Category Archives: Aktifitas

Pesantren Ramadhan Kreatif

Sempat terjadi miskomunikasi antara panitia kegiatan dan pihak sekolah. Seminggu sebelumnya panitia meminta saya untuk memberikan materi Public Speaking for Kids dan Membuat Presentasi Yang Menarik.

Pesantren Ramadhan Kreatif

Karena pesertanya adik adik kelas 4-6, maka materi public speaking saya buat dengan simple dan menggunakan narasi storytelling. Sedangkan materi presentasi, dibuat hanya 8  tips membuat presentasi power point.

Namun ketika tiba di sekolah, saya kaget karena ibu kepsek sudah mengatur posisi duduk anak anaknya di halaman sekolah. Pikir saya, materi yang saya buat seharusnya dilaksanakan di dalam kelas dan hanya utk siswa kelas 4-6 saja. Tapi saya melihat siswa kelas 1-6 sudah duduk dengan rapi seakan akan siap untuk mendengarkan dongeng.

Pesantren Ramadhan Kreatif SD Angkasa 1Mandai

Dan betul…
Ternyata ibu kepala sekolah meminta saya untuk mendongeng. Bukan untuk mengajar materi yang diminta oleh panitia.

Ya sudahlah, saya harus siap dengan berbagai kondisi dan situasi. Akhirnya saya mengganti tas laptop yang ada di pundak dengan tas yang isinya Bona.
Artinya saya memang harus mendongeng di depan mereka.

Pesantren Ramadhan Kreatif SD Angkasa 1Mandai

#storytelling
#pesantrenkreatif
#rumahdongeng
#dongengramadhan
#yatimmandiri

Jadwal Dongeng Keliling – Dongkel With Library

Dongeng Keliling With Library

Jadwal lokasi Dongkel with Mobile Library Inovasi Layanan Dinas Perpustakaan Makassar di bulan Ramadhan 1440 H – Minggu ini tanggal 13 -17 Mei 2019.(berdasarkan data titik kunjungan, surat resmi dan permintaan/ usulan melalui media sosial)

Hari Senin (13/05/19) Pukul : 09.00 – 11.30 Wita

  1. DP1 : Masjid H.M Asyik, Jl. AP. Pettarani No. 100 Buakana-Rappocini (Non Dongeng)
  2. DP2 : Panti Asuhan Rahmatullah Makassar, Jl. Nuri Baru, Jl. Manunggal 22 No. 25. A – Maccini Sombala Tamalate (Pendongeng Kak Andry Andryani Akib) – [T]
  3. DP3 : Panti Asuhan Mulia, Jl. Muhammadiyah No. 11 – Wajo (Pendongeng Bunda Sri Sri Suhesti) –

B. Hari Selasa (14/05/19) Pukul : 09.00 – 11.30

  1. DP1 : Masjid Nurul Majid Makassar, Jl. Gunung Merapi, Lajangiru – Makassar (Non Dongeng)
  2. DP2 : Panti Asuhan Al-Abrar, Jl. Monumen Emmy Saelan No. 44-C Gunung Sari – Tamalate (Pendongeng Kak Yaya Cahaya) – [T]
  3. DP3 : Panti Asuhan Guppi Tk. I Sul-Sel, Jl. Korban 40.000 jiwa selatan No. 24 (Pendongeng Kak Manggazali Anak Makassar) – [T]

C. Hari Rabu (15/05/19) Pukul : 09.00 – 11.30

  1. DP1 : Masjid Nurul Ilmi Makassar, Jl. Raya Pendidikan No. 2 Gunung Sari – Mamajang (Non Dongeng)
  2. DP2 : Panti Asuhan Bahagia, Jl. Inspeksi PAM No. 48 Batua – Panakkukang (Pendongeng Kak Muliadi AbdMunir Hustim) – [T]
  3. DP3 : Panti Asuhan Jabal Rahmah, Jl. Letjend Hertasning No. 46 Kassi-Kassi – Rappocini (Pendongeng Kak Heru Puguh Herumawan) – [T]

D. Hari Kamis (16/05/19) Pukul : 09.00 – 11.30

  1. DP1 : Masjid Darul Falah, Kompleks Minasa Upa, Jl. Aroeppala, Gunung Sari – Rappocini (Non Dongeng)
  2. DP2 : Panti Asuhan Nahdiyat, Jl. Anyang No. 138 Maricaya Selatan – Mamajang (Pendongeng Kak Madia Gaddafi)
  3. DP3 : Panti Asuhan Titipan Kasih, Jl. A. Mangerangi III No. 90 Bongaya – Tamalate (Pendongeng Kak Nisa Chairunnisa Latief)

E. Hari Jum’at (17/05/19) Pukul : 10.00 – 12.00

  1. DP1 : Masjid Agung 45, Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar (Non Dongeng)
  2. DP2 : Masjid Raya Makassar, Jl. Masjid Raya Makassar – Bontoala (Non Dongeng)
  3. DP3 : Masjid Al-Markaz Al-Islami, Jl. Masjid Raya No. 57 Makassar-Bontoala (Non Dongeng).

Demikian jadwal dan lokasi ini disampaikan agar teman-teman tim Dongkel with Mobile Library khususnya pendongeng lebih prepare ke lokasi masing masing. Jika terjadi permasalahan teknis pada armada Perpusling akan disampaikan kemudian oleh Bidang Layanan yang menangani atau WA group Dongkel.

Seluruh layanan Dongkel Perpusling ini tidak dipungut biaya (Gratis). Seluruh pendongeng wajib memakai atribut/ Rompi Dongkel dan mematuhi kode etik serta SOP layanan.

Saran/ Kritik/ Keluhan/ Komentar penerima layanan dapat disampaikan di akun Facebook Dongkel Perpusling atau hubungi kami di nomor WhatsApp (WA) : 0852 4243 7564

Bagi masyarakat atau kelompok komunitas yang ingin memberikan bantuan di Panti Asuhan dapat bergabung langsung di lokasi titik layanan Dongkel Ramadhan dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya ingin bergabung kepada tim Dongkel Perpusling Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

Pemesanan Dongkel hanya berlaku di wilayah Kota Makassar.

Dinas Perpustakaan Kota Makassar selalu ingin lebih dekat dan bersahabat

Aksi Dongeng Ramadhan Minggu Pertama

Dongeng Ramadhan di TK Kinder Huiz

Usia mereka rata-rata masih dibawah 4 tahun. Bahkan ada yang masih 1 tahun.

“Puasa ya?”, tanyaku ketika mengawali kegiatan Sedekah Dongeng di TK Kinder Huiz Makassar.

“Puasa setengah kak!”, teriak beberapa dari mereka.

Aksi Bersama XL Home

Dongeng Ramadhan bersama XL Home

Sore harinya ngamen bersama XL Home di BTN Minasa Upa Makasssar

Promosi paket internet fiber optic dan hiburan kekinian yang kini hadir di Makassar.

Yuk dengar dongeng di bulan ramadhan 1440 H. Banyak kisah kisah menarik yang sangat bagus didengarkan oleh mereka di bulan suci ini.

Hari Buku Sedunia di Kendari

Hari Buku Sedunia di Kendari

Pada tahun 1995, UNESCO memutuskan Hari Buku Sedunia dan Hari Hak Cipta Sedunia dirayakan pada tanggal 23 April, sebab tanggal tersebut juga merupakan hari kematian William Shakespeare dan penulis terkenal lainnya.
Penulis lainnya yang juga lahir maupun meninggal pada tanggal 23 April yaitu Maurixe Druon, seorang novelis Prancis, lahir 23 April 1918, Manuel Mejia Vallejo, ia seorang penulis Kolombia yang lahir 23 April 1923 dan Halldor Laxness, seorang penulis Islandia yang lahir 23 April 1902

Dilansir dari Hindustan Times, Direktur Jenderal UNESCO yaitu Audrey Azoulay merangkum tema Hari Buku Sedunia di tahun 2019 ini melalui kata-kata berikut.
“Buku adalah bentuk ekspresi budaya yang hidup dan sebagai bagian dari bahasa yang dipilih. Setiap publikasi yang dibuat dalam bahasa yang berbeda dan ditujukan untuk para pembacanya. Dengan demikian sebuah buku ditulis, diproduksi, dipertukarkan, digunakan dan dihargai dalam latar bahasa dan budaya tertentu. Tahun ini kami menyoroti dimensi yang penting karena 2019 menjadi Tahun Internasional Bahasa Pribumi yang dipimpin oleh UNESCO. Untuk menegaskan kembali komitmen masyarakat internasional dalam mendukung masyarakat adat untuk melestarikan budaya, pengetahuan dan hak-hak mereka.”
Melalui Hari Buku Sedunia 2019 ini, UNESCO bertujuan untuk memperjuangkan buku-buku dan merayakan kreativitas, keragaman dan akses yang sama terhadap pengetahuan. Hari ini telah menjadi platform bagi orang-orang di seluruh dunia dan terutama bagi kepentingan industri buku termasuk penulis, penerbit, guru, pustakawan, lembaga publik dan swasta, LSM kemanusiaan dan media massa untuk bersama-sama mempromosikan literasi dan membantu semua orang untuk memiliki akses ke sumber daya pendidikan.

Hari Buku Sedunia di Kendari

Kak Heru di Kendari merayakan hari buku sedunia

Pagi ini bersama adik adik TK dan SD di area pameran Hallo Sultra di kawasan lapangan MTQ Kendari Sulawesi Tenggara.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara ini dirangkaikan dengan perayaan Hari Buku Sedunia.

Hari Dongeng Sedunia 2019

Hari ini 20 Maret 2019 untuk sejenak ribuan anak anak di Makassar melepaskan gadget di tangannya. Berbondong bondong mereka datang ke perpustakaan umum Makassar di Jalan Lamadukelleng. Bahkan sedari pagi, Afyad putra dari Bunda Mugniar, salah satu anggota komunitas Rumah Dongeng sudah bersiap mengantar anaknya.

Rabu, 20 Maret 2019 adalah Hari Dongeng Sedunia atau World Storytelling Day. Sebuah hari dimana seluruh pendongeng di dunia berkumpul untuk berbagi ceria dan cerita bagi seluruh anak anak dari berbagai penjuru.

Hal yang sama juga terjadi di Makassar. Anak anak dari Ujung Tanah, dari Parang Tambung, dari Sudiang, dari Tanjung Bunga berdatangan menuju ke gedung berlantai dua yang pagi ini menjadi tempat berkumpulnya para kurcaci kecil untuk bersama sama mendengarkan dongeng. Coba bayangkan hari ini ada 20 pendongeng yang akan bercerita sepanjang 2 jam terus menerus tanpa henti.

Ya..! 2 sessi bersama 20 pendongeng keren Makassar. Coba siapa pendongeng Makassar yang sudah kalian kenal? Ada Kak Heru yang tampil bersama Bona. Ada Kak Madia dengan dongeng Perpustakaan Pak Burhan, ada Kak Icha dengan dandanan Nenek Pakandenya. Ada Kak Manggazali, Bunda Sri, Kak Mul, Kak Ridho, Kak Yusran, Kak Rini dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan ada juga adik Aqila, sang juara dua nasional lomba bercerita tingkat SD tahun 2018.

Perjalanan dongeng hari ini dimulai dari TK Aisyiah 3 Manggala Antang. Catatan di agenda kegiatan, hari ini ada 4 lokasi yang harus dikunjungi satu demi satu. Kadangkala saya berpikir bisa atau tidak bila di Makassar harus mengisi dongeng di 4 lokasi yang berbeda dalam sehari. Saya mencoba membuat catatan waktu dan jarak. Dari 4 lokasi ini, yang pertama di Perumnas Antang. Saya putuskan di sekolah ini adalah tenpat pertama yang harus didatangi. Tempat lainnya adalah Sekolah Cendekia Berseri, TK Nurul Askar dan perpustakaan umum Makassar. Harusnya menurut perhitungan, pukul 08:00 WITA, kegiatan pertama di TK Aisyiah harus dimulai.

Ini adalah kunjungan pertama saya ke sekolah ini. Lokasinya di Perumnas Antang blok 8. Biasanya di daerah ini kalo musim hujan sering kebanjiran. Mungkin karena letaknya rendah dan dekat dengan daerah tampungan air. Setelah bertanya beberapa kali kepada kerumunan ibu ibu di depan SD Inpres Antang, akhirnya TK Aisyiah 3 saya temukan juga. Jaraknya sekitarnya 250 meter dari jalan raya blok 8 Perumnas Antang. Waktu menunjukkan pukul 08:05 ketika saya tiba di sekolah ini. Beberapa guru nampak masih duduk di depan sekolah sambil sesekali menyambut kedatangan murid muridnya. Tak mau ketinggalan, Heru staf dari Yatim Mandiri Makassar segera memasang spanduk kegiatan Sedekah Dongeng di dinding sekolah. Para murid harus melaksanakan sholat Dhuha terlebih dahulu sebelum mendengarkan dongeng. Dan baru pukul 08:30 WITA dongeng dimulai. Saya pun mulai memikirkan kira kira berapa durasi dongeng di sekolah ini. Pesan Whatsapp dari Joharni sudah masuk dan mengingatkan bahwa di TK Nurul Askar kegiatan harus dimulai sebelum pukul 10:00 WITA. Dan setelah sekitar 40 menit, saya mengakhiri kegiatan di sekolah ini. Bergegas saya menuju ke lokasi kedua.

Lokasi kedua adalah TK Nurul Askar di Asrama Mattoangin Makassar. Seharus sekolah ini jadwalnya pukul 09:00. Namun karena murid muridnya harus pulang pukul 10:00, maka saya harus merubah jadwal dan rute perjalanan. Sekolah Cendekia Berseri saya rubah ke pukul 10:30. Padahal ketika saya menuju ke TK Nurul Askar, rute perjalanannya melewati depan sekolah Cendekia Berseri di Jalan Hertasning. Saya sempat melirik sekolah ini sembari memacu Mona (Mobil Bona) agar cepat tiba di lokasi kedua.

Ada sekitar 35 murid di sekolah yang letaknya berdampingan dengan mesjid di perumahan yang penghuninya kebanyakan anggota TNI Angkatan Darat.

Sedangkan lokasi ketiga adalah sekolah Cendekia Berseri Makassar di Jalan Hertasning. Adik adik disini sudah menunggu sejak pukul 09:00 dan baru pukul 10:40 saya tiba di sekolah yang kebanyakan muridnya tidak memakai baju seragam. Mereka diperbolehkan oleh sekolah untuk memakai baju bebas setiap hari. Kesabaran mereka dalam menunggu patut diacungi jempol.
Terima kasih untuk kesabarannya yang akhirnya dibayar dengan senyum dan tawa yang seru.

Senang sekali hari ini bisa berbagi kebahagiaan dan keceriaan dalam hari dongeng sedunia.

Sekolah Kecil di Pangkep, Tempat Para To Barani

Tim Dongeng dan Pajokka Balocci berpose di depan sekolah

Ketika saya diundang oleh Amal, seorang lelaki muda yang berkecimpung di Komunitas Pajokka Balocci Pangkep, ingatan saya kembali ke sebuah cerita rakyat yang pernah dibawakan oleh Fara, salah satu murid sekolah dasar di Pangkep. Sekitar 2 tahun lalu Fara diutus oleh sekolahnya untuk mengikuti Lomba Bercerita Tingkat SD se Sulawesi Selatan mewakili Kabupaten Pangkep. Kala itu Fara membawakan sebuah cerita rakyat yang berjudul Asal Usul Kampung Jawwaya. Dalam cerita tersebut ada sebuah istilah yang mengelitik pikiran saya. Istilah itu adalah To Barani.

To Barani atau tobarani artinya adalah para pemberani yang terdiri dari kumpulan para pendekar di kerajaan Pangkep. Menurut Amal, yang tadi sempat bercerita sedikit kepada saya. Dahulu daerah ini merupakan tempat asal para pemberani (to-barani – tobarani) yang mempunyai kebiasaan minum arak (anginung ballo’), sabung ayam (assaung jangang / massaung manu), judi (abbotoro’). Kebiasaan ini adalah kebiasaan umum masyarakat pada masa itu. Tidak disebut seseorang itu pemberani jika tidak melakoni kebiasaan – kebiasaan tersebut diatas. Para pemberani di Balocci itu mendapatkan julukan “Koro – korona Balocci”, karena kebiasaan yang terkenalnya meminum “Ballo Kecci” dan memang ballo’ yang terkenal di Balocci pada masa itu adalah Ballo Kecci.

Begitulah asal usul nama Balocci.

Amal juga bercerita tentang sepak terjang komunitasnya yang saat ini sudah beranggotakan 48 orang. Komunitas Pajokka Balocci adalah komunitas traveling dan education. Nah, ketika mereka sedang traveling, mereka juga mengeksplore dan mengembangkan potensi wisata serta memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar lokasi potensi wisata yang mereka kunjungi.

Kegiatan Dongeng Ceria ini sempat 2x ditunda pelaksanaannya karena berbagai kendala. Seharusnya tanggal 16 Februari 2019 dilaksanakan namun pada tanggal tersebut pihak sekolah memberitahukan ada gerak jalan dalam rangka ulang tahun Kabupaten Pangkep. Sedangkan yang kedua karena bertabrakan dengan jadwal Roadshow Disaster Risk Reduction di Palu. Dan akhirnya pada hari ini, 2 Maret 2019 bisa dilaksanakan.

Hari ini saya berangkat ke Balocci ditemani oleh 3 orang staf dari Yatim Mandiri Maros. Ada Sari yang baru saja menikah, ada Rahmi salah satu staf Fundraising dan Sri, staf keuangan yang kalo naik mobil biasanya tidur nyenyak. Perjalanan dimulai dari kantor Yatim Mandiri Maros sekitar pukul 08:15 WITA. Beberapa dus susu dan kaleng sosis sudah siap dipacking dan dinaikkan ke bagasi mobil merah yang setiap hari saya gunakan untuk operasional dongeng.

“Mobil ini namanya Mona, alias Mobilnya Bona,” ujarku ketika mereka bertiga sudah duduk di dalam mobil.

Rahmi hanya tertawa saja. Dari ketiga penumpang hari ini, hanya Rahmi yang paling suka tertawa. Sedangkan Sari sedang tidak enak badan.

“Sari lagi ngidam Kak,” jelas Sri yang duduk di sampingnya.

Wah, pengantin baru kayaknya lagi bahagia nih…!

Tak terasa perjalanan kami berempat sudah tiba di kawasan perumahan Tonasa 1 Pangkep. Sebuah gerbang selamat datang nampak masih terpampang dengan jelas di depan perumahan. Saya pun menepikan mobil karena harus menelpon Amal untuk minta dijemput. Lokasi sekolah katanya masih sekitar 5 km lagi.

Sembari menunggu tim penjemput, saya sempat melihat beberapa bangunan di perumahan Tonasa 1 sudah tak terurus lagi. Sebuah bangunan besar yang dulunya sebagai kantor pusat, kini nampak tak terurus dan dimakan rayap. Beberapa dindingnya sudah jebol. Demikian juga dengan atapnya yang sudah terlepas sengnya. Saya teringat sekitar tahun 1992 pernah menjalani training center selama hampir 2 minggu di gedung olah raga di Tonasa 1. Bangunan tersebut masih berdiri dengan kokoh dan nampak di bagian samping digunakan untuk toko serba ada.

Setelah menunggu selama kurang lebih 15 menit, akhirnya yang ditunggu pun sudah tiba. Dengan mengendarai sebuah motor berwarna hitam Putri salah satu anggota komunitas Pajokka Balocci menemui kami. Tanpa berbasa basi dan tak menunggu segeralah kami mengekor di belakangnya. Di sepanjang perjalanan kami disuguhi dengan pemandangan bukit kapur yang tinggi menjulang di kanan dan kiri jalan. Sesekali terdengar bunyi air sungai yang airnya jernih mengalir di sisi kiri jalan. Sengaja saya membuka jendela dan mematikan pendingin udara mobil supaya udara Balocci bisa masuk ke dalam mobil. Secara administratif, Kecamatan Balocci terbagi atas 4 Kelurahan, 1 Desa, 8 Lingkungan, 2 Dusun, 25 RW, dan 83 RT. Kelima Kelurahan/Desa tersebut adalah Kassi, Tonasa, Balocci Baru, Balleangin, dan Tompobulu.

Sebuah spanduk kecil nampak sudah dipasang di pintu gerbang sekolah. Terdengar riuh suara adik adik yang sudah duduk dengan rapi dibawah pohon mangga besar di belakang sekolah.

Aksi Bona yang selalu dirindukan adik adik

“Tadi mereka menunggu di halaman sekolah. Tapi karena panas matahari sudah menerpa halaman, maka saya pindahkan ke belakang sekolah,” kata Bunda Hj. Rosmini, kepala sekolah SDN 31 Senggerang yang nampaknya sudah tak sabar untuk memulai acara.

Segera beliau mengajak tim Sedekah Dongeng ke belakang sekolah. Dan benar, sekitar 90 murid sudah duduk tanpa alas kaki diatas karpet berwarna biru di bawah rindangnya pohon mangga yang tinggi menjulang. Melihat mereka duduk tanpa alas kaki, sayapun juga melepas sepatu dan mulai menyapa mereka sambil mengenalkan maksud dan tujuan kami datang.

Bunda Hj. Rosmini menyerahkan piagam kepada Kak Heru dan Bona

Tak butuh waktu lama bagi saya untuk bisa akrab dengan mereka. Teknik ice breaking sangat dibutuhkan dalam segala suasana. Apalagi untuk adik adik yang belum sama sekali mengenal saya dan tim Sedekah Dongeng dari Laznas Yatim Mandiri. Ibu guru dan bapak guru juga sekali tertawa melihat anak anak mereka cepat akrab dengan kami. Suasana semakin riuh ketika Bona, mulai keluar dari tas hitamnya. Celoteh nakal mulai keluar dari mulut Bona. Beberapa anak laki laki yang duduk di bagian depan nampak sampai tertawa berguling guling mendengar ocehan Bona.

Dan akhirnya kegiatan Dongeng Ceria hari ini diakhiri dengan pembagian susu dan sosis kaleng. Kakak kakak dari Yatim Mandiri dengan sabar mulai membagikan hadiah tersebut dibantu oleh Putri, Nisa, Haerul, Nasrul dan Rika dari Pajokka Balocci.

Bagi teman teman komunitas lain yang ingin mengenal komunitas Pajokka Balocci, silakan datang langsung ke markasnya di :

Jl.Bulusaraung Kampung Dujie Kelurahan Balleangin Kecamatan Balocci Kab.Pangkep

Bona Back to Makassar

Ibu Lisa dan Pak Berto berfoto dengan Bona

Setelah hampir satu minggu mengadakan roadshow Disaster Risk Reduction di Palu, Sigi dan Donggala bersama Wahana Visi Indonesia, menjelang sore di hari Sabtu, 23 Februari 2019, saya diantar oleh Ibu Lisa dan Pak Berto ke bandara Mutiara Palu. Tak mau ketinggalan melihat foto fotonya Bona, Ibu Lisapun ingin juga berfoto dengan Bona di bandara Palu.

Selama roadshow di Palu, banyak pengalaman barunya Bona. Bertemu dengan banyak adik adik dan bergembira bersama mereka. Dari satu tempat ke tempat lainnya, dari anak anak bahkan sampai orang tua senang bertemu dengan Bona.

Irma, teman sewaktu di Smansa Makassar

Setelah menunggu di gate 3 selama kurang lebih 30 menit, pesawat Batik Airpun segera take off menuju Makassar. Sungguh beruntung pada penerbangan ini tiga kursi tempat saya duduk sedang kosong semuanya. Artinya hanya saya sendiri yang duduk di baris 12. Dan seperti biasa kalo dalam keadaan seperti ini, Bona pun mendapat kesempatan untuk duduk di kursi dekat jendela.

Beberapa penumpang sepertinya heran melihat tingkah laku saya yang sedang asyik berfoto dan mengatur posisi duduknya Bona. Bahkan ketika pramugari membagikan makanan kecil, Bonapun sempat mendapat jatah snack juga. Dengan tersipu malu mbak pramugari pun akhirnya menerima kembali snack tersebut ketika saya menjelaskan bahwa yang duduk disamping itu adalah boneka Bona.

“Bisa bicara bonekanya pak..?”, tanya mbak pramugari ketika sedang membagi snack kepada saya. Sayapun hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaan tersebut, sementara mbak pramugari terus berjalan pelan melayani penumpang lainnya sembari matanya tak lepas dari Bona.

“Gimana Bona? Mau nggak foto sama dia?”, kutantang Bona yang ternyata malah asyik membaca majalah Batik air. Dan Alhamdulillah penerbangam Batik Air hari Sabtu ini lancar dan tiada halangan.

3 Lokasi Sedekah Dongeng.

Dan hari Senin 25 Februari 2019, jadwal kegiatan dimulai dengan mengunjungi TK Aisyiah Bustanul Athfal VI Biring Romang VI di jalan Tamangapa 3 Antang. Untuk ke sekolah ini harus menyusuri lorong khusus kendaraan roda 2. Ada sekitar 60 murid yang belajar di sekolah ini.
Pukul 08:15 kegiatan Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri dimulai setelah mereka duduk dengan rapi di halaman sekolahnya.

Donasi yang dikumpulkan berjumlah Rp 1.243.000,- yang selanjutnya disalurkan kepada Laznas Yatim Mandiri Makassar.

Selanjutnya lokasi kedua kegiatan Sedekah Dongeng adalah di TKIT Ummul Mu’minin di Pesona Prima Griya Antang.

Kak Sabir dan keluarganya berfoto bersama Bona

Sebelumnya, Zabir salah satu junior Kak Heru yang masih aktif di Pramuka Unhas mengabari bahwa ini adalah sekolah anaknya. Anaknya bernama Embun, cantik dan lincah seperti ayah dan bundanya. Kebetulan ayah dan bunda Embun adalah sama sama anggota Pramuka Unhas.

Dan menjelang siang, tim Sedekah Dongeng masih menyisakan 1 lokasi lagi di TK Angkasa 2 Daya. Ini adalah kunjungan saya untuk kedua kalinya di sekolah ini.

Ketika saya baru masuk ke pintu gerbang, teriakan memanggil nama “Kak Heru datang..!” langsung menggema di teras sekolah. Serentak kaki kaki kecil segera berlarian menyambutku.

“Mana Bona..?”, itu sebuah kalimat bila mereka bertemu denganku untuk kesekian kalinya.
Sayapun hanya bisa tersenyum sembari menggandeng salah satu anak untuk menuju lokasi kegiatan di samping sekolah.

Ada sekitar 150 adik adik yang sudah duduk dengan rapi namun tak sabar. Saat saya sedang menyiapkan sound system, beberapa dari mereka mencoba untuk mengintip tasnya Bona. Walaupun ibu guru sudah melarang, namun mereka tetap kembali berdiri dan mencari tahu keberadaan Bona.

Agar mereka tak penasaran, sengaja saya menyimpan tas Bona agak jauh agar perhatian mereka tak terganggu ketika dongeng dimulai. Saya meminta pak Yoga, salah satu staf dari Laznas Yatim Mandiri untuk menjaga tas Bona dari jangkuan tangan tangan kecil mereka.

Meluangkan Waktu ke SD Al Azhar Mandiri Palu

Roadshow Disaster Risk Reduction 2019 menyasar ke 13 lokasi yang semuanya merupakan wilayah kerja pendampingan dari Yayasan Wahana Visi Indonesia. Karena keterbatasan waktu, dari sekitar 30 tempat pendampingan hanya 13 lokasi saja yang dapat dijangkau pada bulan Februari 2019.

Di tengah kepadatan jadwal Roadshow ini, atas permintaan khusus dari bunda Irma, salah satu alumni SMANSA 90 yang sekarang bermukim di Kota Palu maka hari Jumat pagi ini mampir dulu ke SD Al Azhar Mandiri Palu.

Karena jadwal Roadshow Disaster Risk Reduction baru dimulai pukul 10:00, maka tak ada salahnya untuk bertemu dengan adik adik di sekolah ini. Menurut Bunda Irma, sekolah ini belum pernah dikunjungi oleh pendongeng setelah berdiri dari tahun 2016.

Bangunan sekolah SD Al Azhar Mandiri masih kokoh berdiri meskipun juga terkena gempa tahun lalu. Menurut salah satu pengajar, efek gempa bumi yang terjadi pada bulan September 2018 lalu hanya menyebabkan retak rambut pada beberapa dinding kelas. Dan setelah ditelaah oleh tim BPPD, bangunan masih layak dan aman untuk kegiatan belajar mengajar.

Halaman sekolahnya cukup luas dan saat ini juga digunakan untuk parkir kendaraan pengantar dan guru. Tepat pukul 09:15 ditemani oleh Bunda Irma, saya bergegas menemui Ibu Kepala Sekolah yang nampaknya sudah menunggu kehadiran kami. Ada sekitar 50-an murid kelas 1 dan 2 yang sudah duduk dengan rapi di salah satu teras sekolah. Murid laki laki duduk di bagian kanan dan murid perempuan duduk di sebelah kiri. Setelah mengenalkan diri kepada mereka, sayapun memulai menghantarkan sebuah kisah tentang keutamaan bersedekah.

Dan sepertinya waktu 30 menit masih dirasakan kurang oleh mereka. Beberapa dari mereka meminta agar kisahnya ditambah lagi. Dalam kegiatan di sekolah ini, adik adik dan pengajar di SD Al Azhar Mandiri Palu juga mengumpulkan donasi yang berjumlah Rp. 5.000.000,- yang selanjutnya disalurkan kepada Laznas Yatim Mandiri. Sekitar pukul 09:45 Kak Heru harus meninggalkan tempat ini untuk menuju ke Kabupaten Sigi.

SD Negeri 2 Binangga Sigi

Selanjutnya Kak Fera dari tim Disaster Risk Reduction menjemput Kak Heru untuk menuju ke SD Negeri 2 Binangga Sigi. Roadshow DRR ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bagaimana mengurangi resiko pada anak ketika sedang terjadi bencana.

Di halaman sekolah masih berdiri sebuah tenda besar yang sebelumnya digunakan sebagai ruang belajar sementara. Tenda berwarna putih bantuan dari Unicef mampu menampung sekitar 100 anak. Saat ini adik adik sudah belajar di dalam kelasnya masing masing.

Masih dengan tema Tas Siaga Bencana yang diolah menjadi sebuah dongeng yang tentunya akan lebih mudah dipahami oleh adik adik yang masih duduk di sekolah dasar. Memaparkan tentang jenis jenis bencana dan sesekali Kak Heru bertanya tentang jenis bencana yang bisa terjadi di lingkungannya. Kebanyakan dari mereka pasti menjawab gempa bumi dan tsunami tatkala saya bertanya tentang nama bencana. Mungkin karena mengalami sendiri bencana tersebut sehingga kejadian tersebut akan terus berbekas dalam perjalanan hidupnya kelak.

Selain tim Wahana Visi Indonesia, kunjungan hari ini juga diikuti oleh Kak Sofie berserta tim dari BPPD Sulawesi Tengah yang juga mengenalkan fungsi dan tugas dari instansi tersebut.

90 Kilometer Rute Terjauh Hari Ini

Hari ke-4 Roadshow Disaster Risk Reduction atau Pengurangan Resiko Bencana hari ini dilaksanakan di SDN Watusampu Palu.

Lokasi sekolah ini dekat dengan pantai dengan kontur tanah yang berbukit. Di sepanjang perjalanan ke tempat ini, saya melihat beberapa lokasi penambangan pasir dan batu yang diambil dari bukit yang persis berhadapan dengan laut. Terlihat juga 2 kapal tongkang yang siap mengangkut pasir dan batu hasil olahan menuju ke tempat lain.

Teluk Domino terlihat jelas dari sekolah ini. Sebuah tiang bendera yang mengibarkan bendera merah putih juga nampak gagah berada di tengah halaman sekolah. Ada 4 bangunan yang berada di sekolah ini. Masing masing digunakan sebagai ruangan kelas 1 sampai kelas 6.

Kegiatan edukasi ini juga dihadiri oleh BPPD Sulawesi Tengah. Ada Pak Hany dan Ibu Sofi yang turut membawa pesan kepada adik adik tentang fungsi instansinya dalam menangani bencana. Sedangkan dari Wahana Visi Indonesia ada 2 tim turut mendampingi Kak Heru. Ada Pak Berto yang sejak hari pertama mengikuti kegiatan DRR, ada Kak Teten yang sepertinya menjadi kakak asuh dari adik adik di sekolah ini.

Metode penyampaian tentang resiko bencana dalam bentuk dongeng sangat diapresiasi oleh Pak Haly, dari BPPD Sulteng. Menurutnya, anak anak akan dengan mudah memahami tentang apa itu bencana, mengapa bencana bisa terjadi dan apa yang disiapkan ketika terjadi bencana. Bahasa dongeng yang sederhana disertai dengan tingkah laku Bona yang lucu membuat anak anak senang dan paham dengan materi DRR.

Desa Walandano Donggala

Seusai makan siang di salah satu rumah makan di samping kantor Wahana Visi Indonesia, sessi kedua roadshow Disaster Risk Reduction pun dimulai. Target kegiatan siang ini berlokasi di Desa Walandano Kabupaten Donggala yang jaraknya sekitar 90 km dari Kota Palu.

Dalam perjalanan menuju ke lokasi tersebut, kami melewati Tondo Sirenja, sebuah daerah tempat pertama kalinya gempa bumi terjadi tahun 2018 lalu. Daerah ini adalah pusat gempa yang menyebabkan gelombang tsunami ke Kota Palu. Menurut cerita penduduk setempat, gempa yang terjadi seperti sebuah ledakan yang berasal dari dalam laut. Gelombang laut setinggi 15 meter terlihat menggulung ke arah kota Palu. Sedangkan di daerah ini sendiri tidak mengalami efek tsunami yang besar.

Desa Walandano sendiri letaknya sangat terpencil dari jalan propinsi kearah Toli Toli. Setidaknya lembah dam bukit menghadang perjalanan kami. Lebar jalanan cukup sempit, hanya bisa menampung satu kendaraan saja. Bila berpapasan dengan kendaraan lain, harus ada yang mengalah. Disisi kiri terlihat jurang dengan kedalaman sekitar 50 meter sedangkan disisi kanan bukit yang tingginya hampir sama dengan jurang tadi. Bukit bukit disini sangat rawan longsor. Sepanjang perjalanan terlihat batu dan tanah sisa longsoran masih terlihat di jalan. Supir yang membawa mobil harus ekstra hati hati, karena menurutnya ini adalah perjalanan pertamanya ke daerah ini.

Setelah hampir 3 jam perjalanan, akhirnya desa Walandano sudah terlihat dari jauh. Desa ini sebagian besar penduduknya memeluk agama Nasrani. Ada 3 buah gereja yang letaknya hampir berdekatan satu dengan lainnya. Sebuah tenda berwarna putih yang berukuran cukup besar sudah penuh dengan celoteh adik adik yang nampaknya sudah tak sabar menunggu kami.

Setelah semua peralatan siap, Kak Ama dari Wahana Visi Indonesia mulai menyapa adik adik sembari mengenalkan satu persatu tim yang datang. Ada Kak Lisa, Kak Mangku, Kak Teten dan Kak Juanda. Program ruang sahabat anak dilaksanakan setiap hari Rabu di desa ini. Penanggung jawab programnya adalah Kak Juanda, seorang volunteer yang masih berusia muda. Sedangkan Kak Heru sendiri mendapat giliran terakhir dalam sessi perkenalan sekaligus langsung mendongeng untuk adik adik.

Tema dongeng hari ini adalah Tas Siaga Bencana. Gambaran ceritanya adalah sebuah kampung yang rawan dengan bencana longsor yang terjadi setiap tahunnya di desa ini. Gambaran visual yang saya dapat dalam perjalanan sebelum mencapai desa ini membuat saya tanpa kesulitan menjelaskan kepada adik adik tentang bagaimana menghadapi bencana longsor dengan menyiapkan tas siaga bencana.

Sebenarnya tas siaga bencana yang saya bawa adalah tas yang biasa saya gunakan untuk menyimpan Bona. Sebelum Bona keluar dari tas tersebut, saya sedikit memperlihatkan bahwa dalam tas siaga bencana isinya adalah roti, minuman botol, senter dan baterei. Dalam praktek sebenarnya, tas siaga bencana memang harus diisi dengan berbagai keperluan praktis untuk bisa bertahan hidup jika sewaktu waktu terjadi bencana.

Kehadiran Bona sendiri sangat dinantikan oleh adik adik dan juga ibu ibu yang hadir di tempat ini. Bona juga bisa mengajak adik adik untuk tetap tersenyum dan tertawa serta tetap siaga dalam menghadapi bencana yang sewaktu waktu bisa terjadi.

Terjebak Banjir Rob di Tompe

Ketika meninggalkan Desa Walandano, waktu sudah menunjukkan pukul 17:30 WITA. Memasuki waktu Maghrib, saya pun singgah disalah satu mesjid sekitar 3 km dari Desa Walandano. Keadaan sudah mulai gelap sepanjang perjalanan menuju jalan propinsi yang jaraknya sekitar 7 km dari lokasi kegiatan DRR.

Menjelang daerah Tompe kami mendengar kabar dari tim satu bahwa sudah ada genangan air laut yang masuk ke wilayah tersebut. Genangan itu berasal dari air laut atau banjir rob. Ketika mendengar kabar ini, ketinggian banjir rob baru mencapai mata kaki orang dewasa. Namun ketika 20 menit ternyata sudah banyak kendaraan yang berhenti sebelum Tompe. Ternyata ketinggian air laut sudah mencapai lutut orang dewasa. Kendaraan trukpun sudah tidak berani melewati genangan sehingga menimbulkan kemacetan yang cukup panjang. Atas saran Kak Ama, kamipun berputar arah menuju rumahnya yang tak jauh dari area banjir rob.

Sajian durian pun segera muncul ketika kami tiba di rumahnya. Baunya sungguh mengoda hidung saya yang sudah lama tak mencicipi durian khas Donggala. Menurut Kak Ama, durian ini diambil di belakang perkampungannya. Belum usai kami menyantap durian, kami kembali disuguhi nasi kuning yang masih hangat. Lezat sekali menikmati durian, nasi kuning hangat dan teh panas. Dan akhirnya sekitar pukul 21:00 WITA, kami diberitahu bahwa banjir rob sudah mulai surut dan sudah bisa dilewati oleh mobil dan kendaraan roda dua. Selanjutnya perjalanan yang panjang masih menanti kami menuju ke Kota Palu.

Ruang Sahabat Anak di Palu

Senangnya hari ini bisa melihat sebuah bangunan perpustakaan sekolah yang masih kokoh berdiri di tengah terjangan gempa dan tsunami pada Nopember 2018.

Perpustakaan di SD Inpres Buluri Palu ini letaknya tidak terlalu jauh dari area pantai. Hanya saja buku buku koleksi perpustakaan sekolah ini sudah tidak ada lagi karena terendam air laut.

Dan pagi ini tim Disaster Risk Reduction dari Wahana Visi Indonesia berkunjung ke sekolah ini untuk mengadakan edukasi tentang pengurangan resiko bencana dalam rangka menyambut hari Kesiapsiagaan Bencana 2019. Selain dari tim WVI, ada dua SKPD dari pemda Sulteng yang ikut dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulteng dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulteng.

Kedua SKPD tersebut memberikan penjelasan singkat kepada adik adik yang pagi ini berada di ruang perpustakaan sekolah. Penjelasan ini sangat diperlukan karena kedua instansi ini sangat erat kaitannya dengan kondisi anak anak yang terkena dampak bencana.

Posyandu KEK Baiya

Perjalanan roadshow Disaster Risk Reduction berlanjut ke daerah Baiya yang merupakan salah satu posko pengungsian yang dihuni oleh sekitar 500 keluarga. Sebuah lapangan yang berada di area KEK Baiya Palu menjadi tempat tenda tenda berdiri yang selama kurang lebih 4 bulan menjadi tempat tinggal sementara.

Saat ini kondisi tenda sudah banyak yang kosong. Di samping lapangan ini sudah dibangun kurang lebih 30 Huntara (hunian sementara) yang sudah dilengkapi dengan listrik dan jaringan air minum.

Sore ini sebuah bangunan sederhana yang dijadikan sebagai Posyandu menjadi ramai karena kehadiran adik adik yang nampak sudah tak sabar mendengarkan dongeng. Masih bersama Wahana Visi Indonesia, DPPPA dan BPPD Sulteng yang berkolaborasi melaksanakan roadshow pengurangan resiko bencana untuk anak anak. Selain sebagai posyandu, bangunan ini juga sering digunakan oleh beberapa lembaga kemanusiaan sebagai ruang sahabat anak. Berbagai kegiatan menyenangkan dilakukan di tempat ini.

Semua anak sepertinya sudah hapal lagu tentang gempa dan bagaimana cara melindungi dirinya. Lirik dari lagu Pelangi Pelangi sudah dirubah menjadi sebuah lagu yang sudah mereka hapal diluar kepala.
Kendala di beberapa posko pengungsian adalah ada beberapa anak yang belum bisa menulis. Walaupun beberapa dari mereka sudah duduk di kelas 3 SD, kemampuan menulisnya masih sangat kurang. Sebagai contoh ketika saya meminta mereka menulis namanya, sebagian anak masih bingung dan tidak tahu menulis namanya sendiri.

Padahal salah satu target dari kegiatan ini adalah anak mengenali identitas dirinya sendiri. Sehingga ketika mereka terpisah dari keluarga, pengumpulan database menjadi lebih mudah.

Saya memberikan masukan kepada volunteer dari Wahana Visi Indonesia agar kegiatan di Ruang Sahabat Anak juga mengajarkan mereka untuk lebih bisa membaca dan menulis.

#disasterriskreduction
#storytelling
#rumahdongeng
#traumahealing
#wahanavisiindonesia
#palubangkit