Tag Archives: Yatim Mandiri

Sedekah Dongeng di TK Al Abrar

Sudah pernah dengar kata Al Abrar belum?

Dalam Al-Quran, Surah Al-Infithar ayat 13 :-

“إن الأبرار لفي نعيم..”

(Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (Surga yang penuh) kenikmatan)

Jadi Al Abrar yang dimaksud adalah golongan yang berbakti dengan penuh rasa ikhlas semata-mata karena Allah dengan satu tujuan yaitu surga.

Tapi kali ini Kak Heru tidak akan membahas lebih luas tentang Al Abrar seperti yang ditulis di atas. Al Abrar yang akan Kak Heru ceritakan adalah sebuah nama sekolah tingkat kanak kanak yang berada di Jalan Sultan Alauddin No. 84 Makassar. Saya belum mendapatkan informasi tentang kapan berdirinya sekolah ini. Namun ada salah satu kemenakan Kak Heru yang pernah bersekolah di TK Al Abrar dan sekarang sudah kelas IX SMU. Dia sekarang sudah berumur 17 tahun, jadi bisa jadi sekolah ini sudah 2 dasawarsa berdirinya.

Dalam kesempatan ini, tepatnya di Hari Sabtu 10 Februari 2018, tim Sedekah Dongeng dari Rumah Dongeng Indonesia beserta Laznas Yatim Mandiri Makassar berkesempatan datang di sekolah ini. Dengan mengambil tema Sedekah Dongeng untuk Yatim Dhuafa, sebanyak 80 anak hadir beserta beberapa orang tua murid yang kebanyakan ibu ibu sosialita. Kebetulan hari ini para ibu sedang mengadakan arisan di sekolahnya. Sehingga acara sedekah dongeng terlihat lebih meriah dan ramai.

Meskipun sejak pagi hari Kota Makassar diguyur dengan hujan, namun tak mengurangi antusias dan semangat anak anak untuk datang ke sekolah. Beberapa hari sebelumnya mereka diingatkan oleh Bunda Guru bahwa hari Sabtu, 10 Februari akan datang Kak Heru dan Bona untuk mendongeng di sekolah. Jadwal kegiatan yang seharusnya dimulai pukul 08:30 mesti molor sembari menunggu kedatangan murid. Kak Heru sendiri sudah berada di sekolah ini sejak pukul 08:15.

Suasana masih sepi ketika saya datang, hanya ada 2 orang guru yang duduk di teras sembari menunggu murid datang. Hujan yang cukup deras membuat lantai kelas dan aula basah dan sepertinya tidak bisa digunakan untuk duduk mendengarkan dongeng. Sayapun sempat mengecek kondisi aula yang memang licin dan basah. Walaupun sudah dikeringkan dengan kain pel, namun kondisi aula memang ridak memungkinkan untuk dilaksanakan kegiatan Sedekah Dongeng.

Akhirnya Ibu Murni selaku Kepala Sekolah TK Al Abrar memutuskan untuk memindahkan kegiatan dongeng di Mesjid Al Abrar yang berada persis di samping sekolah. Walaupun demikian untuk menuju mesjid, murid dan guru harus rela untuk berbasah basah terkena air hujan. Saya pun segera menurunkan peralatan dongeng. Satu demi satu peralatan berupa sound system mobile, roll banner dan spanduk mulai saya turunkan dari mobil operasional Rumah Dongeng Indonesia. Hari ini saya tidak membawa laptop sebagai alat pemutar lagu lagu dongeng, namun saya masih bisa menggunakan HP Samsung J7 Prime sebagai pengganti laptop. Tak lama berselang, tim dari Laznas Yatim Mandiri juga datang. Salah satunya adalah bunda Endang yang setia menemani Kak Heru dalam setiap kegiatan Sedekah Dongeng.

Acara inipun dimulai sekitar pukul 09:45, meskipun beberapa murid tidak sempat hadir karena faktor cuaca. Nampak beberapa tua murid yang hadir kompak menggunakan seragam serupa warnanya. Kaos lengan panjang berwarna merah dengan kombinasi abu abu. Setelah Bunda Murni selesai mengatur posisi duduk muridnya, kegiatan dongeng pun segera dimulai. Saya membawakan dongeng yang berjudul Anisa dan Kotak Ajaib.

Kegiatan selanjutnya adalah bersedekah. Murid muridpun nampak antri dengan sabar untuk memasukkan donasinya ke dalam kotak donasi Yatim Mandiri Makassar. Setelah berdonasi, tak lupa murid murid berfoto bersama Kak Heru dan Bona.

Sedekah Dongeng Dari Teman Sendiri

Kegiatan Sedekah Dongeng di SDN 30 Maros

Pelataran SDN 30 Maros di hari Sabtu pagi, 15 April 2017 nampak sudah penuh dengan celoteh ruang dari sekitar 500 murid murid. Mereka berasal dari SDN 30 dan 31 Maros. Mengenakan baju pramuka, mereka duduk dengan rapi di halaman depan sekolah. Bukan untuk latihan pramuka, namun pagi ini mereka akan mendengarkan dongeng  bersama Kak Heru yang diundang oleh Yatim Mandiri Maros. Hari ini ada kegiatan Sedekah Dongeng yang diadakan untuk mengedukasi keutamaan sedekah dalam bentuk dongeng. 

Meskipun duduk beralaskan koran, namun tak mengurangi antusias dan semangat untuk mendengarkan dongeng. Menurut Rini Nella, Kepala Cabang Yatim Mandiri Maros, kegiatan dongeng ini baru pertama kali dilaksanakan di sekolah ini.  Dari catatan perjalanan agenda dongeng yang saya miliki, kegiatan dongeng di Maros memang masih jarang dilakukan. Di awal tahun 2017 sampai bulan April ini, baru 3 sekolah yang melaksanakan kegiatan Sedekah Dongeng.

Setelah hampir satu jam mendengarkan dongeng dan aksi centil Si Bona, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan secara singkat Tim Kesehatan Yatim Mandiri. Sedangkan saya mulai membenahi si Bona. Beberapa murid murid mulai mendatangi saya sambil memanggil nama Bona. Lama kelamaan kerumunan menjadi bertambah banyak dan ingin berfoto dengan Bona. Memang dalam berbagai Bona selalu menarik perhatian anak anak. Dan untuk tidak mengecewakan mereka, sayapun segera mengatur barisan sesuai dengan kelas untuk sesi foto bersama Bona.

Perlu ekstra tenaga dan suara agar mereka antri sesuai dengan urutan. Agaknya kebiasaan antri masih sangat perlu diajarkan dan diterapkan secara berulang ulang agar mereka terbiasa tertib. Sesi foto pun dimulai dari kelas 1 sampai kelas 6 untuk SDN 30 dan 31 Maros. Tak ketinggalan  beberapa orang tua dan guru mengambil kesempatan untuk berfoto juga. 

Pihak Yatim Mandiri secara khusus memberikan bantuan beasiswa kepada murid sekolah ini. Sehingga hasil donasi yang telah dikumpulkan langsung dirasakan manfaatnya oleh murid muridnya. Donasi sebesar Rp. 3.292.000 diserahterimakan kepada Kepala Sekolah SDN 30 dan 31. Ibu Kasmawati selaku kepala sekolah SDN sangat senang dengan bantuan beasiswa yang diterima oleh muridnya. Beliau tidak menyangka bahwa kegiatan dongeng bisa dirangkaikan dengan penyerahan beasiswa juga. ” Teryata bantuan yang diterima ini berasal dari teman mereka sendiri. Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan budaya saling bantu terhadap sesama” ujar beliau.

Selain bantuan uang kepada murid, Yatim Mandiri juga menyerahkan bantuan makanan dalam bentuk daging sapi yang dikemas dalam kaleng.