Tag Archives: dongeng kemanusiaan

Gantungkan Cita-Citamu Setinggi Langit : Dongeng Motivasi di Palu

Dongeng Trauma Healing di Donggala Sulawesi Tengah
Selasa, 26 Nopember 2018 tim AMDA Chapter Makassar bergerak ke SD Negeri Donggala Kodi di Palu Barat. Lokasi sekolah ini tak jauh dari Perumahan Balaroa tempat terjadinya liquidfaksi akibat gempa yang terjadi 28 September 2018.

Murid murid di sekolah ini masih belajar di bawah tenda besar bantuan dari Unicef dan Kemendikbud.
Sejak pagi Kota Palu diguyur hujan dengan intensitas cukup deras. Halaman sekolah menjadi basah sehingga kegiatan dongeng dilakukan dibawah tenda.

Walaupun demikian, suasana di dalam tenda tetap riuh dan ramai ketika saya mulai menyapa mereka. Wajah wajah yang ceria tergambar dalam senyuman yang tulus dan ceria. Acara saya mulai dengan terlebih dahulu mengenalkan sosok Professor Husni Tanra selaku ketua tim AMDA Chapter Makassar.
Mendengar kata professor, serentak mereka berdecak kagum. Mungkin saja selama ini mereka hanya mendengar gelar professor ini melalui TV atau radio. Dan hari ini sosok Professor hadir langsung di hadapan mereka.

Ketika Prof Husni Tanra membuka acara inipun gaya bicara tidak formal dan kaku. Beliau langsung bertanya kepada anak anak tentang cita citanya. Ada yang ingin jadi dokter, pilot, polisi bahkan ada yang ingin jadi presiden.

“Gantungkan cita citamu setinggi langit..!” seru prof Husni dengan penuh semangat.

“Saya ini dulu orang kampung yang tinggal di Wajo. Saya selalu giat belajar dari kecil. Dengan giat belajar, saya sudah pernah pergi ke Amerika dan Jepang.
Siapa yang mau pergi ke Amerika?”, tanyanya kembali.

Serentak semua murid mengacungkan jarinya. Wajah mereka penuh semangat mendengar kata demi kata yang meluncur dari seorang professor.

“Kalian harus rajin belajar dan harus hormat sama guru guru”, sebuah kalimat penutup diberikan kepada mereka agar bisa mewujudkan cita citanya.

Setelah sambutan dari Professor Husni Tanra, acara dilanjutkan dengan mendengarkan sebuah DONGENG…!

Wah ketika saya baru mengajak mereka untuk bernyanyi, tiba tiba speaker yang saya gunakan mati. Ternyata siang ini ada jadwal pemadaman lampu dari PLN. Walaupun tanpa sound system kegiatan dongeng tetap saya lanjutkan.

Siapa mau dongeng bilang saya..!

#traumahealing
#DongengAnak
#RumahDongeng
#AMDAChapterMakassar
#Storytelling

Asyiknya Mendongeng di Teras Sekolah

Mendongeng di teras sekolah bersama adik adik SD 57 Bulu Bulu Maros

Tak perlu panggung yang besar untuk mendongeng. Cukup dengan modal sebuah cerita, maka mendongeng dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Banyak yang bertanya kepada saya,

“Kak Heru sudah hapal berapa cerita?”,

Sayapun balik bertanya kepada teman tersebut tentang keharusan orang untuk menghapalkan sebuah cerita. Bagi saya cerita nggak perlu dihapal karena proses tersebut akan membutuhkan waktu yang lumayan lama. Sebut saja kala kita membaca sebuah cerita sebanyak 4 halaman, kira kira dalam tempo berapa lama kita bisa menghapalnya?

Ditodong foto bareng di SMPN 22 Bantimurung

Saya pernah membayangkan bagaimana seorang aktor panggung yang disuguhi berlembar lembar kertas naskah yang harus dihapal. Bisa saja mereka membutuhkan waktu berhari hari untuk menghapal naskahnya. Saya pernah ditawari oleh om Yudhistira untuk bermain teater. Dengan penuh rasa hormat saya mundur perlahan-lahan ketika melihat naskah yang berjilid jilid. Seorang aktor bukan hanya menghapal naskahnya sendiri tapi dia harus hapal pula naskah lawan bicaranya. Benar benar luar biasa daya ingat seorang aktor…!

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMPN 2 Maros

Naskah dongeng bagi saya tidak perlu dihapal kata per kata. Cukup dibaca beberapa kali, kemudian diulang paragraf per paragraf. Kadang saya membagi naskah menjadi beberapa segmen sembari menyisipkan musik dalam setiap segmen tersebut. Memadukan naskah dan musik dibuat di slide hasil olahan program Microsoft Power Point. Setelah itu file disimpan dalam HP Android supaya setiap saat bisa dibaca dan digunakan ketika mendongeng.

Bila biasanya musik sebagai backsound dongeng dioperasikan oleh orang lain, maka dengan bermodalkan HP Android dan sebuah pointer, musik bisa dimainkan sendiri oleh si Pendongengnya.

Seperti pagi ini, ketika Kak Heru mendongeng di SMP Negeri Unggulan 2 Maros, saya hanya meletakkan HP tersebut di tempat yang aman dari jangkauan anak anak, file musik sudah disiapkan, disambung via bluetooth ke sound system, dan jadilah sebuah pertunjukan dongeng musikal with one man.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMPN 22 Maros

Oh iya, sebelumnya di hari Senin, 22 Oktober ada agenda Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMP Negeri 22 Bantimurung Maros. Jika teman teman biasa melewati rute perjalanan dari arah Maros ke Bone, SMPN 22 Bantimurung terletak di sebelah kiri jalan arah ke Bone. Lokasinya sekitar 3 km dari jalan propinsi ini. Selama seminggu kedepan jadwal dongeng berfokus di Kabupaten Maros. Pihak pemerintah Kabupaten Maros yang diwakili oleh Dinas Pendidikan Kab. Maros telah mengeluarkan surat rekomendasi kegiatan Sedekah Dongeng di Kabupaten Maros.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMPN 2 Maros

Sedangkan di hari Selasa 23 Oktober 2018, lokasi kegiatan Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Maros adalah di SMP Negeri Unggulan 2 Maros. Ketika saya memposting foto foto kegiatan ini di grup WA Rumah Dongeng, tiba tiba ada komentar dari Kak Alle, salah satu anggota WAG yang meminta saya untuk memposting semua foto foto kegiatan dongeng di sekolah ini. Usut punya usut ternyata Kak Alle adalah salah satu alumni dari SMP Negeri 2 Maros. Dan perlu juga teman teman ketahui, bahwa Kak Alle ini adalah salah satu tokoh perintis dongeng di Kota Makassar. Sekitar tahun 90-an beliau sudah membuat sebuah program dongeng keliling sekolah yang bernama Daeng Dokel atau Dongeng Keliling. Bermodalkan sebuah sepeda tua, Kak Alle mengunjungi sekolah sekolah di Makassar untuk mendongeng.

Kegembiraan mereka setelah mendengarkan dongeng

Dan setelah meyelesaikan kegiatan dongeng di 2 sekolah tersebut, Kak Heru menyempatkan diri untuk mampir di SDN 57 Bulu Bulu Mandai yang letaknya tak jauh dari pasar Mandai Maros. Sekolah ini adalah salah satu sekolah percontohan untuk Gerakan Literasi Sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Maros. Di setiap akhir pekan, guru guru diwajibkan untuk mendongeng di depan kelasnya masing masing. Kak Heru sudah pernah diundang untuk mendongeng di sekolah ini untuk program GLS tadi. Maka tak heran jika murid murid di sekolah ini kenal dan selalu menyapa Kak Heru sekalian minta sebuah cerita. Salah seorang guru yang menjadi idola bagi murid murid di sekolah ini adalah Ibu Ima, seorang guru kelas 2 yang juga senang mendongeng di setiap akhir pekan. Selain itu, ibu Ima juga sering menjadi salah satu nara sumber kegiatan literasi sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros.

Dongeng Nenek Pakande dari Soppeng

Dan diatas sebuah bangku yang berada di depan teras kelas, beberapa anak laki laki mulai mendekati saya dan minta sebuah cerita. Ada sekitar 10 anak yang duduk serius di depan saya ketika dongeng Nenek Pakande mulai dituturkan. Tidak sampai 10 menit dongeng ini selesai saya tuturkan kepada mereka. Tepuk tanganpun segera mereka berikan sebagai apresiasi cerita ini. Dan sepertinya ketika cerita Nenek Pakande ini sudah berakhir, muncul lagi beberapa adik adik kelas 2 yang ingin juga didongengkan.

Wah…. akhirnya sayapun harus lari dengan teratur ke ruangan ibu kepala sekolah…! Sesampai di ruangan ibu kepsek, saya sudah disodori sebuah jadwal dongeng tanggal 3 Nopember 2018 di sekolah ini.

Wah…. !

Kenyamanan Mendongeng di Mapolres Sinjai

Cuaca di Sinjai yang sangat menyengat membuat kegiatan dongeng hari Senin, 15 Oktober 2018 cukup membuat keringat bercucuran.

Walau hari masih pagi, namun musim kemarau yang masih berlangsung di Sinjai cukup membuat udara sangat gerah dan panas. Sawah yang membentang luas di sepanjang jalan nampak kering kerontang dan sangat gersang. Tak ada lagi padi yang bisa tumbuh disini. Sumur warga juga sudah mulai menipis persediaan airnya. Bahkan di wisma yang saya tempati airnya sudah bercampur dengan air laut. Rasanya agak aneh ketika digunakan untuk wudhu. Menurut Kak Cunnieq, air laut sudah mulai masuk ke kawasan penduduk dan meresap ke dalam sumur. Sama ketika kami makan siang di salah satu rumah makan di kawasan Bukit Gojeng. Es teh tawar yang saya minum rasanya agak aneh, mungkin sudah bercampur dengan air laut. Sepertinya lebih baik minum air kemasan saja yang dijamin bebas dari rasa payau, campuran air tawar dan air laut

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SDN 82 Sinjai

Setelah menyelesaikan misi dongeng di lokasi pertama di SDN 82 Sinjai, tim Rumah Dongeng Sinjai segera bergerak ke lokasi selanjutnya yaitu di TK Kemala Bhayangkari Sinjai. Waktu sudah menunjukkan pukul 09:15 WITA ketika kami sampai di sekolah ini. Sekolah ini berada persis di belakang kantor Mapolres Sinjai dan pengelolaannya dibawah Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Sinjai. Di halaman depan sekolah sudah nampak beberapa siswa yang hari ini menggunakan baju berwarna kuning cerah. Ketika kami sampai, ibu kepala sekolah memberitahukan kepada tim bahwa kegiatan dongeng dilaksanakan di aula Mapolres. Sayapun segera memutar balik mobil untuk segera menuju aula yang dimaksud. Setelah memarkir mobil, sayapun membuka bagasi dan menurunkan sound system dibantu oleh Kak Cunnieq. Ketika kami membuka pintu aula, sebuah terpaan sejuk dan dingin menyapu wajah kami.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di Aula Mapolres Sinjai

Wah… ternyata hembusan 4 buah AC standing floor membuat udara di ruangan ini menjadi dingin dan nyaman. Saya dan kak Cunnieq seperti kegirangan dengan fasilitas yang ada di aula ini setelah sebelumnya diterpa cuaca yang cukup panas dan menyengat. Tak lama kemudian adik adik TK Kemala Bhayangkari Sinjai sudah berdatangan dan duduk dengan manis di kursi yang telah disiapkan. Beberapa pengurus dari Yayasan Kemala Bhayangkari juga sudah hadir bersama para guru TK. Menurut panitia, kegiatan hari ini akan dibuka langsung oleh Bapak Kapolres Sinjai, AKBP Ardiansyah.

Bersama AKBP Ardiansyah Kapolres Sinjai

Dan tepat pukul 09:30 WITA beliau sudah hadir di aula ini dan segera menyapa adik adik yang sudah nampak tak sabar untuk mendengarkan dongeng. Sambutannya yang disampaikan cukup singkat dan dengan sangat senang hati menyambut kedatangan tim Rumah Dongeng di Mapolres. Sepertinya bapak Kapolres lebih mengerti suasana hati adik adik, sehingga dengan segera beliau menyilakan Kak Heru untuk memulai acara dongeng. Tak salah jika beliau dianugerahi predikat Duta Sosial dan Anak oleh KPAI tahun 2018. Bahkan setelah acara dongeng usai, beliau mengundang kami untuk berkunjung ke ruangannya.

Dongeng di Dua Kota

Akhir pekan di minggu kedua bulan Oktober 2018 kegiatan dongeng yang dilaksanakan oleh Rumah Dongeng semakin padat dan membutuhkan kehadiran beberapa pendongeng.

Aksi Mami Kiko di SD Inpres Andi Tonro

Dalam catatan kegiatan, ada Kak Manggazali yang juga hadir di TK Ananda Telkomas dan Mami Kiko di SD Inpres Andi Tonro yang ikut meramaikan kegiatan Sedekah Dongeng untuk Palu dan Donggala bersama Laznas Yatim Mandiri Makassar.

Pray for Sulteng di SDN Mongisidi

Sedangkan hari Sabtu, 13 Oktober 2018 tim Rumah Dongeng dan Laznas Yatim Mandiri Makassar kembali mengagendakan kegiatan sedekah dongeng di SD komplek Mongisidi di Makasar dan SDN Balangnipa 3 Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan. Meskipun keduanya masih berada di wilayah Sulawesi Selatan, namun jarak antara kedua tempat ini berkisar 150 km. Dalam bulan Oktober ini, Kak Heru tercatat sudah 2 kali berkunjung ke kabupaten yang sekarang dipimpin oleh A Seto Gadhista Asapa- A Kartini Ottong yang baru dilantik oleh Gubernur Sulsel pada tanggal 29 September 2018.

Di SD Komplek Mongisidi yang terdiri dari 4 sekolah, SDN 1, 2 dan 3 serta 1 SD Inpres, ada Kak Safira yang membawakan sebuah cerita rakyat dari Soppeng yang berjudul Nenek Pakande. Cerita rakyat ini pernah dibawakan oleh Kak Safira di Gwangju Korea Selatan pada tahun 2015. Sekitar lebih dari 700 siswa yang hadir dan asyik menikmati cerita ini.

Aksi Kak Heru di SDN 3 Balangnipa Sinjai

Sedangkan Kak Heru beraksi di SDN 03 Balangnipa Sinjai setelah pada kegiatannya sebelumnya tidak sempat berkunjung ke sekolah ini. Menurut Kak Cunnieq, koordinator Rumah Dongeng Sinjai, sekolah ini adalah salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan. Sekolah yang beralamat di Jalan Persatuan Raya No 100 Balangnipa Sinjai ini dihuni oleh sekitar 800 siswa yang terdiri dari 21 rombongan belajar. Sekolah ini juga pernah menjadi target dari teman teman Kelas Inspirasi Sinjai 2018 sebagai salah satu sekolah yang dikunjungi oleh para profesional peserta Kelas Inspirasi Sinjai.

Setelah selesai kegiatan di SDN 03 Balangnipa, lokasi selanjutnya adalah SD Negeri 102 Sinjai. Waktu menunjukkan pukul 09:30 WITA ketika tim Rumah Dongeng yang kali cukup banyak personilnya, selain Kak Heru ada juga Kak Ima, Kak Cunnieq, Kak Feby dan Kak Indah. Dua nama terakhir adalah tim Fundrising dari Yatim Mandiri Makassar.

Aksi Dongeng Kemanusiaan di Sinjai Timur

Memasuki hari ke-2 Roadshow Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala pada hari Rabu, 3 Oktober 2018 tim Rumah Dongeng Chapter Sinjai berkunjung ke SDN 31 Panaikang. Lokasinya lumayan jauh dari Kota Sinjai, kurang lebih 5 km dari arah kota.

Hari driver andalan kami sedang tidak enak badan. Saya memanggilnya Bunda Ira, seorang PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai. Meskipun perempuan namun bunda Ira lincah mengemudi mobil Avanzanya ke berbagai lokasi dongeng di hari sebelumnya. Untunglah saya punya kemampuan untuk menyetir mobil. Tak lama mobil Rumah Dongeng Sinjai yang berisi 3 personil, Kak Heru, Kak Chuniq dan adik Khadijah segera meluncur menuju lokasi dongeng.

Tiba di sekolah ini waktu sudah menujukkan waktu sekitar 07:45 WITA. Nampak di halaman sekolah beberapa murid sedang asyik berolahraga bersama pak guru Penjas. Hari ini banyak murid yang tidak masuk sekolah karena masih mengungsi ke tempat lain gara gara isu tsunami ketika Sinjai pada tanggal 2 Oktober kemarin terkena gempa bumi. Seperti sekolah pada umumnya, halaman sekolah ini cukup luas dan selalu digunakan untuk upacara bendera. Namun karena sinar matahari mulai panas akhirnya ibu Kepala Sekolah memutuskan lokasi mendongeng ditempatkan di teras perpustakaan sekolah.

Dalam kegiatan ini bergabung juga 2 sekolah lainnya, yaitu KB ANANDA dan TK MARAYATUL IMAYAH. Mereka nampak tak malu malu duduk bersama kakak SD di teras perpustakaan. Jumlah donasi yang dikumpulkan dalam kegiatan ini sebesar Rp. 2.024.000,-

Selanjutnya kegiatan dongeng berpindah ke lokasi lainnya. Kali ini tempatnya lebih teduh dan terhindar dari paparan sinar matahari. Ada sebuah aula kecil di Lapangan Mangarabombang Sinjai Timur yang mampu menampung ratusan adik adik kecil. Di tempat ini peserta kegiatan berasal dari SDN 84 Sinjai , TK PERTIWI V dan beberapa KB Sinjai Timur.

Nampak hadir juga orang tua yang tak kalah antusiasnya ketika mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Heru dan Bona. Di lokasi ini donasi yang dikumpulkan berjumlah Rp. 2.087.500,-.

#PrayForPalu
#PrayForDonggala
#rumahdongeng
#AksiDongengKemanusiaan

Aksi Dongeng Kemanusiaan di Sinjai

Mulai hari Selasa 2 Oktober sampai dengan Kamis 4 Oktober 2018, Kak Heru mengadakan roadshow dongeng kemanusiaan untuk Palu dan Donggala di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan.

Kegiatan pertama pada hari Selasa 2 Oktober dimulai di TK Pertiwi X Sinjai. Kami tiba di sekolah ini sekitar pukul 10:00 WITA. Dari kejauhan sudah terdengar suara riuh adik adik kecil yang nampaknya sudah tak sabar menanti kegiatan dongeng ini. Ada sekitar 200 murid yang sudah duduk dengan rapi diatas karpet berwarna hijau. Nampak juga orang tua yang turut hadir mendampingi anak anak mereka untuk mendengarkan dongeng. Sebagai informasi juga bahwa pada malam sebelumnya Sinjai juga merasakan gempa yang terjadi pada Hari Senin, 1 Oktober 2018 pukul 19:35. Meskipun gempa yang terjadi dalam skala 3.1 SR, namun karena adanya disinformasi dan berita hoax, beberapa penduduk berlarian mencari dataran tinggi karena adanya isu tsunami yang dihembuskan oleh orang orang yang bertanggungjawab. Terjadi sedikit kekacauan di beberapa jalan sepanjang pantai karena informasi palsu tersebut.

Oleh karena itu, dalam kegiatan ini teman teman Rumah Dongeng Chapter Sinjai melakukan simulasi tentang bagaimana cara menyelematkan diri bila terjadi gempa bumi. Ini sebagai salah satu cara untuk mengedukasi adik adik tentang bencana gempa bumi dan tsunami.

Simulasi tersebut diajarkan secara sederhana dalam bentuk lagu. Lirik dari lagu Pelangi saya ubah menjadi lirik sebagai berikut :

Kalo ada gempa lindungi kepala

Kalo ada gempa jauhi kaca kaca

Kalo ada gempa cari tempat terbuka

Slamatkan dirimu dengan kluarga

Selain mendengarkan dongeng, adik adik kecil juga berdonasi untuk membantu meringankan beban para korban bencana gempa bumi dan tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Hasil donasi yang dikumpulkan sebesar Rp. 4.129.000,-.

#RumahDongeng
#DongengKemanusiaan
#PrayForPalu
#PrayForDonggala

Dongeng untuk Palu dan Donggala

Di hari Senin 1 Oktober 2018 ini kak Safira Devi Amorita beraksi untuk pertama kalinya di TK Khalifah 1 Makassar. Sekolah yang beralamat di Jalan Hertasning Barat 1 No. 1 ini berinisiatif melakukan kegiatan donasi kemanusiaan bagi korban gempa di Donggala dan Palu yang terjadi pada hari Jumat 28 September 2018. Kekuatan gempa yang mencapai 7.4 SR telah menyebabkan tsunami dan ribuan orang menjadi korban.

Rumah Dongeng bekerjasama dengan beberapa lembaga kemanusian antara lain Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Laznas Yatim Mandiri dan PPPA Daarul Quran berinisiatif untuk menggalang donasi dari adik adik di sekolah baik tingkat TK, SD dan SMP.

Alhamdulillah donasi yang dikumpulkan sebesar Rp. 1.125.000 – dari 20 adik adik kecil. Donasi ini akan disalurkan melalui BSMI Sulselbar untuk selanjutnya akan digunakan untuk meringankan beban teman teman kita yang sedang terkena musibah di Palu dan Donggala.

Menanamkan nilai nilai kemanusiaan untuk membantu sesama harus dimulai dari usia dini seperti mereka ini. Di usia yang masih belia, mereka sudah bisa memberikan bantuan bagi sesama manusia. Bukan sesuatu yang mudah ketika harus menjelaskan tentang bencana gempa bumi kepada adik adik kecil. Dan itu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pendongeng.

Terima kasih untuk ibu guru dan kepala sekolah Khalifah 1 Makassar yang telah bersedia menerima tim Rumah Dongeng dan BSMI untuk melaksanakan kegiatan ini di sekolahnya.

Bagi sekolah yang ingin berpartisipasi dalam aksi dongeng kemanusiaan untuk Palu-Donggala silakan menghubungi Tim Rumah Dongeng di nomor 0852 5575 1971

#PrayforPalu
#PrayforDonggala
#DongengKemanusiaan
#RumahDongeng

Storytelling for Charity #2

Storytelling for Charity di SIT Al Biruni dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2018.

Kegiatan ini diikuti oleh hampir 165 adik adik mulai dari tingkat TK sampai SD berlangsung di sekolah yang beralamat jalan Karantina Makassar. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 3 Februari 2018 ini adalah merupakan rangkaian kegiatan roadshow Rumah Dongeng Indonesia dan Yayasan Think Survive. Sebelumnya pada hari Senin 29 Januari juga telah dilakukan kegiatan serupa di SIT Al Biruni di Jalan Jipang Raya Makassar.

Berikut beberapa moment yang sempat tertangkap kamera.

#

Tentang Hari Kanker Dunia

Hari internasional yang diperingati setiap tahun tanggal 4 Februari, Hari Kanker Dunia menggalang seluruh masyarakat dunia untuk bersama-sama melawan kanker.

Tujuan utama Hari Kanker Dunia adalah menyelamatkan jutaan jiwa dari kematian yang dapat dicegah, dengan cara mendorong pemerintah dan individu untuk mengambil langkah

Mengapa Hari Kanker Dunia Penting?

Saat ini, ada 8,2 juta manusia meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Empat jutanya meninggal prematur (berusia 30 sampai 69 tahun)

Hari Kanker Dunia merupakan kesempatan yang cocok untuk menyebarluaskan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker maupun media di dunia

.


Bagi sekolah yang ingin terlibat dalam kegiatan Hari Kanker Sedunia di wilayah Makassar dan sekitarnya silakan menghubungi WA di nomor 0852 5575 1971.

World Cancer Day 2018

World Cancer Day 2018
World Cancer Day 2018 di Makassar

Rangkaian kegiatan World Cancer Day 2018 di Makassar

Tanggal 1 , 5, 14, 21 Feb 2018
WCD – Survivors Keep Healthy Stay Beauty and Photo Booth di RS Unhas Makassar.
Pukul 09.30 – 14.00 wita

Kegiatan ini bertujuan untuk merubah penampilan pasien kanker di Rumah Sakit Unhas supaya terlihat lebih cantik dan menarik. Walaupun sedang menderita kanker, penampilan wanita harus tetap terlihat lebih cantik dan tak kalah menarik dengan mereka yang normal.

Tanggal 4 Feb 2018
Car Free Day Boulevard
Pukul 06.00 – 10.00 wita
Dalam kegiatan ini, seluruh panitia pelaksana World Cancer Day akan mengadakan sosialisasi tentang pentingnya mencegah kanker sejak dini bagi para pengunjung di area car free day.

Tanggal 8 Feb 2018
Story Telling for Charity di Bambini School Makassar
Pukul 08:30 – 11:00 wita
Dalam kegiatan ini, Kak Heru dari Rumah Dongeng Indonesia akan mengajak adik adik di sekolah Bambini untuk berdonasi sembari mendengarkan dongeng dalam bahasa Inggris.

Tanggal 11 Feb 2018
Fun Zumba, Yoga, Check Up dan mini talkshow di Taman Pakui Jalan Pettarani
Pukul 06.00-12.00 wita

Tanggal 19 Feb 2018
Focus Group Discussion di Graha Pena
Pukul 09.00 – 12.30 wita

Tanggal 24 Feb 2018
Nobar Charity di Studio 21 Makassar.
Harga tiket sebesar Rp. 60.000,- untuk pemutaran film yang berjudul “Karena Janji Punya Warnanya Sendiri”
Pukul 11.00 – 14.00 wita

Panitia Pelaksana WCD 2018

Informasi lengkap silakan akses: Think Survive

Pendaftaran kegiatan silakan menghubungi : Ibu Siva – 0815 4300 1271

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker

Bulan Februari adalah bulan istimewa bagi para Penyintas Kanker di seluruh dunia.

Mengapa istimewa?

Setiap tanggal 4 Februari ditetapkan sebagai Hari Kanker Sedunia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap kanker dan mendorong pencegahan, deteksi, dan pengobatan kanker. Dikutip dari wikipedia, Hari Kanker Sedunia dibentuk oleh Union for International Cancer Control (UICC) untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia, yang dibuat pada tahun 2008. Tujuan utama dari Hari Kanker Sedunia adalah untuk menurunkan angka kematian akibat kanker secara signifikan sampai tahun 2020

Rumah Dongeng Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Think Survive mengadakan Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Penyintas Kanker. Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian Hari Kanker Sedunia yang dilaksanakan oleh komunitas Think Survive di Kota Makassar. Beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain : Survivors Keep Healthy Stay Beauty  Photo Booth di RS Unhas Makassar, Car Free Day Mandala, Fun Zumba n Yoga di Taman Pakui, Nobar Charity di 21 Studio dan Focus Group Discussion di Graha Pena.

Kolaborasi dengan Yayasan Think Survive ini bermula dari keinginan tim Rumah Dongeng Indonesia untuk lebih memperluas jaringan kemanusiaan.  Selama ini kerjasama hanya menyasar untuk lembaga amil zakat nasional seperti Dompet Dhuafa, PKPU dan Yatim Mandiri. Di awal tahun 2018, terjalinlah kolaborasi dengan sebuah yayasan yang khusus bergerak di bidang penyintas kanker.

Penyintas adalah merupakan terjemahan dari kata survivor dari bahasa Inggris yang berarti ‘orang yang selamat’. Meskipun semua penyintas mengalami penderitaan, namun tidak selalu sama dengan korban akibat suatu kejadian. Sebab, korban, pada umumnya tidak memiliki kemampuan (berdaya) untuk bertahan dalam suatu kondisi, bahkan ada yang meninggal dunia. Dengan demikian, apabila seseorang yang menjadi korban dari suatu kejadian atau bencana, tetapi ia berhasil bangkit, maka ia disebut sebagai penyintas.

Think Survive digagas dan diinisiasi oleh Nita Nursepty – yang telah melewati masa kemoterapi dan mastektomi (operasi pengangkatan payudara) pada tahun 2013 – sebagai wadah sosial bagi para wanita penyintas kanker. Think Survive diperkenalkan kepada publik pada tanggal 9 Oktober 2015 di Trans Studio Mall Makassar.

Think Survive ingin berbagi pengalaman dengan sesama pejuang kanker untuk saling memotivasi dan berbagi selama masa pengobatan, perawatan, dan pascaterapi. Kehadiran Think Survive Cancer Women Support Group diharapkan berdampak pada penyebaran informasi secara benar dan meluas di lingkungan keluarga pasien maupun kerabatnya.

Landasan Think Survive adalah edukasi dan motivasi, sehingga selain memberikan pendampingan pasien/penyintas kanker, Think Survive juga bergerak untuk mengedukasi awam terutama generasi muda dan keluarga pasien. Kegiatan penggalangan danaakan digalakkan pada tahun ke dua dalam rangka mewujudkan mimpi membangun rumah singgah.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker ini akan diadakan selama bulan Februari di beberapa sekolah di Kota Makassar dan sekitarnya. Tujuan utama dari aksi ini adalah mengedukasi anak anak sekolah untuk membantu para penyintas kanker melalui kegiatan dongeng. Kegiatan utama adalah berdonasi secara sukarela dan tentu saja mendengarkan dongeng yang penuh dengan pesan moral yang baik.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker

Bagi sekolah yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini silakan menghubungi nomor panitia pelaksana seperti yang tertera dalam poster diatas.