Tag Archives: komunitas dongeng makassar

Ruang Ekspresi: Panggung Para Seniman Sulsel 2018

Gadis kecil berbaju kuning bergegas turun dari kursi rodanya. Saya tak menyadari kehadirannya karena sedang asyik berbincang dengan Yaser, seorang teman yang suka baca puisi.

Tak lama berlalu si gadis kecil ini segera memeluk saya dengan eratnya. Seakan akan lama tak berjumpa dengan saya. Sang ibu yang sedang mendorong kursi roda hanya bisa tersenyum memandang putri kecilnya. Sayapun segera jongkok supaya bisa juga membalas pelukannya.

“Apa kabar? Sudah kelas berapa sekarang?”, tanyaku sembari mencoba mengingat ingat nama gadis ini.

Terus terang saya ini punya ingatan yang parah. Saya lupa nama gadis kecil ini. Bahkan ketika Yaser bertanya kepadanya, saya hanya bisa mendengar sayup sayup ucapannya. Memang dia sudah beberapa kali ikut mendengarkan dongeng ketika saya manggung di beberapa acara.

” Kelas 6 kak…, Bona mana?”, jawabnya sembari matanya melihat ke kiri dan ke kanan mencari Bona.

Pelukannya mulai lepas ketika dia melihat tasnya Bona. Si boneka tersebut memang sangat disukainya. Dan sepertinya anak anak lebih suka dengan Bona dibandingkan dengan saya. Hanya dengan melihat tas Si Bona, gadis kecil ini sudah merasa puas dan yakin nanti akan melihat langsung aksi Si Bona. Tak lama kemudian diapun berlalu dari hadapan saya setelah berfoto bersama.

Hari ini saya bertemu dengan banyak penggiat seni di Makassar. Kebanyakan dari mereka adalah para perupa. Bertempat di Baruga Laki Padada, hari ini Minggu 2 Desember berlangsung kegiatan Ruang Ekspresi 2018. Beberapa kegiatan antara lain video art, mural, live painting, live music, sharing discussion, temu komunitas dilaksanakan dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Ibu Gubernur Sulawesi Selatan.

Ruang Ekspresi 2018 di Rujab Gubernur Sulsel

Dan sayapun juga diminta oleh pihak panitia pelaksana untuk mengisi dongeng dalam kegiatan Ruang Ekspresi ini. Pilihan dongeng dalam kegiatan ini adalah cerita rakyat Makassar yang berjudul Pung Julung Julung, kisah persahabatan antara ikan lumba lumba dengan I Barani. Ketika saya mulai tampil di panggung, nampak si gadis kecil tadi duduk paling depan dan selalu tersenyum bahkan tertawa ketika Bona mulai beraksi.

Duduk di depan panggung dan asyik dengar dongeng

Dan sampai malam ini setiba di rumah, saya masih belum ingat nama gadis kecil berbaju kuning tadi…!

Jadwal Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Sulteng

(Update per tanggal 28 Oktober 2018)

Jadwal Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu dan Donggala periode Oktober – Nopember 2018.

(Update per tanggal 28 Oktober 2018)

Selasa, 30 Oktober 2018
1. Roadshow bersama Perpustakaan Kab Maros di Kecamatan Bantimurung Maros pukul 09:00-12:00

Rabu, 31 Oktober 2018
1. SD Inpres bertingkat Malengkeri 1 pukul 08:00-09:00

Kamis, 1 Nopember 2018
1. SDN 52 Panasakkang Maros pukul 08:00-09:00
2. SDN Sudirman Kariango Maros pukul 09:00-10:00

Jumat, 2 Nopember 2018
1. SD Kalukuang 1,2,3,4 Makassar pukul 07:30-08:30
2. TK Pertiwi Maros pukul 08:30-09:30
3. SD Negeri 111 Maros pukul 10:00-11:00

Sabtu, 3 Nopember 2018
1. TK Angkasa Pura Maros pukul 08:00-09:00
2. SD Mattoanging 2 pukul 08:00-09:00
3. SDN 57 Bulu Bulu Mandai pukul 09:00-10:00
4. SD Inpres Kariango pukul 09:30-10:30
5. Event PDGI Pangkep pukul 11:00-12:00

Minggu, 4 Nopember 2018
1. Aula Lappae Sinjai pukul 08:30-09:30
2. Aula Mamnanti Sinjai pukul 10:00-11:00
3. Kampung KB Kalobba Sinjai pukul 16:00-17:00

Senin, 5 Nopember 2018
1. Roadshow Sinjai hari 2
2. SDN Cendrawasih Makassar pukul 08:00-09:00

Selasa, 6 Nopember 2018
1. SMP 6 Makassar pukul 08:00-09:00
2. SD Negeri 48 Lappae Sinjai pukul 07:30-08:30

Rabu, 7 Nopember 2018
1. SDN 96 Mannanti Sinjai pukul 07:30-08:30
2. SDN 111 Mannanti Sinjai pukul 09:15 -10:15

Kamis, 8 Nopember 2018
1. Roadshow Sinjai hari 5
2.

Jumat, 9 Nopember 2018
1. Roadshow Sinjai hari 6
2.

Sabtu, 10 Nopember 2018
1. SDN Cendrawasih 1 pukul 08:00-09:00
2. SDN Lanto Makassar pukul 10:00-11:00
3. Dalton Hotel pukul 16:00-17:00

Minggu, 11 Nopember 2018
1.
2.

Senin, 12 Nopember 2018
1. SDN Mattoangin 1 Mks pukul 08:00-09:00
2.

Selasa, 13 Nopember 2018
1.
2.

Rabu, 14 Nopember 2018
1.
2.

Kamis, 15 Nopember 2018
1.
2.

Jumat , 16 Nopember 2018
1.
2.

Sabtu, 17 Nopember 2018
1. Festival Luwuk Mendongeng di Luwuk Banggai Sultra pukul 08:00 – 12:00

Minggu, 18 Nopember 2018
1. Lomba Kisah Islami di M Regency Hotel pukul 09:00-12:00

Senin, 19 Nopember 2018
1.
2.

Selasa, 20 Nopember 2018
1. SDN Inpres Hartaco Indah pukul 09:00-0:00
2.

Rabu, 21 Nopember 2018
1. TK Andiya Makassar pukul 08:00-09:00
2.

Kamis, 22 Nopember 2018
1.
2.

Jumat, 23 Nopember 2018
1.
2.

Sabtu, 24 Nopember 2018
1. SD Nasional Makassar pukul 08:00-09:00
2. SDIT Darusalam Palopo pukul 09:00-10:00

Minggu, 25 Nopember 2018
1.
2.

Senin, 26 Nopember 2018
1.
2.

Selasa, 27 Nopember 2018
1.
2.

Rabu, 28 Nopember 2018
1.
2.

Kamis, 29 Nopember 2018
1.
2.

Jumat, 30 Nopember 2018
1.
2.

Bagi sekolah yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk mendaftarkan diri dengan format sebagai berikut :

#Dongeng#NamaSekolah#AlamatSekolah

Kirim ke : 0852 5575 1971

Siapkan infaq terbaik untuk Palu dan Donggala..!

Mari sama-sama bantu do’a dan uluran tangan kita untuk membantu meringankan beban saudara saudara kita yang sedang terkena bencana.

Dokumentasi kegiatan silakan mampir di : www.rumahdongeng.id

IG : @RumahDongeng
FB : Rumah Dongeng ID
WA : 0852 5575 1971

#SedekahDongeng
#AksiDongengKemanusiaan
#PrayForPaluDonggala

Asyiknya Mendongeng di Teras Sekolah

Mendongeng di teras sekolah bersama adik adik SD 57 Bulu Bulu Maros

Tak perlu panggung yang besar untuk mendongeng. Cukup dengan modal sebuah cerita, maka mendongeng dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Banyak yang bertanya kepada saya,

“Kak Heru sudah hapal berapa cerita?”,

Sayapun balik bertanya kepada teman tersebut tentang keharusan orang untuk menghapalkan sebuah cerita. Bagi saya cerita nggak perlu dihapal karena proses tersebut akan membutuhkan waktu yang lumayan lama. Sebut saja kala kita membaca sebuah cerita sebanyak 4 halaman, kira kira dalam tempo berapa lama kita bisa menghapalnya?

Ditodong foto bareng di SMPN 22 Bantimurung

Saya pernah membayangkan bagaimana seorang aktor panggung yang disuguhi berlembar lembar kertas naskah yang harus dihapal. Bisa saja mereka membutuhkan waktu berhari hari untuk menghapal naskahnya. Saya pernah ditawari oleh om Yudhistira untuk bermain teater. Dengan penuh rasa hormat saya mundur perlahan-lahan ketika melihat naskah yang berjilid jilid. Seorang aktor bukan hanya menghapal naskahnya sendiri tapi dia harus hapal pula naskah lawan bicaranya. Benar benar luar biasa daya ingat seorang aktor…!

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMPN 2 Maros

Naskah dongeng bagi saya tidak perlu dihapal kata per kata. Cukup dibaca beberapa kali, kemudian diulang paragraf per paragraf. Kadang saya membagi naskah menjadi beberapa segmen sembari menyisipkan musik dalam setiap segmen tersebut. Memadukan naskah dan musik dibuat di slide hasil olahan program Microsoft Power Point. Setelah itu file disimpan dalam HP Android supaya setiap saat bisa dibaca dan digunakan ketika mendongeng.

Bila biasanya musik sebagai backsound dongeng dioperasikan oleh orang lain, maka dengan bermodalkan HP Android dan sebuah pointer, musik bisa dimainkan sendiri oleh si Pendongengnya.

Seperti pagi ini, ketika Kak Heru mendongeng di SMP Negeri Unggulan 2 Maros, saya hanya meletakkan HP tersebut di tempat yang aman dari jangkauan anak anak, file musik sudah disiapkan, disambung via bluetooth ke sound system, dan jadilah sebuah pertunjukan dongeng musikal with one man.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMPN 22 Maros

Oh iya, sebelumnya di hari Senin, 22 Oktober ada agenda Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMP Negeri 22 Bantimurung Maros. Jika teman teman biasa melewati rute perjalanan dari arah Maros ke Bone, SMPN 22 Bantimurung terletak di sebelah kiri jalan arah ke Bone. Lokasinya sekitar 3 km dari jalan propinsi ini. Selama seminggu kedepan jadwal dongeng berfokus di Kabupaten Maros. Pihak pemerintah Kabupaten Maros yang diwakili oleh Dinas Pendidikan Kab. Maros telah mengeluarkan surat rekomendasi kegiatan Sedekah Dongeng di Kabupaten Maros.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala di SMPN 2 Maros

Sedangkan di hari Selasa 23 Oktober 2018, lokasi kegiatan Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Maros adalah di SMP Negeri Unggulan 2 Maros. Ketika saya memposting foto foto kegiatan ini di grup WA Rumah Dongeng, tiba tiba ada komentar dari Kak Alle, salah satu anggota WAG yang meminta saya untuk memposting semua foto foto kegiatan dongeng di sekolah ini. Usut punya usut ternyata Kak Alle adalah salah satu alumni dari SMP Negeri 2 Maros. Dan perlu juga teman teman ketahui, bahwa Kak Alle ini adalah salah satu tokoh perintis dongeng di Kota Makassar. Sekitar tahun 90-an beliau sudah membuat sebuah program dongeng keliling sekolah yang bernama Daeng Dokel atau Dongeng Keliling. Bermodalkan sebuah sepeda tua, Kak Alle mengunjungi sekolah sekolah di Makassar untuk mendongeng.

Kegembiraan mereka setelah mendengarkan dongeng

Dan setelah meyelesaikan kegiatan dongeng di 2 sekolah tersebut, Kak Heru menyempatkan diri untuk mampir di SDN 57 Bulu Bulu Mandai yang letaknya tak jauh dari pasar Mandai Maros. Sekolah ini adalah salah satu sekolah percontohan untuk Gerakan Literasi Sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Maros. Di setiap akhir pekan, guru guru diwajibkan untuk mendongeng di depan kelasnya masing masing. Kak Heru sudah pernah diundang untuk mendongeng di sekolah ini untuk program GLS tadi. Maka tak heran jika murid murid di sekolah ini kenal dan selalu menyapa Kak Heru sekalian minta sebuah cerita. Salah seorang guru yang menjadi idola bagi murid murid di sekolah ini adalah Ibu Ima, seorang guru kelas 2 yang juga senang mendongeng di setiap akhir pekan. Selain itu, ibu Ima juga sering menjadi salah satu nara sumber kegiatan literasi sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros.

Dongeng Nenek Pakande dari Soppeng

Dan diatas sebuah bangku yang berada di depan teras kelas, beberapa anak laki laki mulai mendekati saya dan minta sebuah cerita. Ada sekitar 10 anak yang duduk serius di depan saya ketika dongeng Nenek Pakande mulai dituturkan. Tidak sampai 10 menit dongeng ini selesai saya tuturkan kepada mereka. Tepuk tanganpun segera mereka berikan sebagai apresiasi cerita ini. Dan sepertinya ketika cerita Nenek Pakande ini sudah berakhir, muncul lagi beberapa adik adik kelas 2 yang ingin juga didongengkan.

Wah…. akhirnya sayapun harus lari dengan teratur ke ruangan ibu kepala sekolah…! Sesampai di ruangan ibu kepsek, saya sudah disodori sebuah jadwal dongeng tanggal 3 Nopember 2018 di sekolah ini.

Wah…. !

Bisa Nggak Saingan Sama Bona?

Ada yang seru di kegiatan dongeng hari ini. Seperti biasanya hari Sabtu, 6 Oktober 2018 ada beberapa lokasi dongeng yang harus dikunjungi oleh tim Rumah Dongeng. Lokasi tersebut antara lain SD Negeri Mamajang 3, SD Hati Kudus dan SD Negeri 18 Pangkep. Karena jadwal di 2 sekolah pertama bersamaan waktunya, saya meminta kepada Safira untuk mengisi dongeng bersama tim Hilo di SD Hati Kudus. Sedangkan saya mengisi dongeng di dua tempat lainnya.

Rasanya bila kembali berkunjung ke tempat yang pernah Kak Heru datangi sebelumnya ada banyak hal yang menyenangkan bisa terjadi. Minggu sebelumnya memang sudah datang ke SDN Mamajang 3. Nah…baru saja menginjakkan kaki di gerbang sekolah, sudah terdengar teriakan memanggil nama “Kak Heruuuu….!”. Serentak tanpa dikomando mereka mulai mengerumuni saya.
Ada yang bertanya ” Mana Bona kak??”. Ada pula yang berteriak, “Dongeng..! Dongeng..!”

Nada teriakan yang serasa buluh perindu di telinga saya. Anak anak mulai menyukai dongeng, bahkan menurut informasi dari Pak Yoga dari Yatim Mandiri, beberapa sekolah hanya mau diadakan kegiatan dongeng bila yang mendongeng adalah Kak Heru, bukan yang lainnya!.

Menghadapi anak anak yang mulai berkerumun butuh kesabaran yang luar biasa. Sayapun harus dengan sabar melayani pertanyaan mereka sembari menunggu dimulainya sedekah dongeng di tempat ini. Beberapa dari mereka malah minta tanda tangan dari Kak Heru..!.

Setelah itu ibu kepala sekolah memberi pengarahan kepada anak anaknya. Beliau mengingatkan kepada anak anak untuk tetap tenang dan tidak boleh membuat keributan dalam acara dongeng ini. Menurut saya sih hal itu sah sah saja, walaupun nanti ketika saya mulai mendongeng, saya malah meminta mereka untuk bertepuk tangan sekuat-kuatnya. Plus ditambah bernyanyi dan membuat yel yel yang seru yang disisipkan dalam kegiatan dongeng ini. Pokoknya mereka juga harus heboh..!

Dan siapa sangka kejadian serupa juga terjadi ketika untuk kedua kalinya Kak Heru datang ke SD Negeri 18 Pangkep. Teriakan nama Bona dan Kak Heru juga menggema di sekolah yang jaraknya 60 km dari Makassar.

So.. sebenarnya yang terkenal itu siapa ya?

Kak Heru atau Bona..?”

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#Storytelling
#YatimMandiri

Ketika Ruang Kelas Menjadi Posko Pengungsian

Hari ini, Jumat 5 Oktober 2018 ada 2 agenda dongeng yang sudah dijadwalkan oleh tim Rumah Dongeng. Yang pertama adalah kegiatan Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Makassar di SD Komplek Sudirman Makassar. Dan yang kedua adalah program Trauma Healing di salah satu posko pengungsian di Antang.

Kegiatan Sedekah Dongeng di SD Komplek Sudirman adalah inisiasi dari Ibu Anjar, salah satu orang tua murid di SDN Sudirman 4. Beberapa hari sebelumnya Ibu Anjar menghubungi Kak Heru melalui jalur sosial media untuk meluangkan waktu datang ke sekolah ini. Setelah melihat jadwal di agenda dongeng, saya mengusulkan hari Jumat 5 Oktober 2018 kegiatan dongeng ini bisa dilaksanakan di tempat ini.

Pagi ini suasana lapangan sekolah ini penuh dengan hamparan sajadah sholat. Sebelum kegiatan dongeng, seluruh murid SD Komplek Sudirman yang berjumlah sekitar 800 murid, mereka melaksanakan Sholat Dhuha terlebih dahulu,

Hasil dari donasi ini adalah Rp. 8.125.000,- yang selanjutnya diserahkan kepada Laznas Yatim Mandiri Makassar.

TK Akar Panrita Antang

Selanjutnya kegiatan dongeng berpindah waktu dan lokasi. Usai waktu Sholat Ashar, beberapa komunitas meminta Kak Heru untuk hadir di TK Panrita Antang yang letaknya tak jauh dari kantor LAN Antang Makassar. Komunitas Alumni Smansa 90, Komunitas Bajirasa dan Komunitas Gshock Warrior Indonesia hari ini menjadi sponsor kegiatan trauma healing bagi 90 adik adik pengungsi dari Palu yang ditempatkan di sekolah

Untuk sementara mereka tinggal di tempat ini yang sebenarnya adalah ruang ruang kelas TK Akar Panrita Antang. Ada sekitar 8 ruangan kelas yang berada di lantai 2. Ruangan tersebut disulap menjadi tempat tinggal yang bisa ditempati oleh sekitar 10-12 anak anak di tiap ruangnya. Menurut ibu Liah selaku pengelola sekolah, mereka hanya tinggal sementara di tempat ini. Minggu depan mereka akan dipindahkan ke tempat lain. Selain karena memang bukan untuk peruntukan posko pengungsian, proses belajar di sekolah ini juga harus diliburkan untuk sementara waktu.

Begitu banyak warga Makassar yang datang berbondong bondong ke tempat ini dengan membawa bahan makanan, minuman, pakaian, mainan dan lainnya. Mereka tergerak untuk bisa membantu anak anak korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala. Untuk menjaga ketertiban tempat ini, pengelola membuat aturan kunjungan bagi tamu yang hendak melihat kondisi anak anak pengungsi.

Bagi warga yang hanya membawa barang barang kebutuhan pengungsi, mereka tidak diperkenankan naik ke lantai 2. Hal ini diberlakukan mengingat kondisi anak anak yang masih begitu lemah dan belum masih rentan tingkat emosinya. Hanya bagi para relawan yang mempunyai kemampuan trauma healing yang boleh naik ke lantai 2. Begitupun juga dengan pendongeng, kami selalu disambut dengan tangan terbuka oleh pengelola untuk memberikan hiburan bagi anak anak pengungsi.

#PrayforSulteng
#rumahdongeng

Aksi Dongeng Kemanusiaan di Sinjai Timur

Memasuki hari ke-2 Roadshow Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu-Donggala pada hari Rabu, 3 Oktober 2018 tim Rumah Dongeng Chapter Sinjai berkunjung ke SDN 31 Panaikang. Lokasinya lumayan jauh dari Kota Sinjai, kurang lebih 5 km dari arah kota.

Hari driver andalan kami sedang tidak enak badan. Saya memanggilnya Bunda Ira, seorang PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai. Meskipun perempuan namun bunda Ira lincah mengemudi mobil Avanzanya ke berbagai lokasi dongeng di hari sebelumnya. Untunglah saya punya kemampuan untuk menyetir mobil. Tak lama mobil Rumah Dongeng Sinjai yang berisi 3 personil, Kak Heru, Kak Chuniq dan adik Khadijah segera meluncur menuju lokasi dongeng.

Tiba di sekolah ini waktu sudah menujukkan waktu sekitar 07:45 WITA. Nampak di halaman sekolah beberapa murid sedang asyik berolahraga bersama pak guru Penjas. Hari ini banyak murid yang tidak masuk sekolah karena masih mengungsi ke tempat lain gara gara isu tsunami ketika Sinjai pada tanggal 2 Oktober kemarin terkena gempa bumi. Seperti sekolah pada umumnya, halaman sekolah ini cukup luas dan selalu digunakan untuk upacara bendera. Namun karena sinar matahari mulai panas akhirnya ibu Kepala Sekolah memutuskan lokasi mendongeng ditempatkan di teras perpustakaan sekolah.

Dalam kegiatan ini bergabung juga 2 sekolah lainnya, yaitu KB ANANDA dan TK MARAYATUL IMAYAH. Mereka nampak tak malu malu duduk bersama kakak SD di teras perpustakaan. Jumlah donasi yang dikumpulkan dalam kegiatan ini sebesar Rp. 2.024.000,-

Selanjutnya kegiatan dongeng berpindah ke lokasi lainnya. Kali ini tempatnya lebih teduh dan terhindar dari paparan sinar matahari. Ada sebuah aula kecil di Lapangan Mangarabombang Sinjai Timur yang mampu menampung ratusan adik adik kecil. Di tempat ini peserta kegiatan berasal dari SDN 84 Sinjai , TK PERTIWI V dan beberapa KB Sinjai Timur.

Nampak hadir juga orang tua yang tak kalah antusiasnya ketika mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Heru dan Bona. Di lokasi ini donasi yang dikumpulkan berjumlah Rp. 2.087.500,-.

#PrayForPalu
#PrayForDonggala
#rumahdongeng
#AksiDongengKemanusiaan

Aksi Dongeng Kemanusiaan di Sinjai

Mulai hari Selasa 2 Oktober sampai dengan Kamis 4 Oktober 2018, Kak Heru mengadakan roadshow dongeng kemanusiaan untuk Palu dan Donggala di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan.

Kegiatan pertama pada hari Selasa 2 Oktober dimulai di TK Pertiwi X Sinjai. Kami tiba di sekolah ini sekitar pukul 10:00 WITA. Dari kejauhan sudah terdengar suara riuh adik adik kecil yang nampaknya sudah tak sabar menanti kegiatan dongeng ini. Ada sekitar 200 murid yang sudah duduk dengan rapi diatas karpet berwarna hijau. Nampak juga orang tua yang turut hadir mendampingi anak anak mereka untuk mendengarkan dongeng. Sebagai informasi juga bahwa pada malam sebelumnya Sinjai juga merasakan gempa yang terjadi pada Hari Senin, 1 Oktober 2018 pukul 19:35. Meskipun gempa yang terjadi dalam skala 3.1 SR, namun karena adanya disinformasi dan berita hoax, beberapa penduduk berlarian mencari dataran tinggi karena adanya isu tsunami yang dihembuskan oleh orang orang yang bertanggungjawab. Terjadi sedikit kekacauan di beberapa jalan sepanjang pantai karena informasi palsu tersebut.

Oleh karena itu, dalam kegiatan ini teman teman Rumah Dongeng Chapter Sinjai melakukan simulasi tentang bagaimana cara menyelematkan diri bila terjadi gempa bumi. Ini sebagai salah satu cara untuk mengedukasi adik adik tentang bencana gempa bumi dan tsunami.

Simulasi tersebut diajarkan secara sederhana dalam bentuk lagu. Lirik dari lagu Pelangi saya ubah menjadi lirik sebagai berikut :

Kalo ada gempa lindungi kepala

Kalo ada gempa jauhi kaca kaca

Kalo ada gempa cari tempat terbuka

Slamatkan dirimu dengan kluarga

Selain mendengarkan dongeng, adik adik kecil juga berdonasi untuk membantu meringankan beban para korban bencana gempa bumi dan tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Hasil donasi yang dikumpulkan sebesar Rp. 4.129.000,-.

#RumahDongeng
#DongengKemanusiaan
#PrayForPalu
#PrayForDonggala

Dongeng untuk Palu dan Donggala

Di hari Senin 1 Oktober 2018 ini kak Safira Devi Amorita beraksi untuk pertama kalinya di TK Khalifah 1 Makassar. Sekolah yang beralamat di Jalan Hertasning Barat 1 No. 1 ini berinisiatif melakukan kegiatan donasi kemanusiaan bagi korban gempa di Donggala dan Palu yang terjadi pada hari Jumat 28 September 2018. Kekuatan gempa yang mencapai 7.4 SR telah menyebabkan tsunami dan ribuan orang menjadi korban.

Rumah Dongeng bekerjasama dengan beberapa lembaga kemanusian antara lain Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Laznas Yatim Mandiri dan PPPA Daarul Quran berinisiatif untuk menggalang donasi dari adik adik di sekolah baik tingkat TK, SD dan SMP.

Alhamdulillah donasi yang dikumpulkan sebesar Rp. 1.125.000 – dari 20 adik adik kecil. Donasi ini akan disalurkan melalui BSMI Sulselbar untuk selanjutnya akan digunakan untuk meringankan beban teman teman kita yang sedang terkena musibah di Palu dan Donggala.

Menanamkan nilai nilai kemanusiaan untuk membantu sesama harus dimulai dari usia dini seperti mereka ini. Di usia yang masih belia, mereka sudah bisa memberikan bantuan bagi sesama manusia. Bukan sesuatu yang mudah ketika harus menjelaskan tentang bencana gempa bumi kepada adik adik kecil. Dan itu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pendongeng.

Terima kasih untuk ibu guru dan kepala sekolah Khalifah 1 Makassar yang telah bersedia menerima tim Rumah Dongeng dan BSMI untuk melaksanakan kegiatan ini di sekolahnya.

Bagi sekolah yang ingin berpartisipasi dalam aksi dongeng kemanusiaan untuk Palu-Donggala silakan menghubungi Tim Rumah Dongeng di nomor 0852 5575 1971

#PrayforPalu
#PrayforDonggala
#DongengKemanusiaan
#RumahDongeng

Sabtu Seru bersama Dongeng Kak Heru

Yang di tangannya ada sampah boleh foto bareng Bona..!

Serentak mereka bergerak mencari sampah kertas yang digunakan untuk alas duduk. Dan hasilnya halaman sekolah langsung bersih dari sampah kertas.

Ternyata Bona bisa menjadi leader bagi mereka. Dongeng Monster Sampah juga membuat mereka membuang sampah ke tempat sampah yang sudah disiapkan.

Selanjutnya kegiatan dongeng berlanjut di SD Inpres Bertingkat Mamajang 3 di jalan Singa Makassar. Tiba di sekolah ini waktu sudah menunjukkan pukul 09:30. Agenda kegiatan selanjutnya adalah di SD Inpres Bertingkat Memajang 3 di Jalan Singa Makassar.

Lapangan sekolah sudah mulai terik. Rasanya tidak mungkin membuat kegiatan di luar ruangan. Pihak sekolah menyarankan dongeng dilaksanakan di selasar sekolah yang berada di lantai 2.