Tag Archives: Trauma healing

Roadshow Disaster Risk Reduction di Palu

Roadshow DRR (Disaster Risk Reduction) bersama Wahana Visi Indonesia di Palu Sulawesi Tengah.
Hari ini kegiatan pertama DRR mengambil lokasi di SD Inpres 5 TaipaLaga Palu Utara. Di tempat ini ada sekitar 150 adik adik yang diedukasi tentang program DRR melalui sebuah cerita.

Disaster Risk Reduction adalah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengurangi risiko bencana. Ini bertujuan untuk mengurangi kerentanan sosio-ekonomi terhadap bencana serta mengatasi bahaya lingkungan dan lainnya yang memicu mereka.

Pemaparan dalam bentuk dongeng sangat mudah diterima oleh anak anak disini. Selain mendengarkan dongeng, mereka juga belajar tentang cara menghadapi bencana yang sering menimpa daerahnya.

#rumahdongeng
#disasterriskreduction
#storytelling
#Palubangkit
#wahanavisiIndonesia

Dengarkan Jesica Bicara : Dongeng Trauma Healing di Palu

Ketika Professor Husni Tanra meminta kesediaan saya untuk menjadi relawan AMDA, maka dengan senang hati saya menerima ajakan beliau.

AMDA adalah sebuah organisasi internasional yang didedikasikan untuk mewujudkan komunitas dunia yang damai melalui upaya kemanusiaan di sektor perawatan kesehatan medis. Didirikan di Okayama City, Jepang, pada tahun 1984.

AMDA adalah organisasi non-pemerintah, nirlaba dengan jaringan internasional dari 30 cabang dan 47 organisasi yang berkolaborasi di seluruh dunia.

AMDA telah bekerja di lebih dari 50 negara di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa bekerja sama dengan pemerintah, badan PBB, seperti UNHCR, WHO, WFP, UNOCHA, dan lembaga dan lembaga khusus lainnya.

Dan hari Minggu siang, 25 Nopember 2018 saya tiba di Palu. Setelah beristirahat sejenak di salah satu guest house yang tak jauh dari Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie, saya diajak oleh tim AMDA untuk makan siang di Rumah Makan Padaidi Palu. Sempat bertanya dalam hati, kok jauh jauh ke Palu tapi makannya di rumah makan punyanya orang Pangkep ya..?

Sempat saya melirik tak jauh dari rumah makan ini ada tempat makan khas orang Palu yaitu Kaledo Stereo. Maunya sih saya bisa makan Kaledo dulu. Tapi tak apalah karena pasti di lain waktu masih ada kesempatan untuk merasakan makanan khas Palu ini.

Aksi Dongeng Kak Heru di Sigi Sulawesi Tengah

Usai makan siang, kami beristirahat sejenak di salah satu lokasi pemancingan di Kabupaten Sigi. Jaraknya tak jauh dari dari Kota Palu. Dan sekitar pukul 16:00 WITA tim AMDA sudah berada di JonoOge Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Sore ini saya beraksi menghibur adik adik sekolah minggu di tempat ini.

Sebelum memulai kegiatan dongeng, saya sempat duduk di barisan anak anak yang sudah hadir di lokasi kegiatan. Saya melihat ada seorang gadis kecil yang duduk paling depan. Namanya Jesica, umurnya baru 6 tahun. Saya mencoba berbincang dengan si kecil pemberani ini sembari menunggu acara dimulai.

Kak Heru asyik ngobrol dengan Jesica

Di tangannya nampak sebuah kertas yang dilipat dengan rapinya. Saya mencoba mendekati gadis kecil ini dan bertanya kertas apa itu?

“Ini surat untuk ibu guru Krista,” jawabnya.

“Boleh Kak Heru lihat apa isinya?,” tanyaku. Tanpa ragu ragu dia meyerahkan kertas kecil berwarna putih.
Ada kalimat kalimat yang ditulis dengan guratan pensil.
Saya nggak terlalu hapal isinya, namun surat itu berisi ucapan terima kasih kepada ibu guru Krista yang telah membuat Jesica menjadi anak pintar.

Ibu Krista adalah salah satu relawan pengajar di tempat ini. Dan besok pagi ibu Krista akan pergi meninggalkan Palu karena masa tugasnya sudah selesai. Dan besok pula surat itu akan diberikannya kepada ibu guru Krista.

Mengajak berbincang dan bercerita adalah salah satu metode yang baik dilakukan di lokasi bencana.
Dengarkan apa yang anak katakan. Lihat matanya agar dia tahu bahwa dia didengar oleh orang dewasa.

#traumahealing
#RumahDongeng
#Palubangkit
#sigibangkit
#DonggalaBangkit

Dongeng Trauma Healing di Makassar

Mendongeng di lokasi kebakaran BTP Makassar

Siang ini, Selasa 28 Maret 2017 berkunjung ke lokasi kebakaran di BTP Blok A Makassar. Sebanyak 9 unit rumah terbakar habis dalam musibah kebakaran yang terjadi minggu lalu.

Tim Rumah Dongeng yang terdiri dari Wiwik Astuti, Safira Devi Amorita, Mami Kiko dan didukung oleh Komunitas Bersih Makassar yang dikoordinir oleh Muhyiddin Mustakim berbagi keceriaan melalui dongeng yang dibawakan oleh Kak Heru.

Kami yakin bahwa dengan dongeng adik adik yang terkena musibah akan kembali mendapatkan keceriaan dan semangat
baru ditengah rasa kehilangan dan trauma yang dialami.

Di bawah tenda yang berdiri di bekas lokasi kebakaran, puluhan anak anak sudah siap berkumpul. Bahkan beberapa ibu dan warga lainnya ikut juga nimbrung di bawah tenda yang cukup panas udaranya. Mereka siap untuk mendengarkan dongeng.
Beberapa saat sebelumnya ada komunitas yang bernama Fokus juga hadir untuk memberikan bantuan berupa bahan makanan kepada warga. Saya melihat bahwa sudah banyak bantuan yang datang silih berganti yang pada umumnya beri makanan dan bahan bangunan utk pers rumah warga.
Nah… kami datang bukan membawa bantuan makanan atau bahan bangunan. Rumah Dongeng dan Kombes datang utk anak anak yang menjadi korban kebakaran dengan membawa sebuah dongeng. Kami ingin mereka tumbuh kembali keceriaan dan semangatnya.

 

Adik adik bersalaman ketika dongeng usai

Dan hasilnya memang sangat terlihat ketika dongeng sudah dimulai. Gelak tawa dan senyum selalu muncul dari wajah wajah kecil.
Bahkan ibu ibu dan warga lainnya ikut dalam keceriaan ini.

Dongeng memang powerfull….!