Category Archives: Workshop Dongeng

Workshop Dongeng: Mudahnya Mendongeng dengan Read Aloud

Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bone bekerjasama dengan Rumah Dongeng Indonesia dan Penerbit Erlangga akan melaksanakan Workshop Dongeng Teknik Read Aloud-Membaca Nyaring

Workshop ini akan dilaksanakan pada hariSabtu, 10 Maret 2018
Mulai pukul 09:00 – 16:00 WITA bertempat di Aula Pemadam Kebakaran Watampone Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.

Mengapa Read Aloud?

Read Aloud adalah salah satu cara yang paling mudah dalam teknik mendongeng. Guru atau orang tua hanya memilih buku cerita dan membacakannya kepada anak anak.

Apa yang akan dipelajari?

1. Mengapa memilih teknik Read Aloud?
Perbedaan antara Mendongeng dan Read Aloud/Membacakan Cerita

2. Bagaimana tips memilih buku cerita yang sesuai dengan usia anak?

3. Bagaimana membuat cerita menjadi lebih menarik?
Belajar menggunakan intonasi, ekspresi, mengatur posisi dan lainnya

Terbatas hanya untuk 100 peserta saja ya..

Yuk ikut kegiatan keren ini…!

Selain workshop dongeng ada juga kegiatan mendengarkan dongeng pada Hari Minggu, 11 Maret 2018 bertempat di TK Bhayangkari Bone.
So jangan lupa untuk mengajak ananda tercinta untuk ikut serta mendengarkan dongeng keren bersama Kak Heru dan Bona.

Sedangkan di hari Senin, 12 Maret 2018 masih ada lagi kegiatan mendongeng di SIT Asshiddiq Bone dalam bentuk Sedekah Dongeng. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 200 anak anak TK dan SD Islam Terpadu Asshiddiq yang akan mengadakan penggalangan sedekah untuk disalurkan kepada Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri.

Apa Perbedaan Dongeng dan Read Aloud?

Buku merupakan salah satu sumber informasi yang mudah diakses. Informasi yang bisa didapatkan dari buku sangat beragam mulai dari yang sifatnya mendidik sampai yang sifatnya menghibur. Selain itu, buku tak lekang oleh masa. Kita akan bertemu dan memerlukan buku sepajang hidup kita.

Lalu apa yang akan terjadi bila anak-anak kita tidak mencintai buku?

Yang paling sederhana dan mendesak dimasa-masa awal kehidupannya adalah kemungkinan mereka menghadapi kesulitan dalam proses belajar. Betapa tidak, walaupun teknologi telah berkembang dengan pesat, buku tetap merupakan media utama dalam proses belajar.

Jika demikian apa yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku ya?
Banyak hal dapat dilakukan dari mulai memperdengarkan cerita (mendongeng), memunculkan suasana kondusif untuk membaca di keluarga atau dengan cara memumbuhkan kebiasaan membaca lantang (read aloud).

Apakah read aloud berbeda dengan mendongeng?
Ya…! Tentu saja berbeda.

Berdasarkan tujuannya kedua aktivitas tersebut adalah berbeda. Read aloud bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku, sedangkan mendongeng bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada cerita dan bahasa.

Tujuan ini berkaitan dengan perbedaan kedua aktivitas ini berdasarkan teknik pelaksanaannya.
Dikarenakan read aloud adalah aktivitas membacakan buku dengan lantang maka kehadiran buku sangat diperlukan karena kehadiran buku menjadi ciri khas dari aktivitas ini, sedangkan pada aktivitas mendongeng buku tidak perlu dihadirkan karena mendongeng adalah aktivitas menceritakan cerita dengan bahasa orangtua yang lebih lugas dan menghibur.

Bagaimana cara melakukan read aloud?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita memulai bercerita dengan teknik read aloud, yaitu dengam cara mencari buku yang baik untuk anak dan diri kita.

Dalam memilih buku ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:

  1. Sesuaikan panjang cerita dengan usia dan rentang perhatian anak. Dapat dimulai dengan cerita yang pendek, secara bertahap ke yang lebih panjang. Cobalah dengan 2 atau 3 buku cerita yang pendek terlebih dahulu.
  2. Pilih buku cerita yang bisa membuat kita senang, baik cerita atau ilustrasinya.
  3. Pilih cerita yang menarik, banyak dialog, menggambarkan beberapa keadaan, adventure, dan memiliki muatan emosional yang sesuai dengan usia anak dan latar belakang anak.
  4. Bacakan sebanyak mungkin buku cerita anak. Jika menemukan pengarang atau illustrator yang baik, cari beberapa judul dari mereka. Anak akan mempunyai pengarang favorit. Biarkan dia membaca berulang-ulang. Sementara tetap perkenalkan dengan yang buku dan pengarang lainnya.
  5. Cari buku yang mengambarkan keadaan sehari-hari.
  6. Perlu diperhatikan bahwa buku disebut baru, jika anak belum pernah mendengar.

Tahap tahap Read Aloud

  1. Baca terlebih dahulu buku yang hendak kita bacakan ke anak kita
  2. Pilih buku cerita sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak
  3. Bila usia anak sudah memungkinkan, sertakan anak dalam pemilihan buku
  4. Pilih buku diatas kemampuan baca anak tetapi dengan panjang cerita yang sesuai dengan ketahanannya mendengarkan cerita.

Bila tahap persiapan sudah dilalui dengan baik, maka selanjutnya adalah tahap pelaksanaan read aloud. Dalam tahapan ini ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Bacakan cerita dengan penuh kasih sayang
  • Baca perlahan, ekspresif dan semenarik mungkin.
  • Usahakan menggunaan suara/intonasi berbeda sesuai karakter
  • Gunakan efek drama, ada tertawa, merengek, menjerit, berbisik, cepat, lambat, stop, sedih, meraug,meringkik dll sesuai karakter (dalam cerita)
  • Tambahkan ‘body languange”

Dalam kegiatan Read Aloud, ananda dapat dikenalkan dengan komposisi buku sebagai berikut :

  1. Tunjukkan halaman depan
  2. Sebutkan judulnya, nama pengarang dan ilustratornya
  3. Sebutkan tema utama buku yang akan dibaca seperti “buku cerita ini mengenai…”
  4. Mulai dengan membicarakan gambar yang ada dibuku atau dengan membolak-balikkan gambar. Bayi perlu dibantu membolak-balikkan buku sedangkan anak usia 3 tahun keatas sudah bisa melakukannya sendiri
  5. Tunjukkan kata-kata dengan jari kita
  6. Mulai dengan beberapa menit membaca, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan anak maka waktu membaca akan bertambah.
  7. Bila perkembangan anak sudah memungkinkan maka ajukan pertanyaan seputar cerita
  8. Pancing dengan beberapa pertanyaan, apa yang akan terjadi menurut kamu? Apa ini? Apa itu
  9. Biarkan anak bertanya mengenai cerita
  10. Buat cerita sebagai cara untuk bercakap-cakap
  11. Biarkan anak menceritakan ceritanya, diusia 3 tahun seorang anak sudah bisa menghafal cerita dan biasanya senang diberi kesempatan untuk bercerita.

Kapan sebaiknya mulai melakukan read aloud?

Read aloud dapat dimulai sejak dini, bahkan sejak bayi baru lahir. Mengapa demikian? Ini terkait dengan tujuan read aloud yaitu menumbuhkan kecintaan pada buku. Sehingga semakin dini buku diperkenalkan maka hasilnya akan semakin optimal.

Kapan dan dimana sebaiknya kita melakukan read aloud?

Tidak ada waktu dan tempat khusus untuk melakukan read aloud. Kita bisa melakukannya dirumah, saat hendak tidur, sepanjang perjalanan berkendara, saat menunggu pesawat atau kereta api atau saat menunggu antrian dokter.

Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan konsistensi melakukan read aloud. Rutin adalah kunci utama keberhasilannya.

Yuk ikut Workshop Read Aloud dibawah ini..!

Pertama kalinya Ikut Workshop Menulis

Jurnalis dan Blogger foto bareng nara sumber

Dari salah satu grup blogger di Makassar, saya mendapatkan informasi tentang kegiatan pelatihan menulis bagi blogger. Saya sangat tertarik dengan kegiatan tersebut, maklum saya belum pernah ikut dalam pelatihan menulis blog. Oleh teman blogger saya diminta untuk mendaftar dengan mengirimkan SMS sesuai format yang disiapkan ke nomor panitia pelaksana. Panitia selanjutnya akan menyeleksi peserta sesuai dengan kuota dan kriteria yang telah ditetapkan.
Sebenarnya saya tidak berharap banyak bisa lolos dalam seleksi tersebut, maklum kegiatan menulis belum banyak saya lakukan. Berbeda dengan mendongeng yang sudah rutin saya lakukan.

Ternyata dongeng memang selalu membawa keajaiban. Keesokan harinya ada SMS yang meminta kehadiran saya untuk hadir dalam workshop menulis. Senang rasanya..!

Hari Jumat, 21 April 2017 yang bertepatan dengan Hari Kartini merupakan hari yang sangat menyenangkan. Pukul 08:00 saya sudah berada di salah satu hotel yang berlokasi di Jl. Penghibur Makassar. Mungkin karena terlalu bersemangat datang atau memang sudah menjadi perilaku orang Indonesia, ketika undangan diharuskan datang pukul 08:00 tapi ternyata ruang Masamba 5 di Hotel Aryaduta masing kosong melompong. Bahkan panitianya belum datang..!..Pada kemana semua orang ..? He…he…he…

Sekitar pukul 09: 00 satu persatu peserta datang dan mulai duduk di sebuah ruangan yang cukup luas. Meja dan kursi sudah ditata dengan rapinya. Di sisi kiri dan kanan bagian depan sudah terpasang dua layar projector. Meja untuk nara sumber juga nampak sudah siap dengan komposisi 3 kursi dan 1 meja panjang.
Di dinding depan juga sudah ada backdrop kegiatan dengan tulisan
“Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender Bagi Jurnalis dan Blogger” beserta logo KPPPA dan
Lembaga Studi Pers & Pembangunan (LSPP) Jakarta.
Ada sekitar 30 peserta yang diundang untuk mengikuti kegiatan ini. Sebagai orang baru dalam dunia jurnalisme, saya masih belum mengenal wajah wajah yang hadir pada saat itu. Hanya satu nama yang saya kenal, dia adalah Ibu Mugniar dari Blogger Anging Mammiri Makassar. Selain sebagai blogger, Mugniar adalah ibu dari Atifah salah seorang anggota Sahabat Cilik Rumah Dongeng.
Sempat berbincang-bincang sejenak dengan Mugniar tentang anaknya yang 2 bulan lalu ikut seleksi Lomba Bercerita Tingkat Kota Makassar. “Atifah sulit sekali diajak latihan mendongeng kalo saya minta ” ujar Mugniar kepada saya.
“Harus sabar dan telaten dalam mengajari anak, kadangkala memang anak sulit diajari oleh ibu atau ayahnya. Tapi kalo diajari sama orang lain, biasanya malah lebih nurut” ujar saya. Beliau pun mengiyakan ucapan saya tadi.

Asisten Deputi Partisipasi Media Kementerian PPPA, Fatahilah tanpa seremoni yang formalitas kemudian membuka pelatihan ini. Dalam sambutannya, beliau hanya menekankan bahwa pelatihan ini adalah dalam satu rangkaian dari kegiatan 3 Ends. Ada pelatihan, seminar dan jalan sehat yang bekerjasama dengan Pemkot Makassat. Adapun narasumber pelatihan adalah Peneliti Senior LSPP, Ignatius Haryanto, dan Ruth Indiah Rahayu, dan Jurnalis Multimedia, Ambang Priyonggo.

Ignatius Haryanto membawakan materi berjudul “Menuju Jurnalis dan Media Berperspektif Gender dan Anti Kekerasan”. Dosen di Universitas Multimedia Nusantara Tangerang ini mengupas tentang pentingnya memasukkan isu soal perlindungan dan pemberdayaan perempuan dalam dunia kerja. Anggapan masyarakat mengenai perempuan yang bekerja adalah “second income” di rumah tangga sehingga mengecilkan sistem reward atas prestasinya dalam bekerja. Padahal perempuan adalah tenaga kerja yang potensial baik di sektor formal dan informal. Keterlibatan media untuk mengangkat masalah ini akan memberi sebuah solusi atas persoalan dan bias yang terjadi baik di masyarakat ataupun di media selama ini.

Ibu Ruth Indiah Rahayu membawakan materi yang berjudul “Peta Masalah Gender dalam Media”. Ada suasana nostalgia dalam pemaparan materi ini. Beliau menyebutkan nama nama media yang hadir sekitar tahun 1970-an. Ada Kartini, Femina, Sarinah yang sangat berjaya pada masa itu. Beragam wanita dan kecantikan ditampilkan dalam majalah yang merupakan citra ideal feminitas Indonesia sesuai dengan slogan orde baru. Citra yang dimaksudkan adalah istri sebagai pendamping suami, pengurus rumah tangga, wanita yang melahirkan anak, pencari nafkah tambahan dan mengikuti kegiatan sosial sesuai dengan jabatan suami.

Citra feminitas yang berdekatan dalam diri perempuan selanjutnya menjadi target industri sehingga melahirkan produk produk kecantikan yang selalu diburu oleh kaum perempuan. Sampai saat ini, citra perempuan tidak pernah terlepas dari stigma bahwa mereka harus cantik dan menarik. Dengan demikian akan timbul ketidakadilan gender di dalam media karena lebih mengejar kepentingan profit semata. Hal tersebut akan melahirkan implikasi komodifikasi citra feminitas dalam hal posisi perempuan hanya sebagai obyek berita semata.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Ambang dengan judul “Menetapkan Jurnalisme Sensitif Gender dan Peduli Anak”. Sepertinya materi ini lebih mudah saya pahami karena berhubungan dengan dunia anak meskipun dalam pemaparannya nara sumber tidak pernah menyentuh dunia anak. Dalam materi ini, beberapa contoh artikel dari media online tentang isu perempuan ditampilkan di layar. Ambang memberikan komentar tentang artikel tersebut baik dari segi judul, leader, isi berita dan foto.

Secara umum pelatihan ini memberikan nuansa baru bagi saya. Banyak rambu rambu dan etika penulisan berita yang harus diperhatikan terutama bila menulis tentang isu perempuan dan anak. Seperti harapan dari pihak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bahwa jurnalis adalah sebagai agen media diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media yang berperspektif gender dan anti kekerasan.

Kegiatan pelatihan ini sekaligus dirangkaikan dengan rangka Kampanye Three Ends merupakan program unggulan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP dan PA) yang dilaksanakan di Makassar mulai tanggal 21-23 April 2017.

Three Ends Strategi yang dimaksud adalah End Violence Against Women and Children (Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak); End Human Trafficking (Akhiri Perdagangan Manusia), dan End Barriers To Economic Justice (Akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan)

Sedekah Dongeng dan Kuliah Umum

Sedekah Dongeng di TK Wulele Sangula

Memasuki hari ke-2 Kegiatan Sedekah Dongeng di Kendari ada 2 jenis kegiatan yang dilakukan.  Hari Selasa, 4 April 2017 tim Sedekah Dongeng meluncur ke lokasi pertama. Meskipun pak supir yang membawa kami sempat tersesat karena ternyata dia baru 3 bulan tinggal di Kendari, namun akhirnya kami bisa sampai di TK Wulele Sangula. Sekitar 50 adik adik sudah siap mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Heru. Menurut ibu Rahmi kepala sekolah TK, kegiatan dongeng ini adalah yang pertama dilakukan di sekolahnya.
“Anak anak sangat senang ketika diberitahu kalau ada dongeng hari ini,” ujar beliau dengan penuh semangat.

Adik adik di sekolah ini juga penuh semangat dan antusias. Mereka duduk dengan tertib dengan formasi huruf U di depan sekolahnya. Karpet dan spanduk kegiatan sudah dipasang dengan rapi. Nampak juga beberapa orang tua murid yang ikut mendengarkan dongeng. Keriuhan dan tawa terdengar ketika dongeng dimulai, bahkan ada yang kelihatan tegang ketika srigala mulai muncul dari balik pohon dan siap untuk menerkam si Hita anak ayam hitam. Ketika pulang pun mereka serentak mengikuti mobil yang akan keluar dari sekolahnya.

Sedekah Dongeng di TK Bhayangkari Kendari

Mobil selanjutnya bergerak ke lokasi kedua yang jaraknya cukup jauh. Dilihat dari Google Map jaraknya sekitar 5 km dan 20 menit perjalanan. Tiba di TK Bhayangkari yang berlokasi di Polsek Mataya Kendari  sekitar pukul 10:15, waktu yang saya pikir sudah jam pulang sekolah anak anak TK. Namun ternyata mereka masih menunggu kedatangan tim Sedekah Dongeng. TK Bhayangkari mempunyai sekitar 100 murid yang terdaftar di database sekolah. Sama seperti sekolah sebelumnya, kegiatan dongeng berlangsung dengan meriah dan penuh tawa. Sebuah kotak amal yang diletakkan di depan menjadi rebutan bagi anak anak ketika ibu guru meminta untuk melakukan sedekah bagi BMH Sultra.

Sedekah Dongeng di Pesantren Hidayatullah Kendari

Sekitar pukul 11:00 tim meninggalkan sekolah ini dan selanjutnya menuju ke lokasi yang ketiga di Pesantren Hidayatullah Kendari. Pesantren ini memiliki 3 tingkatan sekolah, mulai dari tingkat SD sampai SMU. Pesantren ini memiliki fasilitas boarding khusus bagi siswinya saja. Kegiatan Sedekah Dongeng dilakukan di dalam mesjid yang terletak di bagian depan sekolah. Di dalam mesjid adik adik sudah duduk dengan formasi U. Murid laki laki duduk di sayap kiri, sedangkan yang perempuan duduk di bagian belakang dan sayap kanan. Biasanya ketika mendongeng saya menggunakan back sound musik sebagai pelengkap dongeng. Namun karena dongengnya di dalam mesjid, back sound musik saya hilangkan dan mendongenglah saya dalam versi konvensional.
Seusai mendongeng, sambil menunggu waktu sholat Dzuhur saya sempat berdiskusi dengan beberapa staf pengajar di pesantren ini mengenai dongeng dan kisah. Saya memberikan pandangan bahwa dalam Al Quran banyak sekali kisah kisah yang bisa disampaikan dengan metode mendongeng. Ada kisah tentang burung ababil dan pasukan gajah. Ada kisah tentang ikan paus yang menelan nabi Yunus dan lain lainnya. Bila disampaikan dengan metode mendongeng, tentu akan memberikan nuansa baru bagi murid murid di pesantren.

Kuliah Umum Dongeng di FKIP UHO Kendari

Pukul 12:30 tim Sedekah Dongeng meninggalkan pesantren Hidayatullah Kendari untuk makan siang dan melanjutkan kegiatan di Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Haluoleo Kendari. Di kampus ini Kak Heru akan menyampaikan Kuliah Umum dengan tema Dongeng Sebagai Inovasi Pendidikan. Ini adalah kampus ketiga yang saya kunjungi untuk memberikan kuliah umum setelah UNM dan UMI di Makassar.

Fakultas ini ternyata adalah salah satu fakultas yang berdiri bersamaan dengan tahun berdirinya Unhalu pada tahun 1981, nama pertama universitas ini sebelum berubah menjadi UHO. Sebuah spanduk terpampang di depan aula FKIP yang bertuliskan “Selamat Datang Peserta Kuliah Umum bersama Puguh Herumawan-Pendongeng Internasional”. Wah bangga rasanya bisa disebut sebagai pendongeng internasional. Mungkin panitia sudah melihat biodata yang saya kirimkan melalui email. Dalam biodata tersebut saya mencantumkan kegiatan dongeng di Gwanju Korea Selatan pada tahun 2015.
Kuliah Umum ini diikuti oleh sekitar 200 peserta. Mereka kebanyakan berasal dari jurusan PAUD dan PGSD. Menurut ibu Sitti Rahmaniar selalu ketua Prodi Jurusan PAUD, mahasiswa di kampusnya belum pernah mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan dongeng. Oleh karena itu ketika Kak Heru menawarkan untuk membuat kuliah umum, maka beliau dengan sangat antusias melaksanakan kegiatan tersebut. Kuliah Umum dimulai tepat pukul 13:30, lagu Indonesia Raya dan Mars PAUD mengawali kegiatan ini. Mendengar lagu mars PAUD, lama kelamaan saya bisa hapal dengan lirik lagunya yang cukup akrab di telinga saya.

Kuliah Umum ini diikuti juga oleh beberapa dosen pengajar di FKIP UHO. Dalam berbagai kesempatan, Kak Heru selaku nara sumber tunggal selalu mengajak peserta kuliah umum untuk memulai dongeng dengan cara membacakan dongeng terlebih dahulu. Ini yang disebut dengan metode Read Aloud atau membaca lantang. Metode ini sangat mudah dilakukan karena pendongeng hanya tinggal membacakan buku di hadapan anak anak. Kak Heru kemudian mengajak beberapa mahasiswa untuk maju ke depan untuk praktek membacakan cerita yang berjudul Timun Mas dari penerbit Erlangga. 5 orang mahasiswi bergantian membacakan cerita ini. Kebanyakan dari mereka masih ada yang malu malu ketika membaca cerita ini, karakter vokalnya juga masih datar dan ada yang terlalu cepat membacanya. Setelah mereka membacanya, saya pun segera memberikan materi tentang teknik membaca yang baik. Bagaimana mengolah tempo,intonasi, diksi adalah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika sedang membacakan cerita. Kuliah Umum diakhiri dengan penyerahan bantuan buku dari penerbit Erlangga untuk melengkapi koleksi perpustakaan FKIP UHO.

 

Workshop Dongeng di Kendari

    Anak anak TK Pembina Kendari

Bertempat di Aula Graha Pena Kendari Pos, hari Sabtu 1 April 2017 dilaksanakan kegiatan Workshop Dongeng bagi guru dan umum. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan antara Rumah Dongeng dengan Baitul Maal Hidayatullah Sulawesi Tenggara. Kurang lebih sebanyak 300 peserta mengikuti kegiatan ini, padahal panitia hanya menargetkan 200 peserta saja. Namun berkat bantuan dan dukungan dari Kepala Sekolah TK Pembina, jumlah peserta yang hadir melampui target. Bahkan ada sebagian peserta workshop yang harus rela berdiri karena jumlah kursi hanya disiapkan untuk 250 orang. Untungnya pengelola gedung sangat sigap sehingga kekurangan kursi dapat diatasi dengan cepat.

Pukul 10:00 kegiatan ini mulai dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran dari salah satu siswa pesantren Hidayatullah Kendari. Suara yang dilantunkan sangat merdu di telinga para peserta yang nampak khusyuk menyimak lantunan ayat suci Al Quran. Beberapa sambutan disampaikan setelahnya, yang pertama dari Ibu Hasriyani selalu koordinator dan kepala sekolah TK Pembina Kendari. Dilanjutkan oleh Bapak Fatahillah selaku Kepala Cabang BMH Sultra yang juga menyampaikan beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga ini. Acara secara resmi dibuka oleh Bapak Kepala Bidang PAUDNI Sultra yang sekaligus ikut menyerahkan bantuan beasiswa secara simbolis dari BMH kepada pengelola pesantren Hidayatullah Kendari. 

Sebanyak 300 peserta workshop antusias mengikuti materi kegiatan

Kegiatan inti berupa workshop dongeng dimulai pukul 12:30 setelah peserta melaksanakan sholat- istirahat-makan siang. Dan hampir 3 jam peserta workshop yang didominasi oleh guru TK mendapatkan pengetahuan baru dari Kak Heru selalu nara sumber tunggal dalam workshop ini. Materi yang disampaikan antara lain ; Mengapa Harus Mendongeng, The Power of StoryTelling, Teknik Dasar Mendongeng dengan olah vokal dan olah wajah dan Cara Menutup Dongeng. Dalam setiap sesalnya, peserta diajarkan juga untuk praktek secara langsung. Salah satu peserta dari Sekolah Alam Kendari bahkan berani maju ke depan untuk mempraktekkan teknik Read Aloud. Meskipun peserta tersebut masih malu malu untuk menunjukkan kemampuan dalam Mendongeng, namun secara umum dia sudah mampu untuk membacakan sebuah buku dongeng yang berjudul Timun Mas.

Bahkan keseruan acara semakin bertambah ketika masuk ke sessi olah suara dan olah ekspresi wajah. Kak Heru mengajak peserta untuk berlomba menirukan suara kolom ayam jantan, dan tanpa malu malu sebanyak 5 peserta langsung naik ke atas panggung. Mereka menunjukkan kemampuan masing masing dalam menirukan suara ayam jantan. Dan hasilnya ada 3 pemenang yang mendapatkan hadiah  buku dongeng dari penerbit Erlangga.

Di akhir pemaparannya, Kak Heru menitipkan pesan kepada seluruh peserta workshop agar kegiatan mendongeng terus dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolahnya masing-masing. Dan yang selalu menjadikan workshop menjadi lebih seru adalah kegiatan foto bersama nara sumber. Dengan sabar dan telaten Kak Heru melayani foto-foto secara bergantian dengan 300 peserta workshop.

  • Penyerahan beasiswa dari BMH kepada Pesantren Hidayatullah

     

     

Pelatihan Teknik Dasar Mendongeng untuk Guru Guru IGRA se Sulsel

Bertempat di Main Hall Pasar Segar Makassar, Sabtu 15 Maret 2014 dilaksanakan Pelatihan Teknik Dasar Mendongeng untuk para guru guru yang tergabung dalam IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Afthfal) yang berasal dari seluruh kabupaten se Sulawesi Selatan.

Program ini dilaksanakan atas kerja sama antara IGRA dengan Penerbit PT Erlangga Makassar diikuti oleh sekitar 300 orang guru.

Nara sumber dalam pelatihan teknik dasar mendongeng ini adalah Kak Heru, seorang Pendongeng Makassar yang memberikan tips tips dasar tentang cara mendongeng yang baik untuk anak anak didik yang duduk di tingkatan RA

Pembukaan Pelatihan Guru Guru PAUD se Kab Polman Sulbar

Tanggal 10-13 Maret 2014, bertempat di Hotel Istana Wonomulyo Propinsi Sulawesi Barat, para guru guru PAUD se Kabupaten Polman melaksanakan pelatihan Teknik Mendongeng. Pelatihan ini diikuti oleh 100 orang guru PAUD dan terbagi menjadi 2 angkatan.

Safira tampil dalam acara pembukaan  pelatihan ini yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab Polman.

Sedangkan Kak Heru selama 2 hari berturut-turut memberikan pelatihan teknik mendongeng kepada para guru PAUD. Tujuan pelatihan ini adalah memberi wawasan dan pengetahuan tentang teknik mendongeng.
Di akhir acara, diadakan lomba mendongeng antar peserta untuk melihat secara langsung hasil dari teori dan praktek yang telah diteruima oleh para peserta

Smart Parenthing 1 Desember 2013

Yuk ikut Smart Parenthing tanggal 1 Desember 2013 di Gedung CNI Makassar. Dapatkan sharing pengalaman tentang dongeng sebagai cara pengajaran efektif untuk buah hati Anda.

Acara ini dimulai pukul 09.00 – 16.00 dengan berbagai jenis kegiatan yang menarik untuk orang tua dan guru-guru TK-SD antara lain :

  • Tips Mendongeng untuk Buah Hati
  • Membangun Cakrawala Berpikir anak sejak usia dini dengan Bercerita
  • Persembahan dongeng oleh Kak Safira – Pendongeng Cilik Indonesia

Investasi hanya Rp. 50.000/orang
Rp. 75.000/pasangan
Rp. 125.000/pasangan + 1 anak
Rp. 175.000/pasangan + 2 anak

Fasilitas untuk peserta :

  1. Ruangan Full AC dan Audio
  2. Hand out, Lunch, Goodie Bag dan sertifikat

Dapatkan harga khusus untuk pendaftaran serta hadiah menarik senilai Rp. 250.000 untuk 25 pendaftar pertama.
Info kegiatan silakan hubungi Kak Heru di 085255751971

Kelas Dongeng Ramadhan 1434 H



Ada suatu ungkapan ”Seorang  Guru yang tidak bisa bercerita, ibarat orang yang hidup tanpa kepala”. Betapa tidak, bagi para pengasuh anak-anak (guru, tutor) keahian bercerita merupakan salah satu kemampuan yang wajib dikuasai.
Melalui metode bercerita inilah para pengasuh mampu menularkan pengetahuan dan menanamkan nilai budi pekerti luhur secara efektif, dan anak-anak menerimanya dengan senang hati.
Pada saat ini begitu banyak cerita yang tersebar, namun masih jarang tulisan dari para praktisi ahli cerita, yang mampu mengarahkan secara khusus untuk ditujukan kepada anak-anak usia dini, sehingga penceritaan yang disampaikan kurang mengena.
Apalagi model cerita yang secara khusus didasarkan pada material kurikulum pengajaran di TPA/KB/RA/BA/TK yang berlaku. Padahal panduan praktis semacam ini sangat dibutuhkan oleh tenaga pendidik di seluruh Nusantara. Pada umumnya mereka masih terbatas pengetahuannya tentang metode bercerita.

Di Inggris pernah diadakan penyebaran angket kepada orang-orang dewasa. Kepada mereka ditanyakan pada saat apa mereka benar-benar merasa bahagia di masa kanak-kanak dulu.

Jawaban mereka : “Pada saat orang tua mereka membacakan buku atau Cerita” Apabila pertanyaan yang sama diajukan kepada orang-orang dewasa di Indonesia, kiranya jawaban tak akan jauh berbeda. Bahkan, khusus mengenai cerita, sampai orang dewasapun masih tetap menggemarinya.

Tengoklah obrolan kita juga akan semakin ‘renyah’ bila kita saling bercerita dengan penuh semangat. Cerita memang ‘gurih’. Semua orang tak pandang usia, menyukainya. Bercerita adalah metode komunikasi universal yang sangat berpengaruh kepada jiwa manusia.

Bahkan dalam teks kitab sucipun banyak berisi cerita-cerita. Tuhan mendidik jiwa manusia menuju keimanan dan kebersihan rohani, dengan mengajak manusia berfikir dan merenung, menghayati dan meresapi pesan-pesan moral yang terdapat dalam kitab suci,

Beliau mengetahui akan jiwa manusia, mengetuk hati manusia antara lain dengan cerita-cerita. Karena metode ini sangat efektif untuk mempengaruhi jiwa anak-anak.

Mengapa metode cerita ini efektif ? jawabannya tidak sulit. Pertama, cerita pada umumnya lebih berkesan daripada nasehat murni, sehingga pada umumnya cerita terekam jauh lebih kuat dalam memori manusia. Cerita-cerita yang kita dengar dimasa kecil masih bisa kita ingat secara utuh selama berpuluh-puluh tahun kemudian.

Kedua, melalui cerita manuasi diajar untuk mengambil hikmah tanpa merasa digurui. Memang harus diakui, sering kali hati kita tidak merasa nyaman bila harus diceramahi dengan segerobak nasehat yang berkepanjangan.

NAMA KEGIATAN
Kelas Dongeng Ramadhanc 1434 H

PESERTA

1.   Guru-guru TK dan SD
2.   Volunter Lembaga
3.   Umum, orang tua dan Mahasiswa

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Lantai 3 (Belakang Time Zone) Mall Panakukang pada Event Lovely Ramadhan
Pelaksanaan Kelas Dongeng tanggal 3 Agustus 2013 mulai pukul 14.00 WITA– 18.00 WITA

PENDAFTARAN
Biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) per orang. Mendapatkan Modul Ebook Teknik Bercerita, Ebook 25 Dongeng Anak Anak dan Audio Dongeng dalam format MP3

Pendaftaran dapat dilakukan mulai tanggal 25 Juli – 2 Agustus 2013 di lokasi kegiatan atau mention akun Twitter @herumawan atau @yabisaM atau @_nanie_

SMS pendaftaran ke 085255751971 dengan format : KelasDongeng spasi Nama Peserta

MATERI KELAS DONGENG

          Pengertian Cerita, Dongeng
          Manfaat Cerita
          Pemilihan Tema dan Durasi Dongeng
          Metode Penyampaian Cerita
          Bercerita dengan Tehnologi Terkini

KONTAK PERSON
Herumawan
@herumawan    email herumawan@gmail.com
Phone 085255751971 BB 3293F1C8
www.rumahdongeng.org