Tag Archives: Storyteller

Kelas Inspirasi: Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi

Kelas Inspirasi merupakan solusi bagi para profesional Indonesia yang ingin berkontribusi dengan mengajar di lingkungannya. Hal ini membuka pintu interaksi positif antara kaum profesional dengan sekolah tempat dia berpartisipasi. Partisipasi para profesional tersebut untuk mengambil cuti sehari dan berbagi pengalamannya bersama anak-anak SD, merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan institusi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi terhadap pendidikan masih tinggi.

Dalam kegiatan Kelas Inspirasi Makassar yang ke-6 ini, terdaftar sekira ratusan relawan berasal dari berbagai kalangan dan profesi ikut andil menyisihkan waktu mereka selama sehari untuk menyapa para pelajar di 19 Sekolah Dasar di Makassar. Pelaksanaan Kelas Inspirasi Makassar ke-6 ini dilakukan, Senin 9 April 2018. Total ada sekitar 170 relawan pengajar yang diterima dari 263 orang pendaftar. Selain itu ada juga 78 orang pendaftar sebagai fotografer dan videografer.

Tahun 2013 Kak Heru pernah ikut Kelas Inspirasi yang pertama kali diadakan di Makassar. Kala itu saya ditempatkan di salah satu sekolah yang berada di Jalan Racing Centre Makassar. Dan setelah 5 tahun, baru bisa mendapatkan lagi kesempatan untuk mengikuti lagi Kelas Inspirasi 6 Makassar.

Setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi secara online, saya bergabung di tim 4 dan mendapatkan jatah sekolah di SD Jaya Negara Makassar yang beralamat di SD Jaya Negara Makassar berada di Jl. Balang Baru 2 / 56, Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam tim jni ada 12 orang relawan gabungan pengajar dan dokumentator dari berbagai macam profesi. Beberapa diantaranya ada yang berprofesi sebagai Jurnalis, Dokter Gigi, Arsitek, Advocat, Crafter, Videografer, Fotografer, Pengawas Lingkungan, Pendongeng, ditambah dengan dua orang fasilitator.

Salah seorang fasilitator Kelas Inspirasi Makassar ke-6 dari TIM 4 SD Jaya Negara, Jamal mengatakan mereka yang terpilih ini terdiri dari berbagai profesi yang telah diseleksi oleh panitia.

“Harapannya agar para relawan tersebut dapat memberikan inspirasi dan semangat kepada murid agar berani menggapai cita citanya”, ujarnya.
Kehadiran para relawan di sekolah tentu akan memberikan pengalaman baru kepada mereka. Jika selama ini para relawan berhadapan dengan tugas tugas di kantor, maka dalam Kelas Inspirasi ini mereka akan mendapatkan tantangan baru, yaitu berhadapan langsung dengan adik adik di sekolah. Di sanalah mereka mengenalkan terkait profesinya masing-masing.

“Para relawan memaparkan terkait profesinya dengan cara unik. Seperti di TIM 4 SD Jaya Negara, ada yang memilih metode mendongeng, belajar jadi jurnalis atau reporter, pola gigi sehat, pengenalan lingkungan, arsitektur, crafter bahkan disertai dengan permainan atau nyanyian”, ungkap anak muda yang berprofesi sebagai tenaga pengajar di salah satu sekolah di Makassar ini.

Salah satu relawan dari profesi pendongeng, Kak Heru sukses membius ratusan murif, guru, bahkan warga sekitar dengan metode mendongeng lengkap dengan boneka jari yang membuat para pelajar semakin tertarik hingga tertawa. Serunya lagi, kegiatan dongeng berlangsung di bawah pohon mangga yang berdampingan langsung dengan kanal yang kondisinya cukup membuat hidung mencium bau yang kurang enak. Namun kondisi ini tak membuat antusias mereka berkurang.

Salah seorang siswi SD Jaya Negara Makassar, Ika mengaku senang dan bangga bisa dikunjungi sekolahnya oleh para kakak kakak dari berbagai profesi. Di sini Ia bisa mengetahui secara langsung beberapa profesi yang ditempatkan di sekolahnya.
“Terima kasih kami ucapkan kepada kakak kakak dari para relawan Kelas Inspirasi 6 untuk TIM 4 telah membagi ilmu dan pengalaman profesinya kepada kami. Senang sekali bisa dapat ilmu dan prakteknya langsung”, ungkapnya.

Usai pelaksanaan Kelas Inspirasi, Koordinator TIM 4 SD Jaya Negara, Saipul menyerahkan piagam penghargaan kepada pihak sekolah. Sementara salah satu perwakilan dari SD Jaya Negara mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang hadir berbagi inspirasi di sekolahnya. Menurutnya acara Kelas Inspirasi ini merupakan kegiatan positif yang dapat mendorong anak anak untuk bersemangat bercita-cita yang lebih baik ke depannya agar mereka bisa bertanggung jawab untuk dirinya sendiri kalau kelak akan menjadi seperti yang dicita-citakan.

Tim 4 Kelas Inspirasi Makassar 6

“Dengan adanya kakak kakak relawan di SD Jaya Negara ini semoga mereka bisa jadikan contoh untuk terus menggapai cita citanya”.

Terima kasih yang tulus saya ucapkan kepada para guru di SD Jaya Negara yang telah menerima kehadiran kami meskipun hanya sehari. Saya tak bisa membayangkan perjuangan para guru yang dalam kesehariannya mengajar murid murid di sekolah ini. Paling tidak langkah sederhana ini dapat memberikan perubahan berarti bagi adik adik di sekolah.

Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi.

*) diolah dari berbagai sumber

International Certificate for Safira

Hari ini, Sabtu 11 Maret 2017 sepucuk surat datang ke rumah kami. Surat ini sangat spesial karena berisi sebuah sertifikat penghargaan kepada Safira Devi Amorita ketika tampil di Grand Opening Children Festival Korea Selatan tahun 2015.

Kamu bertiga langsung teringat akan memory perjalanan sekeluarga menuju ke Korea Selatan. Sejumlah agenda telah menunggu kami di Korea Selatan.

Pertama, mengikuti training dan workshop mendongeng di Gwangju pada 1-31 Agustus 2015. 

Kedua, penampilan di Indonesia International Book Festival di Jakarta pada 2-4 September 2015. 

Ketiga, penampilan mendongeng pada Grand Opening Asia Culture Center Children di Gwangju pada 9-13 September 2015. Pada acara ini, Safira akan mendongeng di hadapan warga Gwangju di sebuah acara khusus bernama Story in Tent with Safira Devi Amorita. Ia pun diagendakan akan mendongeng di National Children Day di Thailand pada Januari 2016.

Safira merasa senang dirinya diundang ke Korea Selatan. Menurutnya, keberuntungan ini tak datang dengan sendirinya. Ia telah menoreh berbagai prestasi dari kegiatan mendongeng. Pada 2012, di usia 12 tahun, ia menjadi Duta Baca Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan. Selama bertugas sebagai duta baca, ia keliling mendongeng ke berbagai perpustakaan daerah di Sulawesi Selatan.

“Setelah Fira selesai tugasnya, Fira masih sering ke sekolah dan TK untuk berbagi cerita,” ujar siswi kelas XI SMA Katolik Rajawali Makassar ini. “Senang saja bisa berbagi cerita dengan teman-teman. Melalui cerita, mereka bisa mengambil kesimpulan sendiri dari cerita yang didengar.”

Saat mendongeng, Fira menggunakan berbagai alat bantu seperti boneka, wayang, dan musik sebagai suara latar. Agar tambah menarik, ia mengombinasikan mendongengnya dengan menyanyi dan menari.

Audiens mendongeng Safira tak hanya anak-anak sekolah. Pada September 2012, di acara Festival Forum Kawasan Timur Indonesia (KTI) VI di Palu, Sulawesi Selatan, ia menjadi pengantar presentasi Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah. “

Dongengnya tentang Kerajaan Bantaeng,” ucapnya.  Festival KTI diikuti perwakilan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, instansi pemerintah, lembaga donor, dan pemangku kepentingan di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Kagum dengan penampilan Fira, Nurdin mengundangnya untuk tampil pada peringatan Hari Tentara Nasional Indonesia di Bantaeng. Ia tampil mendongeng di hadapan sekitar lima ribu tentara.

“Waktu mendongeng pasti ada nervous. Tapi kalau sudah naik panggung, lihat audiens, sudah mulai bercerita, mengalir saja,” terangnya seraya mengaku tak takut mendongengi para tentara.

Safira mengaku ingin berkeliling dunia dari kegiatan mendongeng. Korea Selatan menjadi ajang perdananya untuk tampil di tingkat dunia. Ia pun telah membekali diri dengan kemampuan penguasaan lima bahasa yaitu Inggris, Korea, Mandarin, Jepang, dan Belanda.

Safira juga pernah tampil pada ajang internasional bertajuk Makassar International Writers Festival 2015 yang dihelat di Makassar pada 3-6 Juni 2015. Acara ini mendatangkan para penulis luar negeri. Pada acara ini, Safira berkolaborasi membawakan dongeng dengan pendongeng dari Australia.

We Proud of You girl……