Tag Archives: BMH Sulawesi Tenggara

Empat Lokasi Sedekah Dongeng

Sedekah Dongeng di TK Lepo Lepo

Dari jadwal yang Kak Heru terima, hari ini Rabu 5 April 2017 yang merupakan hari ke=3 Sedekah Dongeng bersama BMH Sulawesi Tenggara ada 4 lokasi dongeng yang harus diselesaikan sebelum pukul 12:00 WITA. Empat lokasi itu antara lain adalah :

1. TK PKK Leppo Leppo
2. RA dan MI Al Fath
3. TK Nurul Ilmi
4. Perpustakaan Propinsi Sultra

Tim Sedekah Dongeng yang dipimpin langsung oleh Fatahillah selaku Kepala Cabang BMH Sultra sejak jam 07:30 sudah meluncur ke lokasi pertama yaitu TK PKK Lepo Lepo. Terdengar suara nyanyian khas dari murid murid sekolah ini ketika kami tiba sekitar pukul 08:00. Di salah satu ruangan kelas, sebanyak 50 murid sudah siap mendengarkan dongeng. Saya belum bisa langsung memulai acara karena masih harus menunggu satu sekolah lain yang akan bergabung di tempat ini. Namun setelah menunggu sekira 20 menit tak ada kabar yang memastikan kedatangan TK Brimob, maka saya berinisiatif untuk memulai rangkaian sedekah dongeng. Dan seperti biasa keriuhan dan keseruan terjadi ketika mereka mendengarkan dongeng. Wajah wajah kecil yang sungguh riang memang adalah sebuah vitamin pemacu semangat bagi Kak Heru. Tak terasa dongengnya sudah berakhir. Salah satu staf BMH kemudian mengumpulkan donasi dari murid TK Lepo Lepo. 

Tiba-tiba serombongan murid dari TK Brimob datang ketika sessi foto dilakukan. Serentak murid murid TK Lepo Lepo segera berdiri dan menyambut kedatangan tamu kecil mereka yang pagi ini berseragam ala polisi lalu lintas. Untuk tidak mengecewakan murid murid yang baru datang, maka Kak Heru memulai kembali mendongeng dengan satu cerita lagi. 

Selanjutnya tim Sedekah Dongeng melanjutkan perjalanan ke RA dan MI Al Fath. Lokasinya cukup jauh dan jalanannya berlubang cukup banyak di sepanjang jalan. Sempat tersesat beberapa saat mencari lokasi sekolah ini. Namun tak berapa lama kami sudah sampai sekolah yang merupakan gabungan sekolah mulai dari SD sampai SMU. Ada sekitar 100 murid yang sudah menunggu kedatangan kami di sebuah ruangan yang tidak terlalu luas. Setelah menyapa mereka dengan sapaan khas, Kak Heru mulai beraksi di depan murid-murid dan guru-guru. Saya sengaja tidak mengeluarkan si Bona di tempat ini. Tetapi ketika dongengnya sudah berakhir dan tim bersiap untuk pulang, ibu kepala sekolah meminta Kak Heru untuk mengeluarkan Bona. Dan akhirnya gelak tawapun terdengar riuh ketika Bona muncul dan menyapa mereka. 

Foto bersama tim Sedekah Dongeng di MI Al Fath Kendari

Selanjutnya tim Sedekah Dongeng bergerak cepat menuju ke lokasi ketiga yaitu TK Nurul Ilmi. Waktu sudah menunjukkan pukul 10:35 ketika kami meninggalkan MI Al Fath. Dering bunyi telpon mulai terdengar dari ibu Herlina pengelola perpustakaan propinsi Sulawesi Tenggara yang mengingatkan acara di tempatnya. Namun kami harus menuju ke TK Nurul Ilmi terlebih dahulu. Apalagi biasanya murid TK sudah pulang sekitar pukul 11:00. Namun ternyata murid murid di TK Nurul Ilmi masih sabar menunggu kedatangan Kak Heru. Ada sekitar 75 anak yang berasal dari 3 sekolah bergabung di tempat ini. Satu dongeng dan bernyanyi tetap membuat mereka bersemangat untuk mengumpulkan donasi bagi BMH Sultra.

Kegiatan Sedekah Dongeng di Perpustakaan Propinsi Sulawesi Tenggara

Kami tiba di perpustakaan propinsi Sulawesi Tenggara sekitar pukul 11:35 WITA. Ada 2 sekolah dasar yang diundang oleh pengelola perpustakaan untuk mendengarkan StoryTelling. Perpustakaan selalu mengadakan lomba bercerita untuk murid SD setiap tahunnya. Oleh karena itu, pengelola perpustakaan juga mengundang guru pembimbing dalam kegiatan ini. Di perpustakaan ini, Kak Heru membawakan sebuah dongeng rakyat yang berjudul Timun Mas. Salah seorang murid ternyata pernah mendengarkan dongeng ini dari ayahnya. Saya merasa senang karena masih ada orang tua yang mendongeng bagi anaknya di rumah. Dongeng Timun Mas adalah salah satu dongeng yang Kak Heru bawakan ketika mendongeng di Gwanju Korea Selatan tahun 2015.

Sedekah Dongeng dan Kuliah Umum

Sedekah Dongeng di TK Wulele Sangula

Memasuki hari ke-2 Kegiatan Sedekah Dongeng di Kendari ada 2 jenis kegiatan yang dilakukan.  Hari Selasa, 4 April 2017 tim Sedekah Dongeng meluncur ke lokasi pertama. Meskipun pak supir yang membawa kami sempat tersesat karena ternyata dia baru 3 bulan tinggal di Kendari, namun akhirnya kami bisa sampai di TK Wulele Sangula. Sekitar 50 adik adik sudah siap mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Heru. Menurut ibu Rahmi kepala sekolah TK, kegiatan dongeng ini adalah yang pertama dilakukan di sekolahnya.
“Anak anak sangat senang ketika diberitahu kalau ada dongeng hari ini,” ujar beliau dengan penuh semangat.

Adik adik di sekolah ini juga penuh semangat dan antusias. Mereka duduk dengan tertib dengan formasi huruf U di depan sekolahnya. Karpet dan spanduk kegiatan sudah dipasang dengan rapi. Nampak juga beberapa orang tua murid yang ikut mendengarkan dongeng. Keriuhan dan tawa terdengar ketika dongeng dimulai, bahkan ada yang kelihatan tegang ketika srigala mulai muncul dari balik pohon dan siap untuk menerkam si Hita anak ayam hitam. Ketika pulang pun mereka serentak mengikuti mobil yang akan keluar dari sekolahnya.

Sedekah Dongeng di TK Bhayangkari Kendari

Mobil selanjutnya bergerak ke lokasi kedua yang jaraknya cukup jauh. Dilihat dari Google Map jaraknya sekitar 5 km dan 20 menit perjalanan. Tiba di TK Bhayangkari yang berlokasi di Polsek Mataya Kendari  sekitar pukul 10:15, waktu yang saya pikir sudah jam pulang sekolah anak anak TK. Namun ternyata mereka masih menunggu kedatangan tim Sedekah Dongeng. TK Bhayangkari mempunyai sekitar 100 murid yang terdaftar di database sekolah. Sama seperti sekolah sebelumnya, kegiatan dongeng berlangsung dengan meriah dan penuh tawa. Sebuah kotak amal yang diletakkan di depan menjadi rebutan bagi anak anak ketika ibu guru meminta untuk melakukan sedekah bagi BMH Sultra.

Sedekah Dongeng di Pesantren Hidayatullah Kendari

Sekitar pukul 11:00 tim meninggalkan sekolah ini dan selanjutnya menuju ke lokasi yang ketiga di Pesantren Hidayatullah Kendari. Pesantren ini memiliki 3 tingkatan sekolah, mulai dari tingkat SD sampai SMU. Pesantren ini memiliki fasilitas boarding khusus bagi siswinya saja. Kegiatan Sedekah Dongeng dilakukan di dalam mesjid yang terletak di bagian depan sekolah. Di dalam mesjid adik adik sudah duduk dengan formasi U. Murid laki laki duduk di sayap kiri, sedangkan yang perempuan duduk di bagian belakang dan sayap kanan. Biasanya ketika mendongeng saya menggunakan back sound musik sebagai pelengkap dongeng. Namun karena dongengnya di dalam mesjid, back sound musik saya hilangkan dan mendongenglah saya dalam versi konvensional.
Seusai mendongeng, sambil menunggu waktu sholat Dzuhur saya sempat berdiskusi dengan beberapa staf pengajar di pesantren ini mengenai dongeng dan kisah. Saya memberikan pandangan bahwa dalam Al Quran banyak sekali kisah kisah yang bisa disampaikan dengan metode mendongeng. Ada kisah tentang burung ababil dan pasukan gajah. Ada kisah tentang ikan paus yang menelan nabi Yunus dan lain lainnya. Bila disampaikan dengan metode mendongeng, tentu akan memberikan nuansa baru bagi murid murid di pesantren.

Kuliah Umum Dongeng di FKIP UHO Kendari

Pukul 12:30 tim Sedekah Dongeng meninggalkan pesantren Hidayatullah Kendari untuk makan siang dan melanjutkan kegiatan di Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Haluoleo Kendari. Di kampus ini Kak Heru akan menyampaikan Kuliah Umum dengan tema Dongeng Sebagai Inovasi Pendidikan. Ini adalah kampus ketiga yang saya kunjungi untuk memberikan kuliah umum setelah UNM dan UMI di Makassar.

Fakultas ini ternyata adalah salah satu fakultas yang berdiri bersamaan dengan tahun berdirinya Unhalu pada tahun 1981, nama pertama universitas ini sebelum berubah menjadi UHO. Sebuah spanduk terpampang di depan aula FKIP yang bertuliskan “Selamat Datang Peserta Kuliah Umum bersama Puguh Herumawan-Pendongeng Internasional”. Wah bangga rasanya bisa disebut sebagai pendongeng internasional. Mungkin panitia sudah melihat biodata yang saya kirimkan melalui email. Dalam biodata tersebut saya mencantumkan kegiatan dongeng di Gwanju Korea Selatan pada tahun 2015.
Kuliah Umum ini diikuti oleh sekitar 200 peserta. Mereka kebanyakan berasal dari jurusan PAUD dan PGSD. Menurut ibu Sitti Rahmaniar selalu ketua Prodi Jurusan PAUD, mahasiswa di kampusnya belum pernah mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan dongeng. Oleh karena itu ketika Kak Heru menawarkan untuk membuat kuliah umum, maka beliau dengan sangat antusias melaksanakan kegiatan tersebut. Kuliah Umum dimulai tepat pukul 13:30, lagu Indonesia Raya dan Mars PAUD mengawali kegiatan ini. Mendengar lagu mars PAUD, lama kelamaan saya bisa hapal dengan lirik lagunya yang cukup akrab di telinga saya.

Kuliah Umum ini diikuti juga oleh beberapa dosen pengajar di FKIP UHO. Dalam berbagai kesempatan, Kak Heru selaku nara sumber tunggal selalu mengajak peserta kuliah umum untuk memulai dongeng dengan cara membacakan dongeng terlebih dahulu. Ini yang disebut dengan metode Read Aloud atau membaca lantang. Metode ini sangat mudah dilakukan karena pendongeng hanya tinggal membacakan buku di hadapan anak anak. Kak Heru kemudian mengajak beberapa mahasiswa untuk maju ke depan untuk praktek membacakan cerita yang berjudul Timun Mas dari penerbit Erlangga. 5 orang mahasiswi bergantian membacakan cerita ini. Kebanyakan dari mereka masih ada yang malu malu ketika membaca cerita ini, karakter vokalnya juga masih datar dan ada yang terlalu cepat membacanya. Setelah mereka membacanya, saya pun segera memberikan materi tentang teknik membaca yang baik. Bagaimana mengolah tempo,intonasi, diksi adalah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika sedang membacakan cerita. Kuliah Umum diakhiri dengan penyerahan bantuan buku dari penerbit Erlangga untuk melengkapi koleksi perpustakaan FKIP UHO.

 

Sedekah Dongeng di Pesantren Ummisabri Kendari

Kak Heru sedang membawakan kisah Islami

 

Kegiatan hari pertama Sedekah Dongeng di Pesantren Ummisabri Kendari dilaksanakan pada hari Senin, 3 April 2017.  Pesantren yang lebih dikenal dengan nama PESRI ini terletak di jantung perkotaan Ibukota Provinsi, tepatnya di depan Kantor Wilayah Departemen Agama Prov. Sulawesi Tenggara, beralamat di Jln. Ahmad Yani No. 3 Kendari

Tahun 2013, BAN S/M menetapkan MTs Pesri Kendari mendapatkan status Akreditas “A”. Saat ini, Pesri Kendari memiliki kurang lebih 50 guru dan staf. Sedangkan jumlah murid yang mengikuti kegiatan Sedekah Dongeng mencapai 500 anak.

Kegiatan Sedekah Dongeng dilakukan di area mesjid yang terletak di depan pesantren. Hari Senin pagi pukul 07:30 seluruh siswa dan siswi SD sudah berkumpul di dalam mesjid untuk melaksanakan Sholat Duga berjamaah. Selesai sholat dhuha, mereka secara teratur masih duduk dengan rapi di tempatnya masing masing. Bapak guru pembina mengatur posisi mereka agar kegiatan dongeng dapat berjalan dengan tertib.

Dalam kesempatan ini Kak Heru membawakan sebuah kisah Islami yang diambil dari Surah Al Qari’ah yang merupakan surah ke 101 dalam Al Quran. Surah Al Qari’ah terdiri dari 11 ayat dan termasuk ke dalam surah yang diturunkan di Mekah. Nama surah diambil dari kalimat pertama dalam Al Qari’ah yang berarti Mengetuk Dengan Keras yang memekakkan telinga sehingga disebut dengan Hari Kiamat.

Sedekah Dongeng bersama BMH Sulawesi Tenggara

Dengan penuh antusias murid murid pesantren mendengarkan kisah ini dari awal sampai akhir. Dan tak terasa durasi 60 menit sudah harus berakhir. Kegiatan dilanjutkan dengan mengumpulkan infaq yang sebenarnya adalah uang jajan yang dibawa dari rumah. Ada yang membawa uang dua ribu, lima ribu bahkan ada yang sepuluh ribu yang dengan ikhlas dimasukkan ke dalam kotak sedekah.

Di tengah keriuhan mereka memasukkan sedekah, ada seorang anak perempuan yang nampak menangis tersedu sedu. Salah satu guru menyampaikan kepada saya bahwa anak tersebut ternyata tidak membawa uang jajan untuk disedekahkan. Saya memberitahukan bahwa sedekah bukan hanya yang saya, dengan membantu membawakan kotak sedekah ke temannya, itu juga merupakan sedekah. Dengan gembira si anak tadi membawa kotak sedekah untuk teman teman perempuan yang berada di shift belakang.

Kegiatan Sedekah Dongeng ini adalah merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Rumah Dongeng yang bekerjasama dengan Baitul Maal Hidayatullah Cabang Sulawesi Tenggara. Sedekah Dongeng adalah salah satu bentuk edukasi bagi murid tentang keutamaan sedekah melalui kisah kisah Islami. Dengan menanamkan sikap berbagi sejak usia dini maka diharapkan mereka akan semakin empati terhadap teman lainnya yang sedang mengalami musibah.

Kegiatan ini akan terus berlanjut ke sekolahnya lainnya. Sedekah Dongeng akan dilaksanakan di Kota Kendari mulai tanggal 2 – 8 April 2017. Ingin sekolahku dikunjungi tim Sedekah Dongeng? Silakan menghubungi nomor WA: 0852 5575 1971