Tag Archives: Kampung Savana

Anjangsana Siswa Athirah ke Kampung Savana

Sebuah bangunan berbentuk kotak berukuran 5m x 10 m berdiri ditengah petak petak rumah. Dindingnya dianyam dari bambu dan ditopang oleh beberapa kayu sebagai alas bangunan. Sebuah spanduk bertuliskan Sekolah Impian terpampang di atasnya. Sekolah ini berada di Kampung Savana yang lebih banyak orang menyebutnya sebagai kampung pemulung

Sekolah ini membina program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Untuk melanjutkan ke tingkat sekolah dasar, anak anak harus keluar dari kawasan ini.

Hari ini murid murid kelas 5 dari SD Islam Athirah berkesempatan untuk mengunjungi kampung ini. Didampingi oleh sejumlah guru, mereka tak sungkan untuk bergabung dengan adik adik yang sudah sedari pagi bersiap untuk mendapatkan teman baru lagi. Berapa murid nampak membawa boneka dan perlengkapan sekolah baru untuk disumbangkan kepada adik adik di Sekolah Impian.

Dongeng di Kampung Savana

Aksi dongeng Kak Heru semakin membuat suasana menjadi gembira. Ditambah lagi dengan kelucuan si Bona yang makin menambah meriahnya kegiatan anjangsana ini.

Mendongeng di Kampung Savana

Kampung Bersih bersama Ikasa Makassar dan Rumah Dongeng

Mendengar kata Savana, imajinasi kita pasti akan membayangkan sebuah padang rumput yang luas dan hijau. Membentang bak permadani yang lembut. Hijaunya rumput bak film Little House on the Prairie, film keluarga cowboy di era 1980-an. Anginnya bertiup  sepoi sepoi seakan berbisik kepada manusia tentang indahnya karya Tuhan.
Dan pada suatu pagi yang cerah, tiga motor besi merambah jalanan yang kurang bersahabat menuju ke Kampung Savana. Ketiga pengendara seakan tak memperdulikan kondisi jalanan yang berlubang di sisi kiri kanan. Bak mulut harimau yang seakan siap menerkam ban motor yang mereka naiki. Mereka adalah Kak Mangga, Mami Kiko dan Kak Titi, tiga pendongeng dari Rumah Dongeng yang bertugas mendampingi komunitas Ikasa untuk program Kampung Bersih di Kampung Savana.

Kampung Savana adalah perkampungan kumuh yang terbentuk sejak tahun 2011. Kampung ini terletak di daerah Hertasning Baru, jalan Aroepala, Makassar Sulawesi Selatan. Tempat ini seakan menjadi pembatas antara Kota Makassar dam Kabupaten Gowa. Di awal munculnya, perkampungan ini terdapat 30 Kepala keluarga yang mengadu nasib di kota para Daeng. Kebanyakan warga yang tinggal di Kampung Savana adalah korban penggusuran lahan di daerah Talasalapang. Terdapat 16 rumah yang dihuni oleh 30 kepala keluarga, tak jarang dalam 1 rumah dihuni oleh 2 – 3 kepala keluarga.
Entah dari mana dinamakan Kampung Savana, mungkin saja ada beberapa komunitas yang sengaja menamakan Savana dengan alasan lokasinya yang bersinggungan langsung dengan padang savana yang cukup luas di antara perumahan elit dan tempat penampungan air dinas PU.

Kampung Savana juga disebut sebagai perkampungan pemulung, dimana penghasilan utama warga di perkampungan ini adalah hasil dari memulung, sebagian yang lain ada yang berprofesi sebagai tukang bentor dan pekerja lepas.
Dengan penghasilan yang pas-pasan bahkan jauh dari cukup, mereka pun memanfaatkan keterampilan yang dimiliki. Sebagian warga pun bercocok tanam dan sebagian yang lain mencari ikan di sepanjang kanal yang ada di sekitar perkampungan.

Kampung Savana disebut juga dengan surga para pemulung yang memiliki sekitar 50-an anak-anak usia sekolah. Dari jumlah keseluruhan anak-anak, sebagian besar dari mereka putus sekolah setelah menjadi korban penggusuran. Jauhnya akses pendidikan membuat mereka mengubur impian dancita-cita mereka, mereka pun ikut membantu orang tua mencari sisa-sisa barang bekas untuk disulap menjadi uang.

Kondisi lingkungan tempat tinggal warga juga sangat kotor dan jauh dari kata sehat. Beberapa anak muda yang bergabung dalam komunitas Ikasa atau Ikatan Pemuda Peduli Sosial Regional Makassar berinisiatif untuk mengadakan kegiatan Pembinaan Dan Pemberdayaan Menuju Kemandirian Warga Kampung Savana. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu 6 Mei 2017. Menurut Dewi Damayanti Abd. Karim selalu Ketua Ikasa Regional Makassar, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan sikap cinta lingkungan untuk semua warga Savana agar selalu menjaga kebersihan kampung.

“Kami ingin menanamkan kepada adik adik disini tentang sikap menjaga kebersihan sejak dini. Karena mereka adalah generasi pelanjut yang harus tetap sehat dan kuat”, ujar Damayanti yang juga merupakan salah satu peserta Kelas Dongeng Angkatan 10 di Rumah Dongeng.

Kegiatan Kampung Bersih berlangsung selama dua hari mulai tanggal 6-7 Mei 2017.

Kegiatan Kampung Bersih diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Meskipun kebanyakan dari  mereka adalah anak putus sekolah, tetapi sikap dan semangatnya tidak mau kalah dari anak sekolah lainnya. Maka berkumandanglah lirik lagu karya WS Supratman dari bibir mungil mereka.

” Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku – Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku….”

Bait demi bait dinyanyikan dengan penuh semangat. Semacam upacara kecil kecilan di depan rumah salah satu warga

Selain membersihkan lingkungan Kampung Savana, ada kegiatan menarik yang tentu saja ditunggu oleh adik adik kecil. Sebagai hadiah untuk mereka yang telah membersihkan halaman rumahnya masing masing, maka 3 Pendongeng dari Rumah Dongeng sudah bersiap untuk memberikan edukasi melalui dongeng yang edukatif dan menarik. Dimulai dengan ice breaking yang dipandu oleh Kak Mangga, acara dongeng pun dimulai. Perlahan lahan adik adik yang semula masih asyik bermain mulai bergeser menuju ke panggung dongeng yang berada di salah satu rumah warga. Panggung alam yang dibuat dengan seadanya. Gaya yang lucu dari Kak Mangga membuat suasana menjadi lebih meriah. Gelak tawa mulai terdengar ketika pendongeng yang berbadan tambun mulai menyapa mereka satu persatu. Dongeng dari Mami Kiko dan Kak Titi membuat suasana kampung menjadi lebih meriah. Beberapa orang tua mulai mendekati area dongeng. Merela tak mau ketinggalan untuk mendengarkan dongeng yang tentu sangat jarang mereka dengar. Duet Mami Kiko dan Kak Titi yang sesekali ditimpali oleh Kak Mangga bercerita tentang Timun Mas, salah satu dongeng yang menjadi andalan dari mereka bertiga.

Dongeng Timun Mas mengisahkan tentang perjuangan perempuan kecil bernama Timun Mas yang dikejar oleh Buto Ijo. Rupanya ketiga pendongeng keren ini sudah  sepakat untuk merubah ending dari dongeng ini. Di akhir dongeng, Buto Ijo ternyata menjadi sahabat Timun Mas.

“Saya suka sekali mendengar dongeng. Terima kasih untuk Rumah Dongeng..!”, ujar Santi bersama ketiga temannya.
Memang dongeng selalu membawa keajaiban tersendiri bagi anak anak.
Semoga bisa bertemu lagi dengan Kampung Savana.

Bagi anak anak muda yang ingin bergabung dengan Ikasa Makassar, silakan mampir ke IG : @ikasaMakassar.

#MudaKreatifBersemangat