Tag Archives: Kuliah Umum

Sedekah Dongeng dan Kuliah Umum

Sedekah Dongeng di TK Wulele Sangula

Memasuki hari ke-2 Kegiatan Sedekah Dongeng di Kendari ada 2 jenis kegiatan yang dilakukan.  Hari Selasa, 4 April 2017 tim Sedekah Dongeng meluncur ke lokasi pertama. Meskipun pak supir yang membawa kami sempat tersesat karena ternyata dia baru 3 bulan tinggal di Kendari, namun akhirnya kami bisa sampai di TK Wulele Sangula. Sekitar 50 adik adik sudah siap mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Heru. Menurut ibu Rahmi kepala sekolah TK, kegiatan dongeng ini adalah yang pertama dilakukan di sekolahnya.
“Anak anak sangat senang ketika diberitahu kalau ada dongeng hari ini,” ujar beliau dengan penuh semangat.

Adik adik di sekolah ini juga penuh semangat dan antusias. Mereka duduk dengan tertib dengan formasi huruf U di depan sekolahnya. Karpet dan spanduk kegiatan sudah dipasang dengan rapi. Nampak juga beberapa orang tua murid yang ikut mendengarkan dongeng. Keriuhan dan tawa terdengar ketika dongeng dimulai, bahkan ada yang kelihatan tegang ketika srigala mulai muncul dari balik pohon dan siap untuk menerkam si Hita anak ayam hitam. Ketika pulang pun mereka serentak mengikuti mobil yang akan keluar dari sekolahnya.

Sedekah Dongeng di TK Bhayangkari Kendari

Mobil selanjutnya bergerak ke lokasi kedua yang jaraknya cukup jauh. Dilihat dari Google Map jaraknya sekitar 5 km dan 20 menit perjalanan. Tiba di TK Bhayangkari yang berlokasi di Polsek Mataya Kendari  sekitar pukul 10:15, waktu yang saya pikir sudah jam pulang sekolah anak anak TK. Namun ternyata mereka masih menunggu kedatangan tim Sedekah Dongeng. TK Bhayangkari mempunyai sekitar 100 murid yang terdaftar di database sekolah. Sama seperti sekolah sebelumnya, kegiatan dongeng berlangsung dengan meriah dan penuh tawa. Sebuah kotak amal yang diletakkan di depan menjadi rebutan bagi anak anak ketika ibu guru meminta untuk melakukan sedekah bagi BMH Sultra.

Sedekah Dongeng di Pesantren Hidayatullah Kendari

Sekitar pukul 11:00 tim meninggalkan sekolah ini dan selanjutnya menuju ke lokasi yang ketiga di Pesantren Hidayatullah Kendari. Pesantren ini memiliki 3 tingkatan sekolah, mulai dari tingkat SD sampai SMU. Pesantren ini memiliki fasilitas boarding khusus bagi siswinya saja. Kegiatan Sedekah Dongeng dilakukan di dalam mesjid yang terletak di bagian depan sekolah. Di dalam mesjid adik adik sudah duduk dengan formasi U. Murid laki laki duduk di sayap kiri, sedangkan yang perempuan duduk di bagian belakang dan sayap kanan. Biasanya ketika mendongeng saya menggunakan back sound musik sebagai pelengkap dongeng. Namun karena dongengnya di dalam mesjid, back sound musik saya hilangkan dan mendongenglah saya dalam versi konvensional.
Seusai mendongeng, sambil menunggu waktu sholat Dzuhur saya sempat berdiskusi dengan beberapa staf pengajar di pesantren ini mengenai dongeng dan kisah. Saya memberikan pandangan bahwa dalam Al Quran banyak sekali kisah kisah yang bisa disampaikan dengan metode mendongeng. Ada kisah tentang burung ababil dan pasukan gajah. Ada kisah tentang ikan paus yang menelan nabi Yunus dan lain lainnya. Bila disampaikan dengan metode mendongeng, tentu akan memberikan nuansa baru bagi murid murid di pesantren.

Kuliah Umum Dongeng di FKIP UHO Kendari

Pukul 12:30 tim Sedekah Dongeng meninggalkan pesantren Hidayatullah Kendari untuk makan siang dan melanjutkan kegiatan di Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Haluoleo Kendari. Di kampus ini Kak Heru akan menyampaikan Kuliah Umum dengan tema Dongeng Sebagai Inovasi Pendidikan. Ini adalah kampus ketiga yang saya kunjungi untuk memberikan kuliah umum setelah UNM dan UMI di Makassar.

Fakultas ini ternyata adalah salah satu fakultas yang berdiri bersamaan dengan tahun berdirinya Unhalu pada tahun 1981, nama pertama universitas ini sebelum berubah menjadi UHO. Sebuah spanduk terpampang di depan aula FKIP yang bertuliskan “Selamat Datang Peserta Kuliah Umum bersama Puguh Herumawan-Pendongeng Internasional”. Wah bangga rasanya bisa disebut sebagai pendongeng internasional. Mungkin panitia sudah melihat biodata yang saya kirimkan melalui email. Dalam biodata tersebut saya mencantumkan kegiatan dongeng di Gwanju Korea Selatan pada tahun 2015.
Kuliah Umum ini diikuti oleh sekitar 200 peserta. Mereka kebanyakan berasal dari jurusan PAUD dan PGSD. Menurut ibu Sitti Rahmaniar selalu ketua Prodi Jurusan PAUD, mahasiswa di kampusnya belum pernah mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan dongeng. Oleh karena itu ketika Kak Heru menawarkan untuk membuat kuliah umum, maka beliau dengan sangat antusias melaksanakan kegiatan tersebut. Kuliah Umum dimulai tepat pukul 13:30, lagu Indonesia Raya dan Mars PAUD mengawali kegiatan ini. Mendengar lagu mars PAUD, lama kelamaan saya bisa hapal dengan lirik lagunya yang cukup akrab di telinga saya.

Kuliah Umum ini diikuti juga oleh beberapa dosen pengajar di FKIP UHO. Dalam berbagai kesempatan, Kak Heru selaku nara sumber tunggal selalu mengajak peserta kuliah umum untuk memulai dongeng dengan cara membacakan dongeng terlebih dahulu. Ini yang disebut dengan metode Read Aloud atau membaca lantang. Metode ini sangat mudah dilakukan karena pendongeng hanya tinggal membacakan buku di hadapan anak anak. Kak Heru kemudian mengajak beberapa mahasiswa untuk maju ke depan untuk praktek membacakan cerita yang berjudul Timun Mas dari penerbit Erlangga. 5 orang mahasiswi bergantian membacakan cerita ini. Kebanyakan dari mereka masih ada yang malu malu ketika membaca cerita ini, karakter vokalnya juga masih datar dan ada yang terlalu cepat membacanya. Setelah mereka membacanya, saya pun segera memberikan materi tentang teknik membaca yang baik. Bagaimana mengolah tempo,intonasi, diksi adalah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika sedang membacakan cerita. Kuliah Umum diakhiri dengan penyerahan bantuan buku dari penerbit Erlangga untuk melengkapi koleksi perpustakaan FKIP UHO.