Tag Archives: Buku Dongeng

Tips Agar Anak Suka Membaca

Saya akan berbagi tips agar anak kita membaca lebih baik.

Tips ini saya ambil dari buku karya Jim Trelease Bab 2 Kapan Mulai Membacakan Buku Untuk Anak.

Sebelum saya memulai untuk membagi tips tersebut, apakah kita di rumah sudah punya kartu anggota perpustakaan?

Bagi yang belum silakan menghubungi Ibu Tasya di WA – 085242969090.

Khusus pecinta buku di Kota Makassar pembuatan kartu anggota perpustakaan dapat dilakukan secara online melalui media sosial. Cukup kirimkan foto dan data diri ke nomor WA diatas.

Kembali ke tips tentang bagaimana agar anak membaca lebih baik, berikut saya rangkumkan secara ringkas dan pendek.
Tips tersebut disingkat dengan 3B (Book, Basket dan Bed Lamp).

Yang pertama adalah Book.

Sebagai orang tua yang cerdas, cobalah membeli 1 buku lalu berikan kepada anak. Buku tersebut adalah buku pribadi anak anda. Tuliskan namanya di bagian dalamnya sebagai identitas kepemilikan buku. Katakan kepadanya bahwa buku itu adalah miliknya dan tidak perlu dikembalikan ke perpustakaan. Atau katakan juga kepadanya bahwa buku tersebut tidak boleh dipinjamkan kepada orang lain. Beri aturan kepadanya agar menjaga buku itu dengan baik. Ada penjelasan tersendiri nanti tentang kepemilikan buku pribadi dan prestasi membaca anak.

Yang kedua adalah Book Basket atau keranjang buku.
Letakkan keranjang buku di tempat

yang mudah dijangkau oleh anak.
Anda bisa juga meletakkan keranjang buku di tempat yang sering digunakan oleh anak. Misalkan di tempat bermainnya, atau bahkan dapat diletakkan di kamar mandi. Saya yakin dulu kita sering membaca koran atau majalah ketika sedang berada di kamar mandi. Sayangnya sekarang keberadaan koran sudah digantikan oleh gadget.

Yang ketiga adalah Bed Lamp atau Lampu Tidur.

Apakah di kamar anak anda sudah dipasangi lampu tidur? Jika belum belilah lampu tidur dan pasang di dekat tempat tidurnya. Kebanyakan anak yang sulit tidur biasanya akan membaca terlebih dahulu buku favoritnya. Matikan terlebih dahulu lampu utama di kamar tidurnya dan nyalakan lampu tidur. Dengan membaca sekitar 15 menit akan memudahkan mata mulai mengantuk dan tidur dengan lelap. Namun kebanyakan juga anak anak yang sudah senang membaca novel atau buku yang lebih tebal, proses membaca bisa sampai 1-2 jam lamanya.

Apa Perbedaan Dongeng dan Read Aloud?

Buku merupakan salah satu sumber informasi yang mudah diakses. Informasi yang bisa didapatkan dari buku sangat beragam mulai dari yang sifatnya mendidik sampai yang sifatnya menghibur. Selain itu, buku tak lekang oleh masa. Kita akan bertemu dan memerlukan buku sepajang hidup kita.

Lalu apa yang akan terjadi bila anak-anak kita tidak mencintai buku?

Yang paling sederhana dan mendesak dimasa-masa awal kehidupannya adalah kemungkinan mereka menghadapi kesulitan dalam proses belajar. Betapa tidak, walaupun teknologi telah berkembang dengan pesat, buku tetap merupakan media utama dalam proses belajar.

Jika demikian apa yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku ya?
Banyak hal dapat dilakukan dari mulai memperdengarkan cerita (mendongeng), memunculkan suasana kondusif untuk membaca di keluarga atau dengan cara memumbuhkan kebiasaan membaca lantang (read aloud).

Apakah read aloud berbeda dengan mendongeng?
Ya…! Tentu saja berbeda.

Berdasarkan tujuannya kedua aktivitas tersebut adalah berbeda. Read aloud bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku, sedangkan mendongeng bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada cerita dan bahasa.

Tujuan ini berkaitan dengan perbedaan kedua aktivitas ini berdasarkan teknik pelaksanaannya.
Dikarenakan read aloud adalah aktivitas membacakan buku dengan lantang maka kehadiran buku sangat diperlukan karena kehadiran buku menjadi ciri khas dari aktivitas ini, sedangkan pada aktivitas mendongeng buku tidak perlu dihadirkan karena mendongeng adalah aktivitas menceritakan cerita dengan bahasa orangtua yang lebih lugas dan menghibur.

Bagaimana cara melakukan read aloud?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita memulai bercerita dengan teknik read aloud, yaitu dengam cara mencari buku yang baik untuk anak dan diri kita.

Dalam memilih buku ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:

  1. Sesuaikan panjang cerita dengan usia dan rentang perhatian anak. Dapat dimulai dengan cerita yang pendek, secara bertahap ke yang lebih panjang. Cobalah dengan 2 atau 3 buku cerita yang pendek terlebih dahulu.
  2. Pilih buku cerita yang bisa membuat kita senang, baik cerita atau ilustrasinya.
  3. Pilih cerita yang menarik, banyak dialog, menggambarkan beberapa keadaan, adventure, dan memiliki muatan emosional yang sesuai dengan usia anak dan latar belakang anak.
  4. Bacakan sebanyak mungkin buku cerita anak. Jika menemukan pengarang atau illustrator yang baik, cari beberapa judul dari mereka. Anak akan mempunyai pengarang favorit. Biarkan dia membaca berulang-ulang. Sementara tetap perkenalkan dengan yang buku dan pengarang lainnya.
  5. Cari buku yang mengambarkan keadaan sehari-hari.
  6. Perlu diperhatikan bahwa buku disebut baru, jika anak belum pernah mendengar.

Tahap tahap Read Aloud

  1. Baca terlebih dahulu buku yang hendak kita bacakan ke anak kita
  2. Pilih buku cerita sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak
  3. Bila usia anak sudah memungkinkan, sertakan anak dalam pemilihan buku
  4. Pilih buku diatas kemampuan baca anak tetapi dengan panjang cerita yang sesuai dengan ketahanannya mendengarkan cerita.

Bila tahap persiapan sudah dilalui dengan baik, maka selanjutnya adalah tahap pelaksanaan read aloud. Dalam tahapan ini ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Bacakan cerita dengan penuh kasih sayang
  • Baca perlahan, ekspresif dan semenarik mungkin.
  • Usahakan menggunaan suara/intonasi berbeda sesuai karakter
  • Gunakan efek drama, ada tertawa, merengek, menjerit, berbisik, cepat, lambat, stop, sedih, meraug,meringkik dll sesuai karakter (dalam cerita)
  • Tambahkan ‘body languange”

Dalam kegiatan Read Aloud, ananda dapat dikenalkan dengan komposisi buku sebagai berikut :

  1. Tunjukkan halaman depan
  2. Sebutkan judulnya, nama pengarang dan ilustratornya
  3. Sebutkan tema utama buku yang akan dibaca seperti “buku cerita ini mengenai…”
  4. Mulai dengan membicarakan gambar yang ada dibuku atau dengan membolak-balikkan gambar. Bayi perlu dibantu membolak-balikkan buku sedangkan anak usia 3 tahun keatas sudah bisa melakukannya sendiri
  5. Tunjukkan kata-kata dengan jari kita
  6. Mulai dengan beberapa menit membaca, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan anak maka waktu membaca akan bertambah.
  7. Bila perkembangan anak sudah memungkinkan maka ajukan pertanyaan seputar cerita
  8. Pancing dengan beberapa pertanyaan, apa yang akan terjadi menurut kamu? Apa ini? Apa itu
  9. Biarkan anak bertanya mengenai cerita
  10. Buat cerita sebagai cara untuk bercakap-cakap
  11. Biarkan anak menceritakan ceritanya, diusia 3 tahun seorang anak sudah bisa menghafal cerita dan biasanya senang diberi kesempatan untuk bercerita.

Kapan sebaiknya mulai melakukan read aloud?

Read aloud dapat dimulai sejak dini, bahkan sejak bayi baru lahir. Mengapa demikian? Ini terkait dengan tujuan read aloud yaitu menumbuhkan kecintaan pada buku. Sehingga semakin dini buku diperkenalkan maka hasilnya akan semakin optimal.

Kapan dan dimana sebaiknya kita melakukan read aloud?

Tidak ada waktu dan tempat khusus untuk melakukan read aloud. Kita bisa melakukannya dirumah, saat hendak tidur, sepanjang perjalanan berkendara, saat menunggu pesawat atau kereta api atau saat menunggu antrian dokter.

Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan konsistensi melakukan read aloud. Rutin adalah kunci utama keberhasilannya.

Yuk ikut Workshop Read Aloud dibawah ini..!

Workshop Read Aloud Bank Indonesia

Bertempat di Perpustakaan Propinsi Sulsel hari Sabtu 16 Desember 2017 dilaksanakan Workshop Read Aloud kerjasama antara Bank Indonesia dan Rumah Dongeng Indonesia.

Kegiatan ini adalah sebagai salah satu bentuk kepedulian Bank Indonesia terhadap masyarakat utamanya untuk mengedukasi orang tua dan masyarakat tentang kegiatan dari Bank Indonesia.

Workshop dibuka secara resmi oleh Bapak Firman mewakili Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulsel. Dilanjutkan dengan pemaparan singkat tentang Bank Indonesia oleh Bapak Taufik.

Selanjutnya materi utama workshop yang dibawakan oleh Kak Heru dari Rumah Dongeng Indonesia yang mempresentasikan tentang arti pentingnya kegiatan membacakan cerita untuk anak anak.

Pentingnya Membacakan Dongeng

Membacakan dongeng untuk anak sebelum tidur manfaatnya banyak lho. Rutinitas ini memberikan dampak yang positif, baik pada orang tua maupun pada si anak sendiri.

Membacakan dongeng pada anak di waktu malam sebelum tidur dapat meningkatkan ikatan atau bonding antara ibu dan anak. Selain itu, anak juga kan menjadi lebih mudah tertidur nyenyak.

Selain itu mendongengkan cerita pada anak sebelum tidur juga melatih anak untuk berkomunikasi. Sebab dalam kegiatan tersebut biasanya akan lebih banyak terjadi proses interaksi antara orang tua dan anak.

Dongeng tentu saja bisa membantu mengembangkan imajinasi anak juga, serta menambah kosakata anak dalam berbahasa. Jika cerita yang didongengkan bernilai positif, maka nilai positif ini juga akan diteruskan pada anak.

Oleh sebab itu, jika memang orang tua sempat dan bisa membacakan dongeng pada anak sebelum tidur, sangat baik dan dianjurkan untuk terus dilakukan.

Yuk terus mendongeng untuk ananda tercinta.

Mengapa 28 Nopember Dijadikan Hari Dongeng Nasional?

Masih belum bisa move on dari Perayaan Hari Dongeng Nasional 2017.

Mungkin sedikit informasi dibawah ini dapat menjadi referensi bagi teman teman yang belum tahu mengapa tanggal 28 Nopember dijadikan sebagai Hari Dongeng Nasional ?

Deklarasi Hari Dongeng Nasional dilakukan Forum Dongeng Nasional dan komunitas lainnya di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, pasa hari Sabtu, 28 Nopember 2015. Kala itu Mendikbud Anies Baswedan hadir memberikan dukungan.

“Menjadikan hari kelahirannya sebagai Hari Dongeng Nasional artinya kita memastikan legasi, keteladanan, dan pesan-pesannya akan terus kita kenang setiap tahunnya. Maka dari itu saya mengapresiasi inisiatif untuk deklarasi 28 November, hari kelahiran Pak Raden, sebagai Hari Dongeng Nasional,” ujar Anies Baswedan.

Mendikbud mengatakan, Pak Raden adalah sosok multitalenta, yang tak hanya pintar mendongeng, namun juga melukis. Kekuatan terbesarnya adalah rasa cintanya yang tak hingga pada anak-anak.

Tidak ada satupun pendongeng modern Indonesia yang tidak mengidolakan dan meneladani Pak Raden. Karena itu, katanya, masyarakat Indonesia merasa sangat kehilangan ketika mendengar kabar berpulangnya Pak Raden.

Anies berjanji akan menggiatkan kegiatan mendongeng di berbagai daerah. Apalagi, kebudayaan Nusantara sangat kaya akan dongeng karena bangsa Indonesia sejak dulu memiliki budaya narasi yang disampaikan secara oral. Setiap daerah memilki puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan cerita dan dongeng.

Tanggal ini dipilih karena merupakan hari kelahiran Drs Suyadi atau yang lebih dikenal dengan nama Pak Raden dalam toloh film boneka Si Unyil.

Tidak cuma di Jakarta, deklarasi ini juga dilakukan di Indonesia. Beberapa kota lain itu seperti Bogor, Lampung, Ponorogo, NTB, Bandung, Makassar, Saparua, Banjarmasin, Pinrang, dan Surabaya.

Deklarasi tersebut dibacakan oleh beberapa pendongeng Indonesia secara serempak pada pukul 10.00 di seluruh Tanah Air.

Berikut teks deklarasi Hari Dongeng Nasional yang dibacakan para pendongeng Indonesia:

” Deklarasi Forum Dongeng Nasional
Dengan menyebut nama Allah Tuhan yang Maha Esa ”

” Kami para pencita dongeng Indonesia
Kami para pendidik, pustawakan, dan pemerhati anak, pada hari ini Sabtu 28 November 2015 pukul 10.00 WIB menyatakan perihal utama, :

” Demi kepentingan anak Indonesia dan keguyuban para pecinta dongeng, bahwa setiap tanggal 28 November dalam setiap tahun secara bersama di Indonesia merupakan sukacita cerita ”

” Kami para pencinta dongeng Indonesia menjadikan tanggal 28 November sebagai Hari Dongeng Nasional “

Memang masih membutuhkan proses untuk benar-benar merealisasikan 28 November sebagai Hari Dongeng Nasional. Dukungan berbagai pihak untuk bisa mewujudkan keinginan terbesar para pendongeng Indonesia itu. Peran dongeng sangat penting karena merupakan mengajar tanpa menggurui.

#RumahDongeng
#Pendongeng
#HariDongengNasional
#HDN2017

Tiga Alasan Untuk Tetap Membacakan Cerita

Sebagai keluarga yang pernah mendongeng, pasti kita memahami betapa menariknya ketika melakukan Read Aloud atau membaca nyaring untuk anak-anak. Coba kita bayangkan ketika anak anak masih usia prasekolah, mereka memegang buku di tangan dan berkata , “Bacakan aku dongeng!”

Tapi begitu anak sudah bisa membaca sendiri, orang tua sering menganggap membacakan cerita tidak perlu dilakukan. Toh mereka sudah bisa memilih dan membaca buku sendiri. Sebuah survei yang dilakukan oleh penerbit buku Gramedia menunjukkan bahwa kebanyakan orang tua berhenti membacakan cerita bagi anak-anak pada usia enam tahun.

Berikut adalah tiga alasan mengapa orang tua harus terus membacakan cerita bagi anak seperti yang dikutip dari Sonlight.

1. Anak-anak mempunyai pengalaman menarik ketika membaca

Salah satu temuan yang mengejutkan dalam survei Gramedia adalah bahwa banyak anak-anak ingin orangtua mereka terus membaca secara nyaring kepada mereka meskipun mereka sudah bisa membaca sendiri.

Anak anak memiliki sebuah pengalaman yang menyenangkan ketika di usia batita masih dipangku sambil mendengarkan cerita. Betapa menyenangkan pengalaman tersebut dan meskipun di usia 6 tahun ke atas bukan dengan dipangku lagi, orang tua bisa membacakan cerita dengan duduk berhadapan atau dengan berbaring.
Sampai saat ini saya masih suka menceritakan ulang beberapa buku yang sangat saya sukai ketika masih kecil. Buku Lima Sekawan adalah salah satu buku yang sampai saat ini masih beredar di toko buku. Dan anak saya yang sekarang sudah berumur 17 tahun masih tetap suka membaca buku petualangan Lima Sekawan.

2. Anak-anak mendapatkan “ide baru”.

Saya masih ingat sekitar tahun 1980-an guru masih suka mendikte muridnya. Sambil mendengarkan guru membaca, murid murid menulis di bukunya masing masing. Proses mendikte ini akan membuat anak-anak memahami arti dari sebuah bacaan ketika guru membacakan keras-keras kepada mereka daripada mereka membaca bukunya sendiri.
Membaca dengan suara keras akan membantu mereka mendapat ide, kosakata, dan konsep yang baru dalam proses belajar.

3. Membaca bersama-sama membangun hubungan.

Membaca bersama adalah waktu yang paling berharga untuk menghabiskan waktu bersa anak-anak. Ketika orang tua berbagi buku, Anda dan anak-anak Anda akan pergi pada petualangan yang luar biasa bersama-sama-melalui sejarah dan di seluruh dunia. Membaca bersama-sama juga memberikan kesempatan bagi anak-anak Anda untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang mereka bertanya-tanya tentang, seperti cinta, kehilangan, karier, keluarga, dan banyak hal lainyya

Yakinlah bahwa Anda tidak hanya membantu mereka secara akademis ketika Anda membaca keras-keras kepada mereka, tetapi Anda juga memperluas pemahaman mereka tentang dunia dan memperdalam hubungan Anda dengan mereka.