Tag Archives: roadshow dongeng

Roadshow Dongeng di Kendari

Rumah Dongeng
Tim Rumah Dongeng bersiap menuju Kendari

Dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara mengundang Kak Heru dan tim Rumah Dongeng untuk hadir di Kota Kendari.

Ada 9 sekolah yang masuk dalam daftar kunjungan dongeng dan 2 kegiatan workshop dongeng.  Berikut liputan singkat roadshow dongeng di Kendari yang dimulai pada tanggal 19-21 September 2019.

Hari Kamis, 19 September 2019

Roadshow bersama Dinas Perpustakaan dan Persiapan Propinsi Sulawesi Tenggara dimulai hari ini, Kamis 19 September 2019 di SD Katolik Pelangi Kendari.

Rumah Dongeng
Dongeng di SD Katolik Pelangi Kendari

Sejak pukul 07:00 Pagi adik adik sudah bersiap di lapangan upacara untuk bersama sama mendengarkan dongeng. Seperti biasanya adik adik sangat rapi dan berdiri dengan penuh semangat ketika mendengar dongeng.
Namun sesaat ketika Bona mulai beraksi, barisan yang rapi langsung bubar dan makin lama makin merapat kedepan panggung upacara.

Adik adik TK Kuncup Mekar juga tidak ketinggalan

Sedangkan di SD Kingdom Kendari, kak Safira Devi Amorita juga datang untuk berbagi cerita dan ceria.

Aksi Kak Safira di Kingdom School Kendari

Hari Jumat, 20 September 2019

Hari Jumat ini ada 5 lokasi sekolah yang dikunjungi oleh tim Rumah Dongeng dan Dinas Perpustakaan Propinsi Sulawesi Tenggara.

Dongeng Kak Heru di Pesantren Ummi Sabri Kendari

Yang pertama adalah Pesantren Ummi Sabri atau lebih dikenal dengan Pesri. Pagi ini adik adik yang berseragam pramuka sangat antusias berdiri di halaman sekolah untuk mendengarkan dongeng.

Duet Kak Safira dan Kak Heru di TK Kuncup Pertiwi Kendari

Lokasi kedua adalah TK Kuncup Pertiwi yang letaknya berdampingan dengan SDN 62 Kendari. Karena waktu dongengnya bersamaan dengan TK Kuncup Pertiwi, maka tim dibagi menjadi 2, Kak Heru mendongeng di SDN 62 sedangkan Kak Safira mendongeng di TK Kuncup Pertiwi.

Adik adik di Smart School Kendari nampak asyik mendengarkan dongeng

Selanjutnya Kak Heru menuju ke Smart School yang lokasinya paling jauh. Di tempat ini sekitar 50 adik TK dan SD bergabung bersama untuk mendengarkan dongeng.

Dongeng di TK SD Lazuardi Ibnu Sina Kendari

Dan menjelang pukul 10:00, adik adik di TK-SD Lazuardi Ibnu Sina Kendari sudah bersiap menunggu kedatangan tim dongeng dari Dinas Perpustakaan Propinsi Sulawesi Tenggara.

Melelahkan jika harus menempuh perjalanan menuju ke 5 lokasi tersebut. Namun para driver tetap bersemangat mengantarkan para pengelola perpustakaan demi untuk mengajak adik adik gemar membaca.

Dan usai Sholat Jumat, bertempat di SD Lazuardi Kendari berlangsung workshop Guru Mendongeng.
Kegiatan ini turut didukung oleh Bank Indonesia yang telah menghadirkan Pojok Baca dan Dongeng di sekolah ini.

Workshop Guru Bercerita di SD Lazuardi Ibnu Sina

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara. Selama lebih kurang 3 jam para peserta belajar tentang bagaimana teknik dasar mendongeng yang diawali dengan teknik read Aloud.

 

Sabtu, 21 September 2019

Hari ini bertempat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2019.

Berpose di Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2019

Selanjutnya sebelum bertolak menuju Bandara Haluoleo, Kak Heru menyempatkan diri mengisi Workshop Nasional dari Kak Heru di taman parkiran FKIP Universitas Halu Oleo Kendari. Tema kegiatan hari ini adalah Pembelajaran yang Efektif dan Menarik dengan Metode Mendongeng.

Workshop Dongeng di FKIP Universitas Haluoleo

 

Kabut di Manipi, Dongeng di Ketinggian 800 DPL

Kabut di Manipi Sinjai Barat

Kabut pagi menyambut kedatangan tim Sedekah Dongeng dan Laznas Yatim Mandiri Maros di sekolah ini.

Perlu waktu hampir 2 jam untuk menuju ke SDN 87 Manipi Kecamatan Sinjai Barat. Jalanan yang berkelok dan sempit sungguh sangat menantang bagi kami berlima, terutama bagi Muhal sang driver kami. Tangannya cukup lihai dibelakang setir mobil Inova hitam berbelok kiri dan kanan menyesuaikan dengan tikungan yang semakin banyak. Dalam roadshow dongeng ini komposisi tim ada 5 orang. Saya selaku pendongeng, Sule dan Heri dari Laznas Yatim Mandiri Maros, Kak Yani dari Rumah Dongeng Chapter Sinjai dan Mual sang driver yang masih berstatus anak kuliah di UIN Makassar. Tajamnya tikungan membuat Heri, salah satu staf Yatim Mandiri sempat muntah dan mabuk darat. Melihat ada yang mabuk dan muntah pas dibelakangnya, sang driver malah ikut ikutan mual.

Suasana dalam mobil, ada yang muntah dan serius pegang besi

“Pantesan namamu Muhal, lihat orang mual malah kau yang jadi mual..!”, kataku sambil tertawa. Sule dan Kak Yani ikutan tertawa.

“Ai… Heri mati di T”, tak mau kalah Kak Yani menimpali. T itu tikungan.

“Tinggal 2 tikungan lagi sudah sampai di sekolah”, hibur kak Yani pada Heri yang nampaknya makin pucat saja. Tangannya terus memegang plastik hitam yang penuh dengan muntahan dari dalam perutnya.

Perjalanan semakin dekat ke lokasi dongeng. Namun kami dihadang oleh kemacetan di pasar Arabika mengakibatkan perjalanan sedikit terlambat.
Di hari hari tertentu pasar di Manipi baru ramai dengan hari pasar. Ada 3 pasar yang kami lewati sepanjang perjalanan ini. Masing masing pasar memiliki hari tertentu untuk hari pasar. Mobil para pembeli dan penjual diparkir berjejer di tepi jalan. Jalan yang sempit semakin membuat kemacetan semakin parah karena tidak ada tukang parkir di pasar ini.

Sebuah mushala sekolah yang berada di dalam sekolah kami gunakan untuk menampung siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Untuk menertibkan ratusan siswa ini, tim segera mengatur tempat duduk dengan menempatkan adik adik kelas 1 dan 2 dibagian depan.

Hasil dari kegiatan sedekah dongeng berjumlah Rp. 1.485.000,-. Donasi ini akan digunakan untuk pembangunan salah satu ruangan kelas di sekolah di Sinjai Barat.

SD Negeri 136 Hulo

Setelah menyelesaikan satu sessi dongeng di SDN 87 Manipi, tim Sedekah Dongeng selanjutnya menuju ke lokasi kedua yang jaraknya tak jauh dari sekolah pertama. Hanya sekitar 1 km perjalanan ke SDN 136 Hulo.
Suasana halaman sekolah masih sepi. Saya pikir para siswa sudah pulang. Namun salah satu guru yang menemui saya mengatakan bahwa siswa pulang pukul 12:45 WITA.

Beberapa siswa tampak mengintip dari pintu kelasnya sembari berbisik bisik. Mereka nampaknya penasaran..!

“Eh.. datang pendongengnya..!”, terdengar teriakan dari siswa kelas 1.

Saya hanya tersenyum. Mungkin gurunya sudah menyampaikan tentang dongeng di sekolah ini. Dan dari penyampaian ibu guru bahwa memang siswanya belum pernah mendengarkan dongeng.

Setelah menikmati kue dan kopi hangat di ruangan guru, Kak Yani salah satu relawan dari Rumah Dongeng Sinjai segera bergegas mengatur ruangan dan anak anak. Ditemani oleh Kak Sule, mereka berdua mengatur sebuah ruangan yang biasanya digunakan sebagai aula mini untuk berbagai kegiatan. Sedangkan saya masih bercengkrama dengan ibu guru yang wajahnya nampak menyiratkan sebuah kekuatiran. Ternyata kekuatiran dari beliau adalah tentang masalah jumlah sedekah yang akan dibawa oleh siswanya.

“Yang penting dalam kegiatan ini adalah keutamaan sedekah melalui dongeng. Berapapun yang anak anak berikan pada Laznas Yatim Mandiri adalah keiklasan dari mereka”, ungkap saya yang membuat wajah beliau mulai bisa tersenyum.

Ikhlas dalam memberi adalah niat yang paling utama. Allah SWT menjanjikan bahwa sedekah yang diberikan kepada yatim dhuafa akan menjadikannya sebagai payung nanti di Padang Mahsyar. Ketika milyaran manusia menunggu pengadilan, matahari di padang Mahsyar begitu dekat dengan kepala manusia.

“Insya Allah, sedekah yang kalian bawa hari ini akan menjadi payung kalian di hari dimana semua manusia dikumpulkan oleh Allah untuk ditimbang amal baik dan amal buruk.” ungkap Kak Heru di akhir dongeng.

#sedekahdongeng
#rumahdongeng
#yatimmandiri
#storytelling
#roadshowDongengSinjaiBarat

Gerakan Literasi Sekolah hadir di Camba Maros

Dongeng Maulid di TK Andiya Makassar

Seusai mendongeng di TK Andiya Makassar, selanjutnya perjalanan dongeng berlanjut ke Camba Kabupaten Maros.

Roadshow Gemar Membaca bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros yang bertempat di aula kantor Kecamatan Camba adalah roadshow terakhir. Dari 13 kecamatan sebelumnya, roadshow di Camba ini adalah yang paling jauh tempatnya. Untuk sampai di lokasi ini harus menempuh waktu kurang lebih 2 jam dari kota Makassar. Jalanan berkelok kelok di area Bantimurung sampai ke Camba adalah tantangan tersendiri bagi para pengemudi kendaraan.

Ibu Fatimah sedang memaparkan pengalamannya di hadapan peserta

Roadshow ini menghadirkan 3 orang nara sumber dari latar belakang yang berbeda namum sarat dengan pengalaman literasi. Salah satunya adalah St Fatimah Nugraha, seorang ibu guru yang mengajar di SDN 57 Bulu bulu yang baru baru saja mengeluarkan buku kompilasi puisi. Puisi yang ada di 72 halaman buku ini adalah karya guru dan murid murid di SDN 57 Bulu Bulu Maros. Ibu guru cantik ini berbagi pengalamannya tentang bagaimana menggerakkan budaya literasi di sekolahnya.

Nara sumber lainnya adalah DR. Djabaruddin, salah satu konsultan pendidikan tingkat nasional dan juga sekaligus kepala sekolah SMP unggulan 2 Maros. Dalam paparannya pak Doktor berbagi pengalamannya tentang Gerakan Literasi Sekolah. Tips tips literasi yang mudah dilakukan di sekolah disampaikan dalam slide yang interaktif dan menarik.
Peserta kegiatan yang terdiri dari guru, pengelola perpustakaan dan murid sangat antusias mendengarkan paparannya.

Peserta kegiatan roadshow Gemar Membaca

Sebelumnya mengakhiri kegiatan, sang master ceremony Lory Hendradjaya yang selalu setia mendampingi para nara sumber mulai dari roadshow pertama sampai hari ini, mulai memanggil nara sumber terakhir. Nara sumber ini menurutnya adalah narasumber andalan bagi anak anak.
Siapakah dia?

Yup….
Kehadiran Kak Heru dan Bona membuat suasana aula yang diguyur hujan deras semakin meriah dan ramai. Tumpahan air hujan yang mendera atap ruangan seakan hilang karena tawa keras dari peserta roadshow. Diselingi dengan raut wajah yang serius ketika sebuah dongeng klasik dari Soppeng hadir di tengah acara. Sesekali beberapa murid memperlihatkan keterkejutan ketika Nenek Pakande datang untuk menculik anak anak di Soppeng.
Dan ketika si Beddu, lelaki sederhana namun punya otak yang cemerlang berhasil mengusir Nenek Pakande dari Soppeng hanya dengan ember air sabun, Salaga dan Kura kura, wajah mereka kembali tersenyum puas dan senang.

Kalo yang ini adalah hadiah untuk Bona ya…

Itulah kekuatan dongeng..!
The Power of Storytelling membuat siapapun yang mendengarnya bisa terpana, tersenyum, tertawa atau bahkan menangis.

Di akhir cerita, saya tak menyampaikan pesan kepada mereka. Biarkan pendengar dongeng hari ini yang menyimpulkan apa amanat dari kegiatan literasi hari ini. Paparan dari 3 nara sumber sudah cukup banyak menginspirasi mereka dengan imaginasinya masing masing.
Karena pada prinsipnya kekuatan literasi adalah bagaimana mereka menerapkan budaya membaca di lingkungannya, baik di rumah maupun di sekolah.

Terima kasih untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros yang telah mengajak kami untuk terus tanpa henti menggelorakan semangat membaca dan semangat mendongeng.

Semoga di tahun depan kegiatan inu terus bisa berjalan lagi dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

#GerakanLiterasiSekolah
#ThePowerOfStoryTelling
#RumahDongeng

Mimi CaraFun : Kak Heru Ganteng?

Mimi CaraFun di TK Aisyiyah Mamajang

Setelah sempat off roadshow Mimi CaraFun karena Hari Libur Nyepi tanggal 28 Maret 2017, kembali di hari Rabu yang merupakan hari ke-8 dari event ini kembali bergeliat lagi dengan berkunjunug keTK Aisyiyah Mamajang yang terletak di Jl Tupai Makassar.

Pukul 07:30 sekolah ini sudah ramai dengan celoteh muridnya yang satu demi satu diantarkan oleh orang tuanya masing masing. Beberapa dari mereka heran karena ibunya ikut masuk ke dalam area sekolah. Setelah dijelaskan oleh gurunya masing masing, barulah mereka mengerti bahwa hari ini adalah hari spesial untuk mereka. Di sekolah ada event Mimi CaraFun 2017. 

Sembari menunggu acara dimulai, Kak Heru sempat ngobrol dengan ibu Kepala Sekolah TK Aisyiyah Mamajang. Menurut ibu kepala sekolah, hari ini semua murid datang karena ada pendongeng ganteng mau datang.

Wah senang rasanya disebut pendongeng ganteng oleh ibu kepsek. He…he…he….

Pukul 08:30 krew bagian anak sudah siap untuk memulai acara. Kak Ika sang MC hari lebih cepat memulai acara karena dia ada acara lainnya yang tak kalah pentingnya. Pukul 10:30 Kak Ika akan ikut test wawancara di sebuah bank swasta. Oke….! Acara pun dimulai dengan hadirnya Badut Berry yang menjadi maskot Mimi CaraFun 2017. Penampilan Berry memang salah satu yang ditunggu oleh anak anak. Mereka serentak berdiri ketika Berry masuk di arena dan menyapa mereka dengan ramah

Tak lama Kak Ika memanggil pendongeng ganteng untuk menyapa adik adik. Duh..!
Ketika Kak Heru sudah berdiri di depan anak anak, apa yang terjadi berbeda 180 derajat dengan kata “ganteng” dari ibu kepala sekolah.

Lah…. kenapa anak anak bilang Kak Heru jelek???

Sudahlah…..
Namanya juga anak anak 🙂
Sesudah mereka diberikan susu Ultra Mimi, barulah mereka sadar bahwa ternyata Kak Heru itu ganteng..! Senang bisa minum susu gratis sembari mendengarkan dongeng. 

Yuk dengerin dongeng….!

Dan terima.kasih untuk sambutan yang sangat kuat biasa ini. TK Aisyiyah memang hebat.