Tag Archives: Rumah Dongeng

Craft Your Story

Bee Kids dan Little Joyful Stories didukung oleh Rumata Art Space serta Rumah Dongeng akan membuat kegiatan keren untuk kalian penikmat Podcast Dongeng di Spotify.

Bertajuk Craft Your Story yang berisikan kegiatan berupa *Puppet Show Making dan Storytelling Learning* yang berlangsung pada :
*Minggu, 19 Januari 2020* di Rumata Art Space, Jalan Bontonompo Nol 12A Makassar. Kegiatan dimulai pada pukul 10:00 – 13:00.

Biaya pendaftaran sebesar Rp. 150.000 (alat, bahan, snack dan minuman).

Informasi kegiatan silakan hubungi Bee Kids – 0853 9992 8833

Tentang Podcast Dongeng dapat didengarkan di Spotify pada akun Little Joyful Stories.

 

The Flooded Cloud

This is a folklore from Thailand about a little girl who cares about her dry village.

She finally decides to do something to make call the rain, so that her village will not be dry anymore.

She almost gives up, but then she meets something that encourages her to keep trying. Do you want to know what is that?

Will the rain fall in her village?

Go get the answer in this sixth episode.

Here to listen The Flooded Cloud

*)remember to install Spotify before listening the story

Workshop Dongeng di Maros

Sebagai upaya membangun karakter anak di Kabupaten Maros melalui dongeng dengan cerita atau kisah lokal budaya Maros, pengurus Rumah Dongen Chapter Maros (RDCM) dikukuhkan oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Maros Sulaeman Samad mewakili Bupati Maros dan disaksikan Ketua DPRD Maros Andi Patarai Amir, di Baruga A Kantor Bupati Maros, Rabu (2/10/2019).

Pengurus Rumah Dongeng Chapter Maros

Lory Hendradjaya dikukuhkan sebagai Ketua Rumah Dongeng chapter Maros didampingi Ima Fatimah sebagai Sekretaris dan Nurbaya Idrus sebagai Bendahara. Pengukuhan dilaksanakan di acara pembukaan Workshop Dongeng Maros 2019 yang digelar RDCM.

Workshop diikuti guru TK, KB, SD, dan SMP, selama sehari penuh. Terlihat guru sangat antusias mengikuti Workshop Dongeng ini terbukti, dari target peserta 100 orang, ternyata yang hadir 215 peserta.

Dalam sambutannya Asisten 3 berharap, kehadiran Rumah Dongeng chapter Maros ini akan berdampak baik bagi pengembangan pendidikan karakter bagi siswa dan anak anak Maros.

Sementara Lory Hendrajaya mengatakan kehadiran Rumah Dongeng ini akan konsentrasi menggali nilai nilai karakter daerah Maros melalui budaya lisan atau budaya tutur dalam bentuk dongeng, mitos, legenda, hikayat, atau jenis lainnya yang masih banyak berkembang di masyarakat.

Lory menargetkan cerita cerita rakyat ini dapt didokumentasikan dalam bentuk buku cerita yang akan dijadikan media pembelajaran di sekolah.

Cerita rakyat seperti Toakala ri Abbo, Bissu Daeng ri PAttiro tak kalah seru dibanding cerita Jawa atau India, Angge Sayu si Manusia kuat asal Maros, atau kisah karamnya Biseang Labboro.

“Kisah ini menyimpan banyak nilai dan makna makna pendidikan di dalamnya. Ini tantangan katanya, tapi inilah usaha,” tuturnya.

Kak Heru membawakan materi workshop dongeng

Worshop Dongeng berlangsung seru sampai sore dan dipandu pendiri Rumah Dongeng Indonesia, Puguh Herumawan.

Materi atraktif dibawakan bersama tim Dongeng Makassar. Materi yang diberikan dalam workshop bagaimana memilih tema dongeng, membaca dongeng dengan suara keras, meniru suara hewan, olah vokal , dan mengenal penokohan dalam dongeng.

Lontarak dan Kementrian Agama

Malam ini diundang oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar untuk mengikuti Pembahasan Draf Final Penulisan Aksara Lontara di Hotel Novotel Makassar. Kegiatan ini akan berlangsung mulai tanggal 25 – 27 September 2019.

Pada mulanya agak sedikit heran ketika panitia menghubungi saya untuk ikut dalam kegiatan ini. Karena huruf lontara sama sekali belum saya kenal.
Namun setelah berdiskusi dengan Ibu Khusnul, peneliti senior di Kementrian Agama maka menjadi terang benderang tentang apa yang akan dikerjakan dalam kegiatan ini.

Tim penelitian telah bekerja selama kurang 6 bulan untuk membuat beberapa cerita bergambar yang ditujukan untuk anak usia sekolah dasar. Ada 9 cerita yang telah dibuatkan ilustrasi oleh tim dari Unismuh Makassar. Ada cergam berjudul Pattingaloang, ada Sahabat Anak Jesse, Ustad dan Pendeta, Dompet dan Peci dan lain lain.

Cerita bergambar anak Makassar

Tugas kami sebagai pendongeng adalah memberi masukan terhadap bahasa dan gambar yang sudah dibuat oleh tim ilustrator. Apakah gambar dan bahasa tersebut sudah sesuai dengan usia anak sekolah dasar. Beberapa huruf lontara akan muncul dalam cergam tersebut.

Yang kedua, tugas tim Rumah Dongeng adalah sebagai ujung tombak ketika buku bergambar tersebut sudah selesai dibuat dan dicetak. Pendongeng akan bertugas sebagai penutur buku tersebut di beberapa sekolah. Target pertama sekolah adalah di kota Pare Pare. Kabupaten lainnya akan menyusul untuk dikunjungi tim Rumah Dongeng.

#rumahdongeng
#ceritabergambar
#storytelling

Roadshow Dongeng di Kendari

Rumah Dongeng
Tim Rumah Dongeng bersiap menuju Kendari

Dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara mengundang Kak Heru dan tim Rumah Dongeng untuk hadir di Kota Kendari.

Ada 9 sekolah yang masuk dalam daftar kunjungan dongeng dan 2 kegiatan workshop dongeng.  Berikut liputan singkat roadshow dongeng di Kendari yang dimulai pada tanggal 19-21 September 2019.

Hari Kamis, 19 September 2019

Roadshow bersama Dinas Perpustakaan dan Persiapan Propinsi Sulawesi Tenggara dimulai hari ini, Kamis 19 September 2019 di SD Katolik Pelangi Kendari.

Rumah Dongeng
Dongeng di SD Katolik Pelangi Kendari

Sejak pukul 07:00 Pagi adik adik sudah bersiap di lapangan upacara untuk bersama sama mendengarkan dongeng. Seperti biasanya adik adik sangat rapi dan berdiri dengan penuh semangat ketika mendengar dongeng.
Namun sesaat ketika Bona mulai beraksi, barisan yang rapi langsung bubar dan makin lama makin merapat kedepan panggung upacara.

Adik adik TK Kuncup Mekar juga tidak ketinggalan

Sedangkan di SD Kingdom Kendari, kak Safira Devi Amorita juga datang untuk berbagi cerita dan ceria.

Aksi Kak Safira di Kingdom School Kendari

Hari Jumat, 20 September 2019

Hari Jumat ini ada 5 lokasi sekolah yang dikunjungi oleh tim Rumah Dongeng dan Dinas Perpustakaan Propinsi Sulawesi Tenggara.

Dongeng Kak Heru di Pesantren Ummi Sabri Kendari

Yang pertama adalah Pesantren Ummi Sabri atau lebih dikenal dengan Pesri. Pagi ini adik adik yang berseragam pramuka sangat antusias berdiri di halaman sekolah untuk mendengarkan dongeng.

Duet Kak Safira dan Kak Heru di TK Kuncup Pertiwi Kendari

Lokasi kedua adalah TK Kuncup Pertiwi yang letaknya berdampingan dengan SDN 62 Kendari. Karena waktu dongengnya bersamaan dengan TK Kuncup Pertiwi, maka tim dibagi menjadi 2, Kak Heru mendongeng di SDN 62 sedangkan Kak Safira mendongeng di TK Kuncup Pertiwi.

Adik adik di Smart School Kendari nampak asyik mendengarkan dongeng

Selanjutnya Kak Heru menuju ke Smart School yang lokasinya paling jauh. Di tempat ini sekitar 50 adik TK dan SD bergabung bersama untuk mendengarkan dongeng.

Dongeng di TK SD Lazuardi Ibnu Sina Kendari

Dan menjelang pukul 10:00, adik adik di TK-SD Lazuardi Ibnu Sina Kendari sudah bersiap menunggu kedatangan tim dongeng dari Dinas Perpustakaan Propinsi Sulawesi Tenggara.

Melelahkan jika harus menempuh perjalanan menuju ke 5 lokasi tersebut. Namun para driver tetap bersemangat mengantarkan para pengelola perpustakaan demi untuk mengajak adik adik gemar membaca.

Dan usai Sholat Jumat, bertempat di SD Lazuardi Kendari berlangsung workshop Guru Mendongeng.
Kegiatan ini turut didukung oleh Bank Indonesia yang telah menghadirkan Pojok Baca dan Dongeng di sekolah ini.

Workshop Guru Bercerita di SD Lazuardi Ibnu Sina

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara. Selama lebih kurang 3 jam para peserta belajar tentang bagaimana teknik dasar mendongeng yang diawali dengan teknik read Aloud.

 

Sabtu, 21 September 2019

Hari ini bertempat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2019.

Berpose di Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2019

Selanjutnya sebelum bertolak menuju Bandara Haluoleo, Kak Heru menyempatkan diri mengisi Workshop Nasional dari Kak Heru di taman parkiran FKIP Universitas Halu Oleo Kendari. Tema kegiatan hari ini adalah Pembelajaran yang Efektif dan Menarik dengan Metode Mendongeng.

Workshop Dongeng di FKIP Universitas Haluoleo

 

Dongeng Trauma Healing Untuk Siswa Korban BTS Roboh

Dongeng Trauma Healing di SDN 240 Baddo Baddo Mandai

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros kerjasama Rumah Dongeng (Puguh Herumawan) melaksanakan kegiatan dongeng Trauma Healing di SD Negeri 240 Baddo-Baddo Mandai, Rabu ( 21/08/2019).

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Aisyiah, Nasyiatul Aisyiah dan Pemuda Muhammadiyah dengan menyiapkan paket snack dan hadiah berupa mainan dan boneka yang dibagikan ke siswa yang menjawab pertanyaan dan aktif dalam mengikuti dongeng, serta difasilitasi dan dipandu oleh Lory Hendrajaya Direktur Radio Maros FM.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros Idrus menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya pemulihan kondisi psikologis siswa dengan mengajak penggiat dongeng untuk melakukan trauma healing dengan dongeng.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya
membangun keceriaan siswa yang sempat beberapa hari tidak masuk sekolah pasca rubuhnya tower jaringan seluler yang menimpa bangunan sekolah dan melukai beberapa siswa yang juga membuat trauma seluruh siswa yang melihat peristiwa tersebut,” ujar Idrus.

“Selain dongeng akan dilakukan terapi psikologis bekerjasama dengan psikolog Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Maros bersama Psikolog Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Maros yang akan dilaksanakan pada hari Jumat (23/08/2019)”, lanjut Idrus.

“Kami juga akan melaksanakan kegiatan Berbagi Kebahagiaan kerjasama Forum Anak Buttasalewanga Kabupaten Maros dengan membuat kegiatan lomba dan permainan yang akan membuat siswa dapat bergembira dan melupakan peristiwa kecelakaan tersebut serta berharap dukungan dari lembaga lainnya untuk terlibat dalam pemulihan kondisi lingkungan sekolah sehingga aktivitas belajar bisa kembali seperti semula,” tutupnya.

Kepala SDN 240 Baddo- Baddo Hj. Nurmiati menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih, serta berharap kegiatan ini bisa membuat siswa bisa kembali ceria dan mengikuti pembelajaran tanpa ada perasaan takut.

Kondisi siswa yang masih di rawat di Rumah Sakit saat ini sudah membaik dan semoga cepat pulih dan bisa kembali masuk sekolah mengikuti pembelajaran, ujar Hj. Nurmiati.

Sementara itu Pendiri Rumah dongeng Makassar, Heru mengatakan, maksud dari kegiatan dongeng ini, untuk mengembalikan kembali rasa percaya diri siswa agar mereka kembali bersekolah.

“Maksud dan tujuan dongeng ini untuk mengembalikan kepercayaan diri anak anak agar mereka mau kembali bersekolah. Karena kami mendapat kabar, pasca robohnya menara tersebut, banyak siswa yang takut untuk pergi sekolah karena masih mengalami trauma berat. Untuk itu kami datang untuk memberikan motivasi memberikan trauma healing kepada anak-anak agar mereka kembali berani dan ceria seperti semula,” tutupnya.

 

*) dikutip dari KLA

Back to School 2019

Dongeng Back To School 2019

Jumat, 19 Juli 2019 ada 2 agenda dongeng di Makassar. Yang pertama pukul 08:00 di SDN Minasa Upa yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumahnya Bona. Saya berusaha hadir lebih cepat karena menurut pak Yoga, pukul 07:30 sudah bisa dimulai acaranya.

Seperti sekolah lainnya, di hari ke 5 pertama masuk sekolah, beberapa ortu masih juga sibuk menemani anak anak mereka masing masing. Seperti pagi ini di sekolah ini, ruang belajar untuk kelas 1 SD penuh dengan anak didik baru yang jumlahnya sekitar 80 anak. Mereka dibagi menjadi 3 rombongan belajar.

Kebanyakan ibu ibu masih setia berdiri di depan kelas. Menunggu anak mereka yang pagi sedang mendapatkan pengarahan di kelasnya. Sedangkan murid kelas lainnya nampak asyik bermain di halaman sekolahnya. Beberapa dari mereka juga nampak menyiapkan karpet plastik untuk alas duduk.
Halaman sekolah yang masih basah tak menyurutkan mereka untuk duduk mendengarkan dongeng bersama Kak Heru dan Bona.
———

Siswa dan siswi SDIT Insantama Makassar

Jadwal selanjutnya adalah menuju ke SDIT Insantama yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan sampingnya Kantor Imigrasi Sulsel. Sekolah ini dikelola oleh rekan saya yang dulu pernah satu tim ketika pembentukan ICMI Muda. Namanya  Bahrul Ulum Ilham, sekarang dia berkiprah di dunia UMKM dan pelatihan wirausaha.

Sekolah ini untuk sementara berlokasi di deretan ruko yang lokasinya mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Ruko berlantai 3 menjadi home base sekolah yang sudah berdiri sekitar 4 tahun lalu. Tak susah menemukan lokasi sekolah ini. Kalo nggak salah disampingnya ada sebuah pangkalan bus jurusan Makassar –  Palopo.

Pukul 09.15 saya tiba di sekolah ini. Ternyata murid murid sudah menunggu kedatangan saya semenjak pukul 08:30. Jarak antara SDN Minasa Upa menuju ke SDIT Insantama cukup jauh. Saya berinisiatif untuk menggunakan kendaraan roda dua punyanya Pak Nizar, staf Yatim Mandiri Makassar. Dengan roda dua, perjalanan lebih cepat dan anti macet. Rutenya melalui Moncongloe  yang bebas macet.

Aula sekolah berasa di lantai 3. Sekitar 70 murid sudah siap mendengarkan kisah tentang Idul Adha dengan mengambil sudut pandang dari Ismail, putra tercinta dari Nabi Ibrahim.
Keseruan cerita ini ketika saya berpura pura me jadi Iblis yang menganggu Nabi Ibrahim  ketika sedang membawa Ismail ke atas bukit untuk dikorbankan. Beberapa anak anak dengan penuh semangat berusaha melempar si Iblis dengan batu imaginasi mereka.

#sedekahdongeng
#rumahdongeng
#yatimmandiri
#storytelling
#dongengIslami

Strategi Dakwah Melalui Dongeng

Pagi ini dapat kabar yang sangat menyenangkan hati. Winda, salah satu mahasiswi Jurusan Dakwah Universitas Islam Negeri Makassar telah menyelesaikan jenjang pendidikannya dengan predikat Sarjana Sosial.

Skripsi berjudul “Strategi Dakwah Terhadap Anak Melalui Dongeng Dalam Komunitas Rumah Dongeng” menjadi bahan penulisannya.

Judul Skripsi Penelitian di Rumah Dongeng

Bangga dan senang rasanya bila kegiatan komunitas Rumah Dongeng bisa menjadi obyek penelitian bagi semua pihak. Dan tak lama lagi salah seorang mahasiswi Jurusan Psikologi UNM juga akan mengadakan penelitian di komunitas Rumah Dongeng.

Tercatat sampai saat ini sudah ada 3 penelitian tentang dongeng yang sudah dilakukan di Rumah Dongeng.

Semoga tulisan ilmiah tersebut bisa menjadi inspirasi bagi teman teman lainnya.

Dongeng “Jarum” Menjadi Pemenang Lomba Bercerita di Enrekang

Technical Meeting Lomba Bercerita

Salah satu agenda kegiatan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia adalah Lomba Bercerita Tingkat SD yang rutin dilaksnakan setiap tahunnya. Dalam lomba ini setiap propinsi diharuskan mengirimkan satu orang wakil untuk berlomba di Jakarta. Dan wakil propinsi tersebut adalah hasil dari seleksi yang dilakukan secara berjenjang dimulai dari tingkat kabupaten dan tingkat propinsi. Materi lomba bercerita umumnya berupa cerita rakyat setempat. Peserta yang mengikuti lomba ini berasal dari sekolah yang sudah memiliki perpustakaan sekolah.

Salah satu peserta lomba beraksi diatas panggung

Untuk mendapatkan satu wakil di tingkat kabupaten, Dinas Perpustakaan Kabupaten Enrekang juga mengadakan seleksi dalam bentuk Lomba Bercerita Tingkat SD se Kabupaten Enrekang yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2019 bertempat di lantai 2 perpustakaan. Sebanyak 20 peserta yang rata rata duduk di kelas 5 mengikuti kegiatan ini didampingi oleh masing maaing guru pembimbing.

Berfoto bersama dewan juri dan pemenang lomba.

Berbagai macam judul cerita dibawakan dengan apik oleh para perserta lomba. Mulai dari Asal Usul Tanah Duri, Lajana, Sumur Jodoh, Ladana dan Kerbau dibawakan dengan penuh ekspresif dan menarik dalam durasi waktu 10-15 menit untuk setiap peserta. Salah satu peserta dengan nomor urut 19, tampil membawakan sebuah cerita yang berjudul “Jarum”. Cerita ini berkisah tentang seorang bangsawan kaya yang meminjam sebatang jarum dari indo kalobe. Tak lama berselang si bangsawan meninggal dunia karena sakit, dan sang anak lupa menaruh jarum yang dipinjam dari indo kalobe.

Salah satu judul dongeng dari Enrekang

Hal itu dimanfaatkan oleh indo kalobe untuk mengeruk harta dari anak bangsawan. Setiap hari dia menagih jarum yang dipinjamkan. Celakanya si anak tidak mengetahui keberadaan jarum tersebut. Untuk mengganti jarum tersebut, indo kalobe ditawari pengganti berupa 10 ekor kerbau. Tapi indo kalobe tidak mau menerima tawaran itu. Dia tahu harta kekayaan si anak bangsawan sangat banyak. Dia ingin lebih banyak kerbau sebagai pengganti jarumnya. Walaupun sampai ditawari 100 kerbau, namun indo kalobe tidak mau menerimanya. Si anak mulai kebingungan mencari jarum tersebut. Sampai akhirnya dia bermimpi bertemu dengan ibunya. Ketika terbangun si anak segera ingat dimana jarum itu berada.

Lalu apa yang terjadi dengan indo kalobe?

Apakah dia akan mendapatkan 100 ekor kerbau?

Cerita Ramadan Minggu Ketiga : Adik adik Panti Asuhan Al Kahfi

Dongeng Ramadhan di Arthama Hotel Makassar

Ada yang menarik dari dongeng sore ini. Bukan karena si Bona yang suka ceplos ceplos kalau diajak berbicara. Apalagi jika Bona bernyanyi, pasti suka salah lirik. Dan anehnya anak anak pada suka dengan tingkah polah si Bona.

Sore ini Kak Heru diundang oleh tim marketing PT Pegadaian Makassar untuk berbuka puasa di Hotel Arthama. Ini adalah untuk kedua kalinya saya diundang oleh X Team Reunion 6. Tim ini adalah para marketing yang bekerja di Pegadaian Kantor Wilayah Makassar. Ramadan tahun sebelumnya, saya diundang juga oleh tim hebat ini.
Namun bukan itu pula yang menarik untuk saya ceritakan disini.

Yang pertama, ketika tiba di lantai 19, saya adalah tamu pertama yang datang. Sembari menunggu kedatangan tamu lainnya, saya sempatkan memandang Pantai Losari dan segala perubahan yang begitu cepat. Nampak di kejauhan berdiri mesjid 99 kubah karya Ridwan Kamil, sang gubernur Jawa Barat. Walaupun di dekat mesjid yang belum selesai ini ada juga mesjid terapung yang nampak lebih kecil bentuknya. Dua mesjid yang sama sama berada di Pantai Losari.

Buku Memetik Keberanian

Keasyikan update status, pundak saya ditepuk oleh seorang tamu undangan. Ternyata dia adalah Muhary Wahyu Nurba, salah satu sahabat saya yang paling rajin membuat karya literasi di Lombok Pos. Dia baru landing tadi malam di Makassar.”Sudah dapat buku Memetik Keberanian?,” tanyanya sembari mengambil kursi di depan saya.Saya ingat, kalo nggak salah bulan lalu ada peluncuran buku ini di Bakti. Buku yang berisi kumpulan cerita untuk anak Lombok ini dilaunching di Bakti dan saya tak sempat untuk datang.Tahu kalo saya tidak mendapatkan buku ini, tak lama Muhary meminta salah satu panitia untuk turun ke bawah dan mengambil buku tersebut.
Selidik punya selidik, ternyata Muhadi datang bersama keluarga besarnya ke acara ini dan salah satu panitia acara ini adalah adik kandungnya. Dia adalah Gunawan yang dalam beberapa kesempatan ikut kegiatan dongeng sembari mempromosikan produk tabungan emas dari Pegadaian.Yang menarik kedua adalah adik adik dari Panti Asuhan Al Kahfi yang sore ini datang untuk berbuka puasa bersama kami. Seusai mendongeng, Kak Kiki selalu MC memberikan pertanyaan kepada adik adik sekaligus membagikan hadiah. Seorang adik perempuan yang maju kedepan sangat fasih ketika membacakan 3 surah Al Quran. Suaranya begitu merdu dan enak didengar. Tak sungkan, MC memberikan hadiah boneka kepadanya. Bukan hanya itu saja, ketika mereka usai makan hidangan buka puasa, meja yang mereka tempati sangat bersih dan bekas makanan tak nampak di piring mereka. Piring yang kotor disusun rapi di tengah meja. Tak ada sampah sedikitpun di atas meja. Bukan hanya di satu meja saja, tetapi 2 meja lain yang ditempat oleh teman teman lainnya juga melakukan hal yang sama.
Mejanya bersih dan piring bekas makanan disusun rapi di tengah meja.

Dongeng Ramadhan di Arthama Hotel Makassar

Salut untuk para pembina panti yang mengajari adab makan dengan baik. Hal-hal kecil yang dibiasakan sejak dini akan membentuk perilaku mereka dimanapun mereka berada.