Tag Archives: Fosma165

Dongeng Jelajah Maros

 

Sabtu 11 Nopember 2017 Kak Heru diundang oleh sekelompok anak anak muda yang bergabung di Komunitas Fosma 165 dalam program Peduli Masyarakat Pedalaman.
Lokasi dongeng kali ini bertempat di Dusun Tala Tala Desa Bontomanai Kecamatan Tompobulu Maros yang berjarak sekitar 70 km dari Makassar.

Untuk menuju ke lokasi ini saya mengandalkan Maps dari Google. Pukul 10:15 saya memulai perjalanan ini dari Jalan Gunung Salahutu Makassar. Namun ternyata perjalanan tak semudah yang nampak di layar smartphone. Mendekati lokasi meeting point di kawasan Wisata Alam Pucak, ada penutupan jalan karena sementara proses betonisasi. Padahal menurut Maps, hanya butuh 10 menit lagi utk sampai di meeting point.

Terpaksa mobil memutar arah dan menyisir jalanan sepanjang sungai yang merupakan sumber utama air PAM Maros di bendungan Lekopaccing. Tiba di Pucak pukul sekitar pukul 12:15 dan menunaikan Sholat Dzuhur di mesjid yang berada persis di samping Kantor Kecamatan Tompobulu Maros. Saya mencoba menghubungi panitia namun karena sinyal HP mulai bergoyang tak beraturan, beberapa kali nomor yang dituju tidak dapat tersambung.
Sembari menunggu jemputan, saya update status di Facebook sambil mengambil beberapa foto lokasi sekitaran mesjid. Tak lama mucul komentar dari Bunda Artika Purnamasari yang ternyata bekerja di Puskesmas Tompobulu yang tak jauh dari mesjid. Sayapun bergegas menyambangi puskemas yang lokasinya hanya berjarak 300 m dari mesjid.
Usut punya usut anaknya bunda Artika adalah salah satu temannya Bona !!!.
Si kecil sudah 2 kali bertemu dengan Bona di TK Asoka Sudiang.

Setelah ngobrol dengan beliau, saya baru tahu kalau ibu bidan ini berasal dari desa Tlawong Boyolali yang tak jauh dari kampung halamanku di desa Cepoko Sawit. Senang rasanya bisa bertemu dengan keluarga muda ini. Ketika sedang asyik chit chat di depan puskesmas, dari jauh nampak muncul mobil panitia baksos yang siap mengantarkan kami menuju lokasi kegiatan yang jaraknya masih sekitar 1 jam lagi.

Jalanan menuju lokasi memang hanya bisa dilalui oleh mobil dengan spesifikasi khusus mengingat kondisi jalanan yang masih seperti rute off road. Pemandangan yang sangat menawan seakan menemami perjalanan kami yang penuh dengan goncangan ke kanan dan kiri. Seperti lirik lagu “Pemandangan”; kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara…
Kak Erlan sang driver seakan sudah hapal dengan rute off ini. Hari ini mobil yang kami tumpangi sudah 10 x bolak balik menjemput beberapa tamu penting yang sempat datang dalam kegiatan ini termasuk Ibu Wagub Sulsel sebagai salah satu pembina Fosma 165. Termasuk juga sponsor dari BUMN Pegadaian yang juga harus naik ke lokasi menggunakan motor karena kapasitas mobil yang cukup hanya untuk 7 orang saja.

Dongeng Jelajah Maros9

Mobil ini sangat tangguh digunakan ke lokasi. Bahkan sehari sebelumnya digunakan untuk mengangkut 50 zak semen. Ada jembatan kecil yang cukup mengerikan untuk dilalui. Harus esktra hati hati bila melewati jembatan ini. Bahkan ketika perjalanan pulang, roda bagian kanan mobil sempat terjerumus ke sisi jembatan. Kami harus turun untuk mencari batu batu sebagai penopang roda. Alhamdulillah mobil bisa lolos dan melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 14:00 kami tiba di lokasi baksos. Bertempat di sebuah mushola kecil, ratusan adik adik sudah tak sabar menunggu dongeng.
Walaupun sedari pagi listrik padam di desa ini, namun tak mengurangi antusias mereka. Untungnya saya membawa sound sytem portable yang siap dipakai meskipun listrik padam (ternyata baru saya tahu kalau hari Sabtu, listrik se Sulawesi Selatan lagi BlackOut alias pemadaman total selama hampir 10 jam..!).

Serunya dongeng bersama Kak Heru dan si Bona harus berakhir pada pukul 15:00. Setelah mencicipi jamuan makan siang yang sudah disiapkan oleh penduduk setempat, kamipun harus bergegas meninggalkan lokasi kegiatan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Kabupaten Bone yang berjarak sekitar 150 km dari lokasi ini.

#RumahDongeng
#Pendongeng
#StorytellingAndTraveling