Tag Archives: ruang ekspresi

Ruang Ekspresi: Panggung Para Seniman Sulsel 2018

Gadis kecil berbaju kuning bergegas turun dari kursi rodanya. Saya tak menyadari kehadirannya karena sedang asyik berbincang dengan Yaser, seorang teman yang suka baca puisi.

Tak lama berlalu si gadis kecil ini segera memeluk saya dengan eratnya. Seakan akan lama tak berjumpa dengan saya. Sang ibu yang sedang mendorong kursi roda hanya bisa tersenyum memandang putri kecilnya. Sayapun segera jongkok supaya bisa juga membalas pelukannya.

“Apa kabar? Sudah kelas berapa sekarang?”, tanyaku sembari mencoba mengingat ingat nama gadis ini.

Terus terang saya ini punya ingatan yang parah. Saya lupa nama gadis kecil ini. Bahkan ketika Yaser bertanya kepadanya, saya hanya bisa mendengar sayup sayup ucapannya. Memang dia sudah beberapa kali ikut mendengarkan dongeng ketika saya manggung di beberapa acara.

” Kelas 6 kak…, Bona mana?”, jawabnya sembari matanya melihat ke kiri dan ke kanan mencari Bona.

Pelukannya mulai lepas ketika dia melihat tasnya Bona. Si boneka tersebut memang sangat disukainya. Dan sepertinya anak anak lebih suka dengan Bona dibandingkan dengan saya. Hanya dengan melihat tas Si Bona, gadis kecil ini sudah merasa puas dan yakin nanti akan melihat langsung aksi Si Bona. Tak lama kemudian diapun berlalu dari hadapan saya setelah berfoto bersama.

Hari ini saya bertemu dengan banyak penggiat seni di Makassar. Kebanyakan dari mereka adalah para perupa. Bertempat di Baruga Laki Padada, hari ini Minggu 2 Desember berlangsung kegiatan Ruang Ekspresi 2018. Beberapa kegiatan antara lain video art, mural, live painting, live music, sharing discussion, temu komunitas dilaksanakan dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Ibu Gubernur Sulawesi Selatan.

Ruang Ekspresi 2018 di Rujab Gubernur Sulsel

Dan sayapun juga diminta oleh pihak panitia pelaksana untuk mengisi dongeng dalam kegiatan Ruang Ekspresi ini. Pilihan dongeng dalam kegiatan ini adalah cerita rakyat Makassar yang berjudul Pung Julung Julung, kisah persahabatan antara ikan lumba lumba dengan I Barani. Ketika saya mulai tampil di panggung, nampak si gadis kecil tadi duduk paling depan dan selalu tersenyum bahkan tertawa ketika Bona mulai beraksi.

Duduk di depan panggung dan asyik dengar dongeng

Dan sampai malam ini setiba di rumah, saya masih belum ingat nama gadis kecil berbaju kuning tadi…!