Kuncup Pertiwi.

Adik adik di Smart School Kendari nampak asyik mendengarkan dongeng

Selanjutnya Kak Heru menuju ke Smart School yang lokasinya paling jauh. Di tempat ini sekitar 50 adik TK dan SD bergabung bersama untuk mendengarkan dongeng.

Dongeng di TK SD Lazuardi Ibnu Sina Kendari

Dan menjelang pukul 10:00, adik adik di TK-SD Lazuardi Ibnu Sina Kendari sudah bersiap menunggu kedatangan tim dongeng dari Dinas Perpustakaan Propinsi Sulawesi Tenggara.

Melelahkan jika harus menempuh perjalanan menuju ke 5 lokasi tersebut. Namun para driver tetap bersemangat mengantarkan para pengelola perpustakaan demi untuk mengajak adik adik gemar membaca.

Dan usai Sholat Jumat, bertempat di SD Lazuardi Kendari berlangsung workshop Guru Mendongeng.
Kegiatan ini turut didukung oleh Bank Indonesia yang telah menghadirkan Pojok Baca dan Dongeng di sekolah ini.

Workshop Guru Bercerita di SD Lazuardi Ibnu Sina

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara. Selama lebih kurang 3 jam para peserta belajar tentang bagaimana teknik dasar mendongeng yang diawali dengan teknik read Aloud.

 

Sabtu, 21 September 2019

Hari ini bertempat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2019.

Berpose di Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2019

Selanjutnya sebelum bertolak menuju Bandara Haluoleo, Kak Heru menyempatkan diri mengisi Workshop Nasional dari Kak Heru di taman parkiran FKIP Universitas Halu Oleo Kendari. Tema kegiatan hari ini adalah Pembelajaran yang Efektif dan Menarik dengan Metode Mendongeng.

Workshop Dongeng di FKIP Universitas Haluoleo

 

Boneka Tua

Dalam sebuah kotak tua, Beruang tua duduk kesepian. Tubuhnya berdebu, matanya hilang satu… Tidak berapa lama, kotak tua dibuka.

“Heei, kuda… akhirnya kamu juga disini…”seru Beruang tua.

Kuda nampak sedih.

“Aku masuk kotak ini, karena Dea punya boneka kelinci baru.” Beruang tua tertawa.

“Kubilang juga apa, jangan terlalu bangga disayang Dea.”

Kotak tua gelap gulita. Namun kuda melihat penghuni yang lain.

“Hei, apakah itu boneka Noni?” tanya kuda.

“Betul, boneka Noni tidak bisa bicara lagi. Batere nya habis!” gerutu Beruang Tua.

Kotak tua kembali sunyi, hingga pagi datang. Gelak tawa Dea terdengar sayup sayup. Ia senang dengan boneka kelinci baru. Sementara itu, mainan lama di kotak tua dilupakan begitu saja.

Pada suatu hari, Dea tidak terdengar suaranya.

“Mengapa Dea tidak terdengar suaranya?” bisik Beruang Tua.

“Sebetulnya sudah 1 minggu sepi dari suara Dea…” gerutu Kuda. Boneka Noni menganggukan kepala, wajahnya khawatir.

Kuda pelan keluar dari kotak tua. Sunyi sepi….

Beruang Tua mengikuti dari belakang. Boneka Noni tidak mau kalah…

Mereka bertiga berjalan menuju kamar Dea.

Dea tertidur ditempat tidur. Wajahnya pucat.

“Banyak sekali obat yang harus diminum Dea.” Bisik Beruang Tua.

“Berarti, dia sakit sekali…”kata Kuda. Boneka Noni wajahnya nampak sedih.

“Ayo Noni, kita kembali ke kotak…” ajak Beruang Tua. Noni menggelengkan kepala. Kuda menarik tangan Noni, namun Noni berpegang pada kaki tempat tidur. Tempat tidur bergoyang keras, dan Dea terbangun.

“Hei, mainan lama ku…” Dea takjub melihat 3 mainan tuanya di pinggir tempat tidurnya. Mama masuk kamar, dan kaget melihat Dea bermain dengan mainan tua.

Dea minta batere untuk Noni. Beruang Tua dijahit kembali matanya. Kuda dilap dengan lap basah. Mereka bertiga nampak kinclong lagi!

“Mana boneka kelinci barumu, Dea?” tanya Boneka Noni.

“Boneka kelinci tidak mau main dengan aku, karena aku flu…” jawab Dea sedih.

Beruang & Kuda saling pandang. “Dea, kami akan selalu setia dengan kamu. Sehat ataupun sakit…” seru Beruang.

“Ooo… aku sayang sama mainan lama ku… Tetap disini, dan jangan kembali ke kotak tua ya?” jawab Dea. Ia kembali menaruh Boneka Noni, Beruang Tua dan Kuda dirak mainannya yang bersih dan tidak jauh dari tempat tidurnya.

Salam Dongeng
Kak Heru – 0852 5575 1971

Silakan follow akun media sosial dibawah ini :
IG : RumahDongeng
FB Fan Page : RumahDongengID
www.rumahdongeng.id

Dongeng Trauma Healing Untuk Siswa Korban BTS Roboh

Dongeng Trauma Healing di SDN 240 Baddo Baddo Mandai

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros kerjasama Rumah Dongeng (Puguh Herumawan) melaksanakan kegiatan dongeng Trauma Healing di SD Negeri 240 Baddo-Baddo Mandai, Rabu ( 21/08/2019).

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Aisyiah, Nasyiatul Aisyiah dan Pemuda Muhammadiyah dengan menyiapkan paket snack dan hadiah berupa mainan dan boneka yang dibagikan ke siswa yang menjawab pertanyaan dan aktif dalam mengikuti dongeng, serta difasilitasi dan dipandu oleh Lory Hendrajaya Direktur Radio Maros FM.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros Idrus menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya pemulihan kondisi psikologis siswa dengan mengajak penggiat dongeng untuk melakukan trauma healing dengan dongeng.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya
membangun keceriaan siswa yang sempat beberapa hari tidak masuk sekolah pasca rubuhnya tower jaringan seluler yang menimpa bangunan sekolah dan melukai beberapa siswa yang juga membuat trauma seluruh siswa yang melihat peristiwa tersebut,” ujar Idrus.

“Selain dongeng akan dilakukan terapi psikologis bekerjasama dengan psikolog Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Maros bersama Psikolog Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Maros yang akan dilaksanakan pada hari Jumat (23/08/2019)”, lanjut Idrus.

“Kami juga akan melaksanakan kegiatan Berbagi Kebahagiaan kerjasama Forum Anak Buttasalewanga Kabupaten Maros dengan membuat kegiatan lomba dan permainan yang akan membuat siswa dapat bergembira dan melupakan peristiwa kecelakaan tersebut serta berharap dukungan dari lembaga lainnya untuk terlibat dalam pemulihan kondisi lingkungan sekolah sehingga aktivitas belajar bisa kembali seperti semula,” tutupnya.

Kepala SDN 240 Baddo- Baddo Hj. Nurmiati menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih, serta berharap kegiatan ini bisa membuat siswa bisa kembali ceria dan mengikuti pembelajaran tanpa ada perasaan takut.

Kondisi siswa yang masih di rawat di Rumah Sakit saat ini sudah membaik dan semoga cepat pulih dan bisa kembali masuk sekolah mengikuti pembelajaran, ujar Hj. Nurmiati.

Sementara itu Pendiri Rumah dongeng Makassar, Heru mengatakan, maksud dari kegiatan dongeng ini, untuk mengembalikan kembali rasa percaya diri siswa agar mereka kembali bersekolah.

“Maksud dan tujuan dongeng ini untuk mengembalikan kepercayaan diri anak anak agar mereka mau kembali bersekolah. Karena kami mendapat kabar, pasca robohnya menara tersebut, banyak siswa yang takut untuk pergi sekolah karena masih mengalami trauma berat. Untuk itu kami datang untuk memberikan motivasi memberikan trauma healing kepada anak-anak agar mereka kembali berani dan ceria seperti semula,” tutupnya.

 

*) dikutip dari KLA

Dongeng Dadakan di TPA Mongcongloe

Usai waktu Mahgrib, ada undangan dadakan untuk bercengkrama dengan adik adik di TPA Al Zain Mongcongloe Maros.Agak sulit menemukan lokasi TPA ini. Kata Ustad Jamil, lokasinya berada di perumahan Mongcongloe Mas. Setelah berkutat dengan kemacetan jalanan di belakang BTP, menjelang waktu Mahgrib saya tiba di perumahan tersebut.Ada sekitar 40 adik adik disini yang belajar mengaji. Beberapa diantaranya berasal dari perumahan lain di sekitarnya. Awalnya saya ragu ketika mulai memasuki kompleks ini. Lampu penerangan yang minim membuat suasana gelap. Ditambah jalanan komplek yang belum diaspal dan berlubang.Kegiatan dongeng berakhir menjelang waktu Isya. Setelah sholat berjamaah, sayapun pamit kepada adik adik yang luar biasa antusias mendengarkan dongeng. Ditambah dengan kehadiran Bona yang suka usil. Mereka terlihat senang dan gembira.#rumahdongeng
#storytelling
#dongenganak
#dongengTPA
#dongengkakheru

Back to School 2019

Dongeng Back To School 2019

Jumat, 19 Juli 2019 ada 2 agenda dongeng di Makassar. Yang pertama pukul 08:00 di SDN Minasa Upa yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumahnya Bona. Saya berusaha hadir lebih cepat karena menurut pak Yoga, pukul 07:30 sudah bisa dimulai acaranya.

Seperti sekolah lainnya, di hari ke 5 pertama masuk sekolah, beberapa ortu masih juga sibuk menemani anak anak mereka masing masing. Seperti pagi ini di sekolah ini, ruang belajar untuk kelas 1 SD penuh dengan anak didik baru yang jumlahnya sekitar 80 anak. Mereka dibagi menjadi 3 rombongan belajar.

Kebanyakan ibu ibu masih setia berdiri di depan kelas. Menunggu anak mereka yang pagi sedang mendapatkan pengarahan di kelasnya. Sedangkan murid kelas lainnya nampak asyik bermain di halaman sekolahnya. Beberapa dari mereka juga nampak menyiapkan karpet plastik untuk alas duduk.
Halaman sekolah yang masih basah tak menyurutkan mereka untuk duduk mendengarkan dongeng bersama Kak Heru dan Bona.
———

Siswa dan siswi SDIT Insantama Makassar

Jadwal selanjutnya adalah menuju ke SDIT Insantama yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan sampingnya Kantor Imigrasi Sulsel. Sekolah ini dikelola oleh rekan saya yang dulu pernah satu tim ketika pembentukan ICMI Muda. Namanya  Bahrul Ulum Ilham, sekarang dia berkiprah di dunia UMKM dan pelatihan wirausaha.

Sekolah ini untuk sementara berlokasi di deretan ruko yang lokasinya mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Ruko berlantai 3 menjadi home base sekolah yang sudah berdiri sekitar 4 tahun lalu. Tak susah menemukan lokasi sekolah ini. Kalo nggak salah disampingnya ada sebuah pangkalan bus jurusan Makassar –  Palopo.

Pukul 09.15 saya tiba di sekolah ini. Ternyata murid murid sudah menunggu kedatangan saya semenjak pukul 08:30. Jarak antara SDN Minasa Upa menuju ke SDIT Insantama cukup jauh. Saya berinisiatif untuk menggunakan kendaraan roda dua punyanya Pak Nizar, staf Yatim Mandiri Makassar. Dengan roda dua, perjalanan lebih cepat dan anti macet. Rutenya melalui Moncongloe  yang bebas macet.

Aula sekolah berasa di lantai 3. Sekitar 70 murid sudah siap mendengarkan kisah tentang Idul Adha dengan mengambil sudut pandang dari Ismail, putra tercinta dari Nabi Ibrahim.
Keseruan cerita ini ketika saya berpura pura me jadi Iblis yang menganggu Nabi Ibrahim  ketika sedang membawa Ismail ke atas bukit untuk dikorbankan. Beberapa anak anak dengan penuh semangat berusaha melempar si Iblis dengan batu imaginasi mereka.

#sedekahdongeng
#rumahdongeng
#yatimmandiri
#storytelling
#dongengIslami