Tag Archives: workshop dongeng

IGRA Kabupaten Takalar melaksanakan Workshop Dongeng

Kepala Kantor Kementerian agama Takalar H. Junaidi Mattu membuka Workshop Mendongeng dan Sosialisasi Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Biaya Operasional Raudhatul Athfal sekabupaten Takalar,Selasa 15/10/19 di Hotel Sampulungan Galesong.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Takalar. Sebanyak 90 orang peserta dari 34 RA sekabupaten Takalar hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Takala r H.Junaidi Mattu menyambut baik kegiatan ini,Ia mengatakan pertemuan seperti ini merupakan wadah untuk menyamakan persepsi dalam memberikan materi ajar kepada peserta didik di RA.

Dia meminta kepada pengurus IGRA agar melakukan pertemuan minimal sekali dalam sebulan. Ini akan berdampak pada anak didik setelah lulus dalam melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi selain untuk peningkatan kualitas kepala dan guru RA, jelasnya.

Hal itu sangat penting dilakukan kata Kepala Kantor mengingat IGRA merupakan sebuah organisasi profesi yang menjadi wadah pembinaan kerjasama antar kepala RA dan Guru untuk menyamakan visi dan misi dalam memberikan materi ajar pada anak dilingkungan RA.

Selanjutnya Ia meminta kepada para kepala dan guru RA agar berinovasi dalam mendongeng serta bernyanyi,dongeng dan nyanyian sebaiknya mengandung pelajaran agama,kata Junaidi Mattu.

Hadir mendampingi Kepala Kantor, Kepala Seksi Penmad H. Misbahuddin bersama ketua Pokjawas Rustam Siala serta beberapa pengawas Madrasah

Workshop Dongeng di Maros

Sebagai upaya membangun karakter anak di Kabupaten Maros melalui dongeng dengan cerita atau kisah lokal budaya Maros, pengurus Rumah Dongen Chapter Maros (RDCM) dikukuhkan oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Maros Sulaeman Samad mewakili Bupati Maros dan disaksikan Ketua DPRD Maros Andi Patarai Amir, di Baruga A Kantor Bupati Maros, Rabu (2/10/2019).

Pengurus Rumah Dongeng Chapter Maros

Lory Hendradjaya dikukuhkan sebagai Ketua Rumah Dongeng chapter Maros didampingi Ima Fatimah sebagai Sekretaris dan Nurbaya Idrus sebagai Bendahara. Pengukuhan dilaksanakan di acara pembukaan Workshop Dongeng Maros 2019 yang digelar RDCM.

Workshop diikuti guru TK, KB, SD, dan SMP, selama sehari penuh. Terlihat guru sangat antusias mengikuti Workshop Dongeng ini terbukti, dari target peserta 100 orang, ternyata yang hadir 215 peserta.

Dalam sambutannya Asisten 3 berharap, kehadiran Rumah Dongeng chapter Maros ini akan berdampak baik bagi pengembangan pendidikan karakter bagi siswa dan anak anak Maros.

Sementara Lory Hendrajaya mengatakan kehadiran Rumah Dongeng ini akan konsentrasi menggali nilai nilai karakter daerah Maros melalui budaya lisan atau budaya tutur dalam bentuk dongeng, mitos, legenda, hikayat, atau jenis lainnya yang masih banyak berkembang di masyarakat.

Lory menargetkan cerita cerita rakyat ini dapt didokumentasikan dalam bentuk buku cerita yang akan dijadikan media pembelajaran di sekolah.

Cerita rakyat seperti Toakala ri Abbo, Bissu Daeng ri PAttiro tak kalah seru dibanding cerita Jawa atau India, Angge Sayu si Manusia kuat asal Maros, atau kisah karamnya Biseang Labboro.

“Kisah ini menyimpan banyak nilai dan makna makna pendidikan di dalamnya. Ini tantangan katanya, tapi inilah usaha,” tuturnya.

Kak Heru membawakan materi workshop dongeng

Worshop Dongeng berlangsung seru sampai sore dan dipandu pendiri Rumah Dongeng Indonesia, Puguh Herumawan.

Materi atraktif dibawakan bersama tim Dongeng Makassar. Materi yang diberikan dalam workshop bagaimana memilih tema dongeng, membaca dongeng dengan suara keras, meniru suara hewan, olah vokal , dan mengenal penokohan dalam dongeng.

Workshop Dongeng di Pinrang

Pelatihan Mendongeng bagi guru guru SD Kabupaten Pinrang yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pinrang.

Dibuka langsung oleh Bapak Asmin selalu Kadis Perpustakaan, pelatihan setengah hari ini dilaksanakan untuk persiapan event Lomba Bercerita Tingkat SD se Kabupaten Pinrang. Beliau berharap agar tahun 2019 utusan dari Pinrang bisa tembus ke tingkat nasional.

#storytelling
#rumahdongeng
#workshopdongeng

Read Aloud Workshop Bersama Yayasan Haji Kalla

Salah satu kendala yang dialami oleh beberapa guru ketika mendongeng adalah sulitnya berdiri di depan muridnya untuk memulai bercerita. Beberapa dari guru sudah puluhan kali mengikuti workshop dongeng, namun hal tersebut masih sulit untuk dilakukan di kelasnya.

Melihat fenomena tersebut, Dikmas PAUD Sulsel bekerjasama dengan Yayasan Haji Kalla mengadakan kegiatan pelatihan bagi guru PAUD se Kota Makassar. Kegiatan yang bertema Pelatihan Lembaga PAUD menuju PAUD yang berprestasi dilaksanakan mulai tanggal 10-12 Oktober 2018. Pelatihan ini diikuti oleh 40 lembaga PAUD yang berada di bawah naungan HIMPAUDI Makassar. Salah satu materi yang diberikan kepada peserta adalah Model Pengembangan Bahasa melalui Cerita Tradisional.

Dan pada hari Kamis, 11 Oktober 2018 Kak Heru dari Rumah Dongeng berkesempatan menjadi nara sumber dalam pelatihan ini. Semula panitia mengalokasikan materi dongeng ini di malam hari pada pukul 20:00-21:30 WITA, namun atas permintaan dari Yayasan Haji Kalla, materi dongeng dipindahkan ke hari Kamis pagi pukul 10:15 – 15:30 WITA.

Melihat tema yang diberikan oleh panitia pelaksana, sayapun kembali teringat ketika 2 tahun lalu diminta juga oleh Dikmas PAUD Sulsel untuk membuat modul dengan tema yang sama yaitu Pengembangan Bahasa Anak Melalui Cerita Tradisional. Hampir 1 bulan saya mengerjakan modul tersebut dan akhirnya hari ini saya melihat modul tersebut sudah digunakan oleh Dikmas PAUD Sulsel. Metode pelatihan dongeng yang digunakan dalam pelatihan ini adalah read aloud atau membaca nyaring. Salah satu metode mendongeng yang mudah dilakukan oleh para guru. Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seseorang pengarang.

Orang yang membaca nyaring pertama-tama haruslah mengerti makna serta perasaan yang terkandung dalam bahan bacaan. Dia juga harus mempelajari keterampilan-keterampilan penafsiran atas lambang-lambang tertulis sehingga penyusunan kata-kata serta penekanan sesuai dengan ujaran pembicara yang hidup. Membaca nyaring yang baik menuntut agar si pembaca memiliki kecepatan mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh, kerena dia haruslah melihat pada bahan bacaan untuk memelihara kontak mata dengan para pendengar.

Materi presentasi tentang teknik membaca nyaring saya sampaikan selama kurang lebih 90 menit disertai dengan sedikit praktek tentang vokal dan ekspresi wajah. Selanjutnya sebelum istirahat makan siang, saya memberikan tantangan kepada peserta untuk membuat sebuah buku cerita bergambar sebagai bahan praktek dalam kegiatan ini. Peserta yang berjumlah 40 orang dibagi menjadi 4 kelompok, setiap kelompok diberikan kebebasan untuk memilih cerita yang sudah ada di dalam buku modul Pengembangan Bahasa Anak Melalui Cerita Tradisional yang diterbitkan oleh Dikmas PAUD Sulsel. Setiap kelompok diharuskan menggambar sendiri tokoh tokoh dalam cerita serta membuat ilustrasi teks sederhana. Dengan penuh antusias mereka mengerjakan tugas ini selama kurang lebih 90 menit dan kemudian mempresentasikan hasilnya dengan bercerita di depan kelas.

#ReadAloud
#RumahDongeng
#Storytelling

Workshop Read Aloud di Sinjai

Terkejutnya Bapak Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai..!!

Ketika ketua panitia workshop memberikan laporan bahwa workshop ini dilaksanakan tanpa ada dana awal dari panitia, berbisik Pak Kabid yang duduk di samping saya.
“Bisa juga panitia mendatangkan 100 guru tanpa ada dana ya Kak?”.

Saya hanya tersenyum sendiri. Bisalah pak..
Karena kami adalah komunitas dongeng yang tak mengharap keuntungan utk membuat kegiatan.

Dan inilah di hari Minggu siang akhir September Kak Heru berbagi ilmu sederhana dalam mendongeng bagi 100 guru guru TK di kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan.

Mengapa sederhana???
Read aloud atau membaca nyaring adalah salah satu cara termudah dalam bercerita. Hanya dengan menggunakan media buku, kegiatan mendongeng sudah bisa dilakukan.
Pilihan buku sangat beragam dan beberapa penerbit buku sudah membuat buku khusus untuk anak anak.

Di tahun anggaran 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sinjai telah membuat satuan tugas khusus untuk melayani seluruh kecamatan di Sinjai. Satgas ini akan mengikutsertakan 2 orang pendongeng untuk mengunjungi TK dan SD di Sinjai.

Inilah yang juga diucapkan dalam doa yang dibacakan oleh Bunda Deska. Membuat satu kebaikan dengan niat tulus akan memberikan kebaikan lainnya juga.

#WorkshopReadAloud
#Storytelling
#RumahDongeng

Read Aloud Workshop di Watampone

Ide membuat sebuah buku yang berjudul The Read-Aloud Handbook muncul ketika Jim Trelease mulai menjadi sukarelawan di sebuah kelas pada saat yang sama ketika dia dan istrinya membesarkan dua anak mereka dan membacakan untuk mereka setiap hari.

Jim adalah mantan jurnalis dan penulis The Read-Aloud Handbook , salah satu buku paling menakjubkan yang pernah saya baca. Ini adalah buku yang dengan mudah saya pahami secara intuitif tentang membaca sekaligus bagaimana dapat mengartikulasikan bacaan tersebut.

Dalam pelatihan “Membaca Nyaring” yang saya lakukan bersama 200 guru TK se Kabupaten Bone, saya ingin menunjukkan betapa mudahnya mendongeng dengan teknik Read Aloud ini. Selama hampir 5 jam saya memaparkan langkah langkah mudah yang dilakukan mulai dari awal membaca sampai aktifitas setelah membaca buku.

Dalam video ini, beberapa orang guru sedang asyik mempraktekkan betapa mudahnya membacakan cerita bagi murid muridnya.
Salah satu buku yang dibaca adalah buku berjudul “Piknik di Kumbinesia” dari KPK RI.

Yuk disimak videonya disini :

Mudahnya Mendongeng dengan Read Aloud

Workshop Dongeng dan Polisi Sahabat Anak Polres Bone

Yayasan Kemala Bhayangkari pada tahun 2018 ini sudah berusia 38 tahun. Yayasan Kemala Bhayangkari dibentuk karena adanya rasa tanggung jawab, rasa senasib sepenanggungan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan. Atas prakarsa ibu Widodo Budidarmo selaku ketua umum bhayangkari pada saat itu mencetuskan ide pembentukan yayasan, gagasan tersebut dilanjutkan oleh Ketua Umum Bhayangkari Ibu Poppy Awaluddin Djamin dengan mendaftarkan akte pendirian ke Notaris Ny. Hidayati Ananta Prajitno Nitisastro SH pada tanggal 5 Mei 1980, dengan nama “YAYASAN KEMALA BHAYANGKARI” yang berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta.

Sebagai rangkaian kegiatan ulang tahun yang ke-38 ini, Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bone mengadakan kegiatan yang bekerjasama dengan Rumah Dongeng ID dalam bentuk pelatihan mendongeng bagi guru TK se Kabupaten Bone. Bertempat di aula Pemadam Kebakaran Bone, pada hari Sabtu 10 Maret 2018 kegiatan pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Ibu Yani Kadarislam selaku ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bone.

Pelatihannya mendongeng ini diikuti oleh 159 guru TK yang berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Bone. Selama kurang lebih 5 jam, peserta kegiatan diberikan tips dan teknik dasar mendongeng dengan teknik membacakan cerita atau Read Aloud. Mereka nampak antusias dan senang mendapatkan pengalaman baru dalam mendongeng. Dalam kegiatan praktek membacakan buku dongeng, peserta sepertinya tidak mengalami kesulitan untuk mendongeng dengan teknik Read Aloud ini.

Peserta workshop juga diberikan beberapa tips agar anak anak suka membaca buku dongeng, tips tersebut disingkat dengan 3B (Book, Basket dan Bed Lamp).

Yang pertama adalah Book.

Sebagai orang tua yang cerdas, cobalah membeli 1 buku lalu berikan kepada anak. Buku tersebut adalah buku pribadi anak anda. Tuliskan namanya di bagian dalamnya sebagai identitas kepemilikan buku. Katakan kepadanya bahwa buku itu adalah miliknya dan tidak perlu dikembalikan ke perpustakaan. Atau katakan juga kepadanya bahwa buku tersebut tidak boleh dipinjamkan kepada orang lain. Beri aturan kepadanya agar menjaga buku itu dengan baik. Ada penjelasan tersendiri nanti tentang kepemilikan buku pribadi dan prestasi membaca anak.

Yang kedua adalah Book Basket atau keranjang buku.
Letakkan keranjang buku di tempat

yang mudah dijangkau oleh anak.
Anda bisa juga meletakkan keranjang buku di tempat yang sering digunakan oleh anak. Misalkan di tempat bermainnya, atau bahkan dapat diletakkan di kamar mandi. Saya yakin dulu kita sering membaca koran atau majalah ketika sedang berada di kamar mandi. Sayangnya sekarang keberadaan koran sudah digantikan oleh gadget.

Yang ketiga adalah Bed Lamp atau Lampu Tidur.

Apakah di kamar anak anda sudah dipasangi lampu tidur? Jika belum belilah lampu tidur dan pasang di dekat tempat tidurnya. Kebanyakan anak yang sulit tidur biasanya akan membaca terlebih dahulu buku favoritnya. Matikan terlebih dahulu lampu utama di kamar tidurnya dan nyalakan lampu tidur. Dengan membaca sekitar 15 menit akan memudahkan mata mulai mengantuk dan tidur dengan lelap. Namun kebanyakan juga anak anak yang sudah senang membaca novel atau buku yang lebih tebal, proses membaca bisa sampai 1-2 jam lamanya.

Setelah memberikan sambutan sebagai tanda pembukaan acara secara resmi, Kapolres Bone tetap mengikuti kegiatan dongeng sampai selesai. Bahkan beliau duduk bersama anak anak mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Heru dari Rumah Dongeng ID.

Workshop Dongeng: Mudahnya Mendongeng dengan Read Aloud

Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bone bekerjasama dengan Rumah Dongeng Indonesia dan Penerbit Erlangga akan melaksanakan Workshop Dongeng Teknik Read Aloud-Membaca Nyaring

Workshop ini akan dilaksanakan pada hariSabtu, 10 Maret 2018
Mulai pukul 09:00 – 16:00 WITA bertempat di Aula Pemadam Kebakaran Watampone Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.

Mengapa Read Aloud?

Read Aloud adalah salah satu cara yang paling mudah dalam teknik mendongeng. Guru atau orang tua hanya memilih buku cerita dan membacakannya kepada anak anak.

Apa yang akan dipelajari?

1. Mengapa memilih teknik Read Aloud?
Perbedaan antara Mendongeng dan Read Aloud/Membacakan Cerita

2. Bagaimana tips memilih buku cerita yang sesuai dengan usia anak?

3. Bagaimana membuat cerita menjadi lebih menarik?
Belajar menggunakan intonasi, ekspresi, mengatur posisi dan lainnya

Terbatas hanya untuk 100 peserta saja ya..

Yuk ikut kegiatan keren ini…!

Selain workshop dongeng ada juga kegiatan mendengarkan dongeng pada Hari Minggu, 11 Maret 2018 bertempat di TK Bhayangkari Bone.
So jangan lupa untuk mengajak ananda tercinta untuk ikut serta mendengarkan dongeng keren bersama Kak Heru dan Bona.

Sedangkan di hari Senin, 12 Maret 2018 masih ada lagi kegiatan mendongeng di SIT Asshiddiq Bone dalam bentuk Sedekah Dongeng. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 200 anak anak TK dan SD Islam Terpadu Asshiddiq yang akan mengadakan penggalangan sedekah untuk disalurkan kepada Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri.

Mini Class Storytelling di Perpustakaan SD Athirah

“Membuka pelajaran di kelas dengan sebuah cerita singkat akan membuat anak anak senang belajar di kelas. Mendengarkan cerita adalah semacam pemicu anak untuk merasa senang belajar,” jelas Kak Heru dari Rumah Dongeng Indonesia saat memberikan mini class storytelling untuk guru kelas SD Athirah Makassar, Selasa 31 Januari 2018 di Perpustakaan SD Athirah Kajaolalido.

Melalui buku dan membaca, anak, khususnya di usia dini bisa mendapatkan banyak hal. Cara mengajarkan anak untuk membaca, bisa dilakukan melalui mendongeng atau read aloud. Dua pilihan tersebut adalah metode belajar yang berbeda. Storytelling (mendongeng) adalah kegiatan interaktif yang dilakukan oleh satu orang atau lebih untuk menyampaikan pesan atau peristiwa dalam kata-kata.

Kendalanya adalah kadang guru mengalami kesulitan untuk menceritakan sesuatu dengan gaya pendongeng (harus hafal, dengan gerak-gerik badan, improvisasi, dan lainnya). Di lain pihak, sejak dini anak perlu belajar membaca. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk menjembatani kesulitan para guru menciptakan cerita dan agar anak sekaligus belajar membaca adalah dengan metode read aloud (membaca lantang).

Metode read aloud bertujuan akhir untuk membuat anak “mau” membaca, bukan hanya “bisa” membaca. Caranya, dilakukan dengan mengajak anak membaca bersama. Cukup membuat grup kecil dalam kelas dan posisikan anak agar ia bisa melihat huruf-huruf dari buku bacaan.

Posisinya bisa duduk berdekatan atau berdampingan dengan anak di kelas. Tunjuk kata-kata yang dibacakan agar si anak bisa melihat bentuk huruf-hurufnya.

Materi singkat tersebut adalah materi pembuka mini class storytelling yang bertujuan untuk membuka wawasan para guru tentang mudahnya mendongeng dengan teknik read aloud. Beberapa teknik singkat tentang cara membaca buku juga diberikan, seperti olah vokal dan olah karakter tokoh dalam cerita.

Selanjutnya para peserta diminta untuk menyiapkan satu buah cerita yang berasal dari koleksi buku di perpustakaan sekolah. Cerita tersebut akan diolah dan dipelajari oleh para guru untuk persiapan pada pertemuan kedua pada minggu mendatang.

Pelatihan singkat dengan durasi 4 kali pertemuan ini adalah salah satu program gratis dari Rumah Dongeng Indonesia untuk sekolah yang sudah memiliki perpustakaan.

Bagi sekolah yang ingin dikunjungi dan mendapatkan pelatihan read aloud dari Rumah Dongeng Indonesia, silakan menghubungi Kak Heru di nomor 0852 5575 1971 atau di email herumawan@gmail.com

Apa Perbedaan Dongeng dan Read Aloud?

Buku merupakan salah satu sumber informasi yang mudah diakses. Informasi yang bisa didapatkan dari buku sangat beragam mulai dari yang sifatnya mendidik sampai yang sifatnya menghibur. Selain itu, buku tak lekang oleh masa. Kita akan bertemu dan memerlukan buku sepajang hidup kita.

Lalu apa yang akan terjadi bila anak-anak kita tidak mencintai buku?

Yang paling sederhana dan mendesak dimasa-masa awal kehidupannya adalah kemungkinan mereka menghadapi kesulitan dalam proses belajar. Betapa tidak, walaupun teknologi telah berkembang dengan pesat, buku tetap merupakan media utama dalam proses belajar.

Jika demikian apa yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku ya?
Banyak hal dapat dilakukan dari mulai memperdengarkan cerita (mendongeng), memunculkan suasana kondusif untuk membaca di keluarga atau dengan cara memumbuhkan kebiasaan membaca lantang (read aloud).

Apakah read aloud berbeda dengan mendongeng?
Ya…! Tentu saja berbeda.

Berdasarkan tujuannya kedua aktivitas tersebut adalah berbeda. Read aloud bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku, sedangkan mendongeng bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada cerita dan bahasa.

Tujuan ini berkaitan dengan perbedaan kedua aktivitas ini berdasarkan teknik pelaksanaannya.
Dikarenakan read aloud adalah aktivitas membacakan buku dengan lantang maka kehadiran buku sangat diperlukan karena kehadiran buku menjadi ciri khas dari aktivitas ini, sedangkan pada aktivitas mendongeng buku tidak perlu dihadirkan karena mendongeng adalah aktivitas menceritakan cerita dengan bahasa orangtua yang lebih lugas dan menghibur.

Bagaimana cara melakukan read aloud?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita memulai bercerita dengan teknik read aloud, yaitu dengam cara mencari buku yang baik untuk anak dan diri kita.

Dalam memilih buku ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:

  1. Sesuaikan panjang cerita dengan usia dan rentang perhatian anak. Dapat dimulai dengan cerita yang pendek, secara bertahap ke yang lebih panjang. Cobalah dengan 2 atau 3 buku cerita yang pendek terlebih dahulu.
  2. Pilih buku cerita yang bisa membuat kita senang, baik cerita atau ilustrasinya.
  3. Pilih cerita yang menarik, banyak dialog, menggambarkan beberapa keadaan, adventure, dan memiliki muatan emosional yang sesuai dengan usia anak dan latar belakang anak.
  4. Bacakan sebanyak mungkin buku cerita anak. Jika menemukan pengarang atau illustrator yang baik, cari beberapa judul dari mereka. Anak akan mempunyai pengarang favorit. Biarkan dia membaca berulang-ulang. Sementara tetap perkenalkan dengan yang buku dan pengarang lainnya.
  5. Cari buku yang mengambarkan keadaan sehari-hari.
  6. Perlu diperhatikan bahwa buku disebut baru, jika anak belum pernah mendengar.

Tahap tahap Read Aloud

  1. Baca terlebih dahulu buku yang hendak kita bacakan ke anak kita
  2. Pilih buku cerita sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak
  3. Bila usia anak sudah memungkinkan, sertakan anak dalam pemilihan buku
  4. Pilih buku diatas kemampuan baca anak tetapi dengan panjang cerita yang sesuai dengan ketahanannya mendengarkan cerita.

Bila tahap persiapan sudah dilalui dengan baik, maka selanjutnya adalah tahap pelaksanaan read aloud. Dalam tahapan ini ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Bacakan cerita dengan penuh kasih sayang
  • Baca perlahan, ekspresif dan semenarik mungkin.
  • Usahakan menggunaan suara/intonasi berbeda sesuai karakter
  • Gunakan efek drama, ada tertawa, merengek, menjerit, berbisik, cepat, lambat, stop, sedih, meraug,meringkik dll sesuai karakter (dalam cerita)
  • Tambahkan ‘body languange”

Dalam kegiatan Read Aloud, ananda dapat dikenalkan dengan komposisi buku sebagai berikut :

  1. Tunjukkan halaman depan
  2. Sebutkan judulnya, nama pengarang dan ilustratornya
  3. Sebutkan tema utama buku yang akan dibaca seperti “buku cerita ini mengenai…”
  4. Mulai dengan membicarakan gambar yang ada dibuku atau dengan membolak-balikkan gambar. Bayi perlu dibantu membolak-balikkan buku sedangkan anak usia 3 tahun keatas sudah bisa melakukannya sendiri
  5. Tunjukkan kata-kata dengan jari kita
  6. Mulai dengan beberapa menit membaca, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan anak maka waktu membaca akan bertambah.
  7. Bila perkembangan anak sudah memungkinkan maka ajukan pertanyaan seputar cerita
  8. Pancing dengan beberapa pertanyaan, apa yang akan terjadi menurut kamu? Apa ini? Apa itu
  9. Biarkan anak bertanya mengenai cerita
  10. Buat cerita sebagai cara untuk bercakap-cakap
  11. Biarkan anak menceritakan ceritanya, diusia 3 tahun seorang anak sudah bisa menghafal cerita dan biasanya senang diberi kesempatan untuk bercerita.

Kapan sebaiknya mulai melakukan read aloud?

Read aloud dapat dimulai sejak dini, bahkan sejak bayi baru lahir. Mengapa demikian? Ini terkait dengan tujuan read aloud yaitu menumbuhkan kecintaan pada buku. Sehingga semakin dini buku diperkenalkan maka hasilnya akan semakin optimal.

Kapan dan dimana sebaiknya kita melakukan read aloud?

Tidak ada waktu dan tempat khusus untuk melakukan read aloud. Kita bisa melakukannya dirumah, saat hendak tidur, sepanjang perjalanan berkendara, saat menunggu pesawat atau kereta api atau saat menunggu antrian dokter.

Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan konsistensi melakukan read aloud. Rutin adalah kunci utama keberhasilannya.

Yuk ikut Workshop Read Aloud dibawah ini..!