Tag Archives: think survive

Kolaborasi Bersama Think Survive dan Laznas Yatim Mandiri

Pernah dengar kata “Penyintas?”


Kata ‘penyintas’ kali pertama muncul sekitar tahun 2005. Kata tersebut dipopulerkan oleh para aktivis kemanusiaan dan relawan saat terjadi bencana. Istilah ini merupakan terjemahan dari kata survivor dari bahasa Inggris yang berarti ‘orang yang selamat’. Meskipun semua penyintas mengalami penderitaan, namun tidak selalu sama dengan korban akibat suatu kejadian. Sebab, korban, pada umumnya tidak memiliki kemampuan (berdaya) untuk bertahan dalam suatu kondisi, bahkan ada yang meninggal dunia. Dengan demikian, apabila seseorang yang menjadi korban dari suatu kejadian atau bencana, tetapi ia berhasil bangkit, maka ia disebut sebagai penyintas.

Nah dalam kesempatan kali, Selasa 16 Oktober 2018 Kak Safira mendongeng di acara Super Camp TK Al Azhar Makassar di kawasan perumahan BI Jalan Sultan Alauddin. Ada sekitar 50 adik adik TK yang ikut dalam kegiatan Super Camp ini. Satu jam sebelumnya ada juga tim DongKel dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang hadir di tempat ini. Sedangkan kehadiran Kak Safira disupport oleh Yayasan Think Survive sebagai aksi penggalangan dana bagi penyintas kanker.

Sedangkan Kak Heru masih harus menyelesaikan jadwal mendongeng di SDN 125 Sinjai. Hari ini ada 4 sekolah yang harus didatangi. Ada yang menarik perhatian Kak Heru ketika datang di SD Negeri 125 Sinjai. Di sekolah ini juga ada seorang anak berkebutuhan khusus. Namanya Afdal, umurnya 9 tahun dan sekarang duduk di kelas 3 di sekolah ini. Ketika berumur 4 tahun, Afdal kena panas tinggi yang menyebabkan pertumbuhan tulangnya menjadi tidak normal. Meski mengalami kondisi yang berbeda dengan teman lainnya, Afdal tetap semangat untuk bersekolah dan bergaul dengan temannya.

Hari ini dia sangat gembira bertemu dengan Kak Heru dan Bona. Tingkah laku Bona yang lucu dan suka bernyanyi lagu anak anak membuatnya tertawa terus. Bahkan dia ingin Bona jadi teman barunya. Dalam keseharian di kelasnya,Afdal belajar harus dalam keadaan duduk di sebuah kursi dan diawasi oleh sang ibu yang juga merupakan guru yang mengajar di sekolah ini

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker

Bulan Februari adalah bulan istimewa bagi para Penyintas Kanker di seluruh dunia.

Mengapa istimewa?

Setiap tanggal 4 Februari ditetapkan sebagai Hari Kanker Sedunia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap kanker dan mendorong pencegahan, deteksi, dan pengobatan kanker. Dikutip dari wikipedia, Hari Kanker Sedunia dibentuk oleh Union for International Cancer Control (UICC) untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia, yang dibuat pada tahun 2008. Tujuan utama dari Hari Kanker Sedunia adalah untuk menurunkan angka kematian akibat kanker secara signifikan sampai tahun 2020

Rumah Dongeng Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Think Survive mengadakan Aksi Dongeng Kemanusiaan Untuk Penyintas Kanker. Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian Hari Kanker Sedunia yang dilaksanakan oleh komunitas Think Survive di Kota Makassar. Beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain : Survivors Keep Healthy Stay Beauty  Photo Booth di RS Unhas Makassar, Car Free Day Mandala, Fun Zumba n Yoga di Taman Pakui, Nobar Charity di 21 Studio dan Focus Group Discussion di Graha Pena.

Kolaborasi dengan Yayasan Think Survive ini bermula dari keinginan tim Rumah Dongeng Indonesia untuk lebih memperluas jaringan kemanusiaan.  Selama ini kerjasama hanya menyasar untuk lembaga amil zakat nasional seperti Dompet Dhuafa, PKPU dan Yatim Mandiri. Di awal tahun 2018, terjalinlah kolaborasi dengan sebuah yayasan yang khusus bergerak di bidang penyintas kanker.

Penyintas adalah merupakan terjemahan dari kata survivor dari bahasa Inggris yang berarti ‘orang yang selamat’. Meskipun semua penyintas mengalami penderitaan, namun tidak selalu sama dengan korban akibat suatu kejadian. Sebab, korban, pada umumnya tidak memiliki kemampuan (berdaya) untuk bertahan dalam suatu kondisi, bahkan ada yang meninggal dunia. Dengan demikian, apabila seseorang yang menjadi korban dari suatu kejadian atau bencana, tetapi ia berhasil bangkit, maka ia disebut sebagai penyintas.

Think Survive digagas dan diinisiasi oleh Nita Nursepty – yang telah melewati masa kemoterapi dan mastektomi (operasi pengangkatan payudara) pada tahun 2013 – sebagai wadah sosial bagi para wanita penyintas kanker. Think Survive diperkenalkan kepada publik pada tanggal 9 Oktober 2015 di Trans Studio Mall Makassar.

Think Survive ingin berbagi pengalaman dengan sesama pejuang kanker untuk saling memotivasi dan berbagi selama masa pengobatan, perawatan, dan pascaterapi. Kehadiran Think Survive Cancer Women Support Group diharapkan berdampak pada penyebaran informasi secara benar dan meluas di lingkungan keluarga pasien maupun kerabatnya.

Landasan Think Survive adalah edukasi dan motivasi, sehingga selain memberikan pendampingan pasien/penyintas kanker, Think Survive juga bergerak untuk mengedukasi awam terutama generasi muda dan keluarga pasien. Kegiatan penggalangan danaakan digalakkan pada tahun ke dua dalam rangka mewujudkan mimpi membangun rumah singgah.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker ini akan diadakan selama bulan Februari di beberapa sekolah di Kota Makassar dan sekitarnya. Tujuan utama dari aksi ini adalah mengedukasi anak anak sekolah untuk membantu para penyintas kanker melalui kegiatan dongeng. Kegiatan utama adalah berdonasi secara sukarela dan tentu saja mendengarkan dongeng yang penuh dengan pesan moral yang baik.

Aksi Dongeng Kemanusiaan Penyintas Kanker

Bagi sekolah yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini silakan menghubungi nomor panitia pelaksana seperti yang tertera dalam poster diatas.