Tag Archives: read aloud

MenDongKel ke SD Negeri Jongaya

DongKel datang, DongKol-pun hilang…!

Mobil DongKel di SD Negeri Jongaya Makassar

Menjelang tengah malam, muncul notifikasi di WAG DongKel Kota Makassar. Seperti biasa, setiap akhir pekan selalu ada jadwal kunjungan mendongeng yang muncul di grup WAG Dongkel perpusling. Grup ini berisikan kumpulan para pendongeng di Kota Makassar yang bertugas bersama mobil layanan perpustakaan keliling dinas perpustakaan Kota Makassar. Ada sekitar 40 anggota di grup DongKel ini, kebanyakan adalah para pendongeng dari berbagai komunitas dongeng di Makassar. Selain itu ada juga para driver andalan dan pustakawan Makassar. Salah satu komunitas yang bergabung adalah komunitas Rumah Dongeng.

Jadwal DongKel untuk minggu keempat Bulan Oktober 2018

Tertera nama Kak Heru dan Kak Anty dalam jadwal kegiatan mendongeng yang sudah disusun selama seminggu kedepan. Tugas saya hari ini, Senin 29 Oktober 2018 adalah mendongeng di SD Negeri Jongaya Makassar. Setiap hari ada 3 titik lokasi yang dikunjungi oleh tim Layanan Perpustakaan Keliling Kota Makassar, dan 2 diantaranya diisi oleh masing masing satu orang pendongeng.

Aksi Kak Heru di SD Negeri Jongaya Makassar

Tak terlalu susah untuk menemukan lokasi SD Negeri Jongaya Makassar. Saya selalu mengandalkan Google Maps untuk membantu pencarian lokasi sekolah. Lokasinya berada di belakang Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Rumah sakit ini sudah sangat familiar bagi saya karena Safira Devi Amorita, putri semata wayang kami lahir di rumah sakit ini. Beberapa keluarga lain juga masih bekerja di tempat ini.

Tiba di sekolah ini waktu sudah menunjukkan pukul 09:30 WITA. Setelah menengok kiri dan kanan, sayapun segera menuju ke ruangan kepala sekolah. Sosok yang sangat kebapakan dan ramah nampak dari sambutan bapak Kepala Sekolah. Beliau bernama Abdul Madjid, orangnya sangat ramah kepada setiap tamu yang datang ke ruangannya. Bahkan ketika tamu tersebut adalah anak anak SMP yang datang untuk mengambil ijazah, pak Madjid melayaninya dengan ramah. Sayapun harus menunggu dengan sabar di ruangan yang berukuran 3×4 meter. Sebuah sofa berwarna coklat tua digunakan untuk menerima tamu sekolah. Sebuah komputer diletakkan di sisi kanan pintu masuk ruangan dan sedang dihandle oleh seorang operator komputer.

Pak Madjid ketika menerima siswa pengungsi dari UNHCR (dok : UNHCR.org)

Pak Madjid merasa sangat senang ketika saya menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan tim DongKel ke sekolahnya. Bahkan beliau sempat bercerita ketika dirinya masih duduk di sekolah dasar, mendengarkan dongeng adalah salah satu kegiatan yang paling disukainya.

“Saya pernah belajar dibawah kolong rumah ketika sekolah SD di Selayar”, ujar beliau ketika bercerita tentang masa kecilnya. Sebagai seorang pendongeng, tak ada salahnya untuk menyimak lanjutan cerita yang disampaikan olehnya. Termasuk ketika pak Madjid harus belajar menggunakan batu untuk alat menulis pelajaran.

“Batu hitam itu saya bawa ke sekolah untuk mencatat pelajaran. Kalo sudah penuh dengan catatan, mau tak mau harus dihapus lagi!”, ungkapnya dengan penuh semangat sembari matanya menerawang ke masa kecilnya. Tahun ini beliau sudah harus pensiun sebagai kepala sekolah. Baginya sudah cukup lama merasakan pahit dan manis sebagai guru dan kepala sekolahnya.

“Mau ja tinggal di rumah bersama cucuku saja kalo sudah pensiun…”, kata beliau. Pak Madjid saat ini mempunyai 2 orang cucu dari kedua putrinya yang sudah menikah. Salah satu putrinya sudah meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Namun beliau sangat ikhlas dengan kepergian putrinya.

Teras di depan kelas menjadi panggung dongeng keliling

Tak lama kami berbincang, mobil layanan perpustakaan keliling sudah tiba di halaman sekolah. Hari ini yang bertugas sebagai driver adalah Andarias dan ditemani oleh salah satu co-drivernya. Setelah mobil parkir di halaman sekolah, serentak anak anak berkumpul dan duduk rapi di teras depan kelas untuk mendengarkan dongeng. Sebelum memulai kegiatan, saya menyampaikan kepada anak anak bahwa buku buku yang ada di mobil boleh dibaca sepuasnya tapi tidak boleh dibawa pulang ke rumah.

Dongeng Keliling atau yang lebih dikenal dengan DongKel adalah salah satu program unggulan dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang berkolaborasi dengan komunitas dongeng di Makassar. Rumah Dongeng (www.rumahdongeng.id) turut menjadi salah satu pionir dalam kolaborasi ini.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan minat baca melalui dongeng yang dibawakan oleh para pendongeng keren di Makassar. Fokus kunjungan mobil DongKel adalah ke titik sekolah sekolah tingkat TK dan SD yang berada di Makassar.

Tertarik untuk dikunjungi oleh tim DongKel?

#ReadAloud
#DongkelWithMobileLibrary
#rumahdongeng
#storytelling

Read Aloud Workshop Bersama Yayasan Haji Kalla

Salah satu kendala yang dialami oleh beberapa guru ketika mendongeng adalah sulitnya berdiri di depan muridnya untuk memulai bercerita. Beberapa dari guru sudah puluhan kali mengikuti workshop dongeng, namun hal tersebut masih sulit untuk dilakukan di kelasnya.

Melihat fenomena tersebut, Dikmas PAUD Sulsel bekerjasama dengan Yayasan Haji Kalla mengadakan kegiatan pelatihan bagi guru PAUD se Kota Makassar. Kegiatan yang bertema Pelatihan Lembaga PAUD menuju PAUD yang berprestasi dilaksanakan mulai tanggal 10-12 Oktober 2018. Pelatihan ini diikuti oleh 40 lembaga PAUD yang berada di bawah naungan HIMPAUDI Makassar. Salah satu materi yang diberikan kepada peserta adalah Model Pengembangan Bahasa melalui Cerita Tradisional.

Dan pada hari Kamis, 11 Oktober 2018 Kak Heru dari Rumah Dongeng berkesempatan menjadi nara sumber dalam pelatihan ini. Semula panitia mengalokasikan materi dongeng ini di malam hari pada pukul 20:00-21:30 WITA, namun atas permintaan dari Yayasan Haji Kalla, materi dongeng dipindahkan ke hari Kamis pagi pukul 10:15 – 15:30 WITA.

Melihat tema yang diberikan oleh panitia pelaksana, sayapun kembali teringat ketika 2 tahun lalu diminta juga oleh Dikmas PAUD Sulsel untuk membuat modul dengan tema yang sama yaitu Pengembangan Bahasa Anak Melalui Cerita Tradisional. Hampir 1 bulan saya mengerjakan modul tersebut dan akhirnya hari ini saya melihat modul tersebut sudah digunakan oleh Dikmas PAUD Sulsel. Metode pelatihan dongeng yang digunakan dalam pelatihan ini adalah read aloud atau membaca nyaring. Salah satu metode mendongeng yang mudah dilakukan oleh para guru. Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seseorang pengarang.

Orang yang membaca nyaring pertama-tama haruslah mengerti makna serta perasaan yang terkandung dalam bahan bacaan. Dia juga harus mempelajari keterampilan-keterampilan penafsiran atas lambang-lambang tertulis sehingga penyusunan kata-kata serta penekanan sesuai dengan ujaran pembicara yang hidup. Membaca nyaring yang baik menuntut agar si pembaca memiliki kecepatan mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh, kerena dia haruslah melihat pada bahan bacaan untuk memelihara kontak mata dengan para pendengar.

Materi presentasi tentang teknik membaca nyaring saya sampaikan selama kurang lebih 90 menit disertai dengan sedikit praktek tentang vokal dan ekspresi wajah. Selanjutnya sebelum istirahat makan siang, saya memberikan tantangan kepada peserta untuk membuat sebuah buku cerita bergambar sebagai bahan praktek dalam kegiatan ini. Peserta yang berjumlah 40 orang dibagi menjadi 4 kelompok, setiap kelompok diberikan kebebasan untuk memilih cerita yang sudah ada di dalam buku modul Pengembangan Bahasa Anak Melalui Cerita Tradisional yang diterbitkan oleh Dikmas PAUD Sulsel. Setiap kelompok diharuskan menggambar sendiri tokoh tokoh dalam cerita serta membuat ilustrasi teks sederhana. Dengan penuh antusias mereka mengerjakan tugas ini selama kurang lebih 90 menit dan kemudian mempresentasikan hasilnya dengan bercerita di depan kelas.

#ReadAloud
#RumahDongeng
#Storytelling

Workshop Read Aloud di Sinjai

Terkejutnya Bapak Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai..!!

Ketika ketua panitia workshop memberikan laporan bahwa workshop ini dilaksanakan tanpa ada dana awal dari panitia, berbisik Pak Kabid yang duduk di samping saya.
“Bisa juga panitia mendatangkan 100 guru tanpa ada dana ya Kak?”.

Saya hanya tersenyum sendiri. Bisalah pak..
Karena kami adalah komunitas dongeng yang tak mengharap keuntungan utk membuat kegiatan.

Dan inilah di hari Minggu siang akhir September Kak Heru berbagi ilmu sederhana dalam mendongeng bagi 100 guru guru TK di kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan.

Mengapa sederhana???
Read aloud atau membaca nyaring adalah salah satu cara termudah dalam bercerita. Hanya dengan menggunakan media buku, kegiatan mendongeng sudah bisa dilakukan.
Pilihan buku sangat beragam dan beberapa penerbit buku sudah membuat buku khusus untuk anak anak.

Di tahun anggaran 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sinjai telah membuat satuan tugas khusus untuk melayani seluruh kecamatan di Sinjai. Satgas ini akan mengikutsertakan 2 orang pendongeng untuk mengunjungi TK dan SD di Sinjai.

Inilah yang juga diucapkan dalam doa yang dibacakan oleh Bunda Deska. Membuat satu kebaikan dengan niat tulus akan memberikan kebaikan lainnya juga.

#WorkshopReadAloud
#Storytelling
#RumahDongeng

Roadshow Gemar Membaca bagi Pelajar se Kabupaten Maros 2018

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros meluncurkan program Roadshow Gemar Membaca bagi Pelajar se Kab. Maros.
Kegiatan yang menyasar ke 14 kecamatan ini secara rutin akan digelar di 7 lokasi yang berbeda setiap bulannya. Tujuan dari peluncuran gerakan gemar membaca ini salah satunya adalah agar minat baca di kalangan pelajar akan menjadi meningkat. Perpustakaan adalah salah satu stake holder yang mampu memberikan pembelajaran melalui buku buku non teks pelajaran sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo B Kantor Bupati Maros, Senin (30/4/2018) secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Maros bersama dengan jajaran dinas perpustakaan Kab. Maros. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Maros tentu merupakan bukti bahwa beliau sangat peduli dengan peningkatan minat baca bagi Pelajar melalui gerakan ini.

“Saya sering bepergian ke luar negeri, disana orang orang sering membawa buku kemanapun mereka pergi. Dan di waktu luang, buku menjadi santapan mereka sehari hari” ujar Drs. H. A. Harmil Mattotorang, MM ketika memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi.

Acara ini dihadiri oleh 140 pelajar tingkat SD dan SMP beserta guru pendamping yang berasal dari Kecamatan Turikale dan Maros Baru. Peserta yang hadir juga mendapat pembekalan materi dari 3 nara sumber yaitu Professor Murni dari UNM yang membawakan materi tentang Minat Baca. Sedangkan DR. Djabar selaku konsultan pendidikan karakter membawakan materi Gerakan Literasi Sekolah. Dalam pemaparan materinya, Prof Murni memberikan tips yang menarik dan singkat tentang bagaimana meningkatkan minat baca bagi anak anak. Kehadiran gadget tentu akan berpengaruh besar terhadap minat baca anak terhadap buku. Namun dengan pembiasaan yang rutin seperti mengajak anak ke toko buku atau perpustakaan, akan bisa merubah ketergantungan anak terhadap gadget.

Sedangkan DR. Djabar memberikan metode yang mudah bagaimana menerapkan budaya literasi di sekolah. Melalui contoh Gerakan Literasi Sekolah yang sudah dilaksanakan di sekolanya, beliau membuka wawasan baru tentang 15 menit membaca sebagai pembiasaan dan pengembangan literasi di dalam kelas. Ruangan kelas akan lebih menarik bila hasil hasil karya literasi anak anak dipajang dan ditata dengan menarik di koridor sekolah.

Tak ketinggalan juga ada aksi dongeng dari Kak Heru dari Rumah Dongeng yang berhasil memikat adik adik yang hadir. Bahkan beberapa anak anak dengan antusias maju ke depan untuk bertanya secara langsung kepada Kak Heru tentang teknik mendongeng yang baik. Dan sebagai hadiah bagi para penanya cilik, ada buku dongeng yang dibagikan oleh Kak Heru.

Kids Read Festival Makassar 2018

Suasana Fort Rotterdam hari Rabu sore (25/4/2018) serasa berbeda dengan hari sebelumnya. Sebuah tenda berukuran 5 m x 10 m berdiri di samping kanan Chappel lengkap dengan panggung dan backdrop bertuliskan Kids Read Festival. Kegiatan yang dilaksanakan oleh British Council melalui British Council Indonesia Foundation bersama PT Bank HSBC Indonesia mendorong pertumbuhan minat baca anak-anak di Makassar melalui program “Kids Read” sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap agenda pemerintah di bidang pendidikan dan literasi.

Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan Dinas Pendidikan terkait. Program Kids Read hadir di Indonesia sejak tahun 2015 dan telah menjangkau 1.079 guru, 930 siswa, dan 736 sekolah dasar di Jakarta dan Bandung. Dan tahun 2018 kali ini, Kids Read dihelat secara serentak di Yogyakarta dan Makassar dengan melibatkan langsung para guru, orang tua, serta komunitas lokal yang peduli dengan dunia baca dan dongeng.

Kids Read Festival adalah salah satu rangkaian acara literasi yang telah dilakukan sebelumnya di Kampus Unhas yaitu lokakarya bercerita bagi guru yang mencakup metodologi bercerita, memilih buku yang pantas untuk anak-anak, serta mengintegrasikan mata pelajaran di sekolah dengan menggunakan metode bercerita. Selain itu, keterlibatan komunitas lokal di program Kids Read juga diharapkan dapat membentuk sinergi antara sekolah, rumah, dan masyarakat dalam upaya mendorong minat baca pada anak. Salah satu komunitas dongeng yang dilibatkan adalah Komunitas Rumah Dongeng Indonesia yang didirikan oleh Kak Heru sejak tahun 2013.

Direktur Pelatihan dan Pengembangan British Council Indonesia, Michael Little, mengatakan program Kids Read memberikan perhatian khusus pada pengembangan kapasitas guru dengan maksud agar keterampilan yang sudah dipelajari di program ini dapat diturunkan kepada guru-guru sekolah dasar lainnya. “Dengan meningkatkan kapasitas guru (pengajar), maka kami telah berinvestasi untuk pendidikan tanpa batas,” kata Little dalam sambutan yang diterjemahkan langsung oleh seorang interpreter.

Michael Little (British Council), Safira (Storyteller) dan Andi Siswanta (Kadis Perpustakaan)

Setelah acara dibuka oleh Andi Siswanta selaku Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, event Kids Read Festival dilanjutkan dengan penampilan yang apik dari perpaduan Sinrilik dan Storytelling. Sebuah legenda berjudul Nenek Pakande yang berasal dari Soppeng dibawakan secara apik oleh Arif dan Safira dari Rumah Dongeng Indonesia.

Beberapa pertunjukan dongeng terus berlanjut yang semakin membuat sekitar 300 anak anak yang hadir tak merasa bosan. Sentilan dan gurauan dari Kak Nojeng selaku pembawa acara semakin membuat acara menjadi lebih seru. Ada juga penampilan dari Nayla, juara pertama Lomba Bercerita Tingkat Kota Makassar yang membawakan dongeng Nene Malommo.

Rangkaian festival ini bukan hanya pertunjukan dongeng saja, ada workshop kreatif bersama Wewo yang telah disiapkan oleh panitia kegiatan. Anak anak yang hadir kemudian dibagi menjadi 3 grup besar. Masing masing grup mengikuti semua kegiatan dongeng dan workshop kreatif di tenda yang berbeda.

Di tenda utama ada penampilan dongeng dari Mami Kiko dengan dongeng berjudul Suratan Takdir, Kak Heru dengan dongeng berjudul The GingerBread Man dan Kak Rini dan tim dengan dongeng musikal. Sedangkan di tenda lainnya ada juga penampilan dari Kak Fadhilah dengan dongeng Bintang Kecil, Kak Sahlan dengan dongeng Si Kumbi dan Kak Cenna dengan dongeng Kancil kisah Sebenarnya.
Acara diakhiri dengan penampilan dongeng bersama Kak Aio dari Ayo Dongeng Indonesia.

Sedekah Dongeng di SDN 21 Sanggalea Maros.

Sekitar 450 adik adik di sekolah ini, Jumat 13 April 2018 mendapatkan edukasi tentang keutamaan bersedekah dari Kak Heru dan Tim Sedekah Dongeng dari Yatim Mandiri Maros.

Sedekah Dongeng Untuk Yatim Dhuafa adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh Rumah Dongeng ID bekerjasama dengan Laznas Yatim Mandiri. Kegiatan ini mengunjungi langsung adik adik di berbagai sekolah sebagau salah satu media edukasi pendidikan karakter melalui dongeng sekaligus bersedekah bagi anak yatim dhuafa.

Mengapa harus bersedekah?

Saat kita bersedekah, banyak manfaat yang mengalir dari arti sedekah itu, sedekah akan menggerakkan roda ekonomi dan menjadi lokomotif pertumbuhan untuk membangun peradaban. Sedekah yg kita berikan akan mengikat kita dalam kemaslahatan untuk bersama menjadi kekuatan mengatasi krisis pangan, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Dengan bersedekah kita sebarluaskan rasa keadilan untuk kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat.

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui”
(QS Ali Imron:92)

Mengapa harus dongeng?
Dongeng adalah salah satu media pendidikan yang sangat menyenangkan bagi anak anak. Nilai nilai moral yang positif dapat disampaikan dengan tidak menggurui mereka. Rasa empati dan simpati terhadap penderitaan yang sedang dialami oleh orang lain dapat disampaikan dengan mudah melalui tokoh tokoh dalam dongeng. Ada tokoh yang sedang sedih karena rumahnya terbakar, ada tokoh yang menangis karena kehilangan keluarganya dan masih banyak sisi sisi kemanusiaan lain yang bisa disampaikan kepada anak anak melalui dongeng

Bagi sekolah yang ingin dikunjungi silakan menghubungi tim Sedekah Dongeng di nomor 0852 5575 1971.

Kelas Inspirasi: Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi

Kelas Inspirasi merupakan solusi bagi para profesional Indonesia yang ingin berkontribusi dengan mengajar di lingkungannya. Hal ini membuka pintu interaksi positif antara kaum profesional dengan sekolah tempat dia berpartisipasi. Partisipasi para profesional tersebut untuk mengambil cuti sehari dan berbagi pengalamannya bersama anak-anak SD, merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan institusi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi terhadap pendidikan masih tinggi.

Dalam kegiatan Kelas Inspirasi Makassar yang ke-6 ini, terdaftar sekira ratusan relawan berasal dari berbagai kalangan dan profesi ikut andil menyisihkan waktu mereka selama sehari untuk menyapa para pelajar di 19 Sekolah Dasar di Makassar. Pelaksanaan Kelas Inspirasi Makassar ke-6 ini dilakukan, Senin 9 April 2018. Total ada sekitar 170 relawan pengajar yang diterima dari 263 orang pendaftar. Selain itu ada juga 78 orang pendaftar sebagai fotografer dan videografer.

Tahun 2013 Kak Heru pernah ikut Kelas Inspirasi yang pertama kali diadakan di Makassar. Kala itu saya ditempatkan di salah satu sekolah yang berada di Jalan Racing Centre Makassar. Dan setelah 5 tahun, baru bisa mendapatkan lagi kesempatan untuk mengikuti lagi Kelas Inspirasi 6 Makassar.

Setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi secara online, saya bergabung di tim 4 dan mendapatkan jatah sekolah di SD Jaya Negara Makassar yang beralamat di SD Jaya Negara Makassar berada di Jl. Balang Baru 2 / 56, Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam tim jni ada 12 orang relawan gabungan pengajar dan dokumentator dari berbagai macam profesi. Beberapa diantaranya ada yang berprofesi sebagai Jurnalis, Dokter Gigi, Arsitek, Advocat, Crafter, Videografer, Fotografer, Pengawas Lingkungan, Pendongeng, ditambah dengan dua orang fasilitator.

Salah seorang fasilitator Kelas Inspirasi Makassar ke-6 dari TIM 4 SD Jaya Negara, Jamal mengatakan mereka yang terpilih ini terdiri dari berbagai profesi yang telah diseleksi oleh panitia.

“Harapannya agar para relawan tersebut dapat memberikan inspirasi dan semangat kepada murid agar berani menggapai cita citanya”, ujarnya.
Kehadiran para relawan di sekolah tentu akan memberikan pengalaman baru kepada mereka. Jika selama ini para relawan berhadapan dengan tugas tugas di kantor, maka dalam Kelas Inspirasi ini mereka akan mendapatkan tantangan baru, yaitu berhadapan langsung dengan adik adik di sekolah. Di sanalah mereka mengenalkan terkait profesinya masing-masing.

“Para relawan memaparkan terkait profesinya dengan cara unik. Seperti di TIM 4 SD Jaya Negara, ada yang memilih metode mendongeng, belajar jadi jurnalis atau reporter, pola gigi sehat, pengenalan lingkungan, arsitektur, crafter bahkan disertai dengan permainan atau nyanyian”, ungkap anak muda yang berprofesi sebagai tenaga pengajar di salah satu sekolah di Makassar ini.

Salah satu relawan dari profesi pendongeng, Kak Heru sukses membius ratusan murif, guru, bahkan warga sekitar dengan metode mendongeng lengkap dengan boneka jari yang membuat para pelajar semakin tertarik hingga tertawa. Serunya lagi, kegiatan dongeng berlangsung di bawah pohon mangga yang berdampingan langsung dengan kanal yang kondisinya cukup membuat hidung mencium bau yang kurang enak. Namun kondisi ini tak membuat antusias mereka berkurang.

Salah seorang siswi SD Jaya Negara Makassar, Ika mengaku senang dan bangga bisa dikunjungi sekolahnya oleh para kakak kakak dari berbagai profesi. Di sini Ia bisa mengetahui secara langsung beberapa profesi yang ditempatkan di sekolahnya.
“Terima kasih kami ucapkan kepada kakak kakak dari para relawan Kelas Inspirasi 6 untuk TIM 4 telah membagi ilmu dan pengalaman profesinya kepada kami. Senang sekali bisa dapat ilmu dan prakteknya langsung”, ungkapnya.

Usai pelaksanaan Kelas Inspirasi, Koordinator TIM 4 SD Jaya Negara, Saipul menyerahkan piagam penghargaan kepada pihak sekolah. Sementara salah satu perwakilan dari SD Jaya Negara mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang hadir berbagi inspirasi di sekolahnya. Menurutnya acara Kelas Inspirasi ini merupakan kegiatan positif yang dapat mendorong anak anak untuk bersemangat bercita-cita yang lebih baik ke depannya agar mereka bisa bertanggung jawab untuk dirinya sendiri kalau kelak akan menjadi seperti yang dicita-citakan.

Tim 4 Kelas Inspirasi Makassar 6

“Dengan adanya kakak kakak relawan di SD Jaya Negara ini semoga mereka bisa jadikan contoh untuk terus menggapai cita citanya”.

Terima kasih yang tulus saya ucapkan kepada para guru di SD Jaya Negara yang telah menerima kehadiran kami meskipun hanya sehari. Saya tak bisa membayangkan perjuangan para guru yang dalam kesehariannya mengajar murid murid di sekolah ini. Paling tidak langkah sederhana ini dapat memberikan perubahan berarti bagi adik adik di sekolah.

Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi.

*) diolah dari berbagai sumber

Read Aloud Workshop di Watampone

Ide membuat sebuah buku yang berjudul The Read-Aloud Handbook muncul ketika Jim Trelease mulai menjadi sukarelawan di sebuah kelas pada saat yang sama ketika dia dan istrinya membesarkan dua anak mereka dan membacakan untuk mereka setiap hari.

Jim adalah mantan jurnalis dan penulis The Read-Aloud Handbook , salah satu buku paling menakjubkan yang pernah saya baca. Ini adalah buku yang dengan mudah saya pahami secara intuitif tentang membaca sekaligus bagaimana dapat mengartikulasikan bacaan tersebut.

Dalam pelatihan “Membaca Nyaring” yang saya lakukan bersama 200 guru TK se Kabupaten Bone, saya ingin menunjukkan betapa mudahnya mendongeng dengan teknik Read Aloud ini. Selama hampir 5 jam saya memaparkan langkah langkah mudah yang dilakukan mulai dari awal membaca sampai aktifitas setelah membaca buku.

Dalam video ini, beberapa orang guru sedang asyik mempraktekkan betapa mudahnya membacakan cerita bagi murid muridnya.
Salah satu buku yang dibaca adalah buku berjudul “Piknik di Kumbinesia” dari KPK RI.

Yuk disimak videonya disini :

Mudahnya Mendongeng dengan Read Aloud

Workshop Dongeng: Mudahnya Mendongeng dengan Read Aloud

Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bone bekerjasama dengan Rumah Dongeng Indonesia dan Penerbit Erlangga akan melaksanakan Workshop Dongeng Teknik Read Aloud-Membaca Nyaring

Workshop ini akan dilaksanakan pada hariSabtu, 10 Maret 2018
Mulai pukul 09:00 – 16:00 WITA bertempat di Aula Pemadam Kebakaran Watampone Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.

Mengapa Read Aloud?

Read Aloud adalah salah satu cara yang paling mudah dalam teknik mendongeng. Guru atau orang tua hanya memilih buku cerita dan membacakannya kepada anak anak.

Apa yang akan dipelajari?

1. Mengapa memilih teknik Read Aloud?
Perbedaan antara Mendongeng dan Read Aloud/Membacakan Cerita

2. Bagaimana tips memilih buku cerita yang sesuai dengan usia anak?

3. Bagaimana membuat cerita menjadi lebih menarik?
Belajar menggunakan intonasi, ekspresi, mengatur posisi dan lainnya

Terbatas hanya untuk 100 peserta saja ya..

Yuk ikut kegiatan keren ini…!

Selain workshop dongeng ada juga kegiatan mendengarkan dongeng pada Hari Minggu, 11 Maret 2018 bertempat di TK Bhayangkari Bone.
So jangan lupa untuk mengajak ananda tercinta untuk ikut serta mendengarkan dongeng keren bersama Kak Heru dan Bona.

Sedangkan di hari Senin, 12 Maret 2018 masih ada lagi kegiatan mendongeng di SIT Asshiddiq Bone dalam bentuk Sedekah Dongeng. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 200 anak anak TK dan SD Islam Terpadu Asshiddiq yang akan mengadakan penggalangan sedekah untuk disalurkan kepada Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri.

Tips Agar Anak Suka Membaca

Saya akan berbagi tips agar anak kita membaca lebih baik.

Tips ini saya ambil dari buku karya Jim Trelease Bab 2 Kapan Mulai Membacakan Buku Untuk Anak.

Sebelum saya memulai untuk membagi tips tersebut, apakah kita di rumah sudah punya kartu anggota perpustakaan?

Bagi yang belum silakan menghubungi Ibu Tasya di WA – 085242969090.

Khusus pecinta buku di Kota Makassar pembuatan kartu anggota perpustakaan dapat dilakukan secara online melalui media sosial. Cukup kirimkan foto dan data diri ke nomor WA diatas.

Kembali ke tips tentang bagaimana agar anak membaca lebih baik, berikut saya rangkumkan secara ringkas dan pendek.
Tips tersebut disingkat dengan 3B (Book, Basket dan Bed Lamp).

Yang pertama adalah Book.

Sebagai orang tua yang cerdas, cobalah membeli 1 buku lalu berikan kepada anak. Buku tersebut adalah buku pribadi anak anda. Tuliskan namanya di bagian dalamnya sebagai identitas kepemilikan buku. Katakan kepadanya bahwa buku itu adalah miliknya dan tidak perlu dikembalikan ke perpustakaan. Atau katakan juga kepadanya bahwa buku tersebut tidak boleh dipinjamkan kepada orang lain. Beri aturan kepadanya agar menjaga buku itu dengan baik. Ada penjelasan tersendiri nanti tentang kepemilikan buku pribadi dan prestasi membaca anak.

Yang kedua adalah Book Basket atau keranjang buku.
Letakkan keranjang buku di tempat

yang mudah dijangkau oleh anak.
Anda bisa juga meletakkan keranjang buku di tempat yang sering digunakan oleh anak. Misalkan di tempat bermainnya, atau bahkan dapat diletakkan di kamar mandi. Saya yakin dulu kita sering membaca koran atau majalah ketika sedang berada di kamar mandi. Sayangnya sekarang keberadaan koran sudah digantikan oleh gadget.

Yang ketiga adalah Bed Lamp atau Lampu Tidur.

Apakah di kamar anak anda sudah dipasangi lampu tidur? Jika belum belilah lampu tidur dan pasang di dekat tempat tidurnya. Kebanyakan anak yang sulit tidur biasanya akan membaca terlebih dahulu buku favoritnya. Matikan terlebih dahulu lampu utama di kamar tidurnya dan nyalakan lampu tidur. Dengan membaca sekitar 15 menit akan memudahkan mata mulai mengantuk dan tidur dengan lelap. Namun kebanyakan juga anak anak yang sudah senang membaca novel atau buku yang lebih tebal, proses membaca bisa sampai 1-2 jam lamanya.