Tag Archives: literasi sekolah

Roadshow Gemar Membaca bagi Pelajar se Kabupaten Maros 2018

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros meluncurkan program Roadshow Gemar Membaca bagi Pelajar se Kab. Maros.
Kegiatan yang menyasar ke 14 kecamatan ini secara rutin akan digelar di 7 lokasi yang berbeda setiap bulannya. Tujuan dari peluncuran gerakan gemar membaca ini salah satunya adalah agar minat baca di kalangan pelajar akan menjadi meningkat. Perpustakaan adalah salah satu stake holder yang mampu memberikan pembelajaran melalui buku buku non teks pelajaran sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo B Kantor Bupati Maros, Senin (30/4/2018) secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Maros bersama dengan jajaran dinas perpustakaan Kab. Maros. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Maros tentu merupakan bukti bahwa beliau sangat peduli dengan peningkatan minat baca bagi Pelajar melalui gerakan ini.

“Saya sering bepergian ke luar negeri, disana orang orang sering membawa buku kemanapun mereka pergi. Dan di waktu luang, buku menjadi santapan mereka sehari hari” ujar Drs. H. A. Harmil Mattotorang, MM ketika memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi.

Acara ini dihadiri oleh 140 pelajar tingkat SD dan SMP beserta guru pendamping yang berasal dari Kecamatan Turikale dan Maros Baru. Peserta yang hadir juga mendapat pembekalan materi dari 3 nara sumber yaitu Professor Murni dari UNM yang membawakan materi tentang Minat Baca. Sedangkan DR. Djabar selaku konsultan pendidikan karakter membawakan materi Gerakan Literasi Sekolah. Dalam pemaparan materinya, Prof Murni memberikan tips yang menarik dan singkat tentang bagaimana meningkatkan minat baca bagi anak anak. Kehadiran gadget tentu akan berpengaruh besar terhadap minat baca anak terhadap buku. Namun dengan pembiasaan yang rutin seperti mengajak anak ke toko buku atau perpustakaan, akan bisa merubah ketergantungan anak terhadap gadget.

Sedangkan DR. Djabar memberikan metode yang mudah bagaimana menerapkan budaya literasi di sekolah. Melalui contoh Gerakan Literasi Sekolah yang sudah dilaksanakan di sekolanya, beliau membuka wawasan baru tentang 15 menit membaca sebagai pembiasaan dan pengembangan literasi di dalam kelas. Ruangan kelas akan lebih menarik bila hasil hasil karya literasi anak anak dipajang dan ditata dengan menarik di koridor sekolah.

Tak ketinggalan juga ada aksi dongeng dari Kak Heru dari Rumah Dongeng yang berhasil memikat adik adik yang hadir. Bahkan beberapa anak anak dengan antusias maju ke depan untuk bertanya secara langsung kepada Kak Heru tentang teknik mendongeng yang baik. Dan sebagai hadiah bagi para penanya cilik, ada buku dongeng yang dibagikan oleh Kak Heru.