Tag Archives: manipi

Kabut di Manipi, Dongeng di Ketinggian 800 DPL

Kabut di Manipi Sinjai Barat

Kabut pagi menyambut kedatangan tim Sedekah Dongeng dan Laznas Yatim Mandiri Maros di sekolah ini.

Perlu waktu hampir 2 jam untuk menuju ke SDN 87 Manipi Kecamatan Sinjai Barat. Jalanan yang berkelok dan sempit sungguh sangat menantang bagi kami berlima, terutama bagi Muhal sang driver kami. Tangannya cukup lihai dibelakang setir mobil Inova hitam berbelok kiri dan kanan menyesuaikan dengan tikungan yang semakin banyak. Dalam roadshow dongeng ini komposisi tim ada 5 orang. Saya selaku pendongeng, Sule dan Heri dari Laznas Yatim Mandiri Maros, Kak Yani dari Rumah Dongeng Chapter Sinjai dan Mual sang driver yang masih berstatus anak kuliah di UIN Makassar. Tajamnya tikungan membuat Heri, salah satu staf Yatim Mandiri sempat muntah dan mabuk darat. Melihat ada yang mabuk dan muntah pas dibelakangnya, sang driver malah ikut ikutan mual.

Suasana dalam mobil, ada yang muntah dan serius pegang besi

“Pantesan namamu Muhal, lihat orang mual malah kau yang jadi mual..!”, kataku sambil tertawa. Sule dan Kak Yani ikutan tertawa.

“Ai… Heri mati di T”, tak mau kalah Kak Yani menimpali. T itu tikungan.

“Tinggal 2 tikungan lagi sudah sampai di sekolah”, hibur kak Yani pada Heri yang nampaknya makin pucat saja. Tangannya terus memegang plastik hitam yang penuh dengan muntahan dari dalam perutnya.

Perjalanan semakin dekat ke lokasi dongeng. Namun kami dihadang oleh kemacetan di pasar Arabika mengakibatkan perjalanan sedikit terlambat.
Di hari hari tertentu pasar di Manipi baru ramai dengan hari pasar. Ada 3 pasar yang kami lewati sepanjang perjalanan ini. Masing masing pasar memiliki hari tertentu untuk hari pasar. Mobil para pembeli dan penjual diparkir berjejer di tepi jalan. Jalan yang sempit semakin membuat kemacetan semakin parah karena tidak ada tukang parkir di pasar ini.

Sebuah mushala sekolah yang berada di dalam sekolah kami gunakan untuk menampung siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Untuk menertibkan ratusan siswa ini, tim segera mengatur tempat duduk dengan menempatkan adik adik kelas 1 dan 2 dibagian depan.

Hasil dari kegiatan sedekah dongeng berjumlah Rp. 1.485.000,-. Donasi ini akan digunakan untuk pembangunan salah satu ruangan kelas di sekolah di Sinjai Barat.

SD Negeri 136 Hulo

Setelah menyelesaikan satu sessi dongeng di SDN 87 Manipi, tim Sedekah Dongeng selanjutnya menuju ke lokasi kedua yang jaraknya tak jauh dari sekolah pertama. Hanya sekitar 1 km perjalanan ke SDN 136 Hulo.
Suasana halaman sekolah masih sepi. Saya pikir para siswa sudah pulang. Namun salah satu guru yang menemui saya mengatakan bahwa siswa pulang pukul 12:45 WITA.

Beberapa siswa tampak mengintip dari pintu kelasnya sembari berbisik bisik. Mereka nampaknya penasaran..!

“Eh.. datang pendongengnya..!”, terdengar teriakan dari siswa kelas 1.

Saya hanya tersenyum. Mungkin gurunya sudah menyampaikan tentang dongeng di sekolah ini. Dan dari penyampaian ibu guru bahwa memang siswanya belum pernah mendengarkan dongeng.

Setelah menikmati kue dan kopi hangat di ruangan guru, Kak Yani salah satu relawan dari Rumah Dongeng Sinjai segera bergegas mengatur ruangan dan anak anak. Ditemani oleh Kak Sule, mereka berdua mengatur sebuah ruangan yang biasanya digunakan sebagai aula mini untuk berbagai kegiatan. Sedangkan saya masih bercengkrama dengan ibu guru yang wajahnya nampak menyiratkan sebuah kekuatiran. Ternyata kekuatiran dari beliau adalah tentang masalah jumlah sedekah yang akan dibawa oleh siswanya.

“Yang penting dalam kegiatan ini adalah keutamaan sedekah melalui dongeng. Berapapun yang anak anak berikan pada Laznas Yatim Mandiri adalah keiklasan dari mereka”, ungkap saya yang membuat wajah beliau mulai bisa tersenyum.

Ikhlas dalam memberi adalah niat yang paling utama. Allah SWT menjanjikan bahwa sedekah yang diberikan kepada yatim dhuafa akan menjadikannya sebagai payung nanti di Padang Mahsyar. Ketika milyaran manusia menunggu pengadilan, matahari di padang Mahsyar begitu dekat dengan kepala manusia.

“Insya Allah, sedekah yang kalian bawa hari ini akan menjadi payung kalian di hari dimana semua manusia dikumpulkan oleh Allah untuk ditimbang amal baik dan amal buruk.” ungkap Kak Heru di akhir dongeng.

#sedekahdongeng
#rumahdongeng
#yatimmandiri
#storytelling
#roadshowDongengSinjaiBarat