Tag Archives: Cerita anak

Boneka Tua

Dalam sebuah kotak tua, Beruang tua duduk kesepian. Tubuhnya berdebu, matanya hilang satu… Tidak berapa lama, kotak tua dibuka.

“Heei, kuda… akhirnya kamu juga disini…”seru Beruang tua.

Kuda nampak sedih.

“Aku masuk kotak ini, karena Dea punya boneka kelinci baru.” Beruang tua tertawa.

“Kubilang juga apa, jangan terlalu bangga disayang Dea.”

Kotak tua gelap gulita. Namun kuda melihat penghuni yang lain.

“Hei, apakah itu boneka Noni?” tanya kuda.

“Betul, boneka Noni tidak bisa bicara lagi. Batere nya habis!” gerutu Beruang Tua.

Kotak tua kembali sunyi, hingga pagi datang. Gelak tawa Dea terdengar sayup sayup. Ia senang dengan boneka kelinci baru. Sementara itu, mainan lama di kotak tua dilupakan begitu saja.

Pada suatu hari, Dea tidak terdengar suaranya.

“Mengapa Dea tidak terdengar suaranya?” bisik Beruang Tua.

“Sebetulnya sudah 1 minggu sepi dari suara Dea…” gerutu Kuda. Boneka Noni menganggukan kepala, wajahnya khawatir.

Kuda pelan keluar dari kotak tua. Sunyi sepi….

Beruang Tua mengikuti dari belakang. Boneka Noni tidak mau kalah…

Mereka bertiga berjalan menuju kamar Dea.

Dea tertidur ditempat tidur. Wajahnya pucat.

“Banyak sekali obat yang harus diminum Dea.” Bisik Beruang Tua.

“Berarti, dia sakit sekali…”kata Kuda. Boneka Noni wajahnya nampak sedih.

“Ayo Noni, kita kembali ke kotak…” ajak Beruang Tua. Noni menggelengkan kepala. Kuda menarik tangan Noni, namun Noni berpegang pada kaki tempat tidur. Tempat tidur bergoyang keras, dan Dea terbangun.

“Hei, mainan lama ku…” Dea takjub melihat 3 mainan tuanya di pinggir tempat tidurnya. Mama masuk kamar, dan kaget melihat Dea bermain dengan mainan tua.

Dea minta batere untuk Noni. Beruang Tua dijahit kembali matanya. Kuda dilap dengan lap basah. Mereka bertiga nampak kinclong lagi!

“Mana boneka kelinci barumu, Dea?” tanya Boneka Noni.

“Boneka kelinci tidak mau main dengan aku, karena aku flu…” jawab Dea sedih.

Beruang & Kuda saling pandang. “Dea, kami akan selalu setia dengan kamu. Sehat ataupun sakit…” seru Beruang.

“Ooo… aku sayang sama mainan lama ku… Tetap disini, dan jangan kembali ke kotak tua ya?” jawab Dea. Ia kembali menaruh Boneka Noni, Beruang Tua dan Kuda dirak mainannya yang bersih dan tidak jauh dari tempat tidurnya.

Salam Dongeng
Kak Heru – 0852 5575 1971

Silakan follow akun media sosial dibawah ini :
IG : RumahDongeng
FB Fan Page : RumahDongengID
www.rumahdongeng.id

Sedekah Dongeng di SDN Bawakaraeng 2 Makassar

Mengawali pekan di minggu keempat bulan September 2018 dengan aksi Sedekah Dongeng di SDN 2 Bawakaraeng Makassar.
Sekolah yang berlokasi di Jl. Gunung Bawakaraeng ini adalah kawasan sekolah yang terdiri dari 4 sekolah. Mulai dari SDN Bawakaraeng 1 sampai 4. Saya pikir lebih efektif bila keempat sekolah tersebut digabungkan saja di satu kesempatan acara. Namun masing masing kepala sekolah ingin membuat acara dongeng secara terpisah.
Artinya Kak Heru harus mondar mandir selama 4 kali di sekolah ini.

Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Makassar memang baru pertamakalinya dilaksanakan di SDN 2 Bawakaraeng. Jadwal yang saya terima kegiatan dongeng dimulai jam 07:30 usai upacara bendera hari Senin. Saya tiba di sekolah ini pukul 07:15, beberapa murid harus berdiri di depan sekolah dan tidak bisa masuk karena mereka terlambat datang. Bapak satpam dengan tegas mengunci satu satunya pintu gerbang sekolah ini. Sayapun juga harus menunggu di luar gerbang sembari ngobrol dengan beberapa orang tua murid.

Upacara bendera kira kira berlangsung selama 30 menit. Saya hanya bisa mengintip kegiatan upacara ini dari balik gerbang. Gerbangnya berukuran lebar 2 meter menyerupai sebuah lorong. Kegiatan upacara hanya bisa terlihat secara sekilas saja.
Akhirnya pintu gerbang dibuka oleh pak Satpam. Harus ekstra sabar bapak satpam yang saya taksir berusia sekitar 30 tahun. Dia mempersilakan anak anak kelas 1 dan 2 untuk masuk terlebih dahulu melalui pintu gerbang.
Setelah itu baru menyusul kelas yang lebih tinggi untuk perlahan lahan masuk ke dalam.

Selanjutnya kegiatan dongeng berlangsung di halaman sekolah yang terlindung dari cahaya matahari pagi yang mulai menyengat kulit. Mereka duduk teratur di halaman sekolah. Kelas bawah duduk di bagian depan sedangkan kelas atas duduk di bagian belakang.

#SedekahDongeng
#Storytelling
#RumahDongeng
#YatimMandiri

Dongeng di Sekolah Alam Bosowa dan Ainun Samsi Maros

Adik adik TK dan SD Sekolah Alam Bosowa tak mau ketinggalan untuk membantu teman temannya yang sedang ditimpa musibah gempa bumi di Lombok.

Melalui gerakan Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Makassar, hari Senin 17 September 2018 bertempat di SAB Jalan Tanjung Bunga mereka mendengarkan dongeng sekaligus berdonasi.

Lokasi sekolah ini berdampingan dengan Mesjid Cheng Ho Tanjung Bunga. Keberadaan mesjid ini ternyata sudah ada dua lokasi yang ditempati. Yang kedua berlokasi di Jl. Tun Abdul Razak Gowa yang berdekatan juga dengan Rumah Dongeng.

Sekolah Alam Bosowa ini menempati lahan yang cukup luas. Sebuah rumah panggung yang berfungsi sebagai aula sekolah berdiri di tengah sekolah ini. Ketika 2 tahun lalu saya datang, rumah panggung berlantai 2 ini biasa digunakan sebagai panggung kegiatan sekolah. Sekarang sekolah ini sudah mempunyai aula yang lebih luas sekaligus sebagai ruang moving class bagi anak anak TK dan Play Grup.

Pesantren Ainun Samsi Maros

Usai dari Sekolah Alam Bosowa, selanjutnya Kak Heru bergerak menuju Kabupaten Maros yang jaraknya kira kira 40 km dari lokasi sebelumnya. Untuk mempercepat waktu, saya mengambil rute melalui tol Reformasi.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.15 ketika saya meninggalkan jalan Tanjung Bunga Makassar. Agenda di Maros harus dimulai pukul 10:00 karena menurut panitia dari Yatim Mandiri Maros, anak anak TK di pesantren ini akan ikut juga mendengarkan dongeng bersama dengan anak anak SD. Sayapun harus memacu mobil untuk mengejar waktu, namun sayangnya saya tiba di Maros pukul 10:15. Beberapa anak TK sudah pulang dari sekolahnya.

Lokasi pesantren Ainun Samsi Maros ini tak jauh dari lokasi 2 hari sebelumnya yaitu SD Pangkasalo Maros Baru. Jaraknya hanya 100 meter. Kegiatan dongeng dipusatkan di dalam mesjid yang berada di area sekolah. Selain TK dan SD, sekolah ini juga mempunyai tingkatan SMP dan SMA.

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#Storytelling

Bersama Bona di Dongeng Keliling Perpustakaan Kota Makassar

Dongeng Keliling Perpustakaan Makassar

Dongeng Keliling bersama mobil perpustakaan atau yang lebih dikenal dengan Mobile Library with Dongeng Keliling Perpustakaan Kota Makassar hari ini, Selasa 14 Maret 2017 berkunjung ke TK Ar Rahma yang berlokasi di Kompleks Pemda Jl. Pettarani Makassar.

Mobil dongeng atau kami lebih suka menyebutnya dengan istilah DP 2 diperkuat oleh 3 orang personal dari Dinas Perpustakaan dan Arsip yaitu Ibu Erna dan Ibu Tasya serta 1 orang driver. Dan pendongeng yang diberikan tanggung jawab adalah Kak Heru bersama boneka Bona.

Tepat pukul 10:00, mobil perpustakaan sudah berada di halaman depan sekolah. Beberapa anak anak TK nampak penasaran dengan hadirnya mobil berwarna biru yang penuh dengan berbagai macam buku. Namun mereka juga terlihat sabar menunggu waktu untuk membaca. Di sebuah ruangan yang cukup besar dan sejuk, anak anak sudah duduk dengan rapi dan tak sabar untuk mendengarkan dongeng. Setelah Kak Heru menyiapkan peralatan mendongengnya, waktunya mendongeng……

Suasana bertambah seru ketika Bona mulai menyapa anak anak. Dengan suara khas dan sedikit kenakalannya, Bona membuat keriuhan acara semakin menjadi jadi namun suasana tetap tertib dan teratur. Di tengah keriuhan itu, ada seorang anak yang nampak menyendiri. Umurnya baru 4 tahun dan dia hanya tertarik dengan laptop yang berada di sampingnya Kak Heru. Untungnya dia tidak menganggu jalannya acara. Menurut ibu guru, anak tersebut adalah salah satu anak berkebutuhan khusus yang sedang belajar di TK Ar Rahma.

Setelah selesai mendengarkan dongeng, anak anak dengan tertib berjalan menuju mobil perpustakaan yang sudah siap dengan koleksi buku anak TK. Petugas layanan dengan ramah memilihkan satu buku untuk satu anak. Dengan sabar anak anak menerima satu buku yang telah dipilih oleh ibu Erna. Dengan wajah penuh riang anak anak kembali menuju ke ruangan aula untuk membaca bukunya masing masing.
Dan selesai membaca, kembali dengan tertib mereka mengembalikan buku ke mobil perpustakaan.

Terima kasih untuk ibu kepala sekolah TK Ar Rahma yang telah menerima layanan dongeng keliling ini di sekolahnya.

Sampai jumpa lagi…….

Tiga Alasan Untuk Tetap Membacakan Cerita

Sebagai keluarga yang pernah mendongeng, pasti kita memahami betapa menariknya ketika melakukan Read Aloud atau membaca nyaring untuk anak-anak. Coba kita bayangkan ketika anak anak masih usia prasekolah, mereka memegang buku di tangan dan berkata , “Bacakan aku dongeng!”

Tapi begitu anak sudah bisa membaca sendiri, orang tua sering menganggap membacakan cerita tidak perlu dilakukan. Toh mereka sudah bisa memilih dan membaca buku sendiri. Sebuah survei yang dilakukan oleh penerbit buku Gramedia menunjukkan bahwa kebanyakan orang tua berhenti membacakan cerita bagi anak-anak pada usia enam tahun.

Berikut adalah tiga alasan mengapa orang tua harus terus membacakan cerita bagi anak seperti yang dikutip dari Sonlight.

1. Anak-anak mempunyai pengalaman menarik ketika membaca

Salah satu temuan yang mengejutkan dalam survei Gramedia adalah bahwa banyak anak-anak ingin orangtua mereka terus membaca secara nyaring kepada mereka meskipun mereka sudah bisa membaca sendiri.

Anak anak memiliki sebuah pengalaman yang menyenangkan ketika di usia batita masih dipangku sambil mendengarkan cerita. Betapa menyenangkan pengalaman tersebut dan meskipun di usia 6 tahun ke atas bukan dengan dipangku lagi, orang tua bisa membacakan cerita dengan duduk berhadapan atau dengan berbaring.
Sampai saat ini saya masih suka menceritakan ulang beberapa buku yang sangat saya sukai ketika masih kecil. Buku Lima Sekawan adalah salah satu buku yang sampai saat ini masih beredar di toko buku. Dan anak saya yang sekarang sudah berumur 17 tahun masih tetap suka membaca buku petualangan Lima Sekawan.

2. Anak-anak mendapatkan “ide baru”.

Saya masih ingat sekitar tahun 1980-an guru masih suka mendikte muridnya. Sambil mendengarkan guru membaca, murid murid menulis di bukunya masing masing. Proses mendikte ini akan membuat anak-anak memahami arti dari sebuah bacaan ketika guru membacakan keras-keras kepada mereka daripada mereka membaca bukunya sendiri.
Membaca dengan suara keras akan membantu mereka mendapat ide, kosakata, dan konsep yang baru dalam proses belajar.

3. Membaca bersama-sama membangun hubungan.

Membaca bersama adalah waktu yang paling berharga untuk menghabiskan waktu bersa anak-anak. Ketika orang tua berbagi buku, Anda dan anak-anak Anda akan pergi pada petualangan yang luar biasa bersama-sama-melalui sejarah dan di seluruh dunia. Membaca bersama-sama juga memberikan kesempatan bagi anak-anak Anda untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang mereka bertanya-tanya tentang, seperti cinta, kehilangan, karier, keluarga, dan banyak hal lainyya

Yakinlah bahwa Anda tidak hanya membantu mereka secara akademis ketika Anda membaca keras-keras kepada mereka, tetapi Anda juga memperluas pemahaman mereka tentang dunia dan memperdalam hubungan Anda dengan mereka.

Sunat 100 Anak

Apa yang terjadi ketika 100 anak anak dikumpulkan untuk disunat massal?

Wah .. ternyata mereka adalah anak anak yang berani dan bersemangat. Dalam jadwal yang disiapkan panitia, acara dimulai pukul 08:00 wita, tetapi pukul 07:00 sudah ada beberapa anak yang datang bersama kedua orangtuanya. Mungkin bagi kebanyakan warga Makassar, sunat adalah satu tanda keberanian dan kedewasaan anak anak.

Bertempat di Aula Kantor PLN Wilayah Sulserabar, hari Sabtu tanggal 11 Maret 2017 tepat pukul 08:00 acara pembukaan dimulai. Pembukaan diawali dengan membaca ayat suci Al Quran dari adik adik Yayasan Al Firman yang merupakan binaan dari IZI Sulsel. Nampak mereka membacakan kutipan ayat Al Quran dengan metode menggerakkan tangan dan jari jari dengan lincahnya.

Sambutan oleh Pak Arman dari IZI Sulsel dan dilanjutkan oleh Pak Akbar mewakili manajemen PLN Sulserabar sekaligus membuka secara resmi kegiatan Sunat Massal 100 Anak. Secara simbolis adik adik diberikan bingkisan tas dan perlengkapan sekolah lainnya. 

Nah… !

Selanjutnya ada acara inti. Diawali dengan ice breaking dan tepuk semangat bersama Kak Heru, terlihat anak anak begitu bersemangat dan berani. Sorak sorai dan tepuk tangan membahana dalam ruangan tempat acara berlangsung. Grup kecil yang terdiri dari 10 anak sudah disiapkan untuk memasuki ruangan sunat. 

Apa yang terjadi?

Meskipun sudah diberikan semangat dan yel yel, namun yang namanya anak anak……

Ketika sudah masuk ke dalam ruangan Sunat, terdengar ada yang menangis, ada yang berteriak dan ada yang langsung keluar dari ruangan. Meskipun mereka ditemani oleh orang tuanya masing masing, masih ada juga yang tidak berani masuk ke dalam ruang sunat. Butuh waktu sekitar beberapa menit untuk membujuk mereka kembali. 

Ya…namanya juga anak anak 🙂

Yang sabar dan telaten saja. 

Selamat kepada adik adik yang sudah disunat hari ini. Kalian adalah calon imam di masa yang akan datang.