Tag Archives: world storytelling day

Hari Dongeng Sedunia 2019

Hari ini 20 Maret 2019 untuk sejenak ribuan anak anak di Makassar melepaskan gadget di tangannya. Berbondong bondong mereka datang ke perpustakaan umum Makassar di Jalan Lamadukelleng. Bahkan sedari pagi, Afyad putra dari Bunda Mugniar, salah satu anggota komunitas Rumah Dongeng sudah bersiap mengantar anaknya.

Rabu, 20 Maret 2019 adalah Hari Dongeng Sedunia atau World Storytelling Day. Sebuah hari dimana seluruh pendongeng di dunia berkumpul untuk berbagi ceria dan cerita bagi seluruh anak anak dari berbagai penjuru.

Hal yang sama juga terjadi di Makassar. Anak anak dari Ujung Tanah, dari Parang Tambung, dari Sudiang, dari Tanjung Bunga berdatangan menuju ke gedung berlantai dua yang pagi ini menjadi tempat berkumpulnya para kurcaci kecil untuk bersama sama mendengarkan dongeng. Coba bayangkan hari ini ada 20 pendongeng yang akan bercerita sepanjang 2 jam terus menerus tanpa henti.

Ya..! 2 sessi bersama 20 pendongeng keren Makassar. Coba siapa pendongeng Makassar yang sudah kalian kenal? Ada Kak Heru yang tampil bersama Bona. Ada Kak Madia dengan dongeng Perpustakaan Pak Burhan, ada Kak Icha dengan dandanan Nenek Pakandenya. Ada Kak Manggazali, Bunda Sri, Kak Mul, Kak Ridho, Kak Yusran, Kak Rini dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan ada juga adik Aqila, sang juara dua nasional lomba bercerita tingkat SD tahun 2018.

Perjalanan dongeng hari ini dimulai dari TK Aisyiah 3 Manggala Antang. Catatan di agenda kegiatan, hari ini ada 4 lokasi yang harus dikunjungi satu demi satu. Kadangkala saya berpikir bisa atau tidak bila di Makassar harus mengisi dongeng di 4 lokasi yang berbeda dalam sehari. Saya mencoba membuat catatan waktu dan jarak. Dari 4 lokasi ini, yang pertama di Perumnas Antang. Saya putuskan di sekolah ini adalah tenpat pertama yang harus didatangi. Tempat lainnya adalah Sekolah Cendekia Berseri, TK Nurul Askar dan perpustakaan umum Makassar. Harusnya menurut perhitungan, pukul 08:00 WITA, kegiatan pertama di TK Aisyiah harus dimulai.

Ini adalah kunjungan pertama saya ke sekolah ini. Lokasinya di Perumnas Antang blok 8. Biasanya di daerah ini kalo musim hujan sering kebanjiran. Mungkin karena letaknya rendah dan dekat dengan daerah tampungan air. Setelah bertanya beberapa kali kepada kerumunan ibu ibu di depan SD Inpres Antang, akhirnya TK Aisyiah 3 saya temukan juga. Jaraknya sekitarnya 250 meter dari jalan raya blok 8 Perumnas Antang. Waktu menunjukkan pukul 08:05 ketika saya tiba di sekolah ini. Beberapa guru nampak masih duduk di depan sekolah sambil sesekali menyambut kedatangan murid muridnya. Tak mau ketinggalan, Heru staf dari Yatim Mandiri Makassar segera memasang spanduk kegiatan Sedekah Dongeng di dinding sekolah. Para murid harus melaksanakan sholat Dhuha terlebih dahulu sebelum mendengarkan dongeng. Dan baru pukul 08:30 WITA dongeng dimulai. Saya pun mulai memikirkan kira kira berapa durasi dongeng di sekolah ini. Pesan Whatsapp dari Joharni sudah masuk dan mengingatkan bahwa di TK Nurul Askar kegiatan harus dimulai sebelum pukul 10:00 WITA. Dan setelah sekitar 40 menit, saya mengakhiri kegiatan di sekolah ini. Bergegas saya menuju ke lokasi kedua.

Lokasi kedua adalah TK Nurul Askar di Asrama Mattoangin Makassar. Seharus sekolah ini jadwalnya pukul 09:00. Namun karena murid muridnya harus pulang pukul 10:00, maka saya harus merubah jadwal dan rute perjalanan. Sekolah Cendekia Berseri saya rubah ke pukul 10:30. Padahal ketika saya menuju ke TK Nurul Askar, rute perjalanannya melewati depan sekolah Cendekia Berseri di Jalan Hertasning. Saya sempat melirik sekolah ini sembari memacu Mona (Mobil Bona) agar cepat tiba di lokasi kedua.

Ada sekitar 35 murid di sekolah yang letaknya berdampingan dengan mesjid di perumahan yang penghuninya kebanyakan anggota TNI Angkatan Darat.

Sedangkan lokasi ketiga adalah sekolah Cendekia Berseri Makassar di Jalan Hertasning. Adik adik disini sudah menunggu sejak pukul 09:00 dan baru pukul 10:40 saya tiba di sekolah yang kebanyakan muridnya tidak memakai baju seragam. Mereka diperbolehkan oleh sekolah untuk memakai baju bebas setiap hari. Kesabaran mereka dalam menunggu patut diacungi jempol.
Terima kasih untuk kesabarannya yang akhirnya dibayar dengan senyum dan tawa yang seru.

Senang sekali hari ini bisa berbagi kebahagiaan dan keceriaan dalam hari dongeng sedunia.