Tag Archives: Dongeng Keliling

DongKel – Dongeng Keliling di SDN Tanggul Patompo

Memulai kegiatan di minggu ketiga pada bulan Februari ini, saya mendapatkan tugas dari Tulus Wulan Juni, pustakawan sekaligus koordinator tim DongKel With Library Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Sesuai dengan jadwal yang telah diedarkan melalui grup WA, hari Senin 19 Februari 2018 saya ditugaskan untuk mengunjungi SDN Tanggul Patompo 2 yang berlokasi di Jalan Cendrawasih Makassar.

Saya tiba di sekolah ini pukul 09:15 WITA. Disini ada 2 sekolah yaitu SD Tanggul Patompo 1 dan 2. Beberapa sekoh sekolah di Makassar sudah menjadi kebiasaan bila dalam satu tempat ada beberapa sekolah yang dijadikan satu lokasi. Memasuki gerbang sekolah nampak beberapa ibu ibu yang sedang asyik ngobrol. Saya nggak tahu persis apa yang sedang mereka obrolkan, sambil berlalu seorang ibu mengucapkan terima kasih kepada temannya karena telah mendengarkan “curhatnya”.

Tim layanan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan Kota Makassar berkunjung nampaknya belum tiba di sekolah ini. Sayapun menengok di grup WA Dongkel. Status mobil DP 2 dan DP 3 nampak sudah terbang dari pangkalannya masing masing. Sayapun menunggu di depan ruangan guru sambil menunggu kedatangan mobil DP 3. Tak lama ada seorang ibu guru yang menyapa saya.

“Tabe, kita Pak Tulus ?”

Nampaknya ibu guru tersebut belum kenal dengan saya.

“Saya Kak Heru yang akan mendongeng bersama Dinas Perpustakaan Kota Makassar”, jawabku sambil memperlihatkan rompi Dongkel yang saya pakai.

Ibu guru yang bernama Ibu Any Gafur kemudian menjelaskan bahwa Bapak Kepala Sekolah sedang tidak berada di sekolah karena sedang menenami siswanya yang sedang seleksi OSN – Olimpiade Sains Nasional. Sayapun juga menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan baru bisa dimulai bila mobil layanan perpustakaan sudah tiba di sekolah. Sembari menunggu kedatangan mobil, ibu Ani meminta ijin untuk mengumpulkan siswa dan siswinya di halaman sekokah.

Namun ternyata mobil DP 3 tak kunjung datang juga. Waktu sudah menunjukkan pukul 10:00. Saya mencoba menghubungi Ibu Ully yang mengkoordinir para driver perpustakaan. Namun kendala jaringan internet membuat suara yang saya terima menjadi tidak jelas. Status driver DP 2 yang dipiloti oleh Andarias juga bermasalah karena anaknya tiba tiba panas tinggi dan harus dibawa ke rumah sakit. Sedangkan status DP 3 yang mengarah ke lokasi saya juga belum ada kabar beritanya.

Akhirnya sayapun berinisiatif untuk memulai kegiatan DongKel with Library tanpa kehadiran mobil layanan. Sesuai dengan SOP yang telah disepakati bersama bahwa apabila ada kendala atau halangan, kegiatan Dongkel tetap harus berjalan sesuai dengan kondisi yang ada. Apalagi siswa dan siswi sudah siap menunggu di halaman sekolahnya. Kabar terakhir yang saya dapat ternyata mobil DP 3 sedang mengalami masalah aki mobil yang sudah perlu dicharge sehingga berhalangan untuk beroperasi hari ini. Namun kedua petugas perpustakaan tetap datang ke sekolah dengan menaiki motor roda duanya.

Berikut beberapa foto kegiatan DongKel with Library hari ini :

Dan berikut video lengkapnya :

DongKel SDN Tanggul Patompo 2

Mengapa Saya Menjadi Pendongeng?

Suatu waktu di Padang Mahsyar..

Hari pembalasan amal dan perhitungan atas semua perbuatan manusia ketika hidup di dunia.

Kaki-kaki telanjang penuh debu, berjingkat berulang kali karena hawa panas membakar dari bawah kaki. Peluh bercucuran, membanjiri sekujur tubuh. Lelaki dan perempuan sama saja, semua terbakar panas matahari diatas kepala.

Satu demi satu mengantri pemeriksaan di ujung barisan yang teramat panjang. Keluh kesah dan sedu sedan, ratapan dan tangisan, terdengar berulang kali meningkahi barisan manusia teramat panjang dari berbagai zaman.

Setelah perjuangan teramat lama, teramat melelahkan, penderitaan belum berakhir. Pemeriksaan yang sangat teliti dengan para saksi anggota tubuh sendiri, berlangsung dalam suasana mencekam. Tak bisa membantah, tak sanggup. Mulut terkunci rapat. Para anggota tubuh lainnnya, bersaksi memberatkan.

Penderitaan berikutnya baru akan dimulai dengan babak baru tak berujung : Terjun bebas ke telaga api neraka yang bergolak dahsyat, atau masuk ke dalam taman sejuk surga.

Sesaat sebelum tubuh ringkih itu terlempar ke dasar telaga api, tiba-tiba saja bermunculan suara dan jerit tangis memilukan dari anak-anak kecil.

Mereka muncul tiba-tiba dan memohon penuh harap kepada para malaikat penjaga Neraka.

“Jangan…!”

“Jangan masukkan kakak pendongeng itu ke neraka ..!”

Kalimat pun muncul dari mulut mulut kecil mereka

“Dulu saya pernah nakal kepada ayah bunda, malas mengaji dan tak pernah sholat..!”

“Tapi saya berubah menjadi anak sholeh, setelah saya mendengar kisah indah yang diberikan kakak pendongeng di pengajian. Kakak pendongeng juga berkisah indah di sekolah dan di taman baca.”

“Aduhai malaikat penjaga, saya dan teman teman menjadi saksi, betapa kami anak-anak kecil tumbuh menjadi pribadi sholeh dan solihah karena kisah dan cerita indah dari kakak pendongeng. Jangan biarkan ia masuk neraka sementara kami bisa ke surga … “.

Sahabatku, siapa yang bisa menyangka, kisah dan cerita indah yang pernah disampaikan kepada anak-anak, ternyata melekat kuat dalam ingatan mereka.

Dan menjelma dalam tingkah laku yang penuh akhlak mulia. Dan akhirnya, anak-anak menjadi pembela di hari pembalasan, di saat diri sudah pasrah dengan dosa yang bertumpuk melebihi kumpulan pahala yang tak seberapa…

Jangan remehkan kisah dan cerita indah yang pernah dan akan selalu kau sampaikan pada anak-anak. Kelak, mereka akan membelamu di hadapan Allah SWT.

Selamat jalan kakak Pendongeng, Kak Hado….

Insya Allah semua kisahmu akan menjadi pelindungmu di alam sana.

in memoriam Kakak Hado (pendongeng tim Dongkel with Library Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Bacalah Apapun Itu!

Membaca di program Dongeng Keliling 

Hari ini Rabu 7 Juni 2017 saya bertugas sebagai pendongeng di SDN Kompleks Sudirman Makassar. Sekolah yang berlokasi di kawasan elit Jalan Sudirman ini terdiri dari 4 sekolah. Mereka antara lain SDN Sudirman I, II, III dan IV. Masing masing memiliki seorang kepala sekolah yang berbeda. Ada yang istimewa dalam kegiatan dongeng keliling kali ini. Tim independen dari KemenPAN datang untuk melihat secara langsung kegiatan DongKel With Library yang tahun ini masuk sebagai 90 Inovasi PUBLIK terbaik tingkat nasional. Tim penilai yang datang ke Makassar yaitu Professor Margianti sebagai ketua tim dan Fika Zavieria Amelia selaku pendamping. Keduanya ditugaskan untuk melihat langsung kegiatan lapangan untuk 2  Inovasi Publik yaitu Lorong Sehat dan Dongeng Keliling. Sebagaimana perlu diketahui bahwa masih ada satu tahap lagi untuk menjadi 40 Inovik terbaik di Indonesia.

Sayapun mendapat tugas bersama Kak Madia untuk mendongeng di depan anak anak. Tiga hari sebelumnya kami sempat meeting bersama Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar dan seluruh tim Dongkel untuk menyamakan persepsi antara kegiatan dongeng di lapangan dan teknis kegiatan yang ada di dalam proposal inovasi publik yang sudah dipresentasikan oleh Walikota Makassar. Tugas ini sepertinya adalah sebuah kegiatan rutin bagi saya yang sama seperti kegiatan mendongeng pada event  lainnya. 

Dongeng hari ini  dibuka oleh ibu Erna yang menjelaskan secara singkat tentang program layanan perpustakaan keliling. Selanjutnya saya mendapat kesempatan pertama untuk mendongeng. 5 menit dongeng dimulai, tim penilai sudah nampak datang ke lokasi kegiatan. Sayapun tetap melanjutkan dongeng selama kurang lebih 20 menit. Dilanjutkan oleh Kak Madia dengan Dongeng Pung Julung Julung yang nampak memukau anak anak dengan lagu memanggil lumba lumba.

Ketika sesi dongeng usai, anak anak diberikan waktu selama 2 jam untuk membaca buku koleksi yang ada di mobil layanan keliling Perpustakaan Kota Makassar. Ternyata kegiatan membaca ini sangat menarik bagi mereka, terbukti ketika mobil dibuka, serentak mereka berebutan untuk mencari buku bacaan sesuai dengan seleranya masing masing. Sayapun mempunyai waktu untuk beristirahat dan berjalan keliling untuk melihat aktivitas anak anak yang sedang asyik membaca buku.

Ada yang menarik perhatian daya ketika tanpa sengaja melihat seorang anak membaca sebuah buku yang cukup tebal. Anak yang ada dalam foto memilih sebuah buku yang menurut saya tidak lazim dibaca untuk anaj seusianya. Buku itu berjudul “Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah”. Entah karena dia mengambil secara acak buku di dalam mobil layanan atau memang anak ingin menjadi seorang kontraktor pengadaan barang. Sejenak perhatian saya mulai berfokus pada anak tersebut dan nampaknya dia sangat serius membaca buku tersebut. Bahkan dia tak sadar ketika saya mengambil foto ini dari arah samping. Mulutnya terlihat komat kamit membaca buku yang dipegangnya. 

Tim Penilai dari KemenPAN bersama Tim DongKel

Sayapun sadar bahwa minat baca anak anak di Makassar tidaklah kurang seperti yang selama ini kita baca di beberapa survei tentang minat baca. Tahun 2015 angka budaya baca di Makasar adalah 28,34%, sedangkan tahun 2016 sebesar 39,49%. Saya merasa yakin bahwa bila mereka diberikan waktu dan kesempatan yang tepat, buku apapun akan dilahapnya.

Pepatah “the right man in the right place”  bukan hanya pepatah belaka. Dongeng keliling memberikan sebuah nuansa baru bagi mereka. Nuansa itu adalah membaca bersama yang tentunya akan memberikan dampak yang nyata. Ada buku, ada dongeng, ada tempat yang nyaman dan ada teman teman yang berkegiatan sama tentu akan semakin mendorong budaya baca semakin meningkat.

Maka bacalah apapun itu….!

Dongkel Alamat Palsu!

Dongeng Keliling Makassar

Goresan tangan dari Kak Hikma *)

Pendongeng. Dongeng. Mendongeng.
Pekerjaannya membawa keceriaan, menghibur, memberi edukasi sampai jadi tukang permen, lebih berat dari Super Hero manapun. Tugasnya terkadang sangat jauh, meniti jalan setapak, jembatan amblas sampai melewati rawa-rawa, lebih seru dari petualangannya Ninja Hatori. Jadi kurang keren apa lagi?!

Jadi, sedikit cerita dari Super Hero sekaligus Ninja Dongeng hari ini. Saya yang merangkap sebagai Ice Breaker, Tukang Ojek, Photographer, Baking Vocal sekaligus asisten Pribadi Kak Nisa mendapat mandat untuk mengawal dan memastikan Kak Nisa selamat sampai tujuan, serta selamat sampai rumah dalam kegiatan Dongkel alias Dongeng Keliling, besutan Perpustakaan Kota Makassar. Tugasnya lumayan berat, karena yang di angkut 2 (Kak Nisa lagi hamil, perutnya udah buncit pake banget) orang, musti hati-hati dan kudu Fokus, pasalnya salah sedikit aiihh *tak sanggup membayangkan*

Perjalanannya cukup jauh, Mba Navigator di Google maps udah bilang “Location not found” berkali-kali dari pagi tadi pas nge-cek alamat. Jadi kita pake cara manual, karena pepatah baru bebunyi “Malu bertanya, habis bensin.”. daaan… alamatnya sungguh sangat jauh dari Ekspektasi, pokoknya ujung-se-ujung-ujungnya, di sana gunung sudah kelihatan jelas, pesawat terbang pun sudah kelihatan sangat rendah, banyak pesawahan dan yang mengerikan itu banyak rumah-rumah kosong tak berpenghuni, mana hari Jum’at lagi hehehe

Keseruan belum selesai, ini baru awalnya. Kejutan! Lokasi dongeng yang sudah di pindai sejak awal nyatanya lokasi fiktif. Apa?… apa?… apa?… ternyata itu bukan Taman Kanak-kanan reguler seperti yang kita pahami, yang masuk pagi pulangnya menjelang siang. Mereka malah masuk siang pulangnya malam. Okesip! Bertameng senyum ikhlas kami putar arah kembali menuju jalan raya, meninggalkan lokasi tersebut.

Di saat yang bersamaan, Mobile Library Car yang sudah mendapat petisi dari Petugas Perpustakaan, memilih parkir di dekat pasar menunggu saya dan Kak Nisa merapat dan kita bisa menentukan kemana selanjutnya kita. Yaah…. Koordinasi kecil-kecilan. Menemukan jalan tengah, kami sepakat mencari sekolah. Kan sayang, sudah jalan jauh-jauh…

Mungkin takdir berkata lain, tak menemukan sekolah yang cocok, serta waktu yang semakin menipis akhirnya memupus niat kami untuk tetap berjuang. Bendera putih tanda menyerah akhirnya berkibar. Yaahh… kecewa pasti, tapi tak apalah…. Masih ada esok hari, Super Hero sekaligus Ninja Dongeng akan menemukan jalannya.

Tapi jalannya kayaknya perlu di uji, setelah kepanasan, tiba-tiba kehujanan. Di jalan saya dan Kak Nisa sempat berbincang-bincang, beliau bilang “ini resiko perjuangan,” dan kami tertawa sampai ke rumah. Alhamdulillah sampai dengan selamat.

Yang bisa saya petik dari kejadian hari ini adalah “Bitter make it Better!” 

Dongkel Datang!

Dongkol Hilang

Generasi Cemerlang..!

*)Kak Hikmah adalah tim Dongeng Keliling with Library Kota Makassar

Satu Dongeng dan Ratusan Cerita

Tim Dongkel with Library Perpustakaan Makassar

Di grup WhatsApp Dongeng Keliling, saya diminta oleh Bunda Cahaya, salah seorang pendongeng yang bergabung dalam tim Dongkel With Library  untuk mengantikan jadwal dongengnya pada hari Selasa 25 April 2017. Bunda Cahaya berhalangan mendongeng karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. Begitulah cara kami berkomunikasi di era digital sekarang ini. Jadwal dan permintaan kunjungan mobil layanan perpustakaan cukup diajukan melalui media sosial. Cara yang sangat efektif dan efisien bila dibandingkan dengan cara konvensional seperti persuratan yang pasti memakan waktu lebih lama. 

Sayapun segera melihat jadwal yang tertera di akun Facebook Dongkel Perpustakaan Kota Makassar. Disitu sudah dibentangkan jadwal dongeng untuk sepekan lamanya. Tercatat bahwa jari Selasa 25 April 2017, sekolah yang harus dikunjungi adalah SD Inpres Cambaya 4 Makassar. Nama sekolah itu juga masih asing di telinga. Segera saya buka aplikasi Google Maps dan jari jemaripun segera menari-nari di kolom pencarian lokasi. Tak lama nama dan alamat sekolah terpampang di layar smartphone. Lokasinya di sekitar kawasan industri galangan kapal Makassar tak jauh dari jalan Tol Reformasi. Ditambah dengan petunjuk dari Kak Yusran yang begitu mengenal daerah tersebut, maka tak sulit untuk menemukan lokasi tersebut.

Keesokan harinya saya pun segera meluncur sendirian ke SD Inpres Cambaya 4. Sesuai dengan Teknis Pelaksana Kegiatan atau TOR, pendongeng bisa datang ke kantor Dinas Perpustakaan Kota Makassar untuk bersama sama berangkat dengan mobil layanan. Namun diperbolehkan juga untuk berangkat langsung ke lokasi kegiatan. Hari ini yang bertugas bersama pendongeng adalah mobil DP 3 yang dikomandai oleh Zul, seorang anak muda yang baru bergabung sebagai honorer di SKPD Perpustakaan Makassar.  Tak memakan waktu yang lama akhirnya tim Dongkel with Library sudah  berada di sekolah yang dimaksud.

Sekitar pukul 09:30 mobil memasuki kawasan sekolah yang cukup luas. Ada lapangan bola yang berada tepat di dwpan sekolah ini. Ternyata kawasan sekolah ini ada 2 tingkatan sekolah. Selain SDI Cambaya 4, di sampingnya berdiri SMP 37 Makassar. Saya sempat melihat ada tim dari Unicef berada di sekolah ini. Kedatangan tim tersebut untuk mensosialisasikan gerakan “Anti Bullying” bagi siswa dan siswi SMP 37 Makassar. Keberadaan mobil perpustakaan keliling nampak menyolok dan menarik perhatian anak anak sekolah dasar. Serentak mereka berkerumun di sekitar mobil yang berisi ratusan cerita. 

Ya..! Misi kami adalah membawa satu dongeng dan ratusan buku cerita untuk mereka. Buku buku yang tentu saja siap dilahap oleh mata-mata yang haus dengan buku bacaan. Sebelum membaca, saya mengarahkan mereka untuk masuk ke dalam salah satu ruangan kelas. Pagi ini saya harus mendongeng tanpa tanpa sound system karena ternyata alatnya sudah rusak dimakan usia. Namun hal tersebut tak mengurangi semangat mereka untuk mendengarkan dongeng. Ruangan kelas sepertinya tak mampu menampung jumlah siswa yang ada. Beberapa dari mereka harus rela duduk di atas lantai kelas. Memang ada kendala tersendiri ketika harus mendongeng tanpa dilengkapi pengeras suara. Saya harus lebih sering menaikkan volume suara agar dongengnya dapat didengar sampai di bagian belakang ruangan.

Setelah mereka selesai mendengarkan dongeng, saya kemudian mengarahkan mereka untuk keluar dari ruangan secara tertib. Namun mereka ternyata sangat begitu tak sabar untuk mendapatkan sebuah buku di mobil perpustakaan keliling. Mobil yang mempunyai dua sayap mirip seperti pesawat terbang akhirnya diserbu oleh tangan tangan kecil yang berusaha mencari buku terbaik untuk dibaca. Bahkan ada beberapa murid lalu laki yang harus menaiki mobil demi untuk sebuah buku. Saya hanya mengamati dari kejauhan sambil sesekali berteriak untuk tidak saling berebutan. Setelah mengambil satu buku, mereka pun segera mengambil posisi duduk yang enak untuk membaca. Suara suara lirih acapkali keluar dari mulutnya sembari menyimak buku bacaannya masing masing. Asyik sekali melihat kegiatan membaca ini.

Andini salah satu siswa kelas 4 sangat senang dengan buku yang dibacanya.
“Saya tidak punya buku seperti ini di rumah. Bukunya cantik!” ujarnya sembari membaca buku yang berjudul “Orang Utan”. Terlihat dari wajahnya yang ingin mengatakan “Kak, boleh saya bawa pulang bukunya?”. Saya pun mengingatkan kembali agar buku yang sudah dibaca harus dikembalikan ke mobil keliling.

Memang perpustakaan yang ada di sekolah ini fasilitasnya masih sangat terbatas. Ruang perpustakaannya adalah ruang kelas yang disulap menjadi 2 ruang, ruang baca dan ruang administrasi sekolah yang dibatasi oleh papan partisi. Belum banyak koleksi buku yang ada di dalamnya. 

“Anak anak disini sangat senang dengan kunjungan mobil keliling dari Dinas Perpustakaan Makassar. Apalagi tadinada kegiatan mendongeng untuk anak anak. Kami ingin dibantu pengadaan buku dan rak supaya perpustakaan lebih rapi”, kata Ibu Ratna yang baru setahun menjabat kepala sekolah di SD Inpres Cambaya 4. 

Ada yang bisa bantu perpustakaan sekolah ini?

 

 

Rompi Dongkel dan Keajaiban Inovasi

Rompi Dongeng Keliling

Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri ketika hari ini saya memakai rompi Dongkel With Library yang diserahkan langsung oleh Bapak Andi Siswanta selaku Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Rompi yang berwarna dasar biru dengan tulisan Dongkel with Library di bagian belakang diserahkan kepada 4 orang pendongeng yang mewakili 20 pendongeng lainnya.

Mengapa saya sangat bangga?

Seperti kita ketahui bersama bahwa inovasi layanan umum yang bernama Dongeng Keliling (Dongkel) with Library menjadi salah satu nominator penerima penghargaan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara.

Tidak mudah untuk mencapai Top 99, tercatat 3.054 inovasi pelayanan publik yang terdaftar melalui aplikasi Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (SiNovik). Dari hasil seleksi administrasi, terdapat 1.373 inovasi yang lolos ke tahap selanjutnya.
Dari jumlah itu, dilakukan desk evaluation oleh Tim Evaluasi, yang terdiri dari para dosen senior perguruan tinggi yang berpengalaman sebagai asesor pada perguruan tinggi. Hasilnya, terpilih 99 inovasi layanan publik. Kementerian PANRB akan memilih 40 Juara Inovasi yang merupakan inovasi terbaik tahun 2017. Untuk menuju Top 40, inovator harus mengikuti presentasi dan wawancara. Kehadiran pucuk pimpinan kementerian, lembaga, provinsi, kabupaten/kota atau BUMN dalam presentasi merupakan nilai lebih. Karena hal tersebut menunjukkan komitmen dari pimpinan tertinggi serta pemahaman terhadap inovasi pada instansi yang dipimpinnya.
Program Dongkel With Library yang merupakan salah satu inovasi yang berhasil lolos ke 99 besar akan menghadirkan langsung Walikota Makassar, Dany Pomanto untuk mengikuti sessi presentasi program. Presentasi dan wawancara akan dilangsungkan di Kementerian PANRB, mulai Kamis tanggal 20 April sampai dengan 5 Mei 2017. Secara bergantian para inovator Top 99 akan berhadapan dengan Tim Panel Independen selama 30 menit.
Selain presentasi, tim independen juga akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi kegiatan. Direncanakan peninjauan ini akan dilaksanakan pada minggu pertama dan kedua bulan Mei 2017.

Perpustakaan Kota Makassar telah melakukan upaya konsolidasi bersama para pihak yang terkait dalam Dongkel with Library. Mereka adalah para pendongeng, supir dan petugas layanan keliling. Ketiga unsur tersebut adalah ujung tombak dari inovasi ini. Konsolidasi ini dimaksudkan untuk menyatukan persepsi tentang program Dongkel ini yang akan dipresentasikan oleh walikota Makassar nanti.

Tulus Wulan Juni selalu koordinator program Dongeng Keliling menyampaikan beberapa hal penting yang harus diketahui bersama oleh semua anggota tim. Konsolidasi ini dilakukan di Hotel Yasmin Makassar pada hari Kamis, 20 April 2017 seusai kegiatan Bedah Buku Karya Lokal “Anging Mammiri” karya Abdul Rasyid Idris.
Beberapa hal kembali ditekankan untuk diketahui bersama oleh semua tim Dongkel antara lain durasi dongeng dan durasi layanan perpustakaan keliling. Masukan dan usulan dari pendongeng juga sangat diperlukan agar kegiatan yang sudah berjalan 2 tahun ini dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Bukan hanya berjalan pada tahun ini saja, keberlangsungan Dongkel tetap harus dipertahankan untuk tahun selanjutnya.

Menurut rencana, penyerahan penghargaan Top 40 akan dilakukan pada bulan Juni, yang diharapkan bisa diserahkan langsung Presiden Joko Widodo dirangkai dnegan International Public Service Exhibition (IPSE) 2017. Pameran akbar inovasi pelayanan publik untuk memamerkan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017 di Jakarta Convention Center.

Semoga dongeng yang selalu membawa keajaiban bagi anak anak juga akan membawa keajaiban bagi Tim Dongeng Keliling untuk dapat menjadi juara layanan inovasi publik 2017, seperti apa yang dikatakan oleh Pak Fadly selalu Kepala Bidang Layanan Dinas Perpustakaan Kota Makassar bahwa lolosnya program Dongkel adalah karena kerja dan “keajaiban” bersama.

 

Subuh dan Dongeng Keliling

Gerakan Makassar shalat Subuh Berjamaah

Minggu dinihari kami bertiga sudah siap meninggalkan rumah yang letaknya cukup jauh dari lokasi pelaksanaan Gerakan Makassar shalat Subuh Berjamaah di Pantai Losari Makassar. Pukul 03:30 baru saja usai hujan turun di kawasan Zarindah Permai Kabupaten Gowa. 

Dan tepat pukul 04:00 kami tiba di anjungan pantai Losari. Suasana masih sepi dan  genangan air masih nampak terlihat di lokasi sholat. Makassar sejak tengah malam memang hujan deras hingga menjelang dini hari. Alhamdulillah menjelang subuh hujan sudah berhenti dan pelaksanaan kegiatan sholat subuh berjamaah yang ke-10 dapat berjalan dengan lancar.

Yang menarik dalam kegiatan ini adalah ketika Dany Pomanto selaku walikota Makassar memberikan sambutan kepada para jamaah yang hadir. Dalam sambutannya beliau sempat menyinggung tentang gerakan Pendongeng Keliling atau Dongkel dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Menurut jadwal dari protokol, seharusnya ada kegiatan dongeng setelah sholat subuh. Namun karena belum banyak anak anak yang datang di acara ini, hingga dongeng akan dijadwalkan ulang di bulan April mendatang. Anak anak akan mendapatkan kisah kisah Islami dari komunitas pendongeng yang ada di Makassar.

Duh saya jadi bangga dan terharu mendengar hal tersebut. Sayapun merasa yakin bahwa dukungan pemerintah kota Makassar akan semakin membuat dongeng kembali digemari masyarakat khususnya di Makassar.

 

Mimi CaraFun Hari ke-6

Invitation Letter for Parents

Hari ke-6 Mimi CaraFun berkunjung ke TK Rahmah BTN Pemda Makassar.

Sabtu adalah salah hari libur di sekolah ini, namun tak mengurangi antusias adik adik untuk datang ke sekolahnya. Dan asyiknya lagi, di acara ini orang tua selalu harus mendampingi anaknya untuk mendengarkan dongeng.

Di tempat terpisah, Ibu Eva Meizara Puspita Dewi sudah bersiap untuk memberikan edukasi Parenting bagi orang tua murid. Ini adalah sekolah ke-6 dari 20 sekolah yang akan dikunjungi oleh Tim Mimi CaraFun Edisi Kota Makassar 2017.

Di salah satu ruangan kelas, ada Kak Ika yang setia menemani seluruh aktifitas adik adik selama orang tuanya mengikuti seminar. Selain Kak Ika tentu saja ada Badut Berry yang masih malu malu menyapa adik adik. 

Kegiatan Mimi CaraFun semakin meriah ketika Kak Heru mendongeng sambil mengajak adik adik terlibat dalam cerita yang berjudul Keajaiban Persahabatan. 

 

 

Bersama Bona di Dongeng Keliling Perpustakaan Kota Makassar

Dongeng Keliling Perpustakaan Makassar

Dongeng Keliling bersama mobil perpustakaan atau yang lebih dikenal dengan Mobile Library with Dongeng Keliling Perpustakaan Kota Makassar hari ini, Selasa 14 Maret 2017 berkunjung ke TK Ar Rahma yang berlokasi di Kompleks Pemda Jl. Pettarani Makassar.

Mobil dongeng atau kami lebih suka menyebutnya dengan istilah DP 2 diperkuat oleh 3 orang personal dari Dinas Perpustakaan dan Arsip yaitu Ibu Erna dan Ibu Tasya serta 1 orang driver. Dan pendongeng yang diberikan tanggung jawab adalah Kak Heru bersama boneka Bona.

Tepat pukul 10:00, mobil perpustakaan sudah berada di halaman depan sekolah. Beberapa anak anak TK nampak penasaran dengan hadirnya mobil berwarna biru yang penuh dengan berbagai macam buku. Namun mereka juga terlihat sabar menunggu waktu untuk membaca. Di sebuah ruangan yang cukup besar dan sejuk, anak anak sudah duduk dengan rapi dan tak sabar untuk mendengarkan dongeng. Setelah Kak Heru menyiapkan peralatan mendongengnya, waktunya mendongeng……

Suasana bertambah seru ketika Bona mulai menyapa anak anak. Dengan suara khas dan sedikit kenakalannya, Bona membuat keriuhan acara semakin menjadi jadi namun suasana tetap tertib dan teratur. Di tengah keriuhan itu, ada seorang anak yang nampak menyendiri. Umurnya baru 4 tahun dan dia hanya tertarik dengan laptop yang berada di sampingnya Kak Heru. Untungnya dia tidak menganggu jalannya acara. Menurut ibu guru, anak tersebut adalah salah satu anak berkebutuhan khusus yang sedang belajar di TK Ar Rahma.

Setelah selesai mendengarkan dongeng, anak anak dengan tertib berjalan menuju mobil perpustakaan yang sudah siap dengan koleksi buku anak TK. Petugas layanan dengan ramah memilihkan satu buku untuk satu anak. Dengan sabar anak anak menerima satu buku yang telah dipilih oleh ibu Erna. Dengan wajah penuh riang anak anak kembali menuju ke ruangan aula untuk membaca bukunya masing masing.
Dan selesai membaca, kembali dengan tertib mereka mengembalikan buku ke mobil perpustakaan.

Terima kasih untuk ibu kepala sekolah TK Ar Rahma yang telah menerima layanan dongeng keliling ini di sekolahnya.

Sampai jumpa lagi…….

Dongeng Keliling Perpustakaan Makassar

Mengawali pekan pertama di Bulan Maret 2017, Tim Dongeng Keliling atau Dongkel with Mobile Library kembali mengunjungi SD Negeri Kakatua  yang terletak di Jalan Gagak Makassar.

Dalam setiap kunjungan ke sekolah, Tim Dongkel terdiri dari beberapa personil yang siap melayani anak anak sekolah. Tim ini terdiri dari 1 orang pendongeng, 2 petugas buku dan 1 orang supir yang siap menjelajah Makassar.

Di SD Negeri Kakatua, ada Ibu Ria Hariyati dan Dani selalu petugas layanan buku dan selaku pendongeng adalah Kak Faisa. Dalam dongengnya Kak Faisa mengangkat sebuah verita dongeng berjudul “Anak Yang Malas”.

Setelah mereka selesai mendengarkan dongeng, kegiatan dilanjutkan dengan membaca buku yang ada di dalam mobil perpustakaan keliling. Dengan penuh antusias, anak anak sepertinya tak sabar untuk dapat memilih buku yang disukainya. Dan setelah mereka selesai membaca, bukunya harus dikembalikan lagi ke rak buku yang ada di dalam mobil.

Hari Senin, 6 Maret 2017 Tim Dongkel mengunjungi 3 titik sekolah. Mereka antara lain adalah SD Inpres Kakatua, SD Inpres Hartaco Indah dan SD Katolik Santo Yakobus.

Sebagai catatan bahwa kegiatan Dongeng Keliling ini GRATIS bagi semua sekolah yang berada di Makassar. Untuk informasi tentang tata acara dijunjung oleh Tim Dongkel with Mobile Library Perpustakaan Kota Makassar silakan menghubungi Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Makassar

*)kredit Foto Grup WA Dongkel