Tag Archives: Milad Yatim Mandiri

24 Tahun Yatim Mandiri || Berkarya dan Peduli

Salah satu rangkaian kegiatan 24 tahun keberadaan Yatim Mandiri adalah Roadshow Sedekah Dongeng di Maros dan Makassar. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 5 – 7 April 2018 di Kabupaten Maros, sekolah sekolah tersebut antara lain adalah SDN 15 Jawi – Jawi, SDN 1 Pakalu, SDN 12 Pakalli, SDN 213 Sanggalea, SDN 21 Sanggalea.

Sedekah Dongeng di SD 15 Jawi Jawi

Dalam kegiatan ini, adik adik mengumpulkan sedekah yang nantinya akan kembali disalurkan untuk bantuan beasiswa pendidikan bagi teman temannya sendiri. Pun juga ada mendengarkan kisah kisah Islami yang dibawakan oleh Kak Heru dari Rumah Dongeng ID.

Sedekah Dongeng di SDN 213 Sanggalea

Sedangkan pada hari Sabtu 7 April 2018 kunjungan tim Sedekah Dongeng adalah ke SDN 213 Sanggalea Maros. Sekitar 400 adik adik nampak asyik menikmati dongeng. Selain itu ada juga penyerahan bantuan beasiswa kepada anak didik yang kurang mampu di sekolah ini.

Dengan mengambil Tema “24 tahun Berkarya dan Peduli”, Yatim Mandiri ingin menjadikan pendidikan sebagai jalan ikhtiar, merubah nasib ribuan anak anak bangsa ini dengan doa dan usaha serta membersamai ribuan anak yatim dhuafa di seluruh Indonesia.

Terima kasih kepada seluruh donatur kegiatan Sedekah Dongeng yang hari ini berasal dari tangan tangan kecil yang mau membantu sesama teman kecil lainnya. Berapapun sedekah yang kalian berikan bila dilandasi dengan keikhlasan maka Allah SWT akan menjawab segala doa dan keinginan kita semua.

Berikut video salah satu kegiatan Sedekah Dongeng di Maros :

Pasukan Ababil di Milad Yatim Mandiri

Milad ke-23 Yatim Mandiri

Ada yang menarik ketika hari Minggu 26 Maret 2017 saya diundang oleh panitia Milad ke-23 Yatim Mandiri Maros. Sebuah tema yang lain untuk sebuah lembaga zakat yang sudah berusia dua dasawarsa. Tema yang diangkat adalah tema tentang kesehatan, sehingga ditengah kegiatan ini ada presentasi tentang Pola Hidup Sehat dari Kepala Puskemas Bantimurung. Selain itu, nampak ratusan polisi dan tentara yang hadir untuk menyumbangkan darah dalam kegiatan donor darah.

Sebanyak kurang lebih 50 anak anak binaan dari Yatim Mandiri Maros sudah hadir di Pendopo Bupati Maros yang menjadi tempat pelaksanaan milad. Nampak pula ada beberapa karya buatan adik adik yang dipajang di dalam ruangan acara. Salah satunya adalah ice cream yang terbuat dari pare. Setahu saya buah pare rasanya pahit, namun di bawah bimbingan Yatim Mandiri, buah ini diolah menjadi ice cream yang sangat enak.

Menurut Bunda Rini selalu pimpinan cabang Yatim Mandiri Maros, anak anak tidak hanya diberikan sumbangan dalam bentuk uang saja namun juga bimbingan agar mereka bisa menghasilkan sebuah karya nyata yang bisa dilihat dan dipamerkan kepada umum.

Dan saatnya mendengarkan dongeng…!

Kisah yang dibawakan oleh Kak Heru berjudul Skuadron Pasukan Apabila. Kisah ini diambil dari Surah Al Foil yang menceritakan bagaimana pasukan gajah dihancurkan oleh sekawanan burung burung yang membawa batu sijjil.