Tag Archives: Pendongeng

Kelas Inspirasi: Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi

Kelas Inspirasi merupakan solusi bagi para profesional Indonesia yang ingin berkontribusi dengan mengajar di lingkungannya. Hal ini membuka pintu interaksi positif antara kaum profesional dengan sekolah tempat dia berpartisipasi. Partisipasi para profesional tersebut untuk mengambil cuti sehari dan berbagi pengalamannya bersama anak-anak SD, merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan institusi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi terhadap pendidikan masih tinggi.

Dalam kegiatan Kelas Inspirasi Makassar yang ke-6 ini, terdaftar sekira ratusan relawan berasal dari berbagai kalangan dan profesi ikut andil menyisihkan waktu mereka selama sehari untuk menyapa para pelajar di 19 Sekolah Dasar di Makassar. Pelaksanaan Kelas Inspirasi Makassar ke-6 ini dilakukan, Senin 9 April 2018. Total ada sekitar 170 relawan pengajar yang diterima dari 263 orang pendaftar. Selain itu ada juga 78 orang pendaftar sebagai fotografer dan videografer.

Tahun 2013 Kak Heru pernah ikut Kelas Inspirasi yang pertama kali diadakan di Makassar. Kala itu saya ditempatkan di salah satu sekolah yang berada di Jalan Racing Centre Makassar. Dan setelah 5 tahun, baru bisa mendapatkan lagi kesempatan untuk mengikuti lagi Kelas Inspirasi 6 Makassar.

Setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi secara online, saya bergabung di tim 4 dan mendapatkan jatah sekolah di SD Jaya Negara Makassar yang beralamat di SD Jaya Negara Makassar berada di Jl. Balang Baru 2 / 56, Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam tim jni ada 12 orang relawan gabungan pengajar dan dokumentator dari berbagai macam profesi. Beberapa diantaranya ada yang berprofesi sebagai Jurnalis, Dokter Gigi, Arsitek, Advocat, Crafter, Videografer, Fotografer, Pengawas Lingkungan, Pendongeng, ditambah dengan dua orang fasilitator.

Salah seorang fasilitator Kelas Inspirasi Makassar ke-6 dari TIM 4 SD Jaya Negara, Jamal mengatakan mereka yang terpilih ini terdiri dari berbagai profesi yang telah diseleksi oleh panitia.

“Harapannya agar para relawan tersebut dapat memberikan inspirasi dan semangat kepada murid agar berani menggapai cita citanya”, ujarnya.
Kehadiran para relawan di sekolah tentu akan memberikan pengalaman baru kepada mereka. Jika selama ini para relawan berhadapan dengan tugas tugas di kantor, maka dalam Kelas Inspirasi ini mereka akan mendapatkan tantangan baru, yaitu berhadapan langsung dengan adik adik di sekolah. Di sanalah mereka mengenalkan terkait profesinya masing-masing.

“Para relawan memaparkan terkait profesinya dengan cara unik. Seperti di TIM 4 SD Jaya Negara, ada yang memilih metode mendongeng, belajar jadi jurnalis atau reporter, pola gigi sehat, pengenalan lingkungan, arsitektur, crafter bahkan disertai dengan permainan atau nyanyian”, ungkap anak muda yang berprofesi sebagai tenaga pengajar di salah satu sekolah di Makassar ini.

Salah satu relawan dari profesi pendongeng, Kak Heru sukses membius ratusan murif, guru, bahkan warga sekitar dengan metode mendongeng lengkap dengan boneka jari yang membuat para pelajar semakin tertarik hingga tertawa. Serunya lagi, kegiatan dongeng berlangsung di bawah pohon mangga yang berdampingan langsung dengan kanal yang kondisinya cukup membuat hidung mencium bau yang kurang enak. Namun kondisi ini tak membuat antusias mereka berkurang.

Salah seorang siswi SD Jaya Negara Makassar, Ika mengaku senang dan bangga bisa dikunjungi sekolahnya oleh para kakak kakak dari berbagai profesi. Di sini Ia bisa mengetahui secara langsung beberapa profesi yang ditempatkan di sekolahnya.
“Terima kasih kami ucapkan kepada kakak kakak dari para relawan Kelas Inspirasi 6 untuk TIM 4 telah membagi ilmu dan pengalaman profesinya kepada kami. Senang sekali bisa dapat ilmu dan prakteknya langsung”, ungkapnya.

Usai pelaksanaan Kelas Inspirasi, Koordinator TIM 4 SD Jaya Negara, Saipul menyerahkan piagam penghargaan kepada pihak sekolah. Sementara salah satu perwakilan dari SD Jaya Negara mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang hadir berbagi inspirasi di sekolahnya. Menurutnya acara Kelas Inspirasi ini merupakan kegiatan positif yang dapat mendorong anak anak untuk bersemangat bercita-cita yang lebih baik ke depannya agar mereka bisa bertanggung jawab untuk dirinya sendiri kalau kelak akan menjadi seperti yang dicita-citakan.

Tim 4 Kelas Inspirasi Makassar 6

“Dengan adanya kakak kakak relawan di SD Jaya Negara ini semoga mereka bisa jadikan contoh untuk terus menggapai cita citanya”.

Terima kasih yang tulus saya ucapkan kepada para guru di SD Jaya Negara yang telah menerima kehadiran kami meskipun hanya sehari. Saya tak bisa membayangkan perjuangan para guru yang dalam kesehariannya mengajar murid murid di sekolah ini. Paling tidak langkah sederhana ini dapat memberikan perubahan berarti bagi adik adik di sekolah.

Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi.

*) diolah dari berbagai sumber

Semangat Pagi Indonesia

Pagi ini saya diundang oleh Ibu Rina crew Semangat Pagi TVRI Sulsel untuk sesi wawancara tentang dongeng dan perkembangannya di Kota Makassar. Sesi pagi ini adalah untuk menambah durasi setelah shooting pertama di SIT Al Biruni awal bulan Februari lalu.

Acara Semangat Pagi Indonesia merupakan sebuah acara televisi yang ditayangkan oleh TVRI Nasional. Acara ini ditayangkan setiap hari pukul 07:00-08:30 WIB.

Acara ini pertama kali dimulai pada tahun 2014. Berisi acara yang berhubungan dengan Berita, Jalan-Jalan, dan Olahraga serta mengudara selama 2 jam. Mulai 1 Maret 2015, Semangat Pagi Nusantara berubah nama menjadi Semangat Pagi Indonesia.

Semangat Pagi Indonesia ini merupakan reinkarnasi dari Selamat Pagi Nusantara yang pernah tayang pada tahun 2010. Acara ini juga memakai laporan dari TVRI Daerah.

Nah untuk sahabat dongeng di Indonesia, silakan menonton sesi dongeng dan perkembangannya di Kota Makassar yang akan ditayangkan pada tanggal 25 Februari 2018 mulai pukul 07:00 – 08:30 WIB.

DongKel – Dongeng Keliling di SDN Tanggul Patompo

Memulai kegiatan di minggu ketiga pada bulan Februari ini, saya mendapatkan tugas dari Tulus Wulan Juni, pustakawan sekaligus koordinator tim DongKel With Library Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Sesuai dengan jadwal yang telah diedarkan melalui grup WA, hari Senin 19 Februari 2018 saya ditugaskan untuk mengunjungi SDN Tanggul Patompo 2 yang berlokasi di Jalan Cendrawasih Makassar.

Saya tiba di sekolah ini pukul 09:15 WITA. Disini ada 2 sekolah yaitu SD Tanggul Patompo 1 dan 2. Beberapa sekoh sekolah di Makassar sudah menjadi kebiasaan bila dalam satu tempat ada beberapa sekolah yang dijadikan satu lokasi. Memasuki gerbang sekolah nampak beberapa ibu ibu yang sedang asyik ngobrol. Saya nggak tahu persis apa yang sedang mereka obrolkan, sambil berlalu seorang ibu mengucapkan terima kasih kepada temannya karena telah mendengarkan “curhatnya”.

Tim layanan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan Kota Makassar berkunjung nampaknya belum tiba di sekolah ini. Sayapun menengok di grup WA Dongkel. Status mobil DP 2 dan DP 3 nampak sudah terbang dari pangkalannya masing masing. Sayapun menunggu di depan ruangan guru sambil menunggu kedatangan mobil DP 3. Tak lama ada seorang ibu guru yang menyapa saya.

“Tabe, kita Pak Tulus ?”

Nampaknya ibu guru tersebut belum kenal dengan saya.

“Saya Kak Heru yang akan mendongeng bersama Dinas Perpustakaan Kota Makassar”, jawabku sambil memperlihatkan rompi Dongkel yang saya pakai.

Ibu guru yang bernama Ibu Any Gafur kemudian menjelaskan bahwa Bapak Kepala Sekolah sedang tidak berada di sekolah karena sedang menenami siswanya yang sedang seleksi OSN – Olimpiade Sains Nasional. Sayapun juga menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan baru bisa dimulai bila mobil layanan perpustakaan sudah tiba di sekolah. Sembari menunggu kedatangan mobil, ibu Ani meminta ijin untuk mengumpulkan siswa dan siswinya di halaman sekokah.

Namun ternyata mobil DP 3 tak kunjung datang juga. Waktu sudah menunjukkan pukul 10:00. Saya mencoba menghubungi Ibu Ully yang mengkoordinir para driver perpustakaan. Namun kendala jaringan internet membuat suara yang saya terima menjadi tidak jelas. Status driver DP 2 yang dipiloti oleh Andarias juga bermasalah karena anaknya tiba tiba panas tinggi dan harus dibawa ke rumah sakit. Sedangkan status DP 3 yang mengarah ke lokasi saya juga belum ada kabar beritanya.

Akhirnya sayapun berinisiatif untuk memulai kegiatan DongKel with Library tanpa kehadiran mobil layanan. Sesuai dengan SOP yang telah disepakati bersama bahwa apabila ada kendala atau halangan, kegiatan Dongkel tetap harus berjalan sesuai dengan kondisi yang ada. Apalagi siswa dan siswi sudah siap menunggu di halaman sekolahnya. Kabar terakhir yang saya dapat ternyata mobil DP 3 sedang mengalami masalah aki mobil yang sudah perlu dicharge sehingga berhalangan untuk beroperasi hari ini. Namun kedua petugas perpustakaan tetap datang ke sekolah dengan menaiki motor roda duanya.

Berikut beberapa foto kegiatan DongKel with Library hari ini :

Dan berikut video lengkapnya :

DongKel SDN Tanggul Patompo 2

Sedekah Dongeng di TK Al Abrar

Sudah pernah dengar kata Al Abrar belum?

Dalam Al-Quran, Surah Al-Infithar ayat 13 :-

“إن الأبرار لفي نعيم..”

(Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (Surga yang penuh) kenikmatan)

Jadi Al Abrar yang dimaksud adalah golongan yang berbakti dengan penuh rasa ikhlas semata-mata karena Allah dengan satu tujuan yaitu surga.

Tapi kali ini Kak Heru tidak akan membahas lebih luas tentang Al Abrar seperti yang ditulis di atas. Al Abrar yang akan Kak Heru ceritakan adalah sebuah nama sekolah tingkat kanak kanak yang berada di Jalan Sultan Alauddin No. 84 Makassar. Saya belum mendapatkan informasi tentang kapan berdirinya sekolah ini. Namun ada salah satu kemenakan Kak Heru yang pernah bersekolah di TK Al Abrar dan sekarang sudah kelas IX SMU. Dia sekarang sudah berumur 17 tahun, jadi bisa jadi sekolah ini sudah 2 dasawarsa berdirinya.

Dalam kesempatan ini, tepatnya di Hari Sabtu 10 Februari 2018, tim Sedekah Dongeng dari Rumah Dongeng Indonesia beserta Laznas Yatim Mandiri Makassar berkesempatan datang di sekolah ini. Dengan mengambil tema Sedekah Dongeng untuk Yatim Dhuafa, sebanyak 80 anak hadir beserta beberapa orang tua murid yang kebanyakan ibu ibu sosialita. Kebetulan hari ini para ibu sedang mengadakan arisan di sekolahnya. Sehingga acara sedekah dongeng terlihat lebih meriah dan ramai.

Meskipun sejak pagi hari Kota Makassar diguyur dengan hujan, namun tak mengurangi antusias dan semangat anak anak untuk datang ke sekolah. Beberapa hari sebelumnya mereka diingatkan oleh Bunda Guru bahwa hari Sabtu, 10 Februari akan datang Kak Heru dan Bona untuk mendongeng di sekolah. Jadwal kegiatan yang seharusnya dimulai pukul 08:30 mesti molor sembari menunggu kedatangan murid. Kak Heru sendiri sudah berada di sekolah ini sejak pukul 08:15.

Suasana masih sepi ketika saya datang, hanya ada 2 orang guru yang duduk di teras sembari menunggu murid datang. Hujan yang cukup deras membuat lantai kelas dan aula basah dan sepertinya tidak bisa digunakan untuk duduk mendengarkan dongeng. Sayapun sempat mengecek kondisi aula yang memang licin dan basah. Walaupun sudah dikeringkan dengan kain pel, namun kondisi aula memang ridak memungkinkan untuk dilaksanakan kegiatan Sedekah Dongeng.

Akhirnya Ibu Murni selaku Kepala Sekolah TK Al Abrar memutuskan untuk memindahkan kegiatan dongeng di Mesjid Al Abrar yang berada persis di samping sekolah. Walaupun demikian untuk menuju mesjid, murid dan guru harus rela untuk berbasah basah terkena air hujan. Saya pun segera menurunkan peralatan dongeng. Satu demi satu peralatan berupa sound system mobile, roll banner dan spanduk mulai saya turunkan dari mobil operasional Rumah Dongeng Indonesia. Hari ini saya tidak membawa laptop sebagai alat pemutar lagu lagu dongeng, namun saya masih bisa menggunakan HP Samsung J7 Prime sebagai pengganti laptop. Tak lama berselang, tim dari Laznas Yatim Mandiri juga datang. Salah satunya adalah bunda Endang yang setia menemani Kak Heru dalam setiap kegiatan Sedekah Dongeng.

Acara inipun dimulai sekitar pukul 09:45, meskipun beberapa murid tidak sempat hadir karena faktor cuaca. Nampak beberapa tua murid yang hadir kompak menggunakan seragam serupa warnanya. Kaos lengan panjang berwarna merah dengan kombinasi abu abu. Setelah Bunda Murni selesai mengatur posisi duduk muridnya, kegiatan dongeng pun segera dimulai. Saya membawakan dongeng yang berjudul Anisa dan Kotak Ajaib.

Kegiatan selanjutnya adalah bersedekah. Murid muridpun nampak antri dengan sabar untuk memasukkan donasinya ke dalam kotak donasi Yatim Mandiri Makassar. Setelah berdonasi, tak lupa murid murid berfoto bersama Kak Heru dan Bona.

World Cancer Day 2018 : The Magic of Storytelling

As you know every February 4th is known as World Cancer Day, when organizations and individuals around the world unite to raise awareness about cancer and work to make it a global health priority. This year, it’s estimated that nearly 8 million people worldwide will die from cancer.

“We can. I can,” the theme of World Cancer Day, explores how everyone – together and individually – can do their part to reduce the global burden of cancer. The campaign outlines actions that communities and individuals can take to save lives by achieving greater equity in cancer care and making fighting cancer a priority at the highest political levels.

Kak Heru, a storyteller from Rumah Dongeng Indonesia

Think Survive with collaboration Rumah Dongeng Indonesia held a storytelling for charity at Bambini School Makassar, February 8, 2018.

Here some picture for the event :

If you happy and you know it you clap your hand…!

Today they get a new experience about helping another people through storytelling. All the children listen a good story for celebrate World Cancer Day 2018 at Bambini School Makassar.

I am sure that their happiness will be remembered all the time. So keep them a good story.

That’s the magic of storytelling..!!!

We Can I Can

#WorldCancerDay

World Cancer Day 2018

World Cancer Day 2018
World Cancer Day 2018 di Makassar

Rangkaian kegiatan World Cancer Day 2018 di Makassar

Tanggal 1 , 5, 14, 21 Feb 2018
WCD – Survivors Keep Healthy Stay Beauty and Photo Booth di RS Unhas Makassar.
Pukul 09.30 – 14.00 wita

Kegiatan ini bertujuan untuk merubah penampilan pasien kanker di Rumah Sakit Unhas supaya terlihat lebih cantik dan menarik. Walaupun sedang menderita kanker, penampilan wanita harus tetap terlihat lebih cantik dan tak kalah menarik dengan mereka yang normal.

Tanggal 4 Feb 2018
Car Free Day Boulevard
Pukul 06.00 – 10.00 wita
Dalam kegiatan ini, seluruh panitia pelaksana World Cancer Day akan mengadakan sosialisasi tentang pentingnya mencegah kanker sejak dini bagi para pengunjung di area car free day.

Tanggal 8 Feb 2018
Story Telling for Charity di Bambini School Makassar
Pukul 08:30 – 11:00 wita
Dalam kegiatan ini, Kak Heru dari Rumah Dongeng Indonesia akan mengajak adik adik di sekolah Bambini untuk berdonasi sembari mendengarkan dongeng dalam bahasa Inggris.

Tanggal 11 Feb 2018
Fun Zumba, Yoga, Check Up dan mini talkshow di Taman Pakui Jalan Pettarani
Pukul 06.00-12.00 wita

Tanggal 19 Feb 2018
Focus Group Discussion di Graha Pena
Pukul 09.00 – 12.30 wita

Tanggal 24 Feb 2018
Nobar Charity di Studio 21 Makassar.
Harga tiket sebesar Rp. 60.000,- untuk pemutaran film yang berjudul “Karena Janji Punya Warnanya Sendiri”
Pukul 11.00 – 14.00 wita

Panitia Pelaksana WCD 2018

Informasi lengkap silakan akses: Think Survive

Pendaftaran kegiatan silakan menghubungi : Ibu Siva – 0815 4300 1271

Nusantara Mengajar dan Donasi Buku

Sebagai wujud nyata dalam pengembangan SDM, Nusantara Infrastructure melalui anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN), mendorong pengembangan komunitas (community development). Salah satunya melalui program corporate social responsibility (CSR), dengan menggelar kegiatan Nusantara Mengajar dan Donasi Buku di Makassar. SD Hang Tuah Makassar adalah salah satu sekolah yang berkesempatan menerima bantuan CSR untuk tahun 2017.

“Dalam program CSR kali ini, kami memilih program pemberian buku buku untuk menambah koleksi buku yang ada di perpustakaan sekolah. Tim CSR telah melakukan survei di sekolah ini dan telah dinyatakan layak untuk menerima bantuan buku dan tong sampah dari Nusantara Infrastructure,” kata Direktur Utama BMN/JTSE Anwar Toha yang hadir di Makassar, Kamis (21/12/2017).

Selain itu, beliau mengatakan program CSR ini merupakan bagian dari kepedulian Nusantara Infrastructure khususnya bagi sekolah maupun warga sekitar wilayah kerja perseroan. BMN/JTSE merupakan dua ruas tol yang dimiliki Nusantara Infrastructure melalui Margautama Nusantara (MUN). Ada pesan menarik yang disampaikan oleh Anwar Toha kepada siswa dan siswi SD Hang Tuah, yaitu jangan suka membuang sampah di jalan tol. Selain bisa mengotori jalan, tindakan tersebut juga berbahaya bagi anak anak karena kendaraan yang berada di jalan tol umumnya berkecepatan tinggi.

Sedangkan Arpin, Kepala Sekolah SD Swasta Hang Tuah mengucapkan banyak terima kasih kepada Nusantara Infrastructure yang telah memilih sekolahnya sebagai salah satu penerima bantuan CSR.

“Di sekolah kami sudah ada perpustakaan sekolah, namun koleksi bukunya belum banyak. Sebagian besar buku yang ada di perpustakaan adalah buku buku pelajaran,” ungkap kepala sekolah yang beralamat di Jalan Serdako Usman Ali kompleks Lantanmal TNI Angkatan Laut. Sekolah ini juga merupakan salah satu nominasi sekolah Adiwiyata, sehingga sangat membutuhkan peralatan kebersihan dan tong sampah.

Adapun donasi buku yang diserahkan jenisnya beragam, ada buku sains, ensklopedia dan buku dongeng. Siswa dan siswi yang sempat hadir pada acara ini sangat senang dengan banyaknya buku yang diberikan untuk perpustakaan sekolahnya.

Setelah dilakukan simbolis penyerahan bantuan buku, acara dilanjutkan dengan aksi dongeng dari Kak Heru dan Bona yang semakin menambah keseruan acara pagi ini.

DongKel, Nama Lain Pertemanan

“Salah satu cara paling ampuh untuk menguji pertemanan adalah dengan mendaki. Kita bisa melihat bagaimana sebuah perjalanan yang berat dan panjang akan menujukkan keaslian seseorang dan menumbuhkan solidaritas,”

Lapangan kompleks SDN Sudirman Makassar

Wejangan ini saya terima dari seorang kawan ketika kami tengah duduk menatap bintang di depan mulut gua Saripah, salah satu lokasi pendakian di kabupaten Maros. Suara kawan saya itu menggema sampai ke sudut-sudut gua, sampai ke sudut-sudut hati saya.

Mendaki, secara harfiah, memang memerlukan ketahanan fisik dan mental. Mulai dari berjalan kaki puluhan kilometer dengan jalur yang terus menanjak sambil memanggul carrier yang berat, menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras, menghindari serangan binatang dan tumbuhan berbahaya, menghadapi perubahan suhu dan cuaca, sampai kepada perubahan keyakinan apakah akan terus jalan, singgah, atau justru berbalik arah.

Bertahun kemudian, saya memahami bahwa mendaki tidak selalu harus di gunung. Mendaki bisa menjadi kiasan untuk sebuah perjuangan mencapai sesuatu. Terlebih jika itu adalah sebuah tujuan besar dan mulia.

Sejak dinobatkan sebagai salah satu pemenang 99 Top Inovasi Nasional oleh KemenPAN RI, program Dongkel With Mobile Library terus bergerak mengantarkan dongeng dan buku hingga ke pelosok kota Makassar. Semangat positif terus memenuhi atmosfer Dongkel Perpusling setiap hari.

Awal Mula Dongeng Keliling

Jadwal Dongeng Keliling tahun 2016

Layanan Dongkel awal mulanya bernama Dongeng Keliling Bersama Perpustakaan Keliling dimulai pada tanggal 19 Januari 2016 yang berkunjung ke SDN Komplek Pemda dengan pendongeng Ambo Upe dan TK Aisyiyah Maricaya dengan pendongeng Kak Heru. Alur kunjungan dimulai dengan sistem persuratan manual dari Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Makassar ke sekolah yang akan dikunjungi. Seiring perkembangan jaman, di tahun 2017 dilakukan perubahan dengan mengandalkan media sosial seperti Facebook dan WhatApps.

Melalui Grup WA yang merupakan sarana komunikasi utama_selain akun facebook_gelombang semangat itu terkirim setiap hari. Selain membahas jadwal pelayanan dan koordinasi antar anggota tim, grup ini juga merupakan ‘ruang pertemuan’. Dari sekedar saling menyapa mengawali pagi, berbagi kisah inspiratif atau bacaan yang konstruktif dan informasi menarik, ruang ini juga menjadi tempat berbalas pantun, puisi, atau sekedar bergurau satu sama lain.

Pada hari Rabu (7/06/2017), ruang pertemuan kami itu kembali riuh. Semangat dan do’a dikirim untuk Kak Heru, Kak Rahmah, Kak Mangga, dan saya yang ditugaskan untuk mewakili 23 teman-teman pendongeng dalam rangka menunjukkan performa kami di lapangan kepada Tim Verifikasi Independen dari KemenPAN RI. Disaksikan ratusan anak di SD Kompleks Sudirman dan Panti Asuhan Bustanul Islamiyah, bergantian kami menuturkan kisah-kisah Islami dan cerita rakyat . Penilaian ini adalah “pendakian” menuju 40 Top Inovasi Layanan Publik Nasional. Ditambah penampilan Peter King, pendongeng cilik peraih juara mendongeng 2017, kami tunjukkan kepada Ibu Professor Margianti dan Ibu Fika Zavieria Amelia selaku tim penilai dari KemenPAN RI betapa dongeng dan buku-buku yang datang bersama perpustakaan keliling adalah sebuah usaha yang akan terus berjalan dan beregenerasi di kota Makassar.

“Terima kasih dongengnya, saya suka lagunya, dan tepuk setengah itu lucu,” ujar Ibu Fika. Kami tertawa dan saling merangkul dengan akrab. Percakapan pun mengalir sambil sesekali memperhatikan anak-anak yang tengah antusias mengambil buku.

Dalam perjalanan pulang, diam-diam saya disergap haru.

Pertama, karena mendapat dua kawan baru hari itu. Ibu Professor dan Ibu Fika adalah pribadi yang hangat dan menyenangkan diajak bicara. Kedua, karena teman-teman pendongeng, tim perpusling dan Dinas Perpustakaan Makassar tidak putus-putusnya mengirimkan do’a dan semangat sebelum kami tampil. Saya kemudian terkenang kembali wejangan kawan pendakian yang dulu sering saya lakukan semasa kuliah. “Pendakian yang tinggi tidak akan terasa berat jika kita bersama teman-teman yang solid.”

Melahirkan Pendongeng Cilik

Tim DongKel With Library saat ini digawangi oleh 20 pendongeng yang berasal dari 2 komunitas dongeng di Makassar. Keduanya adalah Rumah Dongeng  (www.rumahdongeng.id) dan Kampung Dongeng Lontara. Para pendongengnya kebanyakan berprofesi sebagai guru TK dan SD, meskipun beberapa diantaranya adalah ibu rumah tangga yang jago mendongeng. Yang menarik dari kegiatan dongeng ini adalah lahirnya beberapa jagoan pendongeng cilik yang merupakan hasil dari Lomba Bercerita tingkat SD se Kota Makassar. Dimulai dari Novi juara  tahun 2010, Safira Devi Amorita juara tahun 2011, Rahardi juara tahun 2012 dan sekarang ada Piter King murid kelas 5 SDN Sudirman IV yang merupakan juara lomba bercerita tahun 2017. Piter King sempat membawakan dongeng Lamadukeleng di hadapan tim penilai KemenPAN-RB.  Lahirnya bibit bibit ini calon calon pendongeng di masa depan, artinya program Dongeng Keliling akan tetap terus berjalan.

Piter King murid SDN Sudirman IV tampil mendongeng di depan Tim Penilai dari KemenPAN-RB

Mungkin tidak salah jika saya berkesimpulan bahwa Dongkel adalah nama lain dari pertemanan. Program ini menyatukan banyak orang dan menjalin rantai panjang pertemanan yang terus tersambung setiap harinya.

Pertemanan kami lahir dari kesamaan dalam mencintai buku, kesamaan dalam bersedia menyisihkan waktu luang dari kesibukan profesi masing-masing untuk mendongeng dan mengantarkan buku-buku, kesamaan dalam keinginan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kami para pecinta dongeng dari Timur Indonesia, tidak pernah berhenti bergerak untuk memajukan literasi dan melestarikan budaya bertutur ini dengan sekuat tenaga yang kami bisa.

Bagaimana pun hasil penilaian dari Tim Verifikasi nantinya, saya percaya Dongkel with Mobile Library telah menang. Menang di hati anak-anak yang kami kunjungi, menang di hati para pengelola sekolah yang terus mengirim permintaan kunjungan, menang di hati kami para penutur kisah dan tim perpustakaan keliling. Kita adalah teman yang selalu bertegur sapa setiap pagi, saling mendoakan dalam hati, saling mendukung di tengah keterbatasan, dan saling memaafkan dalam setiap kekhilafan sepanjang ‘perjalanan dan pendakian’.

Berikut video dongeng Pung Julung Julung oleh Kak Madia:

Dan video dongeng Kak Heru :

Tulisan ini dikutip dari Madia, salah satu pendongeng di DongKel With Library dengan beberapa penambahan dari Admin

Sedekah Dongeng di Al Izhar

Sedekah Dongeng di Al Izhar Makassar

Sekolah Islam Al Izhar  menggelar kegiatan Amaliah Ramadhan dalam bentuk Sedekah Dongeng, Kamis (9/6/2017). Sekolah yang berada dibawah naungan Yayasan Bina Cendekia Harapan Bangsa ini  berdiri sejak tahun 2016 lalu. Namun tahun ini, sekolah Islam swasta ini menempati gedung baru yakni gedung Hotel Jakarta di Jl Ance Dg Ngoyo Makassar. Kegiatan ini dihadiri oleh orang tua murid yang mendampingi anaknya dan sekaligus mengundang calon murid baru yang akan masuk di tahun ajaran 2017-2018.

Sedekah Dongeng dilaksanakan atas inisiatif Forsil (Forum Silaturahim) orang tua murid yang diketuai oleh Ibu Novita. Menurut ibu Novi, kegiatan ini mengajak anak anak untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang positif dan mengajarkan konsep bersedekah bagi anak didik Sekolah Islam Al Izhar. Hasil donasi yang dikumpulkan diserahkan kepada Yayasan Yatim Mandiri Makassar yang selanjutnya akan digunakan untuk kegiatan Buka Puasa bersama 500 anak yatim pada tanggal 17 Juni di Rumah Jabatan Walikota Makassar.

Pihak Yatim Mandiri Makassar diwakili oleh Miftah selaku Kepala Cabang sangat mengapresiasi kegiatan Sedekah Dongeng ini. Dalam pengantarnya, Miftah menceritakan kehidupan Baginda Nabi Muhammad SAW ketika masih kecil sudah dalam keadaan yatim tanpa pengasuhan dari ayahnya. 

“Adalah tugas kita bersama selaku orang yang mampu untuk memberikan sedikit harta kepada anak yatim dhuafa yang ada di sekitar kita”, ujar Miftah di hadapan peserta kegiatan. 

Kegiatan Sedekah Dongeng ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan di sekolah Islam Al Izhar. Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dibawakan oleh Sheza dan Rara siswi kelas 1 SD. Keduanya cukup fasih dalam mengalunkan bacaan Al Quran dan terjemahannya. Dilanjutkan dengan penampilan tarian Barakallah dari murid laki laki kelas 1 SD semakin menambah meriahnya acara ini. 

Dongeng dari Kak Heru menjadi menu utama dalam kegiatan ini. Ditambah dengan penampilan sedikit nakal dari Bona semakin menambah suasana menjadi meriah. Pesan kepada anak anak yang disampaikan melalui dongeng tentu saja semakin mudah dipahami untuk anak anak di usia belia. Seusai mendengarkan dongeng, kegiatan diakhiri  dengan penyerahan hasil donasi kepada Yatim Mandiri Makassar.

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui”
(QS Ali Imron:92)

Bacalah Apapun Itu!

Membaca di program Dongeng Keliling 

Hari ini Rabu 7 Juni 2017 saya bertugas sebagai pendongeng di SDN Kompleks Sudirman Makassar. Sekolah yang berlokasi di kawasan elit Jalan Sudirman ini terdiri dari 4 sekolah. Mereka antara lain SDN Sudirman I, II, III dan IV. Masing masing memiliki seorang kepala sekolah yang berbeda. Ada yang istimewa dalam kegiatan dongeng keliling kali ini. Tim independen dari KemenPAN datang untuk melihat secara langsung kegiatan DongKel With Library yang tahun ini masuk sebagai 90 Inovasi PUBLIK terbaik tingkat nasional. Tim penilai yang datang ke Makassar yaitu Professor Margianti sebagai ketua tim dan Fika Zavieria Amelia selaku pendamping. Keduanya ditugaskan untuk melihat langsung kegiatan lapangan untuk 2  Inovasi Publik yaitu Lorong Sehat dan Dongeng Keliling. Sebagaimana perlu diketahui bahwa masih ada satu tahap lagi untuk menjadi 40 Inovik terbaik di Indonesia.

Sayapun mendapat tugas bersama Kak Madia untuk mendongeng di depan anak anak. Tiga hari sebelumnya kami sempat meeting bersama Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar dan seluruh tim Dongkel untuk menyamakan persepsi antara kegiatan dongeng di lapangan dan teknis kegiatan yang ada di dalam proposal inovasi publik yang sudah dipresentasikan oleh Walikota Makassar. Tugas ini sepertinya adalah sebuah kegiatan rutin bagi saya yang sama seperti kegiatan mendongeng pada event  lainnya. 

Dongeng hari ini  dibuka oleh ibu Erna yang menjelaskan secara singkat tentang program layanan perpustakaan keliling. Selanjutnya saya mendapat kesempatan pertama untuk mendongeng. 5 menit dongeng dimulai, tim penilai sudah nampak datang ke lokasi kegiatan. Sayapun tetap melanjutkan dongeng selama kurang lebih 20 menit. Dilanjutkan oleh Kak Madia dengan Dongeng Pung Julung Julung yang nampak memukau anak anak dengan lagu memanggil lumba lumba.

Ketika sesi dongeng usai, anak anak diberikan waktu selama 2 jam untuk membaca buku koleksi yang ada di mobil layanan keliling Perpustakaan Kota Makassar. Ternyata kegiatan membaca ini sangat menarik bagi mereka, terbukti ketika mobil dibuka, serentak mereka berebutan untuk mencari buku bacaan sesuai dengan seleranya masing masing. Sayapun mempunyai waktu untuk beristirahat dan berjalan keliling untuk melihat aktivitas anak anak yang sedang asyik membaca buku.

Ada yang menarik perhatian daya ketika tanpa sengaja melihat seorang anak membaca sebuah buku yang cukup tebal. Anak yang ada dalam foto memilih sebuah buku yang menurut saya tidak lazim dibaca untuk anaj seusianya. Buku itu berjudul “Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah”. Entah karena dia mengambil secara acak buku di dalam mobil layanan atau memang anak ingin menjadi seorang kontraktor pengadaan barang. Sejenak perhatian saya mulai berfokus pada anak tersebut dan nampaknya dia sangat serius membaca buku tersebut. Bahkan dia tak sadar ketika saya mengambil foto ini dari arah samping. Mulutnya terlihat komat kamit membaca buku yang dipegangnya. 

Tim Penilai dari KemenPAN bersama Tim DongKel

Sayapun sadar bahwa minat baca anak anak di Makassar tidaklah kurang seperti yang selama ini kita baca di beberapa survei tentang minat baca. Tahun 2015 angka budaya baca di Makasar adalah 28,34%, sedangkan tahun 2016 sebesar 39,49%. Saya merasa yakin bahwa bila mereka diberikan waktu dan kesempatan yang tepat, buku apapun akan dilahapnya.

Pepatah “the right man in the right place”  bukan hanya pepatah belaka. Dongeng keliling memberikan sebuah nuansa baru bagi mereka. Nuansa itu adalah membaca bersama yang tentunya akan memberikan dampak yang nyata. Ada buku, ada dongeng, ada tempat yang nyaman dan ada teman teman yang berkegiatan sama tentu akan semakin mendorong budaya baca semakin meningkat.

Maka bacalah apapun itu….!