Tag Archives: kecamatan Camba Maros

Gerakan Literasi Sekolah hadir di Camba Maros

Dongeng Maulid di TK Andiya Makassar

Seusai mendongeng di TK Andiya Makassar, selanjutnya perjalanan dongeng berlanjut ke Camba Kabupaten Maros.

Roadshow Gemar Membaca bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros yang bertempat di aula kantor Kecamatan Camba adalah roadshow terakhir. Dari 13 kecamatan sebelumnya, roadshow di Camba ini adalah yang paling jauh tempatnya. Untuk sampai di lokasi ini harus menempuh waktu kurang lebih 2 jam dari kota Makassar. Jalanan berkelok kelok di area Bantimurung sampai ke Camba adalah tantangan tersendiri bagi para pengemudi kendaraan.

Ibu Fatimah sedang memaparkan pengalamannya di hadapan peserta

Roadshow ini menghadirkan 3 orang nara sumber dari latar belakang yang berbeda namum sarat dengan pengalaman literasi. Salah satunya adalah St Fatimah Nugraha, seorang ibu guru yang mengajar di SDN 57 Bulu bulu yang baru baru saja mengeluarkan buku kompilasi puisi. Puisi yang ada di 72 halaman buku ini adalah karya guru dan murid murid di SDN 57 Bulu Bulu Maros. Ibu guru cantik ini berbagi pengalamannya tentang bagaimana menggerakkan budaya literasi di sekolahnya.

Nara sumber lainnya adalah DR. Djabaruddin, salah satu konsultan pendidikan tingkat nasional dan juga sekaligus kepala sekolah SMP unggulan 2 Maros. Dalam paparannya pak Doktor berbagi pengalamannya tentang Gerakan Literasi Sekolah. Tips tips literasi yang mudah dilakukan di sekolah disampaikan dalam slide yang interaktif dan menarik.
Peserta kegiatan yang terdiri dari guru, pengelola perpustakaan dan murid sangat antusias mendengarkan paparannya.

Peserta kegiatan roadshow Gemar Membaca

Sebelumnya mengakhiri kegiatan, sang master ceremony Lory Hendradjaya yang selalu setia mendampingi para nara sumber mulai dari roadshow pertama sampai hari ini, mulai memanggil nara sumber terakhir. Nara sumber ini menurutnya adalah narasumber andalan bagi anak anak.
Siapakah dia?

Yup….
Kehadiran Kak Heru dan Bona membuat suasana aula yang diguyur hujan deras semakin meriah dan ramai. Tumpahan air hujan yang mendera atap ruangan seakan hilang karena tawa keras dari peserta roadshow. Diselingi dengan raut wajah yang serius ketika sebuah dongeng klasik dari Soppeng hadir di tengah acara. Sesekali beberapa murid memperlihatkan keterkejutan ketika Nenek Pakande datang untuk menculik anak anak di Soppeng.
Dan ketika si Beddu, lelaki sederhana namun punya otak yang cemerlang berhasil mengusir Nenek Pakande dari Soppeng hanya dengan ember air sabun, Salaga dan Kura kura, wajah mereka kembali tersenyum puas dan senang.

Kalo yang ini adalah hadiah untuk Bona ya…

Itulah kekuatan dongeng..!
The Power of Storytelling membuat siapapun yang mendengarnya bisa terpana, tersenyum, tertawa atau bahkan menangis.

Di akhir cerita, saya tak menyampaikan pesan kepada mereka. Biarkan pendengar dongeng hari ini yang menyimpulkan apa amanat dari kegiatan literasi hari ini. Paparan dari 3 nara sumber sudah cukup banyak menginspirasi mereka dengan imaginasinya masing masing.
Karena pada prinsipnya kekuatan literasi adalah bagaimana mereka menerapkan budaya membaca di lingkungannya, baik di rumah maupun di sekolah.

Terima kasih untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros yang telah mengajak kami untuk terus tanpa henti menggelorakan semangat membaca dan semangat mendongeng.

Semoga di tahun depan kegiatan inu terus bisa berjalan lagi dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

#GerakanLiterasiSekolah
#ThePowerOfStoryTelling
#RumahDongeng