Tag Archives: dongeng islami

Nabi Muhammad SAW Pedagang Yang Hebat

Hari ini masih dapat telur maulid lagi..!

Kisah masa kecil Muhammad di TK Khalifah 3 Makassar

TK Khalifah 3 hari ini mengundang Kak Heru untuk mampir meramaikan acara Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolahnya. Tak enak rasanya bila Pak Reza, seorang teman lama yang sudah lama tak bersua meminta saya utk hadir di sekolahnya.

Kisah masa kecil Muhammad di TK Khalifah 3 Makassar

Beliau meminta saya secara khusus untuk hadir sekaligus mengisahkan kehidupan Muhammad kecil sebelum diangkat menjadi Rasul Pilihan Allah. Sesuai dengan misi sekolah Khalifah yang mendidik anak anak untuk berjiwa entrepreneur, maka kisah Muhammad kecil disisipi petualangan beliau ketika sudah cakap berdagang di usia 7 tahun bersama pamannya Abu Thalib.

Kisah masa kecil Muhammad saya mulai dari ketika beliau menjadi anak yatim piatu. Ayahnya meninggal dunia ketika bayi Muhammad masih ada dalam kandungan Sitti Aminah. Begitupun juga ketika sang ibu juga meninggal dunia, Muhammad kecil dirawat oleh sang Kakek Abdul Muthalib sang penjaga Ka’bah. Tak lama dirawat oleh kakeknya, kembali Muhammad kecil harus kehilangan kakek tercintanya. Pamannya yang bernama Abu Thalib kemudian merawat dan membesarkan Muhammad.

Keseruan dongeng Islami bersama Kak Heru dan Bona

Di bawah bimbingan sang pamannya inilah Muhammad ditempa menjadi seorang pedagang yang lihai, cakap dan jujur. Beliau selalu mengajak Muhammad untuk pergi berdagang sampai ke Syria dengan melewati luasnya padang pasir. Kejujuran dan kepercayaan yang diberikan kepada Muhammad membuatnya disenangi oleh para pedagang lainnya sehingga mendapat gelar Al Amin atau orang yang dapat dipercaya.

Di tempat ini juga saya bertemu dengan Irma, salah satu alumni SMANSA 90 dan juga teman menyiar sewaktu di radio kampus Unhas. Waktu itu kami menyiar di radio Diorama (Radio Suara Mahasiswa) di PKM Unhas. Pertemuan tak sengaja ini dikarenakan musibah yang menimpa TK Khalifah di Palu. Bangunan sekolahnya hancur karena gempa yang terjadi bulan September lalu. Irma berinisiatif untuk mencari sekolah baru di Makassar dan Alhamdulillah di kota Daeng ini TK Khalifah 3 bisa menerima kehadiran murid dari Palu.

#dongengMaulid
#KisahIslami
#RumahDongeng
#TKKhalifah
#Storytelling

Sedekah Dongeng di TK Al Abrar

Sudah pernah dengar kata Al Abrar belum?

Dalam Al-Quran, Surah Al-Infithar ayat 13 :-

“إن الأبرار لفي نعيم..”

(Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (Surga yang penuh) kenikmatan)

Jadi Al Abrar yang dimaksud adalah golongan yang berbakti dengan penuh rasa ikhlas semata-mata karena Allah dengan satu tujuan yaitu surga.

Tapi kali ini Kak Heru tidak akan membahas lebih luas tentang Al Abrar seperti yang ditulis di atas. Al Abrar yang akan Kak Heru ceritakan adalah sebuah nama sekolah tingkat kanak kanak yang berada di Jalan Sultan Alauddin No. 84 Makassar. Saya belum mendapatkan informasi tentang kapan berdirinya sekolah ini. Namun ada salah satu kemenakan Kak Heru yang pernah bersekolah di TK Al Abrar dan sekarang sudah kelas IX SMU. Dia sekarang sudah berumur 17 tahun, jadi bisa jadi sekolah ini sudah 2 dasawarsa berdirinya.

Dalam kesempatan ini, tepatnya di Hari Sabtu 10 Februari 2018, tim Sedekah Dongeng dari Rumah Dongeng Indonesia beserta Laznas Yatim Mandiri Makassar berkesempatan datang di sekolah ini. Dengan mengambil tema Sedekah Dongeng untuk Yatim Dhuafa, sebanyak 80 anak hadir beserta beberapa orang tua murid yang kebanyakan ibu ibu sosialita. Kebetulan hari ini para ibu sedang mengadakan arisan di sekolahnya. Sehingga acara sedekah dongeng terlihat lebih meriah dan ramai.

Meskipun sejak pagi hari Kota Makassar diguyur dengan hujan, namun tak mengurangi antusias dan semangat anak anak untuk datang ke sekolah. Beberapa hari sebelumnya mereka diingatkan oleh Bunda Guru bahwa hari Sabtu, 10 Februari akan datang Kak Heru dan Bona untuk mendongeng di sekolah. Jadwal kegiatan yang seharusnya dimulai pukul 08:30 mesti molor sembari menunggu kedatangan murid. Kak Heru sendiri sudah berada di sekolah ini sejak pukul 08:15.

Suasana masih sepi ketika saya datang, hanya ada 2 orang guru yang duduk di teras sembari menunggu murid datang. Hujan yang cukup deras membuat lantai kelas dan aula basah dan sepertinya tidak bisa digunakan untuk duduk mendengarkan dongeng. Sayapun sempat mengecek kondisi aula yang memang licin dan basah. Walaupun sudah dikeringkan dengan kain pel, namun kondisi aula memang ridak memungkinkan untuk dilaksanakan kegiatan Sedekah Dongeng.

Akhirnya Ibu Murni selaku Kepala Sekolah TK Al Abrar memutuskan untuk memindahkan kegiatan dongeng di Mesjid Al Abrar yang berada persis di samping sekolah. Walaupun demikian untuk menuju mesjid, murid dan guru harus rela untuk berbasah basah terkena air hujan. Saya pun segera menurunkan peralatan dongeng. Satu demi satu peralatan berupa sound system mobile, roll banner dan spanduk mulai saya turunkan dari mobil operasional Rumah Dongeng Indonesia. Hari ini saya tidak membawa laptop sebagai alat pemutar lagu lagu dongeng, namun saya masih bisa menggunakan HP Samsung J7 Prime sebagai pengganti laptop. Tak lama berselang, tim dari Laznas Yatim Mandiri juga datang. Salah satunya adalah bunda Endang yang setia menemani Kak Heru dalam setiap kegiatan Sedekah Dongeng.

Acara inipun dimulai sekitar pukul 09:45, meskipun beberapa murid tidak sempat hadir karena faktor cuaca. Nampak beberapa tua murid yang hadir kompak menggunakan seragam serupa warnanya. Kaos lengan panjang berwarna merah dengan kombinasi abu abu. Setelah Bunda Murni selesai mengatur posisi duduk muridnya, kegiatan dongeng pun segera dimulai. Saya membawakan dongeng yang berjudul Anisa dan Kotak Ajaib.

Kegiatan selanjutnya adalah bersedekah. Murid muridpun nampak antri dengan sabar untuk memasukkan donasinya ke dalam kotak donasi Yatim Mandiri Makassar. Setelah berdonasi, tak lupa murid murid berfoto bersama Kak Heru dan Bona.

Pekan Sastra Balai Bahasa

Pekan Sastra Tingkat SMP/MTs se Kabupaten Maros bersama Balai Bahasa Propinsi Sulawesi Selatan tahun 2017.

Kegiatan yang bertema Menumbuhkan Semangat Kreatifitas Bersastra melalui Pekan Sastra diisi dengan berbagai kegiatan lomba antara lain : Lomba Cipta Baca Puisi, Lomba Bercerita Kisah Religi dan Lomba Menulis Cerpen Religi.

Kegiatan tahunan ini juga bertujuan untuk meningkatkan apresiasi, sikap positif dan kepedulian masyarakat terhadap bahasa dan sastra tutur sebagai akar kebudayaan nasional. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan nilai nilai agama, adat istiadat dan budaya bangsa Indonesia khususnya di daerah Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 500 peserta putra dan putri dengan total hadiah sebesar Rp. 180.000.000,-. dipusatkan di Pesantren Darul Istiqamah Maros berlangsung mulai tanggal 19 – 24 Nopember 2017. Nara sumber dan dewan juri berasal dari Balai Bahasa Sulsel, praktisi seni dan akademisi dari universitas yang memiliki kompetensi di bidangnya masing masing.

Salah satu lomba adalah Lomba Kisah Religi yang dibagi menjadi 2 kategori yaitu putra dan putri. Materi lomba adalah kisah kisah yang bermuatan religi. Lomba ini dibagi menjadi 2 babak; yaitu babak penyisihan dengan durasi 5 menit dan babak grand final dengan durasi 15 menit. Data dari panitia, peserta yang mengikuti lomba kisah religi sebanyak 140 orang putra dan putri. Masing masing kategori akan menghasilkan jumlah pemenang sebanyak 10 pemenang putra dan putri

Di akhir kegiatan pembukaan, Ibu Saenab selaku Kepala Balai Bahasa Sulsel mengundang satu persatu dewan juri untuk unjuk kemampuan di depan 500 peserta lomba yang didominasi oleh anak anak SMP putra dan Putri.

Tampil pertama Asia Ramli Prapanca dengan puisi Sukmaku di Tanah Makassar. Disusul oleh Kak Heru dengan sedikit membawakan Kisah Islami. Sedangkan Chaeruddin Hakim tak mau kalah dengan seni tutur khas Makassar, Kelong yakni sebuah seni yang berisi lagu lagu nina bobo anak.

Seusai kudapan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan para peserta lomba. Ada 3 kelas yang disiapkan oleh panitia sesuai dengan jenis lomba yang diikuti. Ada kelas puisi, kelas kisah religi dan kelas cerpen religi. Karena lombanya harus dipisahkan antara peserta putra dan peserta putri, maka ada 18 nara sumber sekaligus dewan juri yang bertugas memberikan pembekalan kepada peserta.

Pembekalan ini berguna agar para peserta lomba mendapatkan gambaran kritera penilaian sekaligus mendapatkan ilmu dari para pakar yang dihadirkan oleh panitia lomba.

Selanjutnya besok Selasa 21 Nopember 2017, semua peserta akan memulai lomba sesuai dengan jenis lomba yang diikutinya.

Selamat Berlomba..!!!