Tag Archives: Yayasan BaKTI

Dongeng Mencari Awan

Penampilan Safira di event BaKTI dan Unicef di Swiss Bell Hotel

Event Langkah Langkah menuju Akselerasi Universal Akses 2019.

UNICEF melakukan pendampingan di Sulawesi Selatan sejak 2013. Sejak pendampingan hingga saat ini, diidentifikasi bahwa Pokja AMPL kabupatenmaupun tokoh-tokoh masyarakat pada khususnya telah melakukan
berbagai kegiatan yang berhasil menciptakan perubahan didaerahnyakhususnya terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kesadaranmasyarakat mulai terbangun dan kolaborasi antar stakeholder telah terjalin
dan sinergi untuk bersama-sama mecapai tujuan pembangunan AMPL.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan BaKTI bekerjasama dengan Unicef dan Bappeda Propinsi dan Kabupaten se Sulawesi Selatan.
Ditampilkan juga praktik-praktik cerdas terkait AMPL yang telah dilaksanakan di olehpelaku-pelaku pernbanqunan AMPL terpublikasi dan dapat menjadipembelajaran bagi stakeholder lainnya.

Ada dongeng bersama Safira Devi Amorita yang berjudul Mencari Awan bersama adik adik dari SD Pacinongan Makassar.

Berikut videonya :

 

Video Animasi dan Buku Komik Ekosistem Gambut

Murid murid SD di Pelalawan menghadiri peluncuran komik Gambut

Apa yang membuat 100 murid datang beramai-ramai ke SDN 006 Kabupaten Pelalawan Riau ?

Seusai melakukan roadshow Sedekah Dongeng di Kota Kendari Sulawesi Tenggara, kembali saya melakukan perjalanan yang kali ini jaraknya cukup jauh dari Makassar. Yayasan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia atau BaKTI mengundang saya untuk menjadi host sebuah acara di Propinsi Riau. Dari schedule yang diberikan oleh BaKTI, kegiatan berlangsung mulai tanggal 11-14 April 2017 di Kabupaten Pelalawan yang berjarak sekitar 60 km dari Pekanbaru Riau.

Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Pekanbaru, maka sayapun mencoba mencari rekan pendongeng yang tinggal di kota ini. Dan nama Kak Agus DS muncul di daftar kontak. Beliau adalah salah satu pendongeng senior yang seangkatan dengan Kak Seto dan Kak Kusomo. Saya pun menghubungi Kak Agus untuk memberitahukan kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pelalawan. 

Kota Pekanbaru sangat bersih!

Itulah kesan pertama ketika tiba di kota ini. Jalanan dari bandara ke kota cukup lebar dan asri. Di kiri kanan banyak pepohonan yang nampak hijau. Namun udara di kota ini juga sangat menyengat kulit. Maklum, Riau adalah salah satu propinsi yang terletak di atas lahan gambut. Nah, disinilah Yayasan BaKTI akan mengadakan sebuah kegiatan yang berkaitan dengan lahan gambut tadi. Kegiatan ini adalah Pemutaran Video Animasi dan Sosialisasi Buku Komik Mengenal Ekosistem Gambut.

Sebagian besar lahan gambut masih berupa hutan yang menjadi habitat tumbuhan dan satwa langka. Hutan gambut mempunyai kemampuan menyimpan karbon dalam jumlah yang besar. Karbon tersimpan mulai dari permukaan hingga di dalam dalam tanah, mengingat kedalamannya bisa mencapai lebih dari 10 meter.
Selain memiliki kemampuan menyimpan karbon dalam jumlah besar, tanah dalam ekosistem gambut juga mampu menyimpan air hingga 13 kali dari bobotnya. Oleh karena itu perannya sangat penting dalam hidrologi, seperti mengendalikan banjir saat musim penghujan dan mengeluarkan cadangan air saat kemarau panjang. Kerusakan yang terjadi pada lahan gambut bisa menyebabkan bencana bagi daerah sekitarnya
Sayangnya pengetahuan akan pentingnya ekosistem gambut masih sangat kecil diketahui oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Informasi terkait luas, ketebalan, dan bagaimana ekosistem ini mengalami perubahan tersedia dalam jumlah terbatas dan sering kali tidak akurat. Peran penting ekosistem gambut seperti menyimpan karbon dan air dalam bobot besar juga masih belum disadari.  Mendapatkan pengetahun yang lebih mendetail mengenai ekosistem gambut sangat diperlukan untuk dapat membantu para pengambil keputusan dalam mengelola dan atau melindungi ekosistem ini. Lebih banyak informasi perlu disebarluaskan kepada banyak pihak, dan terutama diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak Indonesia.

Terbitnya Komik dan Video Animasi bertujuan untuk menjadi jendela visual yang menambah khazanah anak-anak usia Sekolah Dasar mengenai ekosistem gambut termasuk fungsi dan peran pentingnya. Pengetahuan yang baik mengenai ekosistem ini dapat menjadi dasar bagi anak-anak, calon pengambil keputusan pengelolaan lingkungan hidup di masa depan untuk dapat memanfaatkan dan mengelola ekosistem ini dengan baik.
Pengenalan akan beragam ekosistem gambut ini juga diharapkan dapat membuka wawasan mereka akan peluang-peluang yang tersedia di masa depan dalam mengelola sumberdaya dan melakukan inovasi teknologi pengelolaaan ekosistem ini.
Baik komik maupun video animasi akan mengadopsi konteks lokal dalam wilayah target Aktivitas Proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia.

Propinsi Riau dipilih sebagai tempat yang pertama  melaksanakan kegiatan ini. Pada hari Kamis, 13 April 2017, sebanyak 100 murid yang berasal dari SDN 006, SDN 007 dan SDN 012 diundang untuk mengikuti acara ini di salah satu aula SDN 006 Pelalawan. Dari database Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, SDN 006  termasuk dalam kategori Sekolah Bertaraf Internasional. 

Tepat pada pukul 09:00 WIB acara dimulai dengan membagikan pre test quiz kepada murid murid yang sudah duduk melantai di dalam aula. Kurang lebih 10 menit mereka diberikan waktu untuk menyelesaikan tugas tersebut. Setelah tugas pre test selesai, Ita Ibnu yang mewakili Yayasan BaKTI memberikan kata sambutan sebagai pengantar kegiatan. Dilanjutkan dengan sambutan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan yang disampaikan oleh Bapak Asmadi. Dalam kata sambutannya Pak Asmadi bercerita tentang kampung halamannya di Indrahilir yang penuh dengan tanah gambut. 

Pemutaran video animasi membuat acara lebih meriah. Dipandu oleh 2 orang host, yaitu Kak Heru dan Pak Zein yang merupakan salah satu guru di SDN 006 Pelalawan, murid murid diajak untuk lebih mengenal lahan gambut dengan media video animasi yang cukup apik penampilannya. Di sessi ini, ada 4 orang murid yang mendapatkan hadiah karena menjawab dengan tepat pertanyaan yang diberikan oleh pembawa acara.

Sessi pembagian buku komik untuk semua murid yang hadir semakin membuat suasana semakin meriah. Mereka sangat senang dengan buku komik yang dibagikan kepada setiap murid. Buku komik yang dibuat oleh Yayasan BAKTI isinya sangat menarik dan atraktif. Komik ini berisi tentang asal usul tanah gambut yang terbentuk sekitar 40.000 tahun yang lalu. Juga memberikan edukasi tentang tanah gambut yang banyak mengandung carbon dan fungsinya sebagai salah satu penyerap air hujan. Tugas selanjutnya adalah membaca buku Komik tersebut karena setelah itu ada hadiah yang akan dibagikan lagi kepada mereka yang bisa menjawab pertanyaan seputar isi komik yang mereka baca. Dalam sessi ini, murid murid dibagi menjadi 5 kelompok dengan nama kelompok yang berbeda-beda. Nama kelompok diambil dari buku komik yang berkaitan dengan ekosistem gambut. Setiap kelompok kemudian diberikan waktu untuk berdiskusi dan membuat satu pertanyan yang nantinya akan dilontarkan kepada kelompok lainnya. 

Dan tak terasa sudah dua jam berlalu. Di akhir acara, Kak Heru mengajak semua murid untuk berkomitmen dalam menjaga lahan gambut yang berada di sekitar mereka. Sebuah lagu yang berjudul Penyelamat Gambut dinyanyikan bersama oleh 100 murid sebagai penguat pesan tentang betapa pentingnya lahan gambut dalam menjaga kelangsungan hidup manusia. Pengenalan akan beragam ekosistem gambut ini juga diharapkan dapat membuka wawasan mereka akan peluang-peluang yang tersedia di masa depan dalam mengelola sumberdaya dan melakukan inovasi teknologi pengelolaaan ekosistem ini.

Silakan menikmati animasinya disini :