Tag Archives: hari pertama sekolah

Back to School 2019

Dongeng Back To School 2019

Jumat, 19 Juli 2019 ada 2 agenda dongeng di Makassar. Yang pertama pukul 08:00 di SDN Minasa Upa yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumahnya Bona. Saya berusaha hadir lebih cepat karena menurut pak Yoga, pukul 07:30 sudah bisa dimulai acaranya.

Seperti sekolah lainnya, di hari ke 5 pertama masuk sekolah, beberapa ortu masih juga sibuk menemani anak anak mereka masing masing. Seperti pagi ini di sekolah ini, ruang belajar untuk kelas 1 SD penuh dengan anak didik baru yang jumlahnya sekitar 80 anak. Mereka dibagi menjadi 3 rombongan belajar.

Kebanyakan ibu ibu masih setia berdiri di depan kelas. Menunggu anak mereka yang pagi sedang mendapatkan pengarahan di kelasnya. Sedangkan murid kelas lainnya nampak asyik bermain di halaman sekolahnya. Beberapa dari mereka juga nampak menyiapkan karpet plastik untuk alas duduk.
Halaman sekolah yang masih basah tak menyurutkan mereka untuk duduk mendengarkan dongeng bersama Kak Heru dan Bona.
———

Siswa dan siswi SDIT Insantama Makassar

Jadwal selanjutnya adalah menuju ke SDIT Insantama yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan sampingnya Kantor Imigrasi Sulsel. Sekolah ini dikelola oleh rekan saya yang dulu pernah satu tim ketika pembentukan ICMI Muda. Namanya  Bahrul Ulum Ilham, sekarang dia berkiprah di dunia UMKM dan pelatihan wirausaha.

Sekolah ini untuk sementara berlokasi di deretan ruko yang lokasinya mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Ruko berlantai 3 menjadi home base sekolah yang sudah berdiri sekitar 4 tahun lalu. Tak susah menemukan lokasi sekolah ini. Kalo nggak salah disampingnya ada sebuah pangkalan bus jurusan Makassar –  Palopo.

Pukul 09.15 saya tiba di sekolah ini. Ternyata murid murid sudah menunggu kedatangan saya semenjak pukul 08:30. Jarak antara SDN Minasa Upa menuju ke SDIT Insantama cukup jauh. Saya berinisiatif untuk menggunakan kendaraan roda dua punyanya Pak Nizar, staf Yatim Mandiri Makassar. Dengan roda dua, perjalanan lebih cepat dan anti macet. Rutenya melalui Moncongloe  yang bebas macet.

Aula sekolah berasa di lantai 3. Sekitar 70 murid sudah siap mendengarkan kisah tentang Idul Adha dengan mengambil sudut pandang dari Ismail, putra tercinta dari Nabi Ibrahim.
Keseruan cerita ini ketika saya berpura pura me jadi Iblis yang menganggu Nabi Ibrahim  ketika sedang membawa Ismail ke atas bukit untuk dikorbankan. Beberapa anak anak dengan penuh semangat berusaha melempar si Iblis dengan batu imaginasi mereka.

#sedekahdongeng
#rumahdongeng
#yatimmandiri
#storytelling
#dongengIslami