Tag Archives: lomba bercerita

Dongeng “Jarum” Menjadi Pemenang Lomba Bercerita di Enrekang

Technical Meeting Lomba Bercerita

Salah satu agenda kegiatan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia adalah Lomba Bercerita Tingkat SD yang rutin dilaksnakan setiap tahunnya. Dalam lomba ini setiap propinsi diharuskan mengirimkan satu orang wakil untuk berlomba di Jakarta. Dan wakil propinsi tersebut adalah hasil dari seleksi yang dilakukan secara berjenjang dimulai dari tingkat kabupaten dan tingkat propinsi. Materi lomba bercerita umumnya berupa cerita rakyat setempat. Peserta yang mengikuti lomba ini berasal dari sekolah yang sudah memiliki perpustakaan sekolah.

Salah satu peserta lomba beraksi diatas panggung

Untuk mendapatkan satu wakil di tingkat kabupaten, Dinas Perpustakaan Kabupaten Enrekang juga mengadakan seleksi dalam bentuk Lomba Bercerita Tingkat SD se Kabupaten Enrekang yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2019 bertempat di lantai 2 perpustakaan. Sebanyak 20 peserta yang rata rata duduk di kelas 5 mengikuti kegiatan ini didampingi oleh masing maaing guru pembimbing.

Berfoto bersama dewan juri dan pemenang lomba.

Berbagai macam judul cerita dibawakan dengan apik oleh para perserta lomba. Mulai dari Asal Usul Tanah Duri, Lajana, Sumur Jodoh, Ladana dan Kerbau dibawakan dengan penuh ekspresif dan menarik dalam durasi waktu 10-15 menit untuk setiap peserta. Salah satu peserta dengan nomor urut 19, tampil membawakan sebuah cerita yang berjudul “Jarum”. Cerita ini berkisah tentang seorang bangsawan kaya yang meminjam sebatang jarum dari indo kalobe. Tak lama berselang si bangsawan meninggal dunia karena sakit, dan sang anak lupa menaruh jarum yang dipinjam dari indo kalobe.

Salah satu judul dongeng dari Enrekang

Hal itu dimanfaatkan oleh indo kalobe untuk mengeruk harta dari anak bangsawan. Setiap hari dia menagih jarum yang dipinjamkan. Celakanya si anak tidak mengetahui keberadaan jarum tersebut. Untuk mengganti jarum tersebut, indo kalobe ditawari pengganti berupa 10 ekor kerbau. Tapi indo kalobe tidak mau menerima tawaran itu. Dia tahu harta kekayaan si anak bangsawan sangat banyak. Dia ingin lebih banyak kerbau sebagai pengganti jarumnya. Walaupun sampai ditawari 100 kerbau, namun indo kalobe tidak mau menerimanya. Si anak mulai kebingungan mencari jarum tersebut. Sampai akhirnya dia bermimpi bertemu dengan ibunya. Ketika terbangun si anak segera ingat dimana jarum itu berada.

Lalu apa yang terjadi dengan indo kalobe?

Apakah dia akan mendapatkan 100 ekor kerbau?

Pedoman Lomba Bercerita 2017

Membaca merupakan unsur penting dalam pendidikan, baik bersifat formal maupun non formal yang harus tetap dijaga dan ditingkatkan esensinya melalui berbagai upaya pembinaan dan pengembangan kegemaran membaca.

Undang-undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan BAB XIII pasal 48 (1) Mengisyaratkan bahwa pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui tiga jalur yaitu Keluarga, Satuan Pendidikan dan Masyarakat.

Pembudayaan Kegemaran Membaca ini lebih mudah ditanamkan pada anak sedini mungkin dan berlanjut secara terus menerus. Mewujudkan anak yang mempunyai kegemaran membaca, dapat ditumbuhkan disekolah dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya Perpustakaan yang ada di Perpustakaan Sekolah.

Dalam rangka mengembangkan kegemaran membaca ditingkat SD/MI dan melestarikan budaya daerah serta bersatu dalam aneka cerita rakyat lokal, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Makassar akan melaksanakan Lomba Bercerita Tingkat Kota Makassar

Silakan download pedoman kegiatan tersebut pada link dibawah ini:

PEDOMAN LOMBA BERCERITA 2017-PDF

Tips Mengikuti Lomba Bercerita

Tips Menyiapkan Siswa dalam Lomba Bercerita.

Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh perpustakaan Kota Makassar adalah Lomba Bercerita tingkat SD yg diadakan setiap tahun.
Untuk tahun 2017, pihak panitia menjadwalkan lomba ini pada pertengahan bulan Maret 2017.

Sejak tahun 2011, saya selalu mendampingi beberapa anak anak untuk ikut dalam lomba ini, mulai dari seleksi tingkat Kota sampai ke tingkat nasional di Jakarta.

Maka saya ingin berbagi sedikit ilmu tentang bagaimana mempersiapkan siswa untuk menghadapi lomba mendongeng.

Tips 1
Ikuti Petunjuk Teknis

Carilah dongeng sesuai yang diminta panitia
Dalam lomba tingkat kabupaten, biasanya juknis lomba menentukan cerita harus berupa cerita lokal yang bernafas kedaerahan, maka pilihlah satu atau beberapa cerita rakyat yang terdapat di daerah masing-masing sekolah.

Susahnya, cerita rakyat lokal seringkali tak tertulis dan simpang siur alurnya. Disinilah kreatifitas kita dibutuhkan.

Namun bila panitia hanya menentukan dongeng yang dibawakan harus lokal, tanpa mengikut sertakan syarat dongeng bernafas kedaerahan, itu maknanya dongeng dari daerah manapun di Indonesia boleh diangkat. Googling?

Silakan. Namun hati-hati, sebuah cerita terkenal tak menjamin menarik untuk dibawakan. Sebuah dongeng akan jadi menarik bila terdapat cukup dialog dan konflik di dalamnya.

Dialog dan konflik sangat diperlukan untuk mengeksplorasi kemampuan siswa dalam membawakan cerita.
Beberapa jenis lomba, seperti FLS2N (Festival Lomba SeniSiswa Nasional) menuntut peserta untuk mampu membawakan dua dongeng sekaligus, satu lokal dan satu internasional.

Pilihlah dongeng yang cukup mudah dibawakan namun tak mengurangi nilai estetik maupun bobot kualitasnya agar siswa tak merasa kesulitan ketika menghafalkan dongeng tersebut.

Tips 2
Sadur dengan Cerdas

Kebanyakan dongeng yang ada di Indonesia masih dalam tataran lisan. Sehingga perlu sebuah kemampuan tersendiri untuk menyusun sebuah cerita lisan menjadi sebuah tulisan yang menarik.

Bila menyasar sebuah dongeng dari buku atau internet, langkah berikutnya adalah merubah dongeng tersebut cerita yang sederhana dan mudah dimengerti oleh si pendongeng dan menarik didengar oleh penonton atau juri.

Tips 3
Perhatikan Durasi

Durasi dongeng dalam lomba biasanya berkisar antara 6–8 menit untuk seleksi awal dan 15-20 menit untuk babak grand final.

Durasi ini sudah termasuk prolog dan epilog. Maka pilihlah dongeng yang cukup singkat namun menarik. Lebih baik membuat sebuah dongeng yang singkat dan memberi cukup waktu untuk siswa mengimprovisasi cerita dengan gerakan dan peragaan, menggunakan jeda yang cukup, daripada sebuah dongeng panjang yang pada akhirnya susah untuk dieksplorasi karena dikejar durasi.

Tips 4
Tekankan pada Dialog

Mendongeng bukan berpidato, sebuah dongeng yang baik memiliki dialog agar menarik. Perubahan suara pendongeng menjadi daya tarik tersendiri bagi pemirsa.

Karena itu, pandai-pandailah membuat dialog yang menarik dan menuntut perubahan suara, mimik, dan menuntut pendongeng untuk banyak bergerak memperagakan isi dongeng.

Ciptakan konflik dalam dialog. Pilih konflik yang menggelegar dan menuntut pendongeng untuk mengubah mimik dan suara dalam hitungan detik. Dengan begitu siswa akan terpacu untuk lebih mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam berdongeng.

Tips 5
Buatlah Prolog dan Epilog yang Ceria dan Menarik

Sesuaikan dengan usia siswa. Usia SD sederajat adalah usia dimana keceriaan menjadi daya tarik tersendiri. Seorang siswa yang membawakan prolog dan epilog yang baik dan ceria dapat memperoleh perhatian ekstra dari penonton dan juri.
Di sinilah seorang guru dituntut untuk dapat menyusun proplog dan epilog yang menarik.

Tips 6
Siapkan Siswa
Silakan Mengeksplorasi kemampuan atau membiarkan siswa menyusun sendiri dongeng yang akan dibawakan.
Sah-sah saja.

Justru sangat baik dan sangat dianjurkan, selain melatih kreativititas siswa, membantu mereka untuk cepat hafal karena teks adalah hasil susunan sendiri, juga sangat meringankan tugas kita.

Namun lagi-lagi, tak boleh lantas duduk diam menyerahkan segalanya pada mereka, peran guru sebagai editor teks dan pengarah gaya masih sangat dibutuhkan.
Bebaskan siswa untuk berekspresi dan bereksplorasi, sebebas mungkin.

Biarkan mereka menjadi aktor, eksekutor dongeng yang mereka bawakan. Pengarahan hanya dibutuhkan bila ada yang kurang, tak boleh mengurangi yang lebih.

Tips 8
Jadilah Pengarah Gaya yang Baik

Akan jadi sangat sangat lucu bila kita menuntut siswa untuk melakukan ini dan itu namun tak mau atau enggan memberi contoh.

Berikan contoh bila memang diperlukan. Ingat: “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Di Depan Menjadi Panutan.” Seorang guru tak boleh mengajar bila tak bisa mempraktekkan apa yang diajar. Itu hukum pasti.

Tips 9
Pujilah, Maka Kita Akan Dapatkan Lebih

Sifat dasar anak-anak adalah cenderung berbuat lebih bila dipuji. Overacting? Sah-sah saja.

Pujilah, maka kita akan mendapati mereka lebih mengeksplorasi diri. Jangan sekali-kali merendahkan. Bila ada yang kurang, sampaikan dengan bahasa kritik yang membangun, mendorong mereka untuk berbuat lebih. Jangan sampaikan kritik dengan nada mengejek, apalagi mem-bully.

Tips 10
Jangan Pelit.

Jangan lupa beri snack saat latihan agar mereka lebih besemangat dan beri penghargaan setelah lomba walau mereka tak dapat juara. Hargai prosesnya, jangan hanya menekankan hasilnya.

Tips 11
Siapkan Properti
Properti untuk lomba sangat penting. Seringkali tak mempengaruhi penilaian sih, namun bisa mempermudah pembawaan dongeng. Kostum, alat-alat, boneka atau boneka tangan bila perlu.

Jangan lupa juga arahkan siswa bagaimana untuk menggunakannya dengan maksimal.

Demikian beberapa tips dari Kak Heru. Semoga bermanfaat bagi kita.