Tag Archives: resolusi membaca

Resolusi Membaca 2018

Di dalam gua Hira yang sangat gelap, tiba tiba Rasulullah didatangi oleh sesosok makhluk yang belum Dia kenal sama sekali. Perlahan lahan makhluk itu mendekati Muhammad yang sedang menyendiri.

Melihat kedatangan sosok tersebut, Muhammad pun terkejut..!.

Sosok yang datang ternyata adalah Malaikat Jibril.

“Bacalah!” kata Jibril mendekati Muhammad yang terpaku.

“Aku tidak bisa baca,” ujar cucu Abdul Muthalib itu bergetar.

Jibril terus mendesak Muhammad untuk membaca wahyu dari Allah SWT. Beliau ketakutan hebat hingga menggigil.

Jibril pun memeluk Muhammad sambil memberikan selimut.

Saat Muhammad sudah pulih, Jibril kembali mendesaknya.

“Bacalah!”.

“Aku tak bisa baca,” kata Muhammad pelan. Keringat pun mengucur deras dari segala penjuru tubuhnya.

Jibril kembali memeluknya dan memberikan selimut. Kejadian itu kembali berulang sampai 3 kali.

Jibril pun segera membacakan sebuah ayat Al Quran yang pertama kali diturunkan kepada Muhammad. Ayat tersebut adalah Al Alaq ayat 1-5 yang memiliki arti sebagai berikut:

1. “Bacalah! Dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan.”

2. “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”

3. “Bacalah! Dan Tuhanmu lah yang Maha Pemurah.”

4. “Yang mengajar manusia dengan (perantaraan) qalam (pena).”

5. “Mengajari manusia apa-apa yang tidak diketahuinya.”

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui mengapa Allah SWT menurunkan ayat tentang perintah membaca sebagai wahyu pertama. Yaitu, karena membaca merupakan landasan keilmuan bagi unat manusia. Malaikat Jibril bahkan mengulang ayat ‘Iqra’ yang berarti “Bacalah” sampai 3 kali, sebagai penegasan kepada Rasulullah SAW.

Padahal, kondisi masyarakat saat itu masih sangat jauh dari budaya membaca dan menulis.

Dan di era modern seperti sekarang ini, membaca buku fisik telah terganti teknologi. Kini siapapun dapat membaca apapun dan dimanapun, hanya melalui ujung jari di smartphone, atau via layar di laptop masing-masing. Meski tidak salah membaca dengan cara seperti ini, namun membaca buku secara fisik memiliki sensasi yang berbeda dibandingkan membaca melalui media elektronik.

Imajinasi akan lebih tertantang, membaca menjadi lebih fokus, dan buku fisik akan lebih awet serta memiliki history tersendiri saat dijadikan koleksi.

Nah, di awal tahun 2018 ini tak salah bila kita membuat resolusi untuk semakin giat membaca buku. Apalagi untuk anda yang sudah menjadi ortu, mulailah dengan membacakan buku cerita untuk ananda tercinta.

Mulailah dengam aktivitas sederhana berupa membacakan buku cerita minimal 15 menit setiap hari.

Berikut manfaat yang bisa di dapat oleh seorang anak dengan membaca sebuah cerita.

1. Membantu mengembangkan imajinasi

Seringkali, penulis menempatkan tokoh-tokohnya dalam khayalan, dunia fantastis. Dengan tidak ada referensi yang tepat di lingkungan sekitarnya, anak-anak dapat menghidupkan karakter ini dalam imajinasinya sendiri.

Dia juga mencoba untuk memahami ide-ide dan konsep-konsep baru dengan latihan imajinasi. Belajar bagaimana menggunakan imajinasi seseorang dengan presisi dapat menjadi alat yang sangat berharga untuk anak-anak saat mereka tumbuh dewasa.

2. Membantu belajar bahasa

Cerita yang bermanfaat dari perspektif pendidikan juga dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berbicara dan menulis. Cerita dapat digunakan sebagai sumber daya bahasa yang dapat diandalkan.

Anak-anak bisa menemukan kata-kata baru dan konstruksi gramatikal yang sesuai dalam melewati dan menggunakannya nanti.

Anak-anak yang dibesarkan dengan kebiasaan suka membaca cerita menjadi pengguna bahasa yang lebih efektif saat dewasa nanti.

Membaca cerita sama juga dengan belajar. Buku cerita anak bergambar adalah cara yang bagus untuk memperkenalkan balita dan anak-anak prasekolah tentang warna, bentuk dan ukuran.

Anak-anak juga mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik karena mereka tidak hanya belajar bagaimana menggunakan bahasa dengan benar, tetapi juga bagaimana menggunakan bahasa dengan konteks sosial yang tepat. Cerita merupakan sumber informasi yang berguna juga.

3. Membantu mengatasi perasaan dan situasi

Banyak sekali, cerita anak-anak dan novel yang berdasarkan pada pengalaman kehidupan nyata. Dengan demikian, mereka menghadapi karakter yang sangat mirip dengan mereka.

Hal tersebut membuat anak-anak lebih siap untuk menghadapi situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan karena mereka menyadari bahwa mereka tidak sendirian. Hal ini juga memungkinkan mereka untuk menyesuaikan diri dengan pengalaman baru.

Semua ini meningkatkan harga diri dan membuat anak Anda lebih percaya diri. Mereka mulai menghubungkan apa yang terjadi di buku-buku dan apa yang terjadi dalam kehidupan nyata sehingga mampu mengembangkan pemikiran yang logis.

4. Membantu perkembangan moral

Nilai dan moral tidak dapat diajarkan seperti cara kita mengajarkan sains dan matematika. Itu akan membosankan dan sering menjadi tidak berarti.

Dongeng dan cerita pendek dengan moral adalah cara yang lebih baik untuk menanamkan nilai-nilai yang baik pada anak-anak baik itu berbagi, menunjukkan kasih sayang atau mengatakan yang sebenarnya. Dongeng dan cerita membantu anak-anak belajar dengan contoh.

5. Membantu mereka bersantai

Membaca cerita sebelum tidur bisa menghilangkan stress setelah seharian melakukan kegiatan. Anak-anak dapat melarikan diri ke dalam dunia imajinasi untuk sementara waktu.

Karena membaca tidak hanya menambah ilmu dan pengalaman, namun juga sangat disarankan dalam agama kita.

Banyak baca banyak tahu, tidak membaca sok tahu…!

Salam Dongeng

Kak Heru – 0852 5575 1971

IG : DongengKakHeru