Tag Archives: Ngobrol Publik

Ngopi di Fort Rotterdam bareng KPK

Ngobrol Publik di Pesta Pendidikan

Ajakan dari Kang Sandri untuk Ngopi bareng di salah satu sudut bangunan Benteng Rotterdam membuat saya bergegas melangkah ke tempatnya. Rasa kantuk pagi masih terasa di kepala, hasil begadang seusai melaksanakan Workshop Mendongeng Kreatif KPK di hari sebelumnya. Mungkin dengan segelas kopi akan membuat semangatku bangkit lagi.
Bertempat di belakang Gedung D Museum Lagaligo Makassar, kegiatan Ngopi yang nggak pakai kopi sudah siap berlangsung. Ah… ternyata Kang Sandri pandai selalu membuat frase singkatan nama. Ngopi pagi ini ternyata adalah Ngobrol Pengalaman Inspiratif. Salah satu kegiatan Ngobrol Publik di Pesta Pendidikan 2017.
Ternyata di area belakang museum ada sebuah taman kecil yang letaknya cukup tersembunyi dari keramaian acara Pesta Pendidikan. Di tengah taman ada sebuah replika perahu yang ukurannya cukup besar. Perahunya adalah ciri khas bentuk tradisional nelayan Makassar dan dicat warna putih tanpa menorehkan nama di dindingnya. Pengunjung boleh berfoto di atas perahu atau hanya sekedar nampang di depannya.

Kegiatan Ngopi ini dimoderasi oleh Kang Sandri menghadirkan 3 nara sumber, mereka adalah Kak Heru dari Rumah Dongeng Indonesia, Kak Karin dari Elmuloka Bandung dan Kak Rona Mentari dari Rumah Dongeng Mentari Yogyakarta. Di deretan pengunjung sudah hadir peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dan tentu saja mereka adalah orang orang yang peduli dengan Dongeng. Tema obrolan memang sangat keren dan sedikit bombastis, terpampang di dinding museum kalimat Membangun Karakter Anak Berani Jujur Dengan Dongeng.
Kang Sandri mengawali acara dengan memutarkan video profil ketiga nara sumber. Nampak sebuah tayangan bergerak yang menampilkan Rona Mentari yang nampak piawai dalam memainkan gitar okulele sambil mendongeng di depan anak anak. Rona Mentari hanya bisa tertawa saat mengisahkan masa kecilnya. Sebagai tukang dongeng, dirinya sama sekali tak menyangka jadi jagoan ngomong di mana-mana, di hadapan banyak orang pula.

“Dulu aku itu penakut. Saking penakut aku pernah ngompol karena digertak atau dibentak,” ujar Rona terbahak ketika Kang Sandri bertanya tentang alasannya menjadi pendongeng.

Sedangkan Kak Karin mengungkap bahwa tugasnya sebagai pustakawan di Elmuloka membuat dirinya berkeinginan untuk menjadi pendongeng. “Mungkin karena tuntutan tugas yang membuat saya ingin menjadi pendongeng.” Dari namanya, Elmuloka yang berasal dari bahasa Sunda, yang berarti tempatnya ilmu pengetahuan.
Sedangkan Kak Heru mengungkapkan alasan yang cukup mengejutkan ketika ditanya alasan menjadi pendongeng.
“Itu adalah sebuah kecelakaan!”, ujar ayah dari Safira seorang pendongeng remaja yang telah berkiprah di tingkat internasional.
“Tugas saya hanya mendampingi Safira ketika dia mendongeng. Nah suatu saat ketika Safira diundang mendongeng, tiba tiba dia berhalangan hadir. Pihak panitia menunjuk saya untuk menggantikan Safira. Mereka pikir, kalo anaknya jago dongeng pasti ayahnya lebih jago”.
Dan itulah untuk pertama kalinya Kak Heru tampil mendongeng di depan anak anak.
Di depan sekitar 40 peserta diskusi, Kang Sandri juga menjelaskan bahwa dukungan pencegahan korupsi menjadi salah satu prioritas KPK. Melalui berbagai komunitas dongeng hingga sekarang KPK sudah membuat kanal khusus untuk dongeng Anti Korupsi yang bisa diakses di http://kanal.kpk.go.id.
“Silakan mengunjungi kanal tersebut. Banyak dongeng yang bisa dilihat dan didownload bagi guru yang ingin belajar mendongeng”, ungkap Kang Sandri.
Saat ini kanal KPK sudah banyak diisi berbagai macam dongeng yang bertema Jujur Berani dan Hebat dari berbagai komunitas yang ada di Indonesia.

Sedangkan Kak Rona mengajak semua peserta untuk mulai mendongeng.
“Semua orang bisa mendongeng. Karena mendongeng itu mudah.
Kepercayaan diri juga akan terbentuk melalui dongeng,” ujarnya. “Kalau enggak percaya diri, orang akan susah berkembang.” Dongeng menurut dia membuka banyak jalan menjadi orang yang tidak takut untuk belajar apapun”.

Sedangkan Kak Karin mengungkap hal yang sama. “Saya tak pandai mendongeng seperti gayanya Kak Rona atau Kak Heru. Ketika mendongeng saya biasanya membuat sebuah karya dari bahan bahan yang mudah didapat, seperti kertas koran atau karton yang bisa menjadi media dongeng.Jadi mendongeng bisa dengan berbagai cara”. Ketika workshop mendongeng kreatif yang dilaksanakan sehari sebelumnya, penampilan Kak Karin menggunakan media kertas yang di rubah menjadi baju pelampung yang digunakan untuk menolong seorang anak yang jatuh ke laut.
Lain halnya dengan Kak Heru yang selalu membawa boneka ketika mendongeng. Nama bonekanya adalah Bona yang berasal dari Bahasa Sangsekerta yang berarti Si Pembawa Pesan.
“Bona adalah sang ‘Messenger’ yang selalu membawa pesan pesan menarik untuk anak anak,”. Meskipun pesan yang dibawakan Bona kadang agak nakal namun tetap ada pesan rahasia di dalamnya.

Di akhir acara yang berlangsung selir 45 menit, Kang Sandri memaparkan sebuah rencana untuk membuat kegiatan untuk para pendongeng.
“KPK juga akan memprogramkan kegiatan Jambore Pendongeng Nusantara yang akan dilaksanakan tahun depan. Tempatnya bisa jadi di Makassar”, ujar moderator yang ternyata ingin menjadi pendongeng di akhir acara Ngopi.