Tag Archives: pendongeng makassar

Boneka Tua

Dalam sebuah kotak tua, Beruang tua duduk kesepian. Tubuhnya berdebu, matanya hilang satu… Tidak berapa lama, kotak tua dibuka.

“Heei, kuda… akhirnya kamu juga disini…”seru Beruang tua.

Kuda nampak sedih.

“Aku masuk kotak ini, karena Dea punya boneka kelinci baru.” Beruang tua tertawa.

“Kubilang juga apa, jangan terlalu bangga disayang Dea.”

Kotak tua gelap gulita. Namun kuda melihat penghuni yang lain.

“Hei, apakah itu boneka Noni?” tanya kuda.

“Betul, boneka Noni tidak bisa bicara lagi. Batere nya habis!” gerutu Beruang Tua.

Kotak tua kembali sunyi, hingga pagi datang. Gelak tawa Dea terdengar sayup sayup. Ia senang dengan boneka kelinci baru. Sementara itu, mainan lama di kotak tua dilupakan begitu saja.

Pada suatu hari, Dea tidak terdengar suaranya.

“Mengapa Dea tidak terdengar suaranya?” bisik Beruang Tua.

“Sebetulnya sudah 1 minggu sepi dari suara Dea…” gerutu Kuda. Boneka Noni menganggukan kepala, wajahnya khawatir.

Kuda pelan keluar dari kotak tua. Sunyi sepi….

Beruang Tua mengikuti dari belakang. Boneka Noni tidak mau kalah…

Mereka bertiga berjalan menuju kamar Dea.

Dea tertidur ditempat tidur. Wajahnya pucat.

“Banyak sekali obat yang harus diminum Dea.” Bisik Beruang Tua.

“Berarti, dia sakit sekali…”kata Kuda. Boneka Noni wajahnya nampak sedih.

“Ayo Noni, kita kembali ke kotak…” ajak Beruang Tua. Noni menggelengkan kepala. Kuda menarik tangan Noni, namun Noni berpegang pada kaki tempat tidur. Tempat tidur bergoyang keras, dan Dea terbangun.

“Hei, mainan lama ku…” Dea takjub melihat 3 mainan tuanya di pinggir tempat tidurnya. Mama masuk kamar, dan kaget melihat Dea bermain dengan mainan tua.

Dea minta batere untuk Noni. Beruang Tua dijahit kembali matanya. Kuda dilap dengan lap basah. Mereka bertiga nampak kinclong lagi!

“Mana boneka kelinci barumu, Dea?” tanya Boneka Noni.

“Boneka kelinci tidak mau main dengan aku, karena aku flu…” jawab Dea sedih.

Beruang & Kuda saling pandang. “Dea, kami akan selalu setia dengan kamu. Sehat ataupun sakit…” seru Beruang.

“Ooo… aku sayang sama mainan lama ku… Tetap disini, dan jangan kembali ke kotak tua ya?” jawab Dea. Ia kembali menaruh Boneka Noni, Beruang Tua dan Kuda dirak mainannya yang bersih dan tidak jauh dari tempat tidurnya.

Salam Dongeng
Kak Heru – 0852 5575 1971

Silakan follow akun media sosial dibawah ini :
IG : RumahDongeng
FB Fan Page : RumahDongengID
www.rumahdongeng.id

Panggilan ke Takalar : Ma’udu Lompoa

Perayaan Ma’udu Lompoa di Takalar (Foto Tribun Timur)

Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar perayaan Ma’udu Lompoa di Desa Cikoang, Kec. Manggarabombang, Kab. Takalar, Kamis (6/12/2018). Bagi yang masih asing dengan istilah Ma’udu Lompoa, artinya kurang lebih adalah Maulid Besar. Kegiatan ini adalah rangkain peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan setiap tahunnya di desa ini. Biasanya dalam acara ini ada berbagai perahu hiasan yang berisi telur dan makanan songkolo’ atau ketan hitam.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di TK Andika Takalar

Hanya saja Kak Heru kali ini bukan diundang ke Desa Cikoang Takalar, tetapi ke TK Andika miliknya bunda Sumiati Madeali di Jalan Pramuka 1 Takalar. Di sekolah ini turut juga diadakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang tak kalah seru dong dengan perayaan Maudu Lompoa di Cikoang.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di TK Andika Takalar

Di halaman belakang rumah yang dijadikan sebagai sekolah, pagi ini sudah berdatangan adik adik sangat bersemangat. Hari sebelumnya ibu guru sudah mengumunkan bahwa hari ini mereka akan mendengarkan kisah Muhammad semasa masih kecil di sekolahnya. Ini adalah kunjungan pertama saya ke sekolah ini, walaupun sudah beberapa kali mengunjungi Takalar untuk kegiatan dongeng tahun lalu.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di TK Andika Takalar

Hampir semua murid sudah datang sewaktu saya tiba di sekolah ini. Kebanyakan dari mereka sepertinya belum mengenal saya. Hanya ibu Sumiati, kepala sekolah TK yang sudah mengenal saya ketika beliau ikut workshop dongeng bersama KPK tahub 2017 di Makassar. Setelah semua peralatan sound system terpasang dengan rapi, saya mulai menyapa adik adik kecil ini. Sapaan saya dibalas dengan begitu bersemangat dan tak sabar untuk mendengar dongeng pagi ini.

Dahulu kala, hiduplah seorang pemuda yang gagah perkasa. Badannya tinggi besar, wajahnya bersinar terang dan sangat ramah. Namanya adalah Abdullah…….

Itulah awal mula kisah tentang Muhammad sewaktu kecil hari ini.

4 lokasi Dongeng dalam sehari

Sabtu ini, 24 Nopember 2018 agenda kegiatan dongeng sangat padat. Ada 4 titik yang harus saya kunjungi. Satu titik di Kabupaten Pangkep terpaksa saya batalkan karena faktor jarak dan waktu yang sangat mepet. Setelah saya perhitungan dengan seksama dengan melihat lokasi ke-4 titik tersebut, maka saya mulai mengatur satu persatu titik kunjungan mana yang harus pertama kali didatangi.

1. SDS Nasional Jln Ratulangi Makassar.

Kegiatan Sedekah Dongeng di SD Nasional Makassar

Sekitar tahun 1999 saya pernah menjadi pengajar komputer di SMP Nasional. Kala itu mengajar Lotus dan Wordstar. Bagi pengguna awal komputer, kedua program itu sangat familiar dan dikenal sebagai software pengolah data dan kata. Sistem operasinya juga masih menggunakan DOS versi 6.0.

Kegiatan Sedekah Dongeng di SD Nasional Makassar

Dan hari ini saya hadir kembali di sekolah ini dengan profesi sebagai pendongeng. Antusias anak anak disini luar biasa ketika mendengarkan dongeng. Usai mendongeng, saya dihampiri oleh Bapak Kepala yayasan yang sedari awal turut mendengarkan dongeng yang saya bawakan. Beliau dulu juga sering mendongeng untuk anak anak.
Dari hasil bincang bincang kecil, beliau mengajak saya untuk membuat sedekah dongeng secara rutin di sekolahnya.

2. TK Masita Jalan Muhajirin Malengkeri Makassar

Kegiatan Sedekah Dongeng di TK Masita Makassar

Lokasi kedua seharusnya bertempat di SAIK ( Sekolah Alam Insan Kamil) Gowa. Namun karena ada beberapa tamu undangan yang masih harus ditunggu, saya memutuskan untuk menunda dongeng di sekolah ini. Kepada panitia saya berjanji akan datang pukul 13:00 WITA.

Selanjutnya saya ditemani oleh Joharni menuju ke TK Masita di Jln. Muhajirin Malengkeri Makassar.
Ibu Een, Kepala sekolah TK Masita sekaligus ketua IGTKI Makassar secara khusus meminta Kak Heru untuk datang di acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan Sedekah Dongeng di TK Masita Makassar

Acara ini turut juga dihadiri oleh orang tua terutama ibu ibu yang juga ikut mendengarkan dongeng Islami tentang masa kecil Muhammad ketika diasuh oleh Halimah, ibu susunya.

3. SD Inpres Maccini Sombala 1

Kegiatan Sedekah Dongeng di SD Inpres Maccini Sombala 1 Makassar

Setelah menyelesaikan misi dongeng di TK Masita, mbah Google Maps menyarankan kepada saya untuk bergerak ke lokasi 3 di SD Inpres Maccini Sombala di Jln. Abdul Kadir Makassar. Kalo tidak salah sekitar 4 tahun lalu saya biasa diundang oleh Ibu Neneng untuk mendongeng di sekolah ini. Semenjak ada pergantian kepala sekolah, saya sudah jarang ke sekolah ini. Beberapa murid masih mengenal wajah saya ketika saya masuk di ruangan guru.

Dan yang selalu ditanyakan oleh anak anak adalah “Kak, mana Bona?”.

Kegiatan Sedekah Dongeng di SD Inpres Maccini Sombala 1 Makassar

Donasi yang dikumpulkan dalam kegiatan sedekah dongeng ini berjumlah Rp. 2.127.000,- yang selanjutnya disalurkan kepada Laznas Yatim Mandiri .

4. Sekolah Alam Insan Kamil Gowa

Rasanya sangat pas ketika tepat pukul 11:00 ketika saya tiba di kantor Laznas Yatim Mandiri Makassar di Jalan Andi Tonro. Oleh oleh kue dan telur maulid hasil kegiatan dongeng di TK Masita kami nikmati bersama sama. Ada Linda ibu admin sekaligus keuangan yang nampaknya sudah lapar berat.

Ada juga Feby, salah satu mahasiswi UIN yang barusan pulang dari lokasi KKN di Malino Gowa. Kelihatannya Feby agak kurusan sedikit walau baru seminggu di lokasi KKN yang lokasinya diatas Malino. Wajar saja kalo siang ini Feby langsung makan songkolo plus serundeng sepiring penuh…

Setelah menikmati sedikit makan siang ala maulid, saya segera bergegas menuju lokasi ke-4 kegiatan Sedekah Dongeng di Sekolah Alam Insan Kamil di Gowa. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya bahwa kegiatan di sekolah ini diundurkan waktunya ke pukul 13:00 WITA.

Kegiatan Sedekah Dongeng di Sekolah Alam Insan Kamil

Hari ini di halaman Sekolah Alam Insan Kamil sedang diadakan Open House dengan beragam lomba dan kegiatan. Ada lomba menggambar, mewarnai, futsal dan berbagai lomba lainnya dilaksanakan di lapangan sekolah. Beberapa sekolah yang berada di sekitar sekolah ini turut juga diundang untuk menyemarakkan acara Open House.

Kegiatan Sedekah Dongeng di Sekolah Alam Insan Kamil

Kegiatan Sedekah Dongeng sudah dua kali diadakan di tempat ini, dan hari ini dongengnya juga ditonton oleh para peserta lomba yang sudah selesai mengikuti kegiatan lomba. Tak ketinggalan orang tua juga turut mendengarkan dongeng sembari menemani anaknya yang sedang mengikuti kegiatan.

Jadwal Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Sulteng

(Update per tanggal 28 Oktober 2018)

Jadwal Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Palu dan Donggala periode Oktober – Nopember 2018.

(Update per tanggal 28 Oktober 2018)

Selasa, 30 Oktober 2018
1. Roadshow bersama Perpustakaan Kab Maros di Kecamatan Bantimurung Maros pukul 09:00-12:00

Rabu, 31 Oktober 2018
1. SD Inpres bertingkat Malengkeri 1 pukul 08:00-09:00

Kamis, 1 Nopember 2018
1. SDN 52 Panasakkang Maros pukul 08:00-09:00
2. SDN Sudirman Kariango Maros pukul 09:00-10:00

Jumat, 2 Nopember 2018
1. SD Kalukuang 1,2,3,4 Makassar pukul 07:30-08:30
2. TK Pertiwi Maros pukul 08:30-09:30
3. SD Negeri 111 Maros pukul 10:00-11:00

Sabtu, 3 Nopember 2018
1. TK Angkasa Pura Maros pukul 08:00-09:00
2. SD Mattoanging 2 pukul 08:00-09:00
3. SDN 57 Bulu Bulu Mandai pukul 09:00-10:00
4. SD Inpres Kariango pukul 09:30-10:30
5. Event PDGI Pangkep pukul 11:00-12:00

Minggu, 4 Nopember 2018
1. Aula Lappae Sinjai pukul 08:30-09:30
2. Aula Mamnanti Sinjai pukul 10:00-11:00
3. Kampung KB Kalobba Sinjai pukul 16:00-17:00

Senin, 5 Nopember 2018
1. Roadshow Sinjai hari 2
2. SDN Cendrawasih Makassar pukul 08:00-09:00

Selasa, 6 Nopember 2018
1. SMP 6 Makassar pukul 08:00-09:00
2. SD Negeri 48 Lappae Sinjai pukul 07:30-08:30

Rabu, 7 Nopember 2018
1. SDN 96 Mannanti Sinjai pukul 07:30-08:30
2. SDN 111 Mannanti Sinjai pukul 09:15 -10:15

Kamis, 8 Nopember 2018
1. Roadshow Sinjai hari 5
2.

Jumat, 9 Nopember 2018
1. Roadshow Sinjai hari 6
2.

Sabtu, 10 Nopember 2018
1. SDN Cendrawasih 1 pukul 08:00-09:00
2. SDN Lanto Makassar pukul 10:00-11:00
3. Dalton Hotel pukul 16:00-17:00

Minggu, 11 Nopember 2018
1.
2.

Senin, 12 Nopember 2018
1. SDN Mattoangin 1 Mks pukul 08:00-09:00
2.

Selasa, 13 Nopember 2018
1.
2.

Rabu, 14 Nopember 2018
1.
2.

Kamis, 15 Nopember 2018
1.
2.

Jumat , 16 Nopember 2018
1.
2.

Sabtu, 17 Nopember 2018
1. Festival Luwuk Mendongeng di Luwuk Banggai Sultra pukul 08:00 – 12:00

Minggu, 18 Nopember 2018
1. Lomba Kisah Islami di M Regency Hotel pukul 09:00-12:00

Senin, 19 Nopember 2018
1.
2.

Selasa, 20 Nopember 2018
1. SDN Inpres Hartaco Indah pukul 09:00-0:00
2.

Rabu, 21 Nopember 2018
1. TK Andiya Makassar pukul 08:00-09:00
2.

Kamis, 22 Nopember 2018
1.
2.

Jumat, 23 Nopember 2018
1.
2.

Sabtu, 24 Nopember 2018
1. SD Nasional Makassar pukul 08:00-09:00
2. SDIT Darusalam Palopo pukul 09:00-10:00

Minggu, 25 Nopember 2018
1.
2.

Senin, 26 Nopember 2018
1.
2.

Selasa, 27 Nopember 2018
1.
2.

Rabu, 28 Nopember 2018
1.
2.

Kamis, 29 Nopember 2018
1.
2.

Jumat, 30 Nopember 2018
1.
2.

Bagi sekolah yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk mendaftarkan diri dengan format sebagai berikut :

#Dongeng#NamaSekolah#AlamatSekolah

Kirim ke : 0852 5575 1971

Siapkan infaq terbaik untuk Palu dan Donggala..!

Mari sama-sama bantu do’a dan uluran tangan kita untuk membantu meringankan beban saudara saudara kita yang sedang terkena bencana.

Dokumentasi kegiatan silakan mampir di : www.rumahdongeng.id

IG : @RumahDongeng
FB : Rumah Dongeng ID
WA : 0852 5575 1971

#SedekahDongeng
#AksiDongengKemanusiaan
#PrayForPaluDonggala

Bisa Nggak Saingan Sama Bona?

Ada yang seru di kegiatan dongeng hari ini. Seperti biasanya hari Sabtu, 6 Oktober 2018 ada beberapa lokasi dongeng yang harus dikunjungi oleh tim Rumah Dongeng. Lokasi tersebut antara lain SD Negeri Mamajang 3, SD Hati Kudus dan SD Negeri 18 Pangkep. Karena jadwal di 2 sekolah pertama bersamaan waktunya, saya meminta kepada Safira untuk mengisi dongeng bersama tim Hilo di SD Hati Kudus. Sedangkan saya mengisi dongeng di dua tempat lainnya.

Rasanya bila kembali berkunjung ke tempat yang pernah Kak Heru datangi sebelumnya ada banyak hal yang menyenangkan bisa terjadi. Minggu sebelumnya memang sudah datang ke SDN Mamajang 3. Nah…baru saja menginjakkan kaki di gerbang sekolah, sudah terdengar teriakan memanggil nama “Kak Heruuuu….!”. Serentak tanpa dikomando mereka mulai mengerumuni saya.
Ada yang bertanya ” Mana Bona kak??”. Ada pula yang berteriak, “Dongeng..! Dongeng..!”

Nada teriakan yang serasa buluh perindu di telinga saya. Anak anak mulai menyukai dongeng, bahkan menurut informasi dari Pak Yoga dari Yatim Mandiri, beberapa sekolah hanya mau diadakan kegiatan dongeng bila yang mendongeng adalah Kak Heru, bukan yang lainnya!.

Menghadapi anak anak yang mulai berkerumun butuh kesabaran yang luar biasa. Sayapun harus dengan sabar melayani pertanyaan mereka sembari menunggu dimulainya sedekah dongeng di tempat ini. Beberapa dari mereka malah minta tanda tangan dari Kak Heru..!.

Setelah itu ibu kepala sekolah memberi pengarahan kepada anak anaknya. Beliau mengingatkan kepada anak anak untuk tetap tenang dan tidak boleh membuat keributan dalam acara dongeng ini. Menurut saya sih hal itu sah sah saja, walaupun nanti ketika saya mulai mendongeng, saya malah meminta mereka untuk bertepuk tangan sekuat-kuatnya. Plus ditambah bernyanyi dan membuat yel yel yang seru yang disisipkan dalam kegiatan dongeng ini. Pokoknya mereka juga harus heboh..!

Dan siapa sangka kejadian serupa juga terjadi ketika untuk kedua kalinya Kak Heru datang ke SD Negeri 18 Pangkep. Teriakan nama Bona dan Kak Heru juga menggema di sekolah yang jaraknya 60 km dari Makassar.

So.. sebenarnya yang terkenal itu siapa ya?

Kak Heru atau Bona..?”

#SedekahDongeng
#RumahDongeng
#Storytelling
#YatimMandiri

Ketika Ruang Kelas Menjadi Posko Pengungsian

Hari ini, Jumat 5 Oktober 2018 ada 2 agenda dongeng yang sudah dijadwalkan oleh tim Rumah Dongeng. Yang pertama adalah kegiatan Sedekah Dongeng bersama Laznas Yatim Mandiri Makassar di SD Komplek Sudirman Makassar. Dan yang kedua adalah program Trauma Healing di salah satu posko pengungsian di Antang.

Kegiatan Sedekah Dongeng di SD Komplek Sudirman adalah inisiasi dari Ibu Anjar, salah satu orang tua murid di SDN Sudirman 4. Beberapa hari sebelumnya Ibu Anjar menghubungi Kak Heru melalui jalur sosial media untuk meluangkan waktu datang ke sekolah ini. Setelah melihat jadwal di agenda dongeng, saya mengusulkan hari Jumat 5 Oktober 2018 kegiatan dongeng ini bisa dilaksanakan di tempat ini.

Pagi ini suasana lapangan sekolah ini penuh dengan hamparan sajadah sholat. Sebelum kegiatan dongeng, seluruh murid SD Komplek Sudirman yang berjumlah sekitar 800 murid, mereka melaksanakan Sholat Dhuha terlebih dahulu,

Hasil dari donasi ini adalah Rp. 8.125.000,- yang selanjutnya diserahkan kepada Laznas Yatim Mandiri Makassar.

TK Akar Panrita Antang

Selanjutnya kegiatan dongeng berpindah waktu dan lokasi. Usai waktu Sholat Ashar, beberapa komunitas meminta Kak Heru untuk hadir di TK Panrita Antang yang letaknya tak jauh dari kantor LAN Antang Makassar. Komunitas Alumni Smansa 90, Komunitas Bajirasa dan Komunitas Gshock Warrior Indonesia hari ini menjadi sponsor kegiatan trauma healing bagi 90 adik adik pengungsi dari Palu yang ditempatkan di sekolah

Untuk sementara mereka tinggal di tempat ini yang sebenarnya adalah ruang ruang kelas TK Akar Panrita Antang. Ada sekitar 8 ruangan kelas yang berada di lantai 2. Ruangan tersebut disulap menjadi tempat tinggal yang bisa ditempati oleh sekitar 10-12 anak anak di tiap ruangnya. Menurut ibu Liah selaku pengelola sekolah, mereka hanya tinggal sementara di tempat ini. Minggu depan mereka akan dipindahkan ke tempat lain. Selain karena memang bukan untuk peruntukan posko pengungsian, proses belajar di sekolah ini juga harus diliburkan untuk sementara waktu.

Begitu banyak warga Makassar yang datang berbondong bondong ke tempat ini dengan membawa bahan makanan, minuman, pakaian, mainan dan lainnya. Mereka tergerak untuk bisa membantu anak anak korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala. Untuk menjaga ketertiban tempat ini, pengelola membuat aturan kunjungan bagi tamu yang hendak melihat kondisi anak anak pengungsi.

Bagi warga yang hanya membawa barang barang kebutuhan pengungsi, mereka tidak diperkenankan naik ke lantai 2. Hal ini diberlakukan mengingat kondisi anak anak yang masih begitu lemah dan belum masih rentan tingkat emosinya. Hanya bagi para relawan yang mempunyai kemampuan trauma healing yang boleh naik ke lantai 2. Begitupun juga dengan pendongeng, kami selalu disambut dengan tangan terbuka oleh pengelola untuk memberikan hiburan bagi anak anak pengungsi.

#PrayforSulteng
#rumahdongeng

Aksi Dongeng Kemanusiaan di Sinjai

Mulai hari Selasa 2 Oktober sampai dengan Kamis 4 Oktober 2018, Kak Heru mengadakan roadshow dongeng kemanusiaan untuk Palu dan Donggala di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan.

Kegiatan pertama pada hari Selasa 2 Oktober dimulai di TK Pertiwi X Sinjai. Kami tiba di sekolah ini sekitar pukul 10:00 WITA. Dari kejauhan sudah terdengar suara riuh adik adik kecil yang nampaknya sudah tak sabar menanti kegiatan dongeng ini. Ada sekitar 200 murid yang sudah duduk dengan rapi diatas karpet berwarna hijau. Nampak juga orang tua yang turut hadir mendampingi anak anak mereka untuk mendengarkan dongeng. Sebagai informasi juga bahwa pada malam sebelumnya Sinjai juga merasakan gempa yang terjadi pada Hari Senin, 1 Oktober 2018 pukul 19:35. Meskipun gempa yang terjadi dalam skala 3.1 SR, namun karena adanya disinformasi dan berita hoax, beberapa penduduk berlarian mencari dataran tinggi karena adanya isu tsunami yang dihembuskan oleh orang orang yang bertanggungjawab. Terjadi sedikit kekacauan di beberapa jalan sepanjang pantai karena informasi palsu tersebut.

Oleh karena itu, dalam kegiatan ini teman teman Rumah Dongeng Chapter Sinjai melakukan simulasi tentang bagaimana cara menyelematkan diri bila terjadi gempa bumi. Ini sebagai salah satu cara untuk mengedukasi adik adik tentang bencana gempa bumi dan tsunami.

Simulasi tersebut diajarkan secara sederhana dalam bentuk lagu. Lirik dari lagu Pelangi saya ubah menjadi lirik sebagai berikut :

Kalo ada gempa lindungi kepala

Kalo ada gempa jauhi kaca kaca

Kalo ada gempa cari tempat terbuka

Slamatkan dirimu dengan kluarga

Selain mendengarkan dongeng, adik adik kecil juga berdonasi untuk membantu meringankan beban para korban bencana gempa bumi dan tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Hasil donasi yang dikumpulkan sebesar Rp. 4.129.000,-.

#RumahDongeng
#DongengKemanusiaan
#PrayForPalu
#PrayForDonggala

Dongeng untuk Palu dan Donggala

Di hari Senin 1 Oktober 2018 ini kak Safira Devi Amorita beraksi untuk pertama kalinya di TK Khalifah 1 Makassar. Sekolah yang beralamat di Jalan Hertasning Barat 1 No. 1 ini berinisiatif melakukan kegiatan donasi kemanusiaan bagi korban gempa di Donggala dan Palu yang terjadi pada hari Jumat 28 September 2018. Kekuatan gempa yang mencapai 7.4 SR telah menyebabkan tsunami dan ribuan orang menjadi korban.

Rumah Dongeng bekerjasama dengan beberapa lembaga kemanusian antara lain Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Laznas Yatim Mandiri dan PPPA Daarul Quran berinisiatif untuk menggalang donasi dari adik adik di sekolah baik tingkat TK, SD dan SMP.

Alhamdulillah donasi yang dikumpulkan sebesar Rp. 1.125.000 – dari 20 adik adik kecil. Donasi ini akan disalurkan melalui BSMI Sulselbar untuk selanjutnya akan digunakan untuk meringankan beban teman teman kita yang sedang terkena musibah di Palu dan Donggala.

Menanamkan nilai nilai kemanusiaan untuk membantu sesama harus dimulai dari usia dini seperti mereka ini. Di usia yang masih belia, mereka sudah bisa memberikan bantuan bagi sesama manusia. Bukan sesuatu yang mudah ketika harus menjelaskan tentang bencana gempa bumi kepada adik adik kecil. Dan itu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pendongeng.

Terima kasih untuk ibu guru dan kepala sekolah Khalifah 1 Makassar yang telah bersedia menerima tim Rumah Dongeng dan BSMI untuk melaksanakan kegiatan ini di sekolahnya.

Bagi sekolah yang ingin berpartisipasi dalam aksi dongeng kemanusiaan untuk Palu-Donggala silakan menghubungi Tim Rumah Dongeng di nomor 0852 5575 1971

#PrayforPalu
#PrayforDonggala
#DongengKemanusiaan
#RumahDongeng

Sabtu Seru bersama Dongeng Kak Heru

Yang di tangannya ada sampah boleh foto bareng Bona..!

Serentak mereka bergerak mencari sampah kertas yang digunakan untuk alas duduk. Dan hasilnya halaman sekolah langsung bersih dari sampah kertas.

Ternyata Bona bisa menjadi leader bagi mereka. Dongeng Monster Sampah juga membuat mereka membuang sampah ke tempat sampah yang sudah disiapkan.

Selanjutnya kegiatan dongeng berlanjut di SD Inpres Bertingkat Mamajang 3 di jalan Singa Makassar. Tiba di sekolah ini waktu sudah menunjukkan pukul 09:30. Agenda kegiatan selanjutnya adalah di SD Inpres Bertingkat Memajang 3 di Jalan Singa Makassar.

Lapangan sekolah sudah mulai terik. Rasanya tidak mungkin membuat kegiatan di luar ruangan. Pihak sekolah menyarankan dongeng dilaksanakan di selasar sekolah yang berada di lantai 2.

Tradisi Lisan Dalam Undang Undang Pemajuan Kebudayaan

Hari Jumat, 24 Nopember 2017 saya menyempatkan diri untuk menghadiri sosialisasi Undang Undang No. 5 Tahun 2018 tentang Undang Undang Pemajuan Kebudayaan di Aula Professor Mattulada FIB Universitas Hasanuddin Makassar.

Mulanya saya enggan menghadiri acara ini, namun dengan sedikit dipaksa oleh Asia Ramli Prapanca sebagai salah satu nara sumber kegiatan ini meminta kepada saya untuk hadir di acara tersebut.

Tepat pukul 16:00 acara ini dimulai dengan beberapa seremonial pembukaan. Di panggung sudajmh duduk 4 orang nara sumber antara lain Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan RI, Alwy Rahman, Akademisi Unhas, Asia Ramli Prapanca, penggiat seni Sulawesi Selatan dan ibu Herfida Attas dari Dinas Kebudayaan kota Makassar.

Sayapun diberi sebuah buku yang berisi Undang Undang Nomor 5 Tahun 2017. Sembari menunggu, saya mencoba untuk membuka buku yang terdiri dari 42 halaman.

Menurut penuturan Pak Hilmar Farid selaku Dirjen Kebudayaan RI, usulan undang undang ini ternyata sudah dibahas selama 35 tahun sebelum disahkan sebagai UU. Pasal demi pasal saya baca dan ternyata ada yang menarik perhatian saya…!

Ada 10 obyek pemajuan kebudayaan yang terdiri dari : tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional. Perhatian saya tertuju pada point pertama dari obyek tersebut yaitu tradisi lisan.

Wah… sepertinya dongeng menjadi point utama dalam obyek pemajuan kebudayaan.

Sebagai penggiat tradisi lisan atau dongeng, sayapun mulai tertarik dengan bunyi pasal 5 ini. Dalam pasal penjelasannya, disebutkan lebih rinci bahwa tradisi lisan yang dimaksud adalah : tuturan yang diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat, antara laon sejarah lisan, DONGENG, rapalan, pantun dan cerita rakyat.

Sedangkan di pasal 39 mengenai Pembinaan, ada kewajiban dari pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia yang dilakukan melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan di bidang kebudayaan. Sepertinya undang undang ini sangat perlu disosialisasikan lebih lanjut karena menyangkut tentang standardisasi SDM di bidang dongeng sebagai salah satu point pengembangan obyek pemajuan kebudayaan Indonesia.

Memang masih membutuhkan waktu selama 2 tahun agar pemajuan kebudayaan ini dibiayai dalam APBN. Diharapkan dengan adanya UU ini maka pengelolaan kebudayaan ke depan semakin terarah dan mampu membangun peradaban yang lebih maju dan berkualitas.